Contoh Standar Operasional Prosedur Untuk Menilai Kelayakan Bisnis

Pada dasarnya, SOP kelayakan bisnis adalah suatu standar operasional prosedur yang dibuat oleh perusahaan sebagai suatu pedoman dan juga panduan dalam melakukan berbagai kegiatan penilaian kelayakan peluang bisnis. Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan contoh Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk bisa menilai kelayakan bisnis.

Seperti yang kita ketahui bersama, peluang bisnis saat ini ada banyak di mana-mana. Untuk melakukan tindakan terbaik terkait peluang tersebut, maka perlu dibuat standar operasional prosedur.

Agar tidak perlu panjang lebar lagi, berikut ini kami sajikan contoh standar operasional prosedur untuk menilai kelayakan bisnis.

Berbagai Langkah dalam Membuat SOP

Sekilas Tentang Pembuatan Standard Operating Procedure (SOP)

Sebuah perusahaan, entitas, ataupun institusi yang telah menyadari pentingnya SOP pasti akan membuat SOP dalam setiap kegiatannya, termasuk SOP dalam membuat laporan studi kelayakan bisnis.

SOP pembuatan studi laporan kelayakan bisnis ini dilakukan oleh perusahaan sesudah berhasil menghimpun data dan juga peluang bisnis untuk mengembankan usahanya. Sehingga, mereka bisa meningkatkan omset dan juga laba perusahaan.

Dalam membuat SOP ini, di dalamnya masih menggunakan format yang sama dengan berbagai contoh format penyusunan SOP sebelumnya.

Baca juga: Apa itu AB Testing dan Bagaimana Penggunaannya dalam Marketing?

Langkah-Langkah Menyusun Contoh Standar Operasional Prosedur

1. Membuat Header SOP

Seperti contoh standar operasional prosedur pada umumnya, format header SOP pembuatan laporan kelayakan bisnis pun saja, yakni terdiri dari logo, nama perusahaan, judul SOP, nomor dokumen, jumlah revisi, waktu mulai diterapkannya SOP, dan juga halaman SOP. Header SOP adalah identitas utama dari suatu SOP.

2. Menyusun Isi SOP

Isi dari SOP ini terdiri dari sebagai berikut:

  • Tujuan

Prosedur laporan studi kelayakan ini akan berlangsung pada suatu usaha ataupun proyek usaha, yang dibuat pada suatu perusahaan sesuai melakukan corporate action, yakni:

  1. Ekspansi dalam melakukan pengembangan usaha atau bisnis existing
  2. Melakukan pengembangan usaha atau proyek baru
  3. Melakukan bisnis dengan partner baru.

Tujuan dari laporan ini adalah studi dan juga analisa yang berlangsung dari realisasi jangka pendek dan juga jangka panjang perusahaan.

  • Ruang Lingkup

Dalam hal ini, prosedur berlaku untuk seluruh pihak yang terlibat di dalam proses manajemen risiko. Yakni seluruh pihak yang berhubungan dengan rencana dan juga wacana terkait pengembangan usaha atau bisnis yang nantinya akan dilakukan, fokus pada hasil kelayakan studi, dan berbentuk sebagai suatu laporan kelayakan bisnis.

Definisi

Viability Analysis : suatu analisa kelayakan yang akan berlangsung pada suatu usaha atau proyek perusahaan itu sendiri.

Financial Data       : Data Keuangan

Business Plan        : Perencanaan Bisnis

Risk Register       : Daftar risiko

Dokumen terkait di dalamnya mencakup memo internal, dokumen terkait, disposisi, studi kelayakan bisnis, dan daftar risiko. Sedangkan referensi yang bisa digunakan bisa dari ISO 9001 dan Quality Management Systems

  • Deskripsi Prosedur

Format dari deskripsi prosedur ini berbeda dengan berbagai format SOP sebelumnya. Deskripsi prosedur SOP pembuatan laporan kelayakan bisnis ini terdiri dari berbagai pihak terkait, pihak penanggung jawab, dan juga deskripsi ataupun penjelasan dari setiap elemen tersebut. Berikut ini adalah urutan prosedurnya.

Prosedur 1

Pihak Terkait :

Direksi atau pemilik risiko terkait.

Penanggung Jawab :

Sekretaris Perusahaan

Deskripsi :

Direksi akan mengeluarkan disposisi ataupun memo pada pihak sekretaris perusahaan agar dibuatkan suatu analisa dari suatu unit manajemen risiko. Sekretaris perusahaan nantinya akan memberikan disposisi pada unit manajemen risiko untuk bisa membuatkan analisa kelayakan keberlangsungan usaha ataupun proyek.

Analisa ini berkaitan dengan ekspansi pengembangan usaha ataupun bisnis eksisting yang memang sudah dijalankan, pengembangan usaha ataupun proyek baru yang sudah berjalan, serta perkembangan usaha dengan para partner bisnis baru.

Selanjutnya, pemilik risiko akan mengirimkan surat ataupun memo pada sekretaris perusahaan untuk bisa dibuatkan analisa risiko ekspansi pengembangan usaha atau business existing. Atau bisa juga suatu rencana pengembangan usaha ataupun proyek baru, atau partner baru yang sudah berlangsung.

Prosedur 2

Pihak Terkait :

Sekretaris Perusahaan

Penanggung jawab :

Unit Manajemen Risiko

Deskripsi :

Unit manajemen risiko akan menerima memo dan juga disposisi dari pihak sekretaris perusahaan dan menerima seluruh kelengkapan analisa kelayakan keberlangsungan bisnis yang berasal dari direksi ataupun pemilik risiko, yakni: studi kelayakan (feasibility study), register risiko, arahan manajemen, pendapat ahli (optional), dan data operasional dan data keuangan.

Prosedur 3

Pihak Terkait :

Unit Manajemen Risiko

Penanggung jawab :

Pemilik Risiko (Risk Owner)

Deskripsi :

Unit manajemen risiko akan melakukan berbagai langkah dalam membuat viability analysis, yakni melakukan interview dan brainstorming, melakukan analisa kasus dan penentuan konteks risiko, identifikasi risiko, analisis dan evaluasi risiko, dan mempersiapkan strategi perlakuan risiko (mitigasi risiko)

Prosedur 4

Pihak Terkait :

Sekretaris Perusahaan atau pemilik risiko (risk owner)

Penanggung jawab :

Unit Manajemen Risiko

Deskripsi :

Analisa kelayakan keberlangsungan bisnis sudah selesai dibuat dan diserahkan kepada Sekretaris Perusahaan.

Bila ada revisi dan perubahan maka akan dikembalikan ke Unit Manajemen Risiko.

Bila tidak ada revisi atau revisi sudah selesai, maka Sekretaris Perusahaan akan menandatangani memo sebagai pengantar analisa kelayakan keberlangsungan bisnis.

Untuk pemilik risiko (Risk Owner) bisa langsung menerima hasil analisis berupa analisis kelayakan keberlangsungan bisnis tersebut.

Prosedur 5

Pihak Terkait :

Direksi

Penanggung jawab :

Sekretaris Perusahaan

Deskripsi :

Sekretaris perusahaan akan memberikan memo dan juga analisa kelayakan keberlangsungan bisnis pada pihak direksi.

Prosedur 6

Pihak Terkait :

Direksi / Pemilik Risiko

Penanggung jawab :

Sekretaris Perusahaan

Deskripsi :

Pihak pemilik risiko atau direksi akan menerima memo dan hasil analisis berbentuk analisa kelayakan keberlangsungan bisnis.

Lalu, nantinya akan ditindaklanjuti dengan mengambil keputusan terkait strategi perlakuan risiko yang ada di dalam viabilitas analisis tersebut.

Flowchart SOP

1. Membuat bagian Pengesahan

Format yang terdapat pada bagian pengesahan SOP ini terdiri dari nama, jabatan, dan juga tanda tangan dari yang menyetujui, membuat, dan mengesahkan SOP pembuatan laporan studi kelayakan bisnis. Dalam hal ini yang membuat SOP tersebut adalah manajer sekretaris perusahaan, sedangkan yang memeriksa SOP adalah manajemen representatif yang sudah disetujui oleh pihak direktur perusahaan.

2. Format Lengkap SOP Pembuatan Laporan Studi Kelayakan Bisnis

Jika seluruh bagian atas tadi digabung menjadi satu format, maka contoh standar operasional prosedur untuk menilai kelayakan bisnis tersebut adalah sebagai berikut:

Contoh Standar Operasional Prosedur Halaman 1:

contoh standar operasional prosedur4

Contoh Standar Operasional Prosedur Halaman 2:

contoh standar operasional prosedur 3

Contoh Standar Operasional Prosedur Halaman 3:

contoh standar operasional prosedur2

Contoh Standar Operasional Prosedur Halaman 4:

contoh standar operasional prosedur

Baca juga: Total Productive Maintenance (TPM), Sistem Pemelihataan Produksi yang Mampu Meningkatkan Produktivitas

Kesimpulan

Perusahaan yang sudah menyadari akan pentingnya suatu prosedur standar dalam setiap kegiatannya pasti akan membuat standar operasional prosedur pada setiap bagiannya, termasuk dalam hal menyusun dan mencatat laporan terkait kelayakan peluang usaha.

Peluang usaha adalah suatu hal uang penting dan harus segera diambil tindakan yang harus agar tidak terlewatkan begitu saja. Seluruh tindakan yang sifatnya sistematis, terstruktur dan prosedural bisa menjadi pembuka untuk terbukanya berbagai pelang baru untuk perusahaan.

Dalam artikel kali ini, kami sudah menjelaskan dengan detail tentang langkah demi langkah cara membuat dan juga menyusun SOP yang baik dan benar terkait peluang bisnis. Anda bisa menyesuaikan dan mengembangkannya sendiri sesuai dengan keperluan dan kondisi perusahaan.

Namun, satu hal yang tidak boleh Anda lupakan adalah melakukan manajemen keuangan yang baik, caranya adalah dengan mencatat arus kas perusahaan di dalam laporan arus kas. Jenis laporan keuangan ini nantinya bisa Anda jadikan rujukan dalam membuat keputusan bisnis strategis di masa depan.

Tapi, bila Anda merasa kesulitan untuk membuat laporan keuangan tersebut, maka gunakanlah software akuntansi dari Accurate Online.

Kenapa harus Accurate Online? Karena Accurate adalah software akuntansi yang sudah dipercaya oleh lebih dari 300 ribu pebisnis di tanah air. Dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang bisa Anda akses di mana saja secara mudah, tepat dan akurat.

Accurate Online juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur yang mampu mempermudah Anda dalam berbisnis, seperti fitur persediaan, pembelian, penjualan, perpajakan, perbankan, manufaktur, dan masih banyak lagi. Lebih uniknya lagi, seluruh kelebihan dan fitur menarik dari Accurate Online bisa Anda nikmati dengan mengeluarkan biaya investasi sebesar 200 ribu perbulan saja.

Penasaran? Anda bisa mencoba Accurate Online terlebih dahulu dengan klik tautan gambar di bawah ini.accurate-200 ribu per bulan

 

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

1 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.