Pengertian Avoiding, Salah Satu Jenis Manajamen Konflik untuk Menyelesaikan Masalah

oleh | Mei 30, 2023

source envato.

Pengertian Avoiding, Salah Satu Jenis Manajamen Konflik untuk Menyelesaikan Masalah

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa manajemen konflik adalah serangkaian kegaian yang dilakukan agar bisa mengatasi atau menyelesaikan konflik. Nah, salah satu jenis dari manajemen konflik tersebut adalah avoiding.

Tapi, apa itu avoiding? Bagaimana cara melakukannya? Apakah ada contohnya? Tenang, kami akan menjawabnya melalui artikel tentang avoiding di bawah ini.

Pengertian Avoiding

accurate.id gambar avoiding-1

Dirangkum dari laman Niagara Institute, avoiding dalam konteks interpersonal atau hubungan sosial mengacu pada perilaku atau strategi di mana seseorang berusaha menghindari atau menjauhkan diri dari konflik atau situasi yang memicu ketegangan. Ini bisa terjadi dalam berbagai situasi, baik di tempat kerja, dalam hubungan pribadi, atau dalam lingkungan sosial.

Dalam konteks penyelesaian konflik, avoiding sering kali digunakan ketika seseorang menghindari atau menunda pembicaraan yang sulit atau kontroversial. Ini dapat terjadi karena seseorang tidak ingin memperburuk situasi, merasa tidak nyaman dengan konflik, atau berharap bahwa masalah akan diselesaikan dengan sendirinya tanpa harus terlibat.

Namun, strategi menghindari ini tidak selalu efektif atau sehat dalam jangka panjang. Meskipun dapat membantu mengurangi ketegangan jangka pendek, menghindari konflik atau masalah yang mendasarinya sering kali hanya memperpanjang atau memperbesar masalah tersebut.

Dalam beberapa kasus, menghindari konflik berulang kali dapat mengakibatkan penumpukan masalah yang lebih besar dan merugikan hubungan atau situasi yang ada.

Penting untuk diingat bahwa setiap situasi dan konflik dapat memiliki pendekatan yang berbeda dalam penyelesaiannya. Menghindari konflik dalam beberapa situasi tertentu mungkin merupakan pilihan yang masuk akal, terutama jika keamanan fisik atau emosi terancam.

Namun, penting juga untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif dan belajar menghadapi konflik dengan bijak agar masalah dapat diselesaikan secara konstruktif.

Baca juga: Manajemen Konflik, Tipe, Strategi, dan Fungsinya dalam Bisnis

Cara Melakukan Avoiding

Berikut ini adalah beberapa cara yang umum dilakukan untuk menghindari atau melakukan avoiding dalam situasi konflik atau ketegangan:

1. Menghindari situasi atau orang yang memicu konflik

Jika Anda mengetahui bahwa ada situasi atau orang yang seringkali memicu konflik atau ketegangan, Anda dapat mencoba menghindari atau menjauh dari situasi atau orang tersebut. Misalnya, menghindari terlibat dalam percakapan atau acara di mana konflik mungkin terjadi.

2. Menjaga jarak emosional

Salah satu cara menghindari konflik adalah dengan menjaga jarak emosional dari situasi atau orang yang memicu ketegangan. Ini bisa berarti menjaga ketenangan dan menghindari terlibat dalam diskusi atau argumentasi yang bisa memicu emosi negatif.

3. Mengubah topik pembicaraan

Jika percakapan menuju ke arah yang kontroversial atau memicu konflik, Anda dapat mencoba mengalihkan topik pembicaraan ke sesuatu yang lebih netral atau positif. Ini dapat membantu mengalihkan perhatian dari konflik potensial.

4. Menggunakan humor atau lelucon

Menggunakan humor atau lelucon dapat membantu melembutkan ketegangan dan mengalihkan perhatian dari konflik. Namun, pastikan untuk menggunakan humor dengan bijak dan tidak menghina atau merendahkan pihak lain.

5. Menggunakan teknik penundaan

Jika Anda merasa tidak siap atau tidak nyaman untuk menghadapi konflik pada saat itu, Anda dapat menggunakan teknik penundaan. Misalnya, Anda bisa mengatakan bahwa Anda perlu waktu untuk berpikir lebih lanjut sebelum merespon atau memutuskan tindakan selanjutnya.

6. Menghindari memperburuk situasi

Jika Anda sadar bahwa reaksi Anda dapat memperburuk situasi atau memicu konflik yang lebih besar, lebih baik menghindari bereaksi secara emosional atau impulsif. Lebih baik menahan diri dan mencari waktu atau tempat yang tepat untuk membahas masalah dengan lebih tenang dan rasional.

Meskipun avoiding bisa menjadi strategi yang sementara dalam mengelola konflik, penting untuk diingat bahwa ini bukan solusi jangka panjang. Terkadang, konflik perlu dihadapi dan diselesaikan dengan cara yang konstruktif agar masalah dapat diatasi secara efektif.

Baca juga: 10 Cara Untuk Meminimalisir Konflik Bisnis Dalam Perusahaan Anda

Contoh Avoiding

Berikut adalah beberapa contoh situasi di mana seseorang menggunakan strategi avoiding untuk menghindari konflik:

  • Seorang karyawan menghindari konfrontasi dengan rekan kerja yang selalu terlambat atau tidak bertanggung jawab dengan tidak mengajukan keluhan atau mengabaikan masalah tersebut.
  • Dalam sebuah keluarga, anggota keluarga menghindari pembahasan topik sensitif, seperti perbedaan politik, dengan sengaja mengalihkan perhatian atau mengubah topik pembicaraan ketika topik sensitif tersebut muncul.
  • Seorang pasangan dalam hubungan yang bermasalah memilih untuk tidak menghadapi sumber konflik yang mendasari masalah mereka, seperti masalah keuangan atau perbedaan nilai-nilai, dan berusaha menghindari pembicaraan tentang topik tersebut.
  • Seorang mahasiswa yang tidak nyaman dengan kritik dari sesama mahasiswa dalam kelompok kerjanya memilih untuk menghindari konfrontasi dan tidak mengutarakan pendapatnya, bahkan jika itu dapat mempengaruhi kualitas proyek yang dikerjakan.
  • Seorang manajer yang mengetahui adanya ketidaksempurnaan atau masalah dalam timnya memilih untuk mengabaikan masalah tersebut dan menghindari menghadapi anggota tim yang bertanggung jawab.
  • Seorang teman yang ingin menghindari konflik dengan teman lainnya memilih untuk mengabaikan atau menunda memberikan umpan balik yang konstruktif tentang perilaku atau tindakan temannya yang bisa menyebabkan masalah dalam hubungan mereka.

Penting untuk diingat bahwa sementara menghindari konflik dalam beberapa situasi mungkin tampak sebagai pilihan yang mudah atau nyaman, strategi avoiding tidak selalu efektif dalam jangka panjang dan dapat berdampak negatif pada hubungan atau situasi yang ada.

Baca juga: Apa Itu Manajemen? Berikut Pengertian, Fungsi, Unsur, Gaya, Jenis, Dan Karakteristiknya

Penutup

Jadi, avoiding adalah strategi di mana seseorang berusaha menghindari atau menjauhkan diri dari konflik atau situasi yang memicu ketegangan. Ini bisa dilakukan dengan menghindari situasi atau orang yang memicu konflik, menjaga jarak emosional, mengubah topik pembicaraan, menggunakan humor, menggunakan teknik penundaan, atau menghindari memperburuk situasi.

Meskipun menghindari konflik dapat membantu mengurangi ketegangan jangka pendek, strategi ini tidak selalu efektif atau sehat dalam jangka panjang. Terlalu sering menghindari konflik dapat memperpanjang atau memperbesar masalah yang mendasarinya.

Penting untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif dan belajar menghadapi konflik dengan bijak agar masalah dapat diselesaikan secara konstruktif.

Dalam beberapa situasi tertentu, menghindari konflik mungkin merupakan pilihan yang masuk akal untuk menjaga keamanan fisik atau emosional. Namun, penting juga untuk mengetahui kapan dan bagaimana menghadapi konflik dengan cara yang sehat dan produktif.

Menggunakan strategi avoiding haruslah dilakukan dengan bijaksana, dan tidak menjadi pola perilaku yang dominan dalam penyelesaian konflik.

Penting untuk mencari cara yang seimbang antara menghindari konflik yang tidak penting dan menghadapi konflik yang perlu diatasi agar masalah dapat diselesaikan secara efektif dan hubungan dapat berkembang dengan baik.

Tapi, khusus untuk menghindari masalah keuangan yang terjadi pada bisnis, Anda bisa mengandalkan Accurate Online. Software akuntansi dan bisnis yang sudah dipercaya oleh ratusan ribu pebisnis ini mampu mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan Anda secara otomatis.

Aplikasi ini juga mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis yang akan memudahkan Anda dalam mengambil keputusan bisnis.

Penasaran dengan Accurate Online? Silakan klik tautan gambar di bawah ini untuk mencobanya selama 30 hari, Gratis!

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

15 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Anggi

Artikel Terkait