Mengenal Enterprise Asset Management dan 7 Fitur yang Wajib Ada di Dalamnya

oleh | Jun 6, 2023

source envato.

Mengenal Enterprise Asset Management dan 7 Fitur yang Wajib Ada di Dalamnya

Dewasa ini, maintenance manajemen aset di dalam perusahaan besar umumnya telah memilki sistem yang kompeks dan diperlukan integrasi dengan departemen ataupun fungsi lain. Nah, sistem enterprise asset management mampu membantu perusahaan dalam mengelola aset, pekerjaan, bahan baku, pelaporan dan juga operasional perusahaan.

Sistem ini bisa diintegrasikan dengan manajemen keuangan dan perencanaan. Sehingga, akan memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi dengan pnedekatan integritas yang berkaitan dengan maintenance.

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang enterprise asset management? Baca terus artikel ini hingga selesai.

Pengertian Enterprise Asset Management

accurate.id gambar Enterprise Asset Management-1

Berdasarkan laman Wikipedia, enterprise asset management atau EAM adalah pendekatan terintegrasi untuk mengelola seluruh aset fisik yang dimiliki dan dioperasikan oleh sebuah perusahaan atau organisasi. Aset fisik tersebut meliputi fasilitas, peralatan, mesin, kendaraan, infrastruktur, dan semua komponen yang terkait.

Tujuan utama dari enterprise asset management adalah untuk memaksimalkan nilai aset, mengoptimalkan penggunaannya, memperpanjang umur pakainya, dan meminimalkan biaya pemeliharaan dan operasional.

Manajemen aset yang efektif dapat membantu organisasi meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko kegagalan peralatan, dan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan dan standar keselamatan.

Enterprise asset management mencakup berbagai aktivitas, seperti:

  • Inventarisasi dan pencatatan aset: Melakukan pencatatan lengkap mengenai aset yang dimiliki, termasuk informasi seperti spesifikasi teknis, riwayat pemeliharaan, dan umur pakai.
  • Perencanaan pemeliharaan: Menyusun jadwal pemeliharaan rutin dan perawatan preventif untuk menjaga kinerja optimal aset serta meminimalkan risiko kegagalan.
  • Manajemen pemeliharaan: Mengelola pekerjaan pemeliharaan yang meliputi perbaikan, perawatan, dan penggantian komponen aset yang rusak atau sudah mencapai umur pakai maksimal.
  • Pengadaan dan penggantian aset: Mengelola siklus hidup aset, termasuk perencanaan pengadaan, pembelian, penilaian, dan penggantian aset yang sudah usang atau tidak efisien.
  • Analisis kinerja aset: Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja aset, termasuk pengukuran efisiensi, reliabilitas, dan umur pakai aset.
  • Keandalan dan kepatuhan peraturan: Mengelola risiko dan kepatuhan terhadap peraturan dan standar keselamatan dalam pengelolaan aset.

Dengan menggunakan sistem enterprise asset management yang terintegrasi, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan aset, mengurangi biaya pemeliharaan yang tidak terencana, meningkatkan waktu operasional, dan memaksimalkan nilai investasi dalam aset fisik mereka.

Baca juga: Pengertian Backorder, Penyebab dan 5 Cara Sederhana dalam Mengantisipasinya

Peran penting Enterprise Asset Management

accurate.id gambar Enterprise Asset Management-2

Enterprise asset management memiliki peran penting dalam operasi bisnis dan pengelolaan aset fisik. Berikut adalah beberapa peran penting EAM:

1. Pengoptimalan Penggunaan Aset

EAM membantu perusahaan dalam memaksimalkan penggunaan aset fisik yang dimiliki. Dengan pemantauan yang terus-menerus dan perencanaan yang baik, enterprise asset management membantu mengidentifikasi aset yang tidak terpakai sepenuhnya atau aset yang terlalu dimanfaatkan.

Dengan mengoptimalkan penggunaan aset, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan menghindari pembelian aset baru yang tidak perlu.

2. Perencanaan Pemeliharaan yang Efektif

EAM membantu organisasi merencanakan dan menjadwalkan pemeliharaan yang tepat pada waktunya. Dengan menggunakan data dan informasi yang terkait dengan aset, enterprise asset management memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi kebutuhan pemeliharaan preventif dan pemeliharaan perbaikan yang diperlukan untuk menjaga kinerja optimal aset.

Dengan pemeliharaan yang terjadwal dengan baik, perusahaan dapat mengurangi risiko kegagalan aset dan biaya pemeliharaan yang tidak terduga.

3. Pengurangan Downtime dan Gangguan Operasional

EAM membantu mengurangi downtime dan gangguan operasional yang disebabkan oleh kegagalan aset. Dengan pemantauan terus-menerus, perawatan preventif yang tepat, dan pemeliharaan yang terjadwal, EAM memungkinkan organisasi untuk mendeteksi potensi kegagalan aset sebelum terjadi.

Hal ini memungkinkan adanya perbaikan atau penggantian yang diperlukan dilakukan sebelum aset mengalami kerusakan yang lebih serius. Dengan demikian, EAM membantu menjaga kelancaran operasional dan mengurangi dampak negatif dari gangguan yang tidak terduga.

4. Pengelolaan Siklus Hidup Aset

EAM membantu perusahaan dalam mengelola siklus hidup aset fisik, mulai dari pengadaan hingga penggantian.

Dengan melacak informasi aset seperti umur pakai, riwayat pemeliharaan, dan performa, EAM memungkinkan perencanaan yang lebih baik untuk pengadaan, pembaruan, atau penggantian aset yang sudah usang atau tidak efisien.

Dengan demikian, EAM membantu perusahaan dalam mengoptimalkan investasi mereka dalam aset fisik.

5. Keandalan dan Kepatuhan

EAM membantu perusahaan dalam menjaga keandalan aset dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan standar keselamatan yang berlaku.

Melalui pemantauan dan pemeliharaan yang terencana, EAM membantu meminimalkan risiko kegagalan aset yang dapat menyebabkan masalah keselamatan atau pelanggaran peraturan. Dengan demikian, EAM membantu perusahaan dalam memenuhi persyaratan regulasi yang berlaku dan menjaga keberlanjutan operasional.

Baca juga: Pengertian Gudang Transit dan 7 Alur Sederhana yang Terdapat di dalamnya

Fitur Enterprise Asset Management

accurate.id gambar Enterprise Asset Management-3

Enterprise asset management mencakup sejumlah fitur yang dirancang untuk membantu organisasi mengelola aset fisik mereka dengan lebih efektif. Berikut adalah beberapa fitur umum yang sering ditemukan dalam sistem EAM:

1. Pencatatan dan Pemeliharaan Informasi Aset

Fitur ini memungkinkan perusahaan untuk mencatat dan mengelola informasi yang berkaitan dengan aset fisik mereka. Ini termasuk spesifikasi teknis, lokasi, riwayat pemeliharaan, status pemeliharaan, dan umur pakai aset.

2. Pemantauan Kondisi Aset

Fitur ini memungkinkan perusahaan untuk memantau kondisi aset fisik secara real-time atau berkala. Hal ini dapat melibatkan pemantauan parameter kinerja seperti suhu, tekanan, kecepatan, dan lain sebagainya. Data pemantauan tersebut digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan kerusakan atau perbaikan yang diperlukan.

3. Pemeliharaan Terjadwal

Fitur ini memungkinkan organisasi untuk membuat jadwal pemeliharaan preventif dan perawatan rutin pada aset fisik. Ini dapat mencakup kegiatan seperti pemeriksaan berkala, pembersihan, penggantian komponen yang telah mencapai batas umur pakai, dan perbaikan kecil yang diperlukan.

4. Manajemen Pekerjaan Pemeliharaan

Fitur ini memungkinkan perusahaan untuk mengelola dan melacak pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan pada aset. Hal ini mencakup pembuatan, penugasan, dan pemantauan status pekerjaan, serta manajemen anggaran dan sumber daya yang terlibat.

5. Pengadaan Aset

Fitur ini memungkinkan perusahaan untuk mengelola siklus hidup pengadaan aset fisik, mulai dari perencanaan dan pengadaan hingga penerimaan dan penempatan. Fitur ini mencakup pembuatan permintaan pengadaan, pembelian, dan integrasi data aset baru ke dalam sistem EAM.

6. Manajemen Stok dan Suku Cadang

Fitur ini memungkinkan organisasi untuk mengelola stok suku cadang dan bahan yang diperlukan untuk pemeliharaan aset. Ini termasuk pemantauan stok, pemesanan, penerimaan, dan penggunaan suku cadang. Fitur ini juga dapat melibatkan pengelolaan kontrak dengan pemasok suku cadang.

7. Analisis dan Pelaporan

Fitur ini memungkinkan organisasi untuk menganalisis data aset, melacak kinerja aset, dan menghasilkan laporan terkait. Analisis ini dapat mencakup pengukuran kinerja, biaya pemeliharaan, waktu operasional, dan tingkat ketersediaan aset. Laporan ini memberikan wawasan yang berharga bagi pengambilan keputusan terkait manajemen aset.

Baca juga: Sistem Informasi Manajemen: Arti, Fungsi, Contoh, dan Manfaatnya

Penutup

Enterprise asset management memiliki fitur-fitur yang mendukung pengelolaan aset fisik secara efektif. Fitur-fitur ini membantu organisasi dalam mengoptimalkan penggunaan aset, merencanakan pemeliharaan, memantau kondisi aset, mengelola pemeliharaan terjadwal, mengelola pekerjaan pemeliharaan, mengelola pengadaan aset, mengelola stok suku cadang, melakukan analisis kinerja aset, dan menghasilkan laporan terkait.

Dengan menggunakan sistem EAM yang terintegrasi, organisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko kegagalan aset, memperpanjang umur pakai aset, dan mengoptimalkan nilai investasi dalam aset fisik mereka.

Nah, software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online pun sebenarnya memiliki manfaat tersebut. Di dalamnya, Anda bisa dengan mudah dalam mengatur, merubah, mentransfer, menghitung deprsesiasi, dan melakukan disposisi aset tetap Anda secara mudah.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang bisa Anda akses secara real time dimana saja dan kapan saja Anda perlukan.

Jadi tunggu apa lagi? Ayo gunakan dan coba Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

marketingmanajemenbanner
sidebarPromo
Anggi
Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.

Artikel Terkait