4 Strategi Jitu untuk Meningkatkan Lead Generation

Kesuksesan sebuah bisnis dapat dilihat dari seberapa efektifnya strategi pemasaran yang diterapkan dalam mendatangkan klien dan meningkatkan penjualan. Dalam hal ini, proses mendatangkan klien tidak terlepas dari strategi lead generation yang merupakan bagian penting dalam digital marketing.

Sederhananya, lead generation adalah proses menemukan dan mengumpulkan target konsumen, untuk kemudian diarahkan agar tertarik pada produk atau layanan perusahaan. Ketika berhasil mengumpulkan lead yang potensial, maka akan lebih mudah bagi perusahaan untuk menjalankan strategi marketing selanjutnya.

Oleh karena itu, artikel berikut ini akan menguraikan tiga strategi yang bisa dilakukan perusahaan untuk meningkatkan lead generation. Namun sebelum itu, mari pahami lebih dulu mengenai pengertian dari istilah itu sendiri.

Apa Itu Lead Generation?

Lead adalah calon konsumen ataupun orang yang berpotensi menjadi pelanggan atau konsumen. Untuk bisa memperoleh lead, diperlukan sebuah proses yang berfungsi mengonversi pelanggan potensial ini menjadi konsumen. Proses inilah yang disebut dengan istilah lead generation.

Saat ini, telah banyak bisnis yang berfokus mengembangkan strategi lead generation sebagai bagian dari rangkaian strategi digital marketing. Pasalnya, hal tersebut memastikan bahwa usaha marketing yang telah dilakukan tidak berujung sia-sia. Dengan begitu, bisnis dapat terus mendapatkan konsumen dan memastikan bahwa produk atau jasa terjual dengan baik.

Baca juga: Lead Adalah: Pengertian dan Cara Ampuh Mendapatkan Lead

Strategi untuk Meningkatkan Lead Generation

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan lead generation. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Mengoptimalkan Situs Web untuk Pengguna Seluler

Situs web dapat membantu meningkatkan keberadaan bisnis di mata audiens sekaligus untuk meningkatkan penjualan. Tentunya, pembuatan dan pengelolaan situs web harus memperhatikan beberapa hal, salah satunya adalah harus bisa diakses dengan mudah melalui telepon seluler. Hal ini dikarenakan penggunaan telepon seluler yang semakin meningkat dan bisa digunakan kapan pun serta di mana pun.

Bryan Clayton, seorang CEO di Greenpal menyebutkan bahwa setelah bisnisnya melakukan rebuilding site, ia mendapati sebanyak 82% audiens mengunjungi situsnya melalui seluler. Hal serupa dikatakan di laman Google Support bahwa situs web yang tidak mobile-friendly, lima kali lebih mungkin untuk ditinggalkan oleh pengunjung website.

Karena itu, penting bagi bisnis untuk mulai mengoptimalkan situs web-nya agar dapat diakses dengan mudah oleh pelanggan (mobile-friendly). Hal ini juga akan menunjukkan bahwa bisnis memerhatikan kenyamanan dan kemudahan pelanggannya, yang mana keduanya adalah indikator dalam customer experience.

2. Tingkatkan Kualitas Konten dan Hasilkan Content Engagement

Saat ini, hampir seluruh marketer B2B (Business to Business) dan B2C (Business to Customer) menjadikan konten sebagai senjata utama dalam kegiatan pemasaran. Sebab, konten yang dibuat dengan baik dapat membuat audiens menjadi lebih dekat dengan sebuah brand sehingga mampu menghasilkan engagement yang tinggi. Dengan begitu, bisnis berpeluang untuk meningkatkan penjualannya.

Untuk menghasilkan engagement yang tinggi, konten harus bisa memengaruhi seseorang agar tertarik dengan brand dan menjadikannya potential customer. Berikut ini beberapa kriteria konten yang baik.

  • Konten yang disajikan harus relevan dengan audiens. Bisnis harus dapat menganalisa dan selalu up-to-date terhadap apa yang sedang menjadi perbincangan di target geografis pasar Anda.
  • Konten harus memiliki nilai entertainment, yakni menarik dan menghibur audiens.
  • Konten harus dapat menjawab permasalahan atau kebutuhan audiens. Dalam hal ini, dapat berupa artikel yang berisi manfaat dan penjelasan produk dengan bahasa yang mudah dipahami.

Baca juga: Sales Lead: Pengertian, Cara Menentukan dan Jenisnya yang Harus Anda Tahu

3. Perhatikan Call to Action

Kedua strategi di atas tidak akan dapat meningkatkan penjualan apabila tidak diakhiri dengan CTA yang tepat. CTA atau Call to Action sendiri merupakan komponen krusial di setiap landing page atau website. CTA ini dapat berupa link ataupun QR code yang akan menghubungkan Anda dengan leads.

Salah satu jenis CTA yang bisa diaplikasikan adalah closing the sales yang merupakan jenis CTA yang berfokus pada penjualan. Jadi, ketika pelanggan ingin melakukan pembelian, CTA akan menghubungkan pelanggan tersebut ke saluran komunikasi bisnis Anda, misalnya melalui aplikasi pertukaran pesan.

4. Memberikan Uji Coba Gratis

Selain ketiga hal di atas, Anda juga bisa mencoba memberikan uji coba gratis yang mampu mengurangi penghalang bagi leads untuk masuk dan mencoba produk atau layanan bisnis Anda. Mereka pun akan dibawa selangkah lebih dekat untuk membeli produk atau layanan Anda.

Pada registrasi awal, pengguna harus memasukkan email yang nantinya akan tersimpan dan berguna untuk mengirimkan iklan seputar produk. Tahap berikutnya, mereka akan masuk ke proses percobaan produk atau layanan. Setiap tindakan yang dilakukan pada tahap uji coba gratis akan membuat leads untuk mulai terbiasa dan nyaman dengan produk Anda. Dengan begitu, akan timbul dorongan untuk menambah masa pemakaian dengan cara membelinnya.

Sehingga, dapat dikatakan bahwa cara ini cukup efektif untuk mendapatkan informasi dan memengaruhi leads untuk melakukan pembelian.

Baca juga: Lead Nurturing: Pengertian, Manfaat, dan Tahapannya untuk Bisnis

Penutup

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu lead generation dan strategi untuk meningkatkannya. Pengaplikasian strategi ini memang cukup sulit dan menyita banyak waktu. Namun, konsistensi dan fokus akan membawa bisnis Anda untuk menarik banyak leads yang berpotensi terkonversi menjadi penjualan.

Hal ini pun wajib dilakukan oleh setiap marketer yang melakukan kegiatan marketing agar bisa mencapai target penjualan. Dengan begitu, perusahaan bisa lebih sukses dan maju, yang secara otomatis juga akan berdampak pada setiap karyawan.

Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan juga harus bisa melakukan pembukuan keuangan dan mencatat setiap laporan keuangan secara tepat dan akurat. Untuk mempermudah proses ini, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Accurate Online menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis yang mudah untuk digunakan dan bisa diakses kapan saja serta di mana saja. Tertarik untuk mencobanya?

Jika iya, silahkan klik tautan gambar di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.