Pengertian Growth Hacking dalam Strategi Marketing

Pengertian growth hacking adalah salah satu metode marketing yang diterapkan oleh perusahaan startup yang bergerak dalam bidang teknologi berbasis kemampuan dalam berpikir secara analitis, kreatif dan sosial metrik. Metode marketing ini digunakan untuk memperoleh publikasi dan penjualan produk. Oleh karena itu, istilah ini sering digunakan dalam pengembangan bisnis startup.

Pengertian Strategi Marketing Growth Hacking

Biasanya, kata strategi mengacu pada suatu pendekatan jangka panjang yang dilakukan untuk pengembangan suatu bisnis dan jarang diubah-ubah. Sementara taktik adalah suatu penerapan jangka pandek dari strategi, yang di dalamnya bisa berubah sesuai dengan prioritas atau informasi baru. Pada umumnya, strategi growth hacking terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Mengiklankan bisnis dengan suatu konten atau konten pemasaran
  • Mengiklankan produk di dalam produk atau pemasaran produk
  • Membayar sejumlah dana kegiatan iklan.

Setelah bisa mentukan strategi apa yang hendak dijalankan, berikut ini merupakan beberapa taktik yang bisa Anda terapkan:

  • Pastikanlah produk ataupun layanan Anda dibutuhkan dan dicari oleh masyarakat serta mempunyai nilai kualitas yang tinggi. Caranya adalah dengan melakukan suatu survey ketika Anda mempunyai ide tentang produk baru. Sebarkan survey ini pada target pasar Anda sebelum Anda mulai memproduksinya.
  • Gunakanlah email marketing. Tindakan pertama yang harus Anda lakukan adalah mengumpulkan subscribers sebanyak mungkin dengan menggunakan opt-in pada website perusahaan Anda ketika ada dari pengunjung Anda yang hendak keluar dari website.

Exit-intent nantinya akan membantu Anda dalam mendeteksi pengunjung yang hendak menginggalkan website dan akan ada pop-up notifikasi yang muncul sebelum mereka meninggalkan website. Sehingga, perhatian pengunjung akan lebih mudah untuk diperoleh dan kemungkinan pengunjung untuk mengisi email mereka ke email list Anda akan meningkat.

  • Tawarkanlah diskon setiap ada social shares. Dengan perkembangan sosial media saat ini, Anda bisa menyebarluaskan informasi tentang suatu produk atau layanan Anda dengan mudah. Anda juga bisa memperoleh leads ataupun penjualan baru dengan memanfaatkan social shares dan word-of-mouth.
  • Memanfaatkan video marketing. Dengan storytelling video yang tepat, Anda bisa meningkatkan kredibilitas akan brand Anda sehingga bisa meningkatkan conversion rate. Konten visual dalam bentuk video bisa menarik lebih banyak perhatian dan views di sosial media, produksi pembuatannya bisa dalam bentuk charts, memes, infographics, atau video.
  • Mengadakan event kompetisi untuk meningkatkan brand awareness . Dengan mengadakan event kompetisi, maka Anda akan memperoleh pelanggan baru dan exposure yang lebih besar.

Baca juga: Teknik Pemasaran: Pengertian dan 10 Teknik yang Wajib Anda Coba

Cara Menjadi Growth Hacker

Growth hacker merupakan suatu istilah yang digunakan untuk suatu jabatan yang digunakan secara resmi oleh beragam perusahaan yang bermarkas di luar negeri, khususnya di Silicon Valley. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, maka istilah growth hacker akan merujuk pada suatu peretas pertumbuhan yang biasa digunakan pada industri digital atau perusahaan startup.

Untuk menjadi seorang growth hacker, idealnya Anda harus memiliki sifat berikut ini:

  • Mempunyai pengetahuan teknis yang luas untuk menyampaikan ide pada para programmer
  • Nyaman bekerja dengan berbagai tumpukan data
  • Mempunyai kemampuan intuisi yang baik pada sistem pemasaran online
  • Memiliki pemahaman tentang dampak optimasi kecil pada seluruh proses marketing
  • Memiliki pemahaman tentang nilai inti pada suatu produk terhadap pelanggan

Para growth hacker juga biasanya sudah ahli dalam menggunakan teknik SEO, pemasaran konten, analisa website dan pengujian website. Oleh karena itu, growth hacker sangat dibutuhkan dalam dunia internet marketing. Tanpa mereka, perusahaan startup tidak akan mudah dikenal oleh masyarakat.

Mereka juga akan menentukan strategi marketing apa yang efektif dan paling bagus untuk diterapkan dalam bisnis startup tanpa harus mengeluarkan biaya iklan yang banyak, misalnya adalah dengan melakukan teknik pemasaran menggunakan media cetak, YouTube, televisi, media sosial, dll.

Baca juga: Pengertian Marketing, Jenis, Proses, Tujuan dan Contohnya

Contoh Growth Hacking yang Terkenal di Dunia

Terdapat beberapa contoh growth hacking yang sudah terkenal, yaitu:

  • Hotmail

Layanan email ini pertama kali diperkenalkan ke publik di tahun 1996 dan mengalami tingkat pertumbuhan yang lambat meskipun sudah menggunakan berbagai media iklan konvensional. Kemudian, mereka menemukan data bahwa hampir sebanyak 80% penggunanya berasal dari rekomendasi antar sesama pengguna. Lantas mereka menempatkan kalimat “P.S. I love you. Get your free email at Hotmail”.

Awalnya ide ini tidak diterima karena alasan etika. Namun pada akhirnya, ide ini diterapkan dengan membuang kalimat “P.S. I love you”. Hasilnya, mereka mengalami pertumbuhan pengguna yang signifikan, yaitu sekitar 3.000 pengguna tiap hari.

  • Airbnb

Dalam menggunakan strategi growth hacking, tidak sembarangan orang bisa melakukannya. Para growth hacker di Airbnb membuat suatu sistem yang membuat penggunanya untuk bisa memasangkan iklan Airbnb pada situs bernama Craigslist.org yang di dalamnya telah ada 10 juta lebih pengguna.

Kemudahan ini secara tidak langsung menguntungkan pihak Airbnb, karena dengan banyaknya pengguna Craigslist yang melihat iklan Airbnb, maka akan semakin banyak pula pengguna Airbnb.

Corong Growth Hacking

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, seorang growth hacker akan lebih fokus pada strategi dalam membangun sebuah bisnis startup. Biasanya, mereka akan menetapkan suatu prioritas tertentu untuk melakukan akuisisi pelanggan dan skala bisnis. Mereka juga akan lebih fokus dalam mengembangkan, mererapkan, dan menguji ide untuk membantu mencapai tujuannya.

Salah satu hal terpenting dalam melakukan strategi marketing adalah dengan cara mengukur kesuksesan, dan para  growth hacker akan lebih fokus pada langkah AARRR, yaitu:

1. Acquisition

Acquisition adalah suatu titik kontak pertama antara brand, produk atau website Anda dan para pelanggan. Hal ini merupakan langkah pertama yang sangat penting, karena dengan memperhatikan hal ini maka Anda akan mendapatkan informasi apakah para pelanggan sudah tertarik dengan bisnis Anda atau belum.

Jika terjadi peningkatan bounce rate, maka itu artinya tidak baik untuk bisnis Anda. Anda bisa memanfaatkan program heatmap dalam memerhatikan kebiasaan pengunjung website Anda.

Tahap selanjutnya dari acquisition adalah mendapatkan pengunjung yang sudah tertarik dengan website Anda, misalnya dengan berlangganan blog, mencoba produk atau mengikuti akun media sosial Anda.

Baca juga: Apa itu Lead Time? Berikut adalah Pengertian, Fungsi dan Cara Menguranginya

2. Activation

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan pada growth funnel adalah activation, yang mana sudah banyak orang yang mulai menggunakan jasa atau produk Anda. Salah satu bagian dari acquisition adalah medapatkan subscribers dan followers. Sedangkan merubah subscribers atau followers adalah bagian dari activation.

Anda bisa memulainya dengan membagaikan email pada para customer untuk meningkatkan pengetahuan mereka akan produk dan layanan bisnis Anda. Buatlah suatu email yang menarik agar mereka tertarik untuk mencoba layanan atau produk Anda. Pada tahap ini, nantinya pelanggan juga akan melihat kualitas dari produk atau layanan Anda agar mereka bisa memutuskan untuk lanjut menggunakannya ataukah tidak.

3. Retention

Pada tahap ini, fokus yang harus dilakukan adalah menjadikan pelanggan biasa sebagai pelanggan tetap. Anda harus bisa membuat pelanggan puas dan membuat mereka mau untuk terus menggunakan produk ataupun layanan Anda. Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa para pelanggan tersebut akan menggunakan kembali layanan atau produk Anda nantinya.

4. Referral

Salah satu strategi marketing yang baik adalah Word-of-mouth atau dari mulut ke mulut. Untuk itu, referensi bisa dijadikan salah satu strategi terbaik untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan. Selain itu, referral juga akan meningkatkan pertumbuhan pelanggan secara organik.

Sementara itu, memanfaatkan pelanggan untuk menjadi marketer brand adalah salah satu strategi marketing lain yang sama efektifnya. Kenapa? Karena pada umumnya orang akan lebih percaya jika mereka mendapatkan saran dari teman, keluarga atau orang terdekatnya dalam memilih suatu produk atau layanan.

Terlebih lagi, saat ini sudah banyak bisnis yang menawarkan kode diskon jika Anda berhasil mengundang teman untuk mencoba menggunakan bisnis Anda ataupun hanya membagikan informasi tentang produk Anda pada media sosial. Cara ini akan membantu meningkatkan lalu lintas pengunjung dan juga pelanggan baru Anda.

5. Revenue

Tujuan akhir dari sebuah bisnis adalah demi mendaptkan revenue atau keuntungan. Karena setelah Anda mendapatkan pelanggan dari hasil usaha marketing Anda, maka Anda tentu saja sudah bisa memastikan keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari penjualan produk ataupun layanan Anda.

Baca juga: Apa itu Balanced Scorecard? Berikut Pengertian, Fungsi, Perspekftif dan Contohnya

Jadi, Sudah Siap Menjalankan Growth Hacking?

Setiap tahapan yang terjadi pada funnel growth marketing di atas harus selalu Anda uji dan analisa. Hal ini demi meningkatkan dan memanfaatkan kembali berbagai strategi dengan cara yang sudah terbukti memiliki hasil terbaik. Dengan menggunakan strategi yang tepat, maka cepat atau lambat bisnis Anda akan menuju kesuksesan.

Namun, jangan lupa juga untuk melakukan pencatatan keuangan bisnis yang baik untuk membantu Anda dalam meraih kesuksesan dalam berbisnis. Agar lebih mudah, gunakanlah software akuntansi dalam mengelola laporan keuangan bisnis Anda. Salah satu software akuntansi yang patut Anda pertimbangkan adalah Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda akan lebih mudah dalam membuat  dan mengecek laporan keuangan perusahaan Anda dimanapun dan kapanpun. Selain itu, data laporan juga akan tersimpan dengan aman dan Anda bisa lebih mudah dalam menggunakannya.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:accurate1