Work Order Adalah Dokumen Penting yang Ada Di Perusahaan Manufaktur, Ini Penjelasannya!

Sebelum memulai suatu pekerjaan, tentunya kita akan mendapatkan perintah kerja terlebih dahulu. Nah, dalam dunia akuntansi, perintah kerja tersebut dikenal dengan istilah work order. Work order adalah istilah yang banyak digunakan di dalam industri ataupun perusahaan manufaktur.

Lalu, apa itu work order? Apa tujuan dibuatnya work order? Dapatkan jawabannya dengan membaca artikel tentang work order di bawah ini hingga selesai.

Pengertian Work Order Adalah

Pada dasarnya, work order adalah perintah kerja. Secara umum, work order adalah dokumen tertulis yang di dalamnya berisi perintah suatu pekerjaan dalam ruang lingkup internal ataupun eksternal perusahaan pada pelaksana yang memang ditugaskan.

Work order pun bisa digunakan untuk keperluan pelaporan pekerjaan yang memang sudah atau yang belum selesai dilakukan.

Untuk industri perusahaan manufaktur, work order adalah suatu dokumen yang akan mendukung penanganan inspeksi untuk pembekalan suku cadang, material, dan keperluan layanan.

Dengan adanya work order, maka seluruh informasi data terkait keperluan dan harga perjanjian dengan setiap vendor bisa dipenuhi. Jadi sederhananya, work order adalah alat komunikasi antar bagian pemeliharaan perusahaan dengan setiap vendor penerima kerja yang diberikan sebelum pekerjaan dilakukan secara efektif.

Baca juga: Memahami Fungsi dan Manfaat CSR Bagi Perusahaan

Tujuan Work Order

Tujuan dibuatnya work order adalah agar bisa membantu penjadwalan dan juga perencanaan dari suatu pekerjaan. Work order akan berisi informasi terkait batasan pekerjaan yang memang harus dilakukan dan terkait objek teknis berbentuk operasi, lokasi, jadwal mulai dan selesai, serta durasi kerja.

Selain itu, di dalamnya juga terdapat informasi terkait sumber daya yang akan digunakan, seperti jumlah tenaga kerja, mesin, jasa, dan bahan.

Intinya, penerbitan dan pembuatan work order akan menjadi awal dilakukannya semua kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan.

Dari sisi pemeliharaan perusahaan, tujuan diterbitkannya work order adalah agar bisa memberikan informasi detail tentang biaya. Berbagai biaya yang dimaksud adalah durasi pekerjaan, pelaksanaan pemeliharaan, mekanik, dan historic trouble.

Work order bisa diterbitkan dalam bentuk surat cetak ataupun elektronik. Tujuan keduanya sama saja. Tapi seiring dengan perkembangan teknologi yang terjadi saat ini, work order pun bisa dikerjakan melalui aplikasi. Tujuannya adalah untuk mencapai efektifitas pekerjaan, baik itu dari sisi penerima kerja ataupun pemberi kerja.

Baca juga: Perencanaan Adalah: Ini Tujuan, dan Berbagai Jenisnya

Work Order dalam Perusahaan Manufaktur

Work order adalah bagian penting dari kegiatan manufaktur. Namun sebelum kita membahas lebih dalam tentang work order, kita harus mengetahui terlebih dulu kegiatan manufaktur tersebut, yaitu:

  1. Menentukan dengan pasti tentang Harga Standar Barang
  2. Menentukan Biaya Standar Produksi Barang
  3. Membuat Formulir Produk Barang
  4. Membuat Work Order yang jelas
  5. Membuat Pengeluaran Bahan Baku yang dibutuhkan perusahaan
  6. Membuat Produk dan Bahan Baku Keluaran perusahaan
  7. Membukukan Biaya Konversi
  8. Melakukan Proses Akhir Periode

Berdasarkan urutan kegiatan manufaktur tersebut, bisa kita ketahui bahwa work order dibuat setelah harga standar barang dan biaya standar produksi sudah diketahui. Hal tersebut juga sudah sangat jelas karena work order adalah perintah kerja setelah seluruh penghitungan biaya sudah ditentukan.

Elemen yang Terdapat di Dalam Formulir Work Order

Di dalam industri perusahaan manufaktur, work order dibuat oleh mereka yang berada di bagian perencanaan produksi. Perintah kerja tersebut dibuat untuk lebih dari satu produksi atau bisa juga merupakan proses dari permintaan sales order atau pesanan penjualan.

Nah, berikut ini adalah berbagai elemen yang terdapat pada formulir work order.

1. Informasi Kerja

Di bagian header atau bagian atas, terdapat informasi umum terkait pekerjaan, yakni nomor work order, tanggal dimulainya pekerjaan, person in charge, expected date, department, dan juga description.

2. Bagian Detail 

Dalam bagian detail, akan terdapat beberapa poin penting, yakni description, item number, quantity, unit, total cost, SO Number, Finished, dan Closed. Berikut ini adalah penjelasannya:

  • Description: detail deskripsi dari formula produk yang nantinya akan dibuat
  • Item No.: kode nomor produk atau barang yang nantinya akan dibuat. Nomor tersebut berasal dari nomor produk yang tertera di formulir formula produk.
  • Quantity: jumlah atau kuantitas produk yang nantinya akan dibuat.
  • Unit: satuan nilai dari produk yang harus dibuat.
  • Total Cost: Biaya total produk
  • No.: Nomor pesanan penjualan atau sales order. Nomor tersebut hanya berlaku bila perintah kerja berdasarkan penjualan.
  • Finished: persentase penyelesaian produk yang sudah dibuat
  • Closed: Status produk. Jika sudah dibuat work order, maka statusnya akan berubah menjadi closed atau di ceklis.

Di bagian detail pekerjaan juga akan terdapat bahan baku yang nantinya akan digunakan. Biasanya bagian ini akan terdapat informasi berupa item, item description, quantity, unit, quantity taken, standard cost, dan total cost. Berikut ini adalah detailnya.

  1. Item No.: kode nomor item bahan baku produk
  2. Item Description: penjelasan terkait bahan baku produk
  3. Quantity: Jumlah atau kuantitas bahan baku yang diperlukan
  4. Unit: Satuan bahan baku.
  5. Quantity Taken: jumlah bahan baku yang sudah dikeluarkan.
  6. Standard Cost: Satuan harga standar bahan baku. Nilai harga ini diambil dengan berdasarkan formula penyesuaian harga standar barang.
  7. Total Cost: biaya total standar bahan baku produk

Di bagian cost, berbagai elemen yang nantinya akan dimasukan adalah deskripsi biaya konversi, waktu yang diperlukan untuk proses produksi barang, nilai biaya standar konversi pembuatan per jam, serta biaya total standar pembuatan produk.

Baca juga: Asuransi Kematian, Ini Jenis dan Rekomendasi Produknya

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang work order. Jadi, work order adalah dokumen tertulis yang di dalamnya berisi perintah suatu pekerjaan dalam ruang lingkup internal ataupun eksternal perusahaan pada pelaksana yang memang ditugaskan.

Nah, khusus untuk Anda, pebisnis yang bergerak dalam industri manufaktur, saat ini Anda sudah bisa mengefisiensikan bisnis Anda dengan menggunakan Accurate Online.

Kenapa? Karena Accurate Online adalah software akuntansi dan bisnis yang di dalamnya sudah dilengkapi dengan fitur manufaktur yang tentunya akan membuat bisnis Anda bergerak lebih efisien.

Selain itu, Accurate Online juga akan menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat, dan akurat. Di dalamnya pun sudah disediakan fitur penjualan, pembelian, persediaan, perpajakan, dan fitur luar biasa lainnya.

Ayo coba gratis Accurate Online sekarang juga selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.