Mengenal Pengertian Kinerja dan Fungsi Penilaiannya dalam Perusahaan

Kita semua tahu bahwa kinerja karyawan adalah aspek penting yang berperan dalam kemajuan dan kesuksesan sebuah perusahaan. Dimana hal ini mengindikasikan sikap dan lingkungan kerja yang baik yang dibangun oleh setiap karyawan di dalamnya. Namun, apa sebenarnya pengertian kinerja itu sendiri?

Secara umum, pengertian kinerja merujuk pada hasil kerja karyawan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai yang diberikan padanya. Dalam hal ini, perusahaan menilai kinerja karyawan guna menjadi bahan evaluasi sekaligus menggali potensi diri karyawan itu sendiri.

Lebih lanjut, berikut ini akan diuraikan beberapa fungsi dari penilaian kinerja karyawan. Namun sebelum itu, mari bahas terlebih dulu mengenai pengertian kinerja menurut para ahli, faktor yang mempengaruhi kinerja, serta indikator penilaian kinerja.

Pengertian Kinerja Menurut Ahli

Secara singkat, pengertian kinerja menurut KBBI ialah sesuatu yang dicapai; prestasi yang diperlihatkan; atau kemampuan kerja (tentang peralatan).

Sementara, pengertian yang lebih detail telah dijelaskan oleh beberapa ahli. Salah satunya Anwar Prabu Mangkunegara (2006:67) yang menuturkan bahwa kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Menurut Harold D. Stolovitch dan Erica J. Keeps (1992), kinerja adalah seperangkat hasil yang dicapai dan merujuk pada tindakan pencapaian serta pelaksanaan sesuatu pekerjaan yang diminta.

Selanjutnya, menurut James L. Gibson, John M. Ivancevich, dan James H. Donnelly (1994), pengertian kinerja adalah tingkat keberhasilan seseorang dalam melaksanakan tugas serta kemampuan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Baca juga: PMTK dalam PHK Karyawan, Ini Pengertian dan Ketentuannya!

Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

Kinerja karyawan memang dipengaruhi oleh banyak hal, baik internal maupun eksternal. Berikut ini beberapa hal yang menjadi faktor terbesar dalam mempengaruhi kinerja seorang karyawan.

1. Faktor Personal/Individual

Faktor personal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri karyawan, bisa berupa pengetahuan, keterampilan, kemampuan, kepercayaan diri, motivasi, hingga komitmen.

2. Gaya Kepemimpinan

Gaya kepemimpinan yang baik biasanya akan mendorong karyawan di bawahnya untuk bekerja dengan baik pula. Faktor kepemimpinan ini juga meliputi dorongan, motivasi, dan arahan yang diberikan atasan kepada bawahannya.

3. Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja yang sehat akan membuat karyawan semangat dalam bekerja dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik. Hal ini termasuk hubungan antar karyawan di dalam sebuah tim dan kondisi lingkungan kerja secara fisik.

4. Sistem Perusahaan

Sistem yang diterapkan sebuah perusahaan juga sangat berpengaruh dalam kinerja karyawan. Dalam hal ini, sistem yang dimaksud meliputi budaya kerja, sistem kerja, fasilitas kerja, hingga komisi serta insentif.

5. Faktor Kontekstual/Situasional

Faktor kontekstual adalah faktor yang berasal dari lingkungan internal dan eksternal seseorang, seperti lingkungan keluarga dan tekanan kerja.

Baca juga: Serikat Pekerja: Ini Pengertian, Manfaat, dan Fungsinya

Indikator Penilaian Kinerja

Adapun dalam menilai kinerja seseorang, terdapat beberapa indikator yang bisa digunakan. Indikator tersebut meliputi kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, kemandirian, dan efektivitas, sebagaimana yang dijelaskan Stephen P. Robbins (2006:260).

1. Kualitas

Kualitas kerja diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan, serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan.

2. Kuantitas

Kuantitas merupakan jumlah pekerjaan yang dihasilkan oleh karyawan. Biasanya, penilaian ini dinyatakan dalam satuan tertentu, seperti jumlah unit atau jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan.

3. Ketepatan Waktu

Ketepatan waktu berkaitan dengan tingkat aktivitas yang diselesaikan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output, serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain.

4. Kemandirian

Indikator kemandirian mengacu pada tingkat kemampuan dan komitmen karyawan dalam menjalankan fungsi kerjanya secara bertanggung jawab.

5. Efektivitas

Efektivitas yaitu tingkat penggunaan sumber daya (uang, tenaga, bahan baku, teknologi) secara optimal untuk meningkatkan hasil dari setiap unit dalam penggunaan sumber daya tersebut.

Baca juga: Struktur Organisasi Perusahaan Manufaktur dan Contohnya

Fungsi Penilaian Kinerja

Lantas, apa fungsi dan manfaat dari diadakannya penilaian kinerja karyawan oleh perusahaan? Berikut ini lima fungsi dan manfaat tersebut.

1. Menjadi Bahan Evaluasi

Perusahaan bisa mendapatkan gambaran dari kinerja seorang karyawan, apakah positif atau negatif. Dalam hal ini, evaluasi juga bisa berlaku dari sisi perusahaan. Perusahaan bisa menggunakan hasil evaluasi untuk membuat goal selanjutnya yang ingin dicapai bersama dengan karyawan.

2. Mendorong Motivasi Karyawan

Beberapa perusahaan melakukan penilaian kinerja untuk melihat seberapa besar bobot pekerjaan mereka dan berapa banyak bonus yang dapat diberikan oleh perusahaan. Karena itu, karyawan akan merasa lebih termotivasi untuk bekerja dengan lebih baik.

3. Parameter Kenaikan Jabatan dan Gaji

Penilaian kinerja dapat menjadi media ukur atau parameter untuk menentukan kenaikan gaji dan jabatan seorang karyawan. Apabila karyawan tersebut memiliki skor penilaian yang baik, maka perusahaan bisa memberikan gaji yang lebih karena besarnya kontribusi yang diberikan. Sama halnya jika karyawan tersebut telah memenuhi kriteria tertentu untuk bisa naik jabatan.

4. Menggali Potensi Diri Karyawan

Ketika melakukan penilaian kinerja, perusahaan bisa saja menemukan potensi diri atau kemampuan terpendam dalam diri mereka. Potensi diri tersebut tentu bisa dikembangkan sekaligus untuk memajukan perusahaan.

Baca juga: PHK Adalah hal yang Mengintai Setiap Karyawan, Ini Pengertiannya!

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian kinerja yang merupakan hasil kerja seseorang, baik secara kualitas maupun kuantitas, dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pekerjaannya. Diketahui pula bahwa kinerja seorang karyawan dapat dipengaruhi oleh banyak hal, baik internal maupun eksternal.

Kinerja seorang karyawan juga sering kali dinilai perusahaan untuk melihat kontribusi yang diberikan oleh karyawan tersebut. Dimana dalam penilaiannya, digunakan beberapa indikator utama.

Penilaian kinerja juga bisa memberikan manfaat yang sama bagi perusahaan, sehingga perusahaan bisa terus berkembang dan mengevaluasi diri. Dalam hal ini, perusahaan bisa melakukan evaluasi terkait sistem yang diterapkan dalam perusahaan, termasuk pemberian gaji dan insentif, apakah sudah sesuai dengan kinerja yang diberikan oleh karyawan? Dan, apakah sudah cukup untuk bisa memotivasi karyawan agar bekerja dengan lebih giat?

Perusahaan bisa melihat kembali catatan dan laporan keuangan perusahaan. Untuk memudahkan pencatatan dan pelaporan keuangan, perusahaan juga bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis seperti Accurate Online.

Accurate Online sendiri merupakan software berbasis cloud yang menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis. Accurate Online juga telah dipercaya oleh ratusan ribu pebisnis di Indonesia karena fitur dan keunggulan di dalamnya yang mudah digunakan.

Jika Anda tertarik untuk mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari, silahkan klik tautan gambar di bawah ini.

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.