Manajemen Komunikasi: Pengertian Menurut Ahli, Tujuan, Fungsi dan Bentuknya

oleh | Nov 13, 2020

source envato.

Manajemen Komunikasi: Pengertian Menurut Ahli, Tujuan, Fungsi dan Bentuknya

Agar mampu mengetahui arti manajemen komunikasi dengan baik, maka kita harus memahami pengertian dari setiap kata tersebut, yaitu manajemen dan komunikasi.

Manajemen adalah ilmu dalam menyelesaikan pekerjaan dengan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, serta kepemimpinan. Sedangkan komunikasi adalah suatu proses informasi agar bisa saling terhubung dengan orang lain.

Pengertian Manajemen Komunikasi

Manajemen komunikasi pada dasarnya adalah suatu perpaduan ilmu komunikasi dengan teori manajemen untuk bisa diterapkan dalam berbagai latar tempat belakang suatu komunikasi.

Manajemen komunikasi juga bisa diartikan sebagai suatu perencanaan yang sistematis, penerapan, pemantauan, serta revisi dari seluruh saluran komunikasi dalam suatu perusahaan atau organisasi dan juga antar organisasi yang mencakup organisasi serta penyebaran instruksi pada komunikasi baru yang tersambung dengan jaringan, organisasi atau suatu teknologi komunikasi.

Jadi, pengertian dari manajemen komunikasi ini adalah cara setiap individu dalam mengelola proses komunikasi yang berhubungan dengan pihak lain dalam hal berkomunikasi. Manajemen komunikasi juga akan membentuk suatu alur komunikasi agar nantinya bisa melahirkan koordinasi yang tidak saling berbenturan dan untuk menghasilkan solusi jika nantinya ada perbedaan pendapat.

Baca juga: Manajemen Kinerja: Pengertian, Siklus, dan Cara Memaksimalkannya

Manajemen Komunikasi Berdasarkan Para Ahli

Beberapa ahli memiliki pengertian manajemen komunikasi yang berbeda, diantaranya adalah:

  • Michael Kaye

Michael Kaye menjelaskan bahwa manajemen komunikasi adalah suatu proses pengelolaan komunikasi antar individu dalam berbagai hal yang berhubungan dengan komunikasi, seperti komunikasi kelompok, komunikasi massa, dan komunikasi interpersonal.

  • Parag Diwan

Parag Diwan menjelaskan bahwa manajemen komunikasi adalah suatu proses pemanfaatan berbagai sumber daya komunikasi secara baik dengan adanya proses perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, serta pengontrolan berbagai unsur komunikasi guna meraih suatu tujuan yang sebelumnya sudah ditetapkan bersama.

  • Liebler dan Barker

Lebler dan Barker menerangkan bahwa manajemen komunikasi adalah suatu proses yang dilakukan secara sistematis antar tiap anggota dalam suatu organisasi atau perusahaan untuk menjalankan berbagai fungsi manajemen agar bisa menyelesaikan suatu pekerjaan dengan proses negosiasi pemahaman atau pengertian yang terjadi pada tiap orang untuk bisa mencapai tujuan bersama.

Fungsi dan Manfaat Manajemen Komunikasi Dalam Bisnis

Dalam dunia bisnis, terdapat dua fungsi utama manajemen komunikasi, yaitu sebagai sarana untuk menyamakan pengertian pada seluruh anggota dalam suatu perusahaan serta sebagai sarana  untuk menggerakan orang lain dalam suatu perusahaan dengan informasi yang diberikan secara jelas.

Seorang manajer dalam hal memiliki peran dalam memerintahkan tiap anggota timnya untuk bisa bekerja sesuai dengan instruksi yang disetujui untuk bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Selain itu, manajemen ini juga bermanfaat untuk menjaga hubungan baik pada tiap anggota di dalam perusahaan. Tanpa adanya komunikasi yang baik, kemungkinan akan terjadi konflik internal yang bisa berpengaruh pada kerjasama yang tidak maksimal.

Di bawah ini adalah fungsi lain dari manajemen komunikasi dalam bisnis bisa Anda baca di bawah ini:

  • Manajemen Komunikasi Sebagai Kendali

Manajer akan melakukan pengendalian perilaku pada tiap anggota dengan bentuk tata tertib atau peraturan anggota. Sehingga, setiap kegiatan anggota harus dilakukan dengan dasar peraturan yang sebelumnya sudah ditetapkan oleh pihak perusahaan demi menghindari konflik yang mungkin bisa terjadi.

  • Manajemen Komunikasi Sebagai Motivasi

Pihak manajer akan akan mengarahkan tiap anggotanya untuk bisa memotivasi setiap anggota untuk bisa bekerja dengan baik sesuai dengan SOP yang berlaku.

  • Manajemen Komunikasi Sebagai Bentuk Pengungkapan Emosional

Suatu perusahaan yang telah memiliki manajemen komunikasi yang baik akan melahirkan koordinasi antar tim yang sama baiknya. Sehingga, komunikasi akan dimanfaatkan sebagai sarana yang penting untuk mengungkapkan emosional pada tiap anggota. Sehingga akan mampu meminimalisir segala bentuk permasalahan yang bisa timbul karena konflik pribadi antar individu.

  • Manajemen Komunikasi Sebagai Alat Penyampaian Informasi

Tujuan akhir dari komunikasi adalah sebagai sarana menyampaikan informasi serta menentukan pilihan lain dalam langkah mengambil kebijakan yang tepat.

Tujuan Manajemen Komunikasi

Pada umumnya, tujuan adanya manajemen komunikasi adalah untuk bisa berinteraksi dengan baik, sehingga setiap orang mampu memahami dan mengerti bagaimana cara berkomunikasi dengan baik. Selain itu, manajemen komunikasi juga bisa dijadikan sarana informasi yang membentuk cara orang lain dalam berinteraksi.

Beberapa tujuan lain dari manajemen komunikasi adalah untuk mengembangkan bentuk interaksi yang profesional, membentuk suatu keinginan yang baik, memiliki rasa toleransi yang tinggi, bisa saling bekerja sama, saling menghargai satu sama lain, dan mendapatkan sudut pandang lain yang menguntungkan.Baca juga:

Bentuk dan Contoh Manajemen Komunikasi

George R. Terry menjelaskan bahwa komunikasi terdiri dari 5 komponen yang penting, yaitu:

1. Komunikasi Formal

Komunikasi formal adalah komunikasi yang terjalin antara atasan dan bawahan tanpa memerlukan pengaturan tertentu. Jenis komunikasi yang digunakan pada jalur komunikasi formal ini mempunyai wewenang dan tanggung jawab melalui berbagai instruksi dalam bentuk tulisan ataupun lisan dengan memanfaatkan prosedur secara fungsional yang terjadi dari atasan ke bawahan atau sebaliknya.

Contohnya adalah kebijakan peraturan perusahaan terkait jam kerja yang disampaikan dalam surat kontrak kerja.

2. Komunikasi Non-Formal

Komunikasi non-formal juga tidak memerlukan suatu pengaturan tertentu dan sering terjadi secara spontan saja. Seperti adanya saran terkait tanggung jawab atau tugas dalam suatu pekerjaan. Contohnya adalah anggota perusahaan yang memberikan saran dan masukan ketika menerima suatu tugas.

3. Komunikasi Informal

Komunikasi informal adalah komunikasi yang dilakukan untuk membahas hal lain diluar pekerjaan. Komunikasi jenis ini akan lebih menekankan hubungan antar manusia. Seperti dua orang karyawan yang curhat tentang masalah kehidupannya di luar pekerjaan.

4. Komunikasi Teknis

Komunikasi teknis adalah komunikasi yang dijalin untuk menyampaikan suatu strategi tertentu, seperti seorang manajer marketing yang memberikan arahan secara teknis tentang cara melakukan pemasaran dengan memanfaatkan media sosial.

5. Komunikasi Prosedural

Komunikasi prosedural adalah komunikasi yang dilakukan untuk membuat suatu laporan performa pada suatu perusahaan.

Disisi lain, Onong U. Effendi membagi komunikasi menjadi tiga bagian, yaitu:

1. Komunikasi Vertikal

Komunikasi vertikal adalah komunikasi timbal balik antara atasan dan bawahan dengan suatu etika komunikasi yang baik.

2. Komunikasi Horizontal

Komunikasi horizontal adalah komunikasi yang terjalin antar pimpinan antar karyawan dalam suatu perusahaan. Artinya, komunikasi horizontal adalah arus komunikasi yang berada dalam satu level organisasi tertentu.

3. Komunikasi Eksternal

Komunikasi eksternal adalah komunikasi yang terjalin antar perusahaan dengan perusahaan lain yang berada di luar perusahaan.

Manajemen Komunikasi dalam Komunikasi Orang Dewasa

Michael Kaye dalam bukunya yang berjudul Communication Management menjelaskan bahwa terdapat model komunikasi pada orang dewasa yang sering dianalogikan dengan Russian Matouschka dolls. Menurutnya, boneka terkecil adalah bagian yang terdapat pada suatu konsep komunikasi orang dewasa belakangan ini.

Bagian ini akan menggambarkan suatu self. Mengerti dan memahami diri adalah tahapan yang sangat penting dalam meraih suatu self-management yang efektif. Artinya, komunikasi intrapersonal yang terjadi harus mencakup suatu persepsi, sensasi, memori, dan cara berpikir.

Sedangkan boneka yang membungkus atau self doll adalah interpersonal doll. Fokus interpersonal ini terletak pada bagaimana diri bisa berhubungan dengan orang lain, serta bagaimana individu tersebut mampu berinteraksi dengan individu lainnya dalam melakukan kegiatan komunikasi yang bertujuan untuk membangun suatu makna.

Untuk boneka ketika, yakni people-in-system doll, akan lebih fokus pada suatu sistem sosial atau suatu organisasi pada tempatnya bekerja mampu berdampak pada orang tersebut dari caranya berkomunikasi dengan orang lain yang ada di dalam sistem tersebut. Untuk boneka keempat yaitu competence doll, akan lebih fokus untuk membungkus seluruh boneka lainnya.

Model kompetensi ini sangat penting untuk dipahami karena model kompetensi ini tidak hanya bisa dinilai dari bagian luar saja, namun pada seluruh level ”Russian Matouschka doll”. Seseorang akan menjadi ahli dalam bidang komunikasi interpersonalnya saat dirinya mampu memahami dirinya sendiri serta mampu menimbulkan suatu kontrol atas dirinya.

Selain itu, Seseorang juga akan dinilai lebih kompeten dalam komunikasi ketika dirinya mampu membangun, mengkoordinasi dan menjelaskan sesuatu pada orang lain atau rekannya. Terakhir, seseorang juga akan dinilai ahli dalam komunikasi saat dirinya mampu mengubah sistem yang sebelumnya sudah berlaku.

Baca juga: Mengenal Pengertian Manajemen Koperasi dan Prinsipnya

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa manajemen komunikasi adalah suatu proses timbal balik dalam menginformasikan suatu hal pada orang lain. Bentuk pengelolaan komunikasi ini adalah kunci utama keberhasilan dalam setiap jenis hubungan, baik itu hubungan persahabatan atau kerjasama. Tanpa adanya komunikasi yang baik, maka segala sesuatunya pasti akan menjadi lebih rumit, terlebih lagi dalam mencapai kesuksesan suatu bisnis.

Selain itu, untuk mencapai kesuksesan bisnis juga diperlukan strtegi pemasaran yang tepat, serta manajemen produk dan manajemen keuangan yang baik. Nah, untuk memudahkan Anda untuk melakukan hal tersebut, maka Anda bisa menggunakan aplikasi akuntansi dari Accurate Online.

Dengan Accurate Online, Anda bisa mengatur biaya produk, mengontrol stok barang, dan memantau laporan keuangan bisnis Anda secara mudah dan real time. Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1

marketingmanajemenbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Anggi
Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.

Artikel Terkait