Engagement Rate Adalah : Pengertian, Faktor, dan Cara Mengukurnya

oleh | Nov 23, 2020

source envato.

Engagement Rate Adalah : Pengertian, Faktor, dan Cara Mengukurnya

Engagement rate adalah sebuah sebutuan yang sering digunakan dalam dunia digital marketing, khususnya di dalam social media marketing. Istilah ini digunakan sebagai alat dalam mengukur keterlibatan followers atau pengikut dalam suatu akun media sosial. Nah, agar lebih mengenal dan memahami tentang engagement rate, mari kita bahas lebih dalam pada artikel berikut ini.

Engagement Rate adalah

Dewasa ini, media sosial adalah salah satu bagian yang rasanya sulit sekali untuk dipisahkan dari kehidupan manusia. Paltform ini dinilai ampuh untuk melepas penat atas kesibukan yang melelahkan, membagikan pengalaman dengan banyak orang, bahkan menjadi sarana yang paling cepat untuk mendapatkan informasu terupdate.

Salah satu media sosial yang paling sering digunakan tersebut adalah media sosial instagram.  Aplikasi ini adalah tempat bagi banyak orang untuk meluangkan banyak waktunya, mencari berbagai konten yang sangat mereka gemari. Selain itu, instagram juga adalah aplikasi untuk membagikan konten dengan basis foto, gambar, atau desain menarik.

Untuk itu, banyak para pegiat digital marketing yang menjadikannya sebagai sarana ampuh untuk melakukan pemasaran. Para pegiat marketing tersebut biasanya akan mengarahkan brand dan penjualannya pada beberapa individu yang lebih spesifik dan sesuai dengan kriteria brand perusahaannya masing-masing.

Tapi sayangnya, saat ini masih banyak pemasar yang masih kurang mendalami ataupun memahami terkait cara terbaik dalam menggunakan media sosial tersebut. Untuk itulah pemahaman terkait engagement rate sangat penting untuk dimengerti oleh seluruh pihak yang ahli dalam media sosia.

Dikutip dari laman resmi Hopperhqengagement rate adalah suatu metrik standar yang dimanfaatkan dalam pemasaran media sosial dalam mengukur performa pada suatu konten di platform media sosial, khususnya di Instagram dan juga Facebook.

Indikator ini sangat penting dipahami dan dimengerti oleh para influencer dan digital marketer untuk menilai keterlibatan audiens dengan post yang sudah mereka publikasikan.

Jika suatu konten bisa mendapatkan banyak perhatian dari pihak follower, maka pengetahuan publik pada suatu brand akan secara otomatis meningkat. Engagement rate juga bisa digunakan sebagai alat riset guna memahami keiinginan audiens berdasarkan dengan jumlah interaksi mereka dengan beberapa atau suatu konten tertentu. Hal tersebut bisa dinilai langsung postingan mana yang memiliki jumlah engagement paling banyak atau paling sedikit.

Baca juga: Brand Awareness Adalah: Pengertian, dan Cara Mudah Meningkatkannya

Beberapa Faktor yang Memengaruhi Engagement Rate

Dilansir dari laman Sproutsocial, faktor yang mampu memengaruhi tingkat engagement itu nyatanya sangat sulit untuk bisa dipelajarai.  Terlebih lagi, tidak ada definisi tertentu terkait audiens yang terlibat karena suatu interaksi akan terus selalu berubah sesuai dengan konteks dan juga media yang digunakannya.

Namun, setidaknya ada beberapa faktor yang mampu memengaruhi engagement rate berdasarkan platform yang digunakan. Untuk situs web, faktor yang memengaruhi engagement rate adalah lama rata-rata pengunjung di sebuah halaman, tampilan halaman rata-rata, scroll depth, bounce rate, jumlah shares dan beragam bentuk konversi.

Untuk di dunia sosial media, beberapa faktor yang mempengaruhi adalah jumlah likes, shares dan komentar pada setiap kontennya. Untuk platform media sosial facebook, faktor yang mempengaruhinya adalah komentar, reaksi, klik, dan shares. Untuk di linkedin, faktor yang mempengaruhinya adalah post, klik, interaksi, dan pengikut yang diperoleh.

Sedangkan untuk di Instagram, yang mampu mempengaruhi engagement rate adalah likes dan komentar. Untuk di twitter, retweet, komentar dan likes adalah faktor yang mempengaruhi engagement rate. Untuk di pinterest, beberapa yang mempengaruhi engagement rate adalah likes, komentar dan pins. Sedangkan untuk kempanye email, maka open rates dan click-through rates adalah faktor dari engagement rate nya.

Namun, sebagian besar kampenya mulit saluran biasanya akan melibatkan pengukuran engagement rate di beberapa media. Selain itu, setiap digital marketer juga akan mendapatkan informasi apakah strategi pemasarannya sudah menyentuh target apa belum dengan memantu tingkat eterlibatan audiens.

Jika nilai keterlibatan di dalamnya ternyata tidak cukup baik, maka tim pemasaran harus mengubah seluruh konten yang terkandungug di dalamnya dengan yang lebih baik.

Mengapa Engagement Rate Sangat Diperlukan?

engagement rate mungkin adalah sebuah indikator yang akan memakan banyak waktu para marketer karena ada berbagai banyak hal yang herus diperhatikan dalam memanfaatkannya. Meskipun begitu, indikator ini adalah kunci utama agar suatu brand bisa meledak dan berkembang di media sosial.

Selain digunakan untuk alat ukur keberhasilan pada suatu kontenten, engagement rate juga berfungsi untuk meningkatkan efketivitas performa tim marketing di media sosial. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

1. Memberikan Pemaparan yang Lebih Jelas Terkait Kegiatan Audiens

Kebanyakan orang pada umumnya akan lebih menyukai suatu post karena mereka melihat orang disekitarnya juga melakukan hal serupa. Adanya jumlah likes yang meningkat buka berarti suatu post tersebut memiliki nilai yang baik di mata audiens. Karena, banyak sekali konten di luar sana yang memiliki jumlah likes tidak terlalu banyak namun banyak dicari di media sosial.

Untuk itu, engagement rate dijadikan suatu alat ukur untuk menyaring kegiatan followers tersebut, dengan mengungkapkan apa saja kebutuhan mereka dan berbagai hal yang saat ini memang sedang menjadi tren.

2. Kacamata Untuk Melihat Kinerja Kompetitor

Contoh sederhana yang bisa kita ambil adalah seorang penyanyi dunia bernama Lady Gaga, dirinya  hanya mempunayi angka engagement rate sebanyak 0.6% pada tahun 2015 di Facebook. Bahkan, perlu Anda ketahui bahwa halaman resmi dari Facebook sendiri pun hanya memiliki engagement rate sebanyak 0,9% saja.

Berdasarkan perhitungan yang di ambil dari Socialmediatoday, bisa kita simpulkan bahwa beberapa nama besar pun masih bisa melakukan kesalahan dalam hal pemasaranannya sendiri. Untuk itu, engagement rate bisa dijadikan sebagai alat terbaik untuk menilai performa kompetitor di perusahaan lain.

Nilai engagement rate kompetitor akan tinggi jika kampanye media sosial yang dikerjakannya memang sedang berkembang. Hal tersebut bisa dijadikan sebagai media pembalajaran untuk para tim marketing dengan cara memantau bagaimana kompetitor menyampaikan pesan dan metrik stretegi yang mereka terapkan setiap harinya.

Hal tersebut berlaku jika kompetitor mengalami jumlah penurunan, pohak marketer bisa melihat apa saja faktor yang membuat pengurngan angka engagement rate.

Bagaimana Cara Mengukur Engagement Rate?

Likescomments, dan shares adalah beberapa metrik yang bisa digunakan untuk mengukur engagement rate. Namun, metrik tersebut sangat beragam, tergantung pada channel apa yang digunakan. Sebagai contoh, untuk mengukur engagement rate, maka Anda harus mempertimbangkan metrik saved dan add to story. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk bisa menilai dan mengukur engagement rate di media sosial.

1. Engagement Rate By Reach

Perhitungan engagement rate yang dilakukan berdasarkan jumlah reach akan lebih akurat daripada perhitungan berdasarkan followers saja. Kenapa? Karena kenyataannya tidak semua followers bisa melihat konten yang di publikasikan di media sosial, mereka yang tidak mem follow pun bisa saja melihat konten Anda.

Selain itu, angka reach yang terus berubah-ubah juga dipengaruhi oleh angka ERR pad post yang sudah dihitung. Nah, untuk mengukur engagement rate berdasarkan reach, maka Anda bisa menggunakan rumus ER = Total engagements per post / Reach per post x 100.

2. Engagement Rate Post

Perhitungan engagement rate  yang dilakukan berdasarkan post bisa Anda gunakan jika media sosial Anda mempunyai angka reach post yang cukup fluktuatif. Dengan pembagian melalui angka followes, maka nilai engagement rate nantinya akan lebih stabil. Tapi, perhitungan ini tidak akan memengaruhi nilai engagement rate pada viral post dengan reach yang lebih tinggi, karena rumus yang digunakan adalah ER = Total engagements on a post / Total followers x 100

3. Engagement Rate Impressions

Perhitungan ini sangat sesuai digunakan pada kampanya yang memerlukan perhitungan berdasarkan impresi. Namun, angka impresi ini bisa berubah-ubah dan tidak tetap. Rumus untuk menghitungya adalah ER = Total engagements on a post / Total impressions x 100

4. Daily Engagement Rate

Perhitungan jenis ini akan memudahkan Anda untuk mendapatkan kisaran engagement rate per hari, bukan per post. Tapi, cara ini dinilai tidak terlalu akurat karena nantinya Anda akan sulit membedakan satu follower yang engage berulang kali dengan banyak follower yang hanya engage dalam satu kali di hari itu. Rumus yang bisa digunakan adalah ER = Total engagements in a day / Total followers x 100

5. Engagement Rate Views

Nilai perhitungan yang dilakukan berdasarkan views ini sangat cocok digunakan jika brand atau merk Anda menjadi suatu konten utama dalam meraih engagement. Perlu Anda ketahui bahwa views berbeda dengan unique views. Itu artinya, 1000 jumlah views yang Anda dapatkan bisa saja berasal dari 300 users yang nonton berulang kali. Untuk menghitungnya, Anda bisa menggunakan rumus ER = Total engagements on video post / Total video views x 100

Baca juga: Rebranding Adalah: Pengertian, Fungsi, Tahapan dan Contohnya

Penutup

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa engagement rate adalah suatu metrik standar yang dimanfaatkan dalam pemasaran media sosial dalam mengukur performa pada suatu konten di platform media sosial ataupun website.

Terdapat banyak sekali faktor yang memengaruhi nilai engagement rate, tergantung platform yang digunakan. Namun, metrik ini sangat penting digunakan oleh setiap tim marketing agar strategi pemasarannya bisa dilakukan dengan tepat, dan perusahaan pun bisa terus berkembang dengan pesat.

Namun, strategi pemasaran yang tepat saja tidak cukup untuk membuat suatu perusahaan bisa berkembang pesat, dibutuhkan juga manajemen kuangan dan akuntansi yang tepat agar mampu menjaga arus kas perusahaan dengan baik. Nah, untuk memudahkan Anda dalam melakukan manajaemen keuangan dan akuntansi yang baik, Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Dengan Accurate Online, Anda bisa mengatur biaya produk, mengontrol stok barang, dan memantau laporan keuangan bisnis Anda secara mudah dan real time. Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate 3

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Cinthya

Artikel Terkait