Poin penting
- Shrinkage adalah penyusutan atau berkurangnya jumlah, ukuran, atau nilai suatu barang yang dapat terjadi di berbagai industri.
- Shrinkage dapat muncul dalam beberapa bentuk, seperti inventory shrinkage di bisnis retail, penyusutan beton di konstruksi, dan penyusutan kain di industri tekstil.
- Penyebab utama shrinkage antara lain pencurian barang, kesalahan pencatatan stok, kerusakan produk, serta perubahan material selama proses produksi.
- Untuk memantau stok dan transaksi secara lebih akurat, bisnis dapat menggunakan software seperti Accurate Online yang membantu pengelolaan persediaan dan laporan keuangan secara terintegrasi. Coba gratis di sini!
Dalam berbagai industri, istilah shrinkage sering digunakan untuk menggambarkan kondisi berkurangnya jumlah, ukuran, atau nilai suatu aset.
Konsep ini dapat muncul di banyak bidang, mulai dari retail, manufaktur, konstruksi, hingga industri tekstil.
Dalam bisnis ritel misalnya, shrinkage dapat menyebabkan kerugian karena stok barang di sistem tidak sesuai dengan jumlah fisik di gudang atau toko.
Sementara dalam konstruksi dan tekstil, shrinkage berkaitan dengan perubahan ukuran material.
Memahami konsep shrinkage menjadi penting bagi perusahaan agar dapat mengelola risiko kerugian, menjaga kualitas produk, serta meningkatkan efisiensi operasional.
Pengertian shrinkage
Secara umum, shrinkage artinya penyusutan atau berkurangnya jumlah, ukuran, atau nilai suatu barang dari kondisi awalnya.
Istilah ini digunakan dalam berbagai bidang untuk menggambarkan perubahan yang menyebabkan kehilangan nilai atau volume.
Dalam dunia bisnis, khususnya ritel, shrinkage adalah selisih antara jumlah stok barang yang tercatat dalam sistem dengan jumlah barang yang sebenarnya tersedia secara fisik.
Menurut laporan National Retail Federation (NRF) , rata-rata tingkat inventory shrinkage pada industri ritel global mencapai sekitar 1,6% dari total penjualan tahunan 2022, yang sebagian besar disebabkan oleh pencurian, kesalahan administrasi, dan kerusakan barang.
Artinya, semakin besar skala bisnis, semakin besar pula potensi kerugian yang dapat terjadi jika shrinkage tidak dikelola dengan baik.
Namun, shrinkage tidak hanya terjadi di dunia retail. Dalam konstruksi misalnya, shrinkage beton adalah penyusutan volume beton yang terjadi selama proses pengerasan.
Sementara dalam industri tekstil, shrinkage kain adalah perubahan ukuran kain setelah dicuci atau terkena panas.
Baca juga: Pengertian Manajemen Persediaan, Fungsi, dan 5 Metode
Jenis-jenis shrinkage
Shrinkage dapat terjadi dalam berbagai bidang dengan karakteristik yang berbeda-beda. Berikut beberapa jenis shrinkage yang paling umum:
1. Inventory shrinkage
Inventory shrinkage adalah berkurangnya jumlah persediaan barang dibandingkan dengan data yang tercatat dalam sistem inventaris.
Kondisi ini sering terjadi dalam bisnis retail, gudang distribusi, atau perusahaan yang memiliki banyak stok barang.
Jika tidak dikontrol dengan baik, inventory shrinkage dapat menyebabkan kerugian finansial dan kesalahan dalam perencanaan stok.
2. shrinkage retail
Shrinkage retail adalah penyusutan stok yang terjadi di toko atau bisnis ritel akibat berbagai faktor seperti pencurian, kesalahan pencatatan, atau kerusakan barang.
Jenis shrinkage ini sangat umum terjadi pada bisnis seperti:
- supermarket
- minimarket
- toko elektronik
- toko fashion
3. shrinkage beton
Dalam bidang konstruksi, shrinkage beton adalah penyusutan volume beton yang terjadi saat proses pengeringan atau pengerasan material.
Shrinkage ini dapat menyebabkan retakan pada struktur beton jika tidak diperhitungkan sejak tahap perencanaan konstruksi.
4. shrinkage kain
Dalam industri tekstil, shrinkage kain adalah penyusutan ukuran kain setelah melalui proses pencucian, pemanasan, atau penggunaan tertentu.
Karena itu, produsen pakaian biasanya melakukan proses pre-shrinking untuk meminimalkan penyusutan setelah produk digunakan oleh konsumen.
Baca juga: Kartu Persediaan Barang: Kelebihan & Cara Membuatnya
Penyebab shrinkage
Shrinkage dapat terjadi karena berbagai faktor yang berbeda tergantung pada bidang industrinya. Berikut beberapa penyebab utama shrinkage:
1. Pencurian barang
Salah satu penyebab utama inventory shrinkage dalam bisnis retail adalah pencurian barang.
Pencurian bisa dilakukan oleh pelanggan (shoplifting) maupun oleh karyawan internal.
2. Kesalahan pencatatan stok
Kesalahan dalam proses administrasi atau pencatatan inventaris juga dapat menyebabkan shrinkage.
Contohnya seperti:
- kesalahan input data
- pencatatan stok yang tidak diperbarui
- sistem inventaris yang tidak akurat
3. Kerusakan barang
Barang yang rusak selama proses penyimpanan atau distribusi juga dapat menyebabkan shrinkage.
Misalnya produk makanan yang kedaluwarsa atau barang elektronik yang rusak saat pengiriman.
4. Kesalahan proses produksi
Dalam industri manufaktur, shrinkage dapat terjadi karena perubahan ukuran material selama proses produksi.
Contohnya pada beton atau kain yang mengalami penyusutan setelah proses pengeringan atau pencucian.
Baca juga: Pengertian Inventory Turnover Ratio: Rumus, Cara Hitung, dan Contohnya
Dampak shrinkage bagi bisnis
Shrinkage dapat memberikan berbagai dampak negatif bagi perusahaan jika tidak dikendalikan dengan baik.
1. Kerugian finansial
Shrinkage menyebabkan perusahaan kehilangan barang atau nilai aset yang seharusnya dapat dijual.
Jika terjadi secara terus-menerus, kerugian ini dapat mengurangi profit perusahaan secara signifikan.
2. Ketidaksesuaian data inventaris
Inventory shrinkage membuat data stok di sistem tidak sesuai dengan kondisi fisik.
Hal ini dapat mengganggu proses perencanaan pembelian dan distribusi barang.
3. Menurunkan efisiensi operasional
Ketika shrinkage terjadi, perusahaan harus menghabiskan waktu dan sumber daya tambahan untuk melakukan audit stok atau investigasi penyebabnya.
4. Mengganggu perencanaan bisnis
Data inventaris yang tidak akurat dapat menyebabkan kesalahan dalam perencanaan produksi, pengadaan barang, maupun strategi penjualan.
Baca juga: 10 Metode Inventory Control, Fungsi, dan Contohnya
Cara mengatasi shrinkage
Untuk mengurangi risiko shrinkage, perusahaan perlu menerapkan strategi pengelolaan stok dan operasional yang lebih baik.
1. Meningkatkan sistem pengawasan
Penggunaan teknologi seperti CCTV, sistem keamanan toko, dan pengawasan gudang dapat membantu mencegah pencurian barang.
2. Menggunakan sistem manajemen inventaris
Sistem inventaris digital dapat membantu mencatat pergerakan stok secara otomatis sehingga meminimalkan kesalahan pencatatan.
3. Melakukan audit stok secara rutin
Stock opname secara berkala membantu perusahaan mendeteksi shrinkage lebih cepat dan mengambil tindakan korektif.
4. Melatih karyawan dalam pengelolaan stok
Pelatihan karyawan terkait prosedur penyimpanan, pencatatan barang, dan pengendalian inventaris juga penting untuk mengurangi kesalahan operasional.
5. Menggunakan teknologi manajemen bisnis
Penggunaan software bisnis dengan fitur manajemen persediaan seperti Accurate Online dapat membantu perusahaan memantau stok, transaksi, dan laporan keuangan secara lebih akurat.
Baca juga: Inventory Turnover: Pengertian, Manfaat, Pengaturan, Cara Hitung dan Contoh Kasus
Penutup
Shrinkage adalah kondisi penyusutan atau berkurangnya jumlah, ukuran, atau nilai suatu barang yang dapat terjadi di berbagai industri, mulai dari retail, manufaktur, konstruksi, hingga tekstil.
Dalam bisnis retail, shrinkage biasanya berkaitan dengan inventory shrinkage atau selisih antara stok barang di sistem dengan jumlah barang yang sebenarnya tersedia.
Jika tidak dikelola dengan baik, shrinkage dapat menyebabkan kerugian finansial, ketidaksesuaian data inventaris, hingga gangguan dalam operasional bisnis.
Karena itu, perusahaan perlu menerapkan pengelolaan stok yang baik, melakukan audit inventaris secara rutin, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan akurasi pencatatan.
Untuk membantu mengelola persediaan barang, pencatatan transaksi, hingga pembuatan laporan keuangan secara otomatis, Anda dapat menggunakan software akuntansi Accurate Online.
Dengan sistem yang terintegrasi, Accurate Online memudahkan Anda memantau stok, mengontrol transaksi bisnis, serta mendapatkan laporan keuangan secara real-time.
Jika Anda ingin merasakan kemudahannya, Anda bisa mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan mengklik banner di bawah ini!







