Database Management System: Pengertian, Jenis, dan Komponennya

oleh | Mei 17, 2024

source envato.

Database Management System: Pengertian, Jenis, dan Komponennya

Dewasa ini, kita tahu bahwa dunia bisnis sudah semakin erat kaitannya dengan penggunaan teknologi digital.

Terdapat banyak sekali fungsi utama dari bisnis yang memerlukan teknologi digital. Data perusahaan tersebut nantinya akan tersimpan dalam suatu basis data atau database.

Nah, untuk menjaga dan melakukan kegiatan maintenance pada aplikasi atau program dan data, maka dibutuhkan software tertentu, yaitu database management system.

Proses pengelolaan tersebut bisa dilakukan secara langsung oleh pihak perusahaan.

Tapi, beberapa perusahaan sering kali menggunakan jasa pihak ketiga atau pihak developer dalam suatu program yang digunakan oleh pihak perusahaan.

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas secara lengkap tentang database management system.

Untuk itu, simak artikel tentang database management system ini hingga selesai.

Pengertian Database Management System

Jadi, DBMS atau database management system adalah sebuah perangkat lunak atau software yang bisa digunakan oleh perusahaan guna membuat suatu sistem basis data atau yang akrab kita sebut dengan database.

Perangkat lunak ini memanfaatkan serangkaian data tersebut agar bisa mendukung proses pembuatan dan juga pemeliharaan pada suatu aplikasi, seperti aplikasi yang sudah banyak digunakan perusahaan tersebut.

Database management system lebih berfokus pada pengolahan data dalam jumlah yang besar dan terkumpul dalam basis data.

Selain itu, sistem ini juga bisa dijadikan sebagai perantara antar pengguna dan database.

Dalam penerapannya, DBMS memanfaatkan database yang nantinya bisa diterjemahkan secara langsung menjadi suatu perintah.

Setidaknya ada dua jenis bahasa database, yakni Database Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML).

Database Definition Language (DDL) mencerminkan desain database secara menyeluruh agar bisa membuat tabel baru, memuat indeks tertentu, dan seluruh kegiatan pengolahan database secara umum lain.

Sedangkan Data Manipulation Language (DML) berguna dalam memanipulasi penghimpunan data yang terdapat di dalam database, seperti penghapusan, penambahan, serta penambahan sejumlah data di dalam database itu sendiri.

Baca juga: Pengertian Database dan Jenis yang Perlu Anda Ketahui dalam Bisnis

Jenis Database Management System

Terdapat banyak sekali jenis database management system yang banyak digunakan oleh perusahaan.

Berbagai jenis DBMS ini bisa dibedakan berdasarkan struktur dan jenis data yang diolah.

Nah, berikut ini adalah berbagai jenis database management system tersebut:

1. Hierarchical

Jenis database management system ini disebut dengan hierarchical karena di dalamnya memanfaatkan database dengan bentuk hirarki.

Itu artinya, himpunan database yang tersimpan akan diatur dengan format dari atas ke bawah ataupun sebaliknya, seperti sistem hierarki pada umumnya.

Himpunan database di dalam jenis ini bisa berbentuk koneksi top down ataupun bottom up dengan satu sentral database sebagai induk atas database itu sendiri.

2. Relational

Jenis database management system ini dikelompokkan dengan berdasarkan hubungan data.

Terdapat banyak sekali perangkat lunak atau software manajemen database yang menggunakan jenis ini.

Kenapa? karena di dalamnya terdapat kemudahan dalam melakukan integrasi data antara yang satu dan yang lainnya.

3. Object-oriented

Sistem manajemen database ini lebih berfokus pada objek yang terdapat di dalam database.

Berbagai data ini nantinya akan disimpan dalam suatu objek atau yang disebut dengan classes.

Secara struktur, classes ini nantinya akan menampilkan data dan juga database ke dalam rangkaian objek yang menyimpan suatu identitas dan komponen data yang mampu diolah lebih baik.

Fungsi dan Tujuan Database Management System

Database management system memiliki peran yang sangat penting dalam proses bisnis perusahaan.

Khususnya ketika menggunakan aplikasi tertentu. Secara khusus, nantinya berbagai fungsi bisa dijalankan dan dapat disediakan oleh database management system ini.

Selain itu, setidaknya ada empat tujuan yang menjadi landasan utama perusahaan dalam menggunakan DBMS.

  • Pertama, agar memungkinkan pihak perusahaan dalam mengubah data.
  • Kedua, menjamin keamanan dan juga integrasi data yang dimiliki oleh perusahaan.
  • Ketiga, membantu perusahaan dalam melakukan perbaikan pada kesalahan data yang ada.
  • Terakhir, mendukung kinerja operasional agar semakin baik.

Sedangkan tujuan dari pemanfaatan database management system adalah agar membantu dan mempercepat aksesibilitas data perusahaan, menghemat lebih banyak ruang penyimpanan data, serta menangani dan juga mengolah data yang sangat banyak.

4 Elemen Penting di Dalam Database Management System

Sebagian besar dari kita mungkin masih banyak yang belum tahu cara kerja database management system.

Dalam penerapannya, terdapat banyak sekali elemen yang mampu mempengaruhi proses sistem manajemen database ini, yaitu:

1. Entitas

Entitas atau yang lebih banyak dikenal dengan istilah entity adalah suatu elemen yang mampu mencerminkan suatu objek, seperti tempat, orang, kondisi, atau konsep yang mampu terekam.

Artinya, identitas dari elemen ini nantinya akan tersimpan sebagai suatu entitas di dalam database management system.

2. Atribut

Atribut atau attribute suatu sifat yang mampu mewakili setiap entitas di atas. Tentunya suatu data akan memiliki atribut yang melekat di dalamnya.

Tujuannya adalah agar data tersebut bisa lebih mudah diolah dan ditemukan saat diperlukan oleh pengguna.

3. Field

Field adalah berbagai elemen yang menjadi representasi atas suatu atribut.

Nah, field akan mencerminkan suatu data yang dilengkapi dengan keterangan khusus, seperti nama dan keterangan lainnya yang terdapat dalam suatu data di dalam database.

4. Karakter

Elemen karakter adalah bagian yang paling kecil dalam suatu data.

Karakter dalam hal ini bisa berbentuk numerik atau berbagai huruf lain yang memiliki karakter tertentu. Kumpulan karakter ini nantinya akan membentuk suatu item dari suatu data.

Komponen Database Management System

Dalam melakukan proses pengolahan data yang menggunakan database management system, sebagai pebisnis Anda harus mengetahui komponen penting yang ada di dalamnya.

Berikut ini adalah komponen dari database management system tersebut:

1. File Manager

File manager terdiri dari susunan data dalam database.

Nantinya, file manager akan mengelola susunan data yang ada di dalam penyimpanan dengan fokus pada struktur data yang digunakan agar mampu menampilkan informasi yang mampu mewakilkan.

2. Database Manager

Database manager akan secara khusus mengatur bagaimana database mampu bekerja dengan baik.

Komponen ini mampu menyediakan interaksi antarmuka atau interface data dengan berbagai data lain.

Setiap database tersebut nantinya akan bekerja dengan program aplikasi di dalam suatu sistem yang menggunakan query.

3. Query Processor

Query adalah bentuk pertanyaan khusus atau informasi dari suatu database yang tercatat dalam suatu format tertentu.

Dengan adanya query processor ini, nantinya data akan bisa diterjemahkan dalam suatu elemen. Sehingga, bisa diproses oleh database manager.

Baca juga: Server Adalah Perangkat Penting Untuk Suatu Jaringan, Ini Penjelasannya!

Cara Kerja DBMS

DBMS (Database Management System) adalah perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola, menyimpan, mengatur, dan mengakses data dalam database.

Cara kerja DBMS dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Penerimaan Perintah

Pengguna atau aplikasi mengirim perintah SQL (Structured Query Language) ke DBMS untuk melakukan operasi seperti menyimpan data, mengambil data, memperbarui data, atau menghapus data.

2. Parsing

DBMS memeriksa sintaks perintah SQL yang diterima untuk memastikan bahwa perintah tersebut ditulis dengan benar dan sesuai dengan aturan bahasa SQL.

3. Optimasi

DBMS mengevaluasi perintah SQL dan mencari cara terbaik untuk mengeksekusinya.

Hal ini melibatkan pemilihan indeks, optimasi query, dan pemilihan strategi akses data yang tepat.

4. Eksekusi

Setelah perintah di-parse dan di-optimalkan, DBMS menjalankan perintah SQL dengan menggunakan data yang tersimpan dalam database.

Eksekusi melibatkan operasi-operasi seperti pencarian, penyisipan, pembaruan, dan penghapusan data.

5. Penyimpanan dan Pemulihan Data

DBMS bertanggung jawab untuk menyimpan data secara aman di dalam struktur database yang terorganisir.

Hal ini termasuk manajemen ruang penyimpanan, pemulihan data dalam situasi kegagalan, dan menjaga integritas data.

6. Manajemen Transaksi

DBMS mendukung transaksi database yang meliputi serangkaian operasi database yang dianggap sebagai satu kesatuan logis.

Hal ini melibatkan pemrosesan transaksi dengan ACID properties (Atomicity, Consistency, Isolation, Durability) untuk memastikan keandalan dan konsistensi data.

7. Manajemen Keamanan dan Akses

DBMS mengelola hak akses pengguna ke data dalam database dengan menerapkan pengaturan keamanan seperti izin pengguna dan otorisasi.

Secara singkat, DBMS berfungsi sebagai perantara antara pengguna atau aplikasi dengan database, mengelola operasi database secara efisien, dan memastikan keamanan, integritas, dan konsistensi.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan yang sudah kita bahas bersama di atas, database management system adalah suatu aplikasi atau software yang bisa Anda gunakan untuk membuat suatu database dengan menggunakan himpunan data guna mendukung penciptaan serta pemeliharaan suatu software.

Database management system ini fokus dalam mengolah data dalam jumlah data besar yang terkumpul di dalam database dengan menggunakan bahasa Database Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML).

Beberapa fungsi sistem manajemen database ini adalah agar membantu perusahaan dalam mengubah data yang ada, menjamin keamanan dan pengintegrasian data perusahaan, membantu perusahaan dalam memperbaiki setiap kesalahan data, dan mendukung kinerja perusahaan agar lebih baik.

Namun, meningkatkan performa perusahaan tidak hanya memerlukan manajemen database yang baik, tapi juga harus mencatat laporan keuangan secara tepat dan akurat.

Karena laporan inilah yang nantinya bisa digunakan untuk menentukan kebijakan bisnis di masa depan dan mengetahui kondisi finansial perusahaan.

Tapi, mencatat laporan keuangan dengan cara yang manual akan menghabiskan lebih banyak waktu, terlebih lagi bila ada kesalahan.

Dibutuhkan waktu yang lama untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Untuk itu, gunakanlah sofrware akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Accurate Online akan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara cepat, tepat dan akurat.

Laporan keuangan tersebut juga bisa Anda akses di mana saja dan kapan saja, karena Accurate Online dikembangkan dengan basis cloud yang aman dan juga terjaga.

2FA Google Auth

Terlebih, Accurate memiliki Fitur 2-Factor Authentication (2FA)! Dengan fitur ini, keamanan password Anda dapat terjaga dengan lebih baik dan tidak mudah untuk diretas!

Anda juga bisa menikmati berbagai fitur bisnis di dalam software akuntansi ini, seperti fitur persediaan, penjualan, pembelian, perpajakkan, manufaktur, dll.

Sehingga, Anda bisa lebih mudah dalam mengelola bisnis dan lebih fokus dalam mengembangkan bisnis.

Penasaran dengan Accurate Online? Anda bisa mencobanya secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.

teknologibanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

alifian adam
Hai salam kenal saya Adam! lulusan sistem informasi dengan ketertarikan tinggi pada dunia digital! dari software hingga hardware semua saya suka! saya juga suka berbagi informasi dengan menulisnya di blog!

Artikel Terkait