Pauli Test: Pengertian, Tujuan, dan Cara Mengerjakannya

Proses rekrutmen karyawan tidak hanya seputar seleksi berkas dan wawancara saja, melainkan juga melibatkan tes psikotes untuk menilai kemampuan calon pekerja. Ada begitu banyak jenis tes psikotes yang biasa digunakan dalam proses seleksi ini, salah satunya adalah tes pauli atau pauli test.

Tes pauli tergolong sebagai tes koran yang membutuhkan ketelitian dan kecepatan. Pengerjaannya tidak memberi kesempatan bagi peserta untuk melakukan tindak manipulasi. Karena itu, tes ini dinilai cocok untuk menilai proyeksi kinerja calon karyawan.

Lantas, bagaimana cara mengerjakan pauli test ini? Artikel berikut akan menjawabnya sekaligus menguraikan pengertian, tujuan, dan detail penilaian tes pauli.

Apa Itu Pauli Test?

Pauli test merupakan tes yang dikembangkan dari tes kraepelin besutan Emil Kraepelin Pengembangan tes ini dilakukan oleh Richard Pauli, Wilhelm Arnold, dan Vanmethod di tahun 1938. Pembaharuan tersebut kemudian menghasilkan tes pauli yang dapat mengukur kecepatan dan akurasi melalui penjumlahan dasar matematika.

Lembar kerja tes ini berupa lembaran kertas koran. Di dalamnya, terdapat kumpulan angka 0 sampai 9 yang tersusun secara vertikal berbentuk lajur. Dua angka yang berdekatan harus dijumlahkan dalam waktu tertentu dan hasil setiap penjumlahannya ditulis di antara kedua angka tersebut.

Penjumlahan angka-angka ini dilakukan dari atas ke bawah dalam waktu 60 menit. Namun, pengawas akan memberi instruksi setiap 3 menit sekali. Pada saat itu, peserta harus memberi garis sebagai tanda pada batas terakhir hasil kerjanya. Setelahnya, peserta mulai lagi untuk mengerjakan penjumlahan pada lajur berikutnya.

Untuk lebih memahaminya, berikut ini contoh lembar soal tes pauli.

Pauli Test: Pengertian, Tujuan, dan Cara Mengerjakannya

Baca juga: Mengenal Tes Kraepelin dan Tujuannya dalam Proses Rekrutmen

Tujuan Pauli Test

Meski terlihat sederhana, pauli test dapat menunjukkan ketelitian, kecepatan, ketekunan, dan daya tahan. Tes juga dapat memperlihatkan tingkat stabilitas emosi dan penyesuaian diri seseorang ketika dihadapkan oleh suatu hal.

Karena jumlah soalnya yang banyak, monoton, dan membutuhkan ketelitian, perekrut dapat menyimpulkan tingkat konsentrasi, ketelitian, dan ketekunan. Semakin banyak keselahan yang dilakukan, maka akan semakin buruk hasil penilaian.

Dari hasil penilaian ini, perusahaan akan menginterpretasikannya untuk mengetahui ritme kerja, kehendak, produktivitas, serta keuletan para peserta tes.

Baca juga: Tes Potensi Akademik, Suatu Tes untuk Mengukur Intelektualitas Anda

Tips dan Cara Mengerjakan Pauli Test

Tes pauli adalah tes yang cukup menguras otak. Karena itu, Anda harus menyiapkan diri dan berusaha untuk tidak gugup ketika mengerjakan.

Langkah pertama untuk mengerjakannya ialah dengan menjumlahkan dua angka teratas dan tuliskan hasilnya di sebelah kanan di antara dua angka tersebut. Apabila hasilnya terdiri dari dua digit, maka cukup tuliskan digit terakhir saja.

Lakukan hal sama pada dua angka selanjutnya secara berurutan hingga ke bagian paling bawah. Jika keliru menjumlahkan, coret hasil yang salah dan tuliskan hasil yang benar di sebelahnya.

Ketika tidak sengaja melewatkan lajur soal, cukup lanjutkan perhitungan pada lajur selanjutnya. Garis bawahi angka terakhir yang dikerjakan jika ada aba-aba untuk berhenti, kemudian lanjutkan ke soal berikutnya.

Anda pun perlu menjaga fokus dan konsentrasi agar tidak teralihkan pada hal apa pun. Upayakan pula untuk mengerjakan secara stabil di setiap lajurnya agar tidak menghasilkan kurva berbentuk zig-zag.

Adapun peserta sebenarnya tidak wajib menyelesaikan semua penjumlahan dari atas sampai bawah pada tiap lajur. Karenanya, Anda hanya perlu mengerjakan secara konsisten dengan patokan yang sesuai kemampuan. Cukup upayakan untuk bisa menjawab 12 penjumlahan dengan stabil di setiap lajurnya.

Baca juga: DiSC Personality Test: Salah Satu Proses dalam Rekrutmen Karyawan

Penilaian Hasil Tes Pauli

Penilaian pauli test membutuhkan fokus dan konsentrasi. Dalam pengerjaannya, penilai perlu menghitung jumlah jawaban yang benar dan salah, total perhitungan yang dilakukan, kolom yang terlewat, dan jawaban yang diubah.

Penilai kemudian akan menginterpretasikan hasilnya untuk mengetahui kepribadian, motivasi, ketahanan terhadap stres, ambisi, orientasi tujuan, fokus, konsentrasi, dan perilaku di tempat kerja. Namun setidaknya, akan ada lima aspek yang terlihat dari sebuah penilaian hasil tes pauli, yakni meliputi:

  1. Penyesuaian, terlihat dari berapa total penjumlahan dan grafiknya.
  2. Stabilitas emosi, terlihat dari deviasi atau rata-rata skor penjumlahan rendah dan tinggi.
  3. Daya tahan, terlihat pada skor penjumlahan keseluruhan.
  4. Akurasi atau Konsentrasi, terlihat pada jumlah kesalahan.
  5. Motivasi, terlihat pada skor penjumlahan dan grafik.

Baca juga: Yuk, Kenali 8 Jenis Aptitude Test dalam Proses Rekrutmen!

Kesimpulan

Pauli test adalah salah satu tes psikotest yang paling umum digunakan oleh perusahaan dalam proses rekrutmen karyawan. Tes ini tergolong sebagai tes koran yang membutuhkan ketelitian, kecepatan, dan konsentrasi tingkat tinggi.

Nilai yang dihasilkan dari tes pauli dapat memperlihatkan kepribadian dan aspek diri calon pekerja, mulai dari penyesuaian diri, stabilitas emosi, daya tahan, motivasi, orientasi tujuan, kinerja, hingga fokus dan konsentrasi.

Karena itu, penting bagi calon pekerja untuk berlatih dan mempersiapkan diri sebelum hari atau waktu pengerjaan. Begitu pun dengan recruiter yang tidak boleh asal dalam penilaian dan pemilihan kandidat mana yang cocok bagi perusahaan. Sebab, setiap karyawan akan berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja dan keberlangsungan perusahaan.

Untuk membantu keberlangsungan perusahaan, Anda bisa memaksimalkan aspek-aspek lain, seperti metode pengelolaan keuangan. Di mana perusahaan bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis seperti Accurate Online yang akan mempermudah proses pembukuan secara keseluruhan.

Accurate Online menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis. Berbagai fitur tersedia secara lengkap, mudah untuk digunakan, dan bisa diakses kapan saja serta di mana saja.

Jika tertarik untuk menggunakannya, silahkan klik tautan gambar di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.