Performance Appraisal: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya untuk Perusahaan dan Karyawan

Sebagai seorang karyawan, sebagian besar dari Anda pasti pernah mendengar tentang istilah performance appraisal. Namun, sebagian besar dari kita juga belum mengetahui pengertian performance appraisal dan juga fungsinya.

Proses ini sering kali membuat para karyawan menjadi gugup. Kenapa? karena proses ini menjadi penilaian penting atas kinerja karyawan yang sangat berdampak pada pendapatan dan karir karyawan.

Lantas, apa itu performance appraisal? Nah, pada kesempatan kali ini, kami akan membahas secara lengkap tentang performance appraisal.

Pengertian Performance Appraisal

Performance appraisal, atau yang banyak dikenal dengan performance review atau performance evaluation atau employee appraisal adalah salah satu pendekatan yang mana performa kerja seorang karyawan akan didokumentasikan dan juga dievaluasi.

Performance appraisal adalah salah satu bagian dari pengembangan karir yang di dalamnya terdiri dari tinjauan rutin yang dilakukan oleh karyawan dari suatu perusahaan. Penilaian tersebut akan dilakukan secara berkala, baik itu secara per empat bulan, enam bulan, ataupun per tahun.

Berdasarkan laman resmi Investopedia, evaluasi tersebut dilakukan agar mampu memberikan umpan balik atau pekerjaan karyawan, menentukan besaran tingkat kenaikan gaji dan bonus, sampai dengan keputusan pemutusan hubungan kerja.

Baca juga: 16 Tips Mengelola Karyawan yang Bekerja Secara Remote

Jenis Performance Appraisal

1. Penilaian Tradisional

Di dalam jenis performance appraisal ini, para atasan akan melakukan diskusi dengan karyawan di dalam suatu meeting tatap muka untuk membahas performa kerja pada periode sebelumnya. Periode yang biasanya digunakan adalah satu tahun sebelumnya.

Diskusi akan dilakukan dengan berdasarkan pengamatan atasan terkait kemampuan karyawan dan performa tugas sesuai dengan deskripsi pekerjaannya. Lalu, performa mereka akan dinilai, dan hasilnya nanti akan disesuaikan dengan tingkat kenaikan persentase gaji.

2. Self-appraisal

Self-appraisal yang digunakan di dalam proses pelaksanaan performance appraisal dilakukan agar bisa memotivasi karyawan untuk terus bertanggung jawab dalam melakukan penilaian kerja untuk dirinya sendiri.

Kegiatan ini dilakukan dengan cara menilai pencapaian atau kegagalan serta memotivasi manajemen dirinya. Pendekatan ini juga dilakukan agar bisa mempersiapkan karyawan saat membahas berbagai poin evaluasi yang dilakukan dengan atasannya.

Cara ini bisa digunakan beriringan dengan pendekatan evaluasi lain, namun tidak bisa digunakan untuk mengganti penilaian performa karyawan oleh atasannya.

3. Employee-initiated review

Dengan pendekatan ini, maka karyawan akan diinformasikan bahwa mereka bisa meminta peninjauan dari para atasan mereka.

Pendekatan ini dilakukan bukan untuk mengganti proses performance appraisal, melainkan untuk mendorong sikap manajemen diri pada karyawan tersebut.

4. Feedback 360 derajat

Feedback 360 derajat yang terdapat di dalam proses performance appraisal berfokus pada feedback terkait kinerja karyawan yang disediakan oleh atasan, rekan kerja, pelanggan, ataupun karyawan baru tersebut. Cara ini juga mampu menghasilkan umpan balik dari karyawan pada performa manajemen atau yang lebih sering disebut dengan upward appraisal.

Sehingga, pihak perusahaan pun bisa melakukan evaluasi secara menyeluruh, baik itu dari sisi manajerial ataupun kinerja para pegawai.

Fungsi Performance Appraisal

1. Memberikan Umpan Balik

Fungsi pertama dari performance appraisal yang harus Anda ketahui adalah mampu memberikan feedback yang baik. Feedback memang menjadi suatu hal umum yang dicari oleh suatu perusahaan agar bisa mengetahui performa rekan kerja.

Dengan saling berbagi jenis pendekatan, maka kegiatan ini dilakukan dengan melalui proses penilaian kinerja, perkembangan karyawan, tanggung jawab, dan berbagai hal lainnya, dalam kurun waktu tertentu.

Berdasarkan data feedback tersebut, maka perusahaan bisa menggunakan informasi tersebut untuk bisa meningkatkan performa karyawan di masa depan.

2. Memfasilitasi Keputusan Promosi

Fungsi kedua dari performance appraisal adalah untuk membantu memfasilitasi kebutuhan promosi pengembangan karir karyawan. Hal ini sangat diperlukan oleh siapapun agar bisa terus maju dan berkembang pada suatu perusahaan.

Untuk lebih mudah dalam memutuskan hal ini, maka perusahaan bisa melihat informasi ataupun data penilaian performa. Terlebih lagi, perusahaan yang sedang mencari posisi penting, sehingga mereka akan lebih teliti dalam melakukan promosi karyawan.

3. Memfasilitasi Keputusan PHK atau Perampingan

Performance appraisal juga berguna untuk membantu perusahaan dalam membuat keputusan terkait dilanjut atau tidaknya seorang karyawan bekerja di perusahaan tersebut atau di PHK.

Seperti yang kita ketahui, PHK adalah suatu keputusan yang harus dihindari, sehingga perusahaan memerlukan data performa karyawan untuk menilai kinerja mereka.

Namun, PHK bisa tetap dilakukan bila kondisi ekonomi perusahaan dipaksa untuk lebih berhemat. Untuk itu, performance appraisal memiliki peran yang sangat penting untuk memastikannya.

4. Membantu Mendorong Perbaikan Kinerja

Mungkin ada kalanya seorang karyawan pernah melakukan kesalahan, namun hal itu tidak boleh membuatnya terus tersedut dan tidak bisa bangkit. Tapi, dirinya tidak akan bisa bangkit bila tidak dimotivasi dan tidak mengetahui apa kekurangannya.

Untuk bisa menginformasikan performanya saat ini, maka perusahaan harus melakukan suatu penilaian kinerja. Bahkan pihak perusahaan pun harus bisa menunjukkan hal apa saja yang membutuhkan informasi terkait performa karyawan tersebut agar dirinya bisa tahu dan meningkatkan performa kerjanya.

5. Membantu Memotivasi Orang dengan Kinerja Terbaik

Performance appraisal juga bisa dilakukan untuk mengetahui karyawan yang mempunyai performa kerja paling baik.

Umumnya, bila ada seorang karyawan yang tahu bahwa performa kerjanya adalah yang terbaik, maka ia akan termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi.

6. Pendukung Perencanaan Tenaga Kerja

Saat suatu perusahaan sedang berada pada masa sulit ataupun ingin merevisi struktur organisasinya, umumnya perusahaan akan memilih karyawan yang hanya mempunyai performa terbaik saja.

Pihak manajemen perusahaan akan melakukan penilaian secara rutin agar mereka mempunyai karyawan dengan talenta yang tepat demi kemajuan perusahaan.

Dalam hal ini, tentunya perusahaan akan menentukan siapa saja saja dari karyawan yang mempunyai performa paling baik dan berbakat.

7. Menentukan Kebutuhan Pelatihan dan Pengembangan Individu

Setiap perusahaan kemungkinan besar pernah membuat suatu pelatihan ataupun pengembangan karyawannya. Dari hal ini, maka perusahaan bisa menentukan siapa saja yang memang memerlukan pelatihan dari performance appraisal.

Berdasarkan penilaian tersebut, maka nantinya perusahaan bisa mengetahui dengan detail karyawan yang memang tidak baik dalam keahlian tertentu, sehingga memerlukan pelatihan agar bisa terus berkembang.

Tentunya hal ini akan sangat berguna untuk karyawan, karena mereka bisa memperoleh ilmu tambahan, meningkat peluang untuk mendapatkan promosi, sampai mengurangi kemungkinan PHK.

8. Peningkatan Kinerja Organisasi Secara Keseluruhan

Fungsi performance appraisal yang terakhir adalah dapat digunakan untuk meningkatkan performa perusahaan secara menyeluruh.

Dengan melakukan kegiatan performance appraisal secara rutin, maka nantinya perusahaan bisa melakukan komunikasi secara sekaligus terkait harapan kinerja untuk setiap karyawan serta pencapaian yang ingin diraih oleh perusahaan.

Terlebih lagi bila perusahaan Anda dijalankan dengan konsep tim, maka Anda tidak bisa memanfaatkan satu orang saja. ketika seluruh anggota mengetahui harapan apa yang sebenarnya ingin mereka capai, maka mereka akan bisa terlebih dahulu berpikir agar dirinya mampu memenuhi harapan tersebut dengan meningkatkan performa kerjanya.

Baca juga: Tips Untuk Meningkatkan Semangat Kerja Karyawan

Kesimpulan

Demikianlah informasi lengkap dari kami tentang performance appraisal yang sangat dibutuhkan oleh setiap organisasi atau bisnis. Khususnya untuk Anda yang mempunyai banyak sekali tenaga kerja karyawan, kegiatan performance appraisal ini harus secara rutin Anda lakukan.

Kenapa? karena keberhasilan ataupun kegagalan setiap perusahaan bisa dilihat dari cara kerja karyawan yang ada di dalamnya.

Namun, karena penilaian di dalamnya bisa digunakan untuk menentukan gaji, jabatan dan berbagai hal lainnya, maka Anda harus melakukan penilaian dengan rapi dan mencatatnya secara akurat. Sehingga, para atasan, manajemen, ataupun HRD bisa secara mudah memperhatikan perkembangan para karyawannya.

Jika Anda bisa melakukan manajemen yang hebat pada karyawan Anda, maka tentunya mereka akan puas dan motivasi kerja mereka akan tinggi. Tentunya hal ini akan secara langsung memotivasi mereka dalam menghasilkan keuntungan yang besar untuk Anda.

Namun, Anda harus membantu karyawan dalam mencatat setiap keuntungan transaksi dengan menggunakan software akuntansi dan bisnis Accurate Online.

Dengan Accurate Online. maka Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat, akurat dan bisa Anda akses di manapun Anda inginkan.

Selain itu, Accurate Online juga mampu membantu Anda dalam mengefisiensikan proses bisnis, karena didalamnya sudah terdapat fitur persediaan, penjualan, pembelian, perpajakan, manufaktur, dan berbagai fitur lainnya.

Tertarik? Silahkan klik tautan gambar di bawah ini untuk mencoba Accurate Online terlebih dahulu selama 30 hari, Gratis!