Leader Pricing, Strategi Penetapan Harga yang Menguntungkan

Dalam dunia pemasaran, terdapat satu strategi yang digunakan oleh para penjual agar nilai dari penjualan barangnya bisa meningkat secara pesat. Salah satunya adalah dengan menerapkan loss leader pricing.

Nah, pada kesempatan kali ini, mari kita mengetahui lebih dalam tentang strategi loss leader pricing.

Pengertian Loss Leader Pricing

Loss leader pricing adalah salah satu strategi pemasaran yang mana pihak penjual akan menetapkan harga dari suatu produk yang ditawarkan di bawah harga pasar.

Loss leader pricing memanfaatkan suatu konsep yang mana harga di bawah harga pasar mampu menarik lebih banyak konsumen untuk datang ke toko. Sehingga, konsumen tersebut juga akan mau membeli barang lain selain barang yang ditetapkan loss leader pricing pada waktu yang bersamaan. Sehingga, penjual pun akan bisa mendapatkan untung yang banyak.

Nah, barang yang dikenakan strategi ini hanyalah sebagai pemancing atau umpan saja. Tujuan dari loss leader pricing adalah agar bisa menarik lebih banyak pelanggan untuk datang ke toko, sehingga konsumen pun bisa tertarik untuk mau membeli berbagai barang lainnya yang ada di toko dengan harga normal selain membeli produk dengan harga loss leader pricing.

Dalam menerapkan strategi ini, para penjual harus bisa memerhatikan labanya. Mengurangi harga di bawah harga pasar tentunya akan memberikan pengaruh pada laba. Penetapan strategi ini akan sedikit banyak memberikan dampak pada pengurangan laba.

Untuk itu, setiap penjual harus lebih jeli dalam menghitung laba total yang didapatkannya dengan cara membatasi jumlah stok barang yang akan dijual dengan menggunakan harga loss leader pricing.

Untuk bisa menganalisisnya secara presisi, maka penjual harus bisa memerhatikan rentang waktu dari pemberlakukan harga loss leader pricing. Penjual tidak boleh terlalu lama dalam menerapkan strategi ini, karena semakin lama penjual memberlakukannya, akan semakin banyak juga laba yang akan berkurang.

Selain dari sisi waktu, penjual juga harus bisa memastikannya dari sisi jumlah stok. Ketika menerapkan strategi ini, tentu akan ada banyak permintaan. Oleh karena itu, penjual harus bisa lebih siap dalam mengatasi peningkatan permintaan dari pelanggan. Caranya adalah dengan menyediakan stok yang cukup.

Baca juga: Marketing adalah Kunci untuk Penjualan, Mari Ketahui Lebih Dalam

Strategi Penetapan Harga Loss Leader

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk menerapkan loss leader pricing?

1. Perhatikan Penempatan Barang

Penempatan barang adalah salah satu strategi yang sangat penting dalam menerapkan harga loss leader pricing. Barang yang dikenakan strategi harga ini harus bisa ditempatkan pada tempat yang paling belakang di toko.

Tujuannya adalah agar konsumen mau mengelilingi toko terlebih dulu, sehingga mampu menarik minat mereka untuk membeli barang lain selain barang yang dikenakan harga loss leader pricing.

2. Pilih Barang yang Sering Dibeli

Dalam menerapkan strategi harga ini, pilihlah produk yang memang cukup sering dibeli oleh konsumen. Barang yang lebih sering dibeli oleh konsumen akan mudah diingat dan diperhatikan. Sehingga, pembeli akan mengetahui lebih cepat bila ada penurunan harga yang signifikan.

3. Batasi Stok Barang

Stok barang yang dikenakan harga strategi ini harus dibatasi. Hal tersebut berhubungan dengan perhitungan laba yang nantinya akan diperoleh. Bila terlalu banyak barang yang ditetapkan harga ini, maka penjual akan mengalami kerugian. Selain itu, barang dengan stok yang terbatas akan mencegah pelanggan untuk menimbun barang loss leader pricing.

Promosi yang dilakukan dengan batasan stok juga akan menarik perhatian para pembeli. Dengan jumlah yang terbatas, maka para pelanggan akan memilih untuk bergegas mengunjungi toko agar bisa mendapatkan produk tersebut.

4. Beri Batasan Waktu

Memberikan batasan waktu dalam menerapkan strategi ini adalah bagian penting dari strategi pemasaran. Biasanya, penerapan strategi ini yang dibatasi dengan waktu akan membuat pembeli lebih cenderung mau bergegas pergi berbelanja ke toko. Selain itu, penjual juga tentu tidak ingin terus-terusan menjual barangnya dengan harga yang murah.

Baca juga: Pengertian Marketing, Jenis, Proses, Tujuan dan Contohnya

Contoh Penerapan

Strategi ini sudah dilakukan oleh beberapa perusahaan besar, salah satunya adalah perusahaan pisau cukur terkenal, Gillette. Perusahaan ini memberikan pisau cukurnya secara gratis pada pelanggannya.

Perusahaan ini beranggapan bahwa nantinya pelanggan akan harus mengganti pisau cukurnya dengan membeli yang baru. Disinilah titik keuntungan yang akan mereka peroleh.

Contoh lainnya datang dari Microsoft’s Xbox One. Perusahaan ini memberlakukan strategi ini dengan cara menjual produk konsol game yang berada di bawah harga margin. Tapi, perusahaan ini mematok harga yang lebih tinggi untuk bisa berlangganan Xbox live. Sehingga, perusahaan akan memperoleh keuntungan dari penerapan strategi tersebut.

Di Amerika juga terdapat satu hari yang dikenal dengan Black Friday. Ketika tiba hari tersebut, maka setiap toko akan menurunkan harga pada barang-barang tertentu secara drastis agar bisa menarik banyak pembeli untuk melihat-lihat barang.

Baca juga: 12 Tips Marketing untuk Kampanye Pemasaran yang Efektif

Penutup

Meskipun penerapan strategi ini terlihat sangat mulus dan bisa memperoleh banyak keuntungan, namun strategi ini mempunyai kerugian. Kerugiannya adalah strategi ini terkadang tidak berhasil dan justru akan membuat pelanggan untuk membeli barang loss leader pricing saja. sehingga, penjual pun tidak bisa mendapatkan keuntungan seperti yang diharapkan.

Tapi bila bisa dilakukan dengan cara yang benar dan tepat sasaran, maka strategi penetapan loss leader pricing mampu memberikan keuntungan yang maksimal. Namun, jangan lupa untuk mencatat keuntungan tersebut dalam laporan keuangan.

Bila Anda tidak memiliki waktu yang cukup untuk mencatatnya, maka Anda bisa coba menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online. seluruh kegiatan pencatatan keuangan Anda akan dilakukan secara otomatis, sehingga mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan.

Tertarik? Ayo segeralah coba Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.