Iframe: Pengertian dan Cara Menggunakannya

Sebagian dari kita pasti pernah membaca suatu artikel yang dilengkapi dengan video menarik. Video tersebut bisa berasal dari YouTube, atau website lain. Nah, itulah contoh sederhana dari iframe.

Lantas, apa itu iFrame? Dalam kesempatan kali ini, mari kita membahas secara lengkap tentang iFrame, termasuk cara menggunakan dan beberapa contoh dari iFrame.

Apa itu iFrame?

Inline Frame atau iFrame adalah suatu komponen file HTML yang membuat Anda bisa menyisipkan video, dokumen, dan berbagai file lainnya di dalam website. proses dalam menyisipkan file tersebut dikenal dengan embed iFrame. Dalam suatu file HTML, penggunaan iFrame ini diberi tanda dengan tag <iframe>

Saat menggunakan kode tersebut, file yang Anda sisipkan bisa bersumber dari halaman lain di website Anda atau dari website lain. Contoh paling sederhana dari penggunaan iFrame adalah dengan menyisipkan video YouTube.

Baca juga: UI UX Adalah: Pengertian dan Perbedaan Lengkap Antar Keduanya

Kenapa Menggunakan iFrame?

Dengan menggunakan iFrame, Anda akan lebih mudah dalam mengunggah file yang Anda perlukan saat sedang membuat artikel maupun website. Lantas, kenapa harus menggunakan iFrame? Jawabannya adalah karena iFrame mampu memberikan sederet keuntungan. Apa saja keuntungan menggunakan iFrame?

1. Menghindari Pelanggaran Hak Cipta

Ada kalanya Anda menemukan suatu konten menarik di Internet dan ingin Anda gunakan di website milik Anda. Beberapa hal yang mungkin Anda lakukan adalah dengan dengan mendownload file tersebut, lalu menguploadnya lagi di website Anda.

Tapi, Apa jadinya bila file tersebut ternyata mempunyai hak cipta? Bersiaplah untuk menghadapi risiko hukum bila sang pemiliknya mengajukan keberatan.

Tapi dengan menggunakan iFrame, maka Anda bisa menghindari adanya pelanggaran hak cipta. Kenapa? karena Anda menyisipkan konten tersebut dari pihak lain dengan cara embed iFrame, dan hal tersebut tidak melanggar hak cipta milik sang pembuatnya.

Salah satu cara sederhananya adalah menyisipkan di laman resmi YouTube. Secara otomatis, setiap video YouTube bisa disematkan di website lain. Jadi, bila Ada pengguna YouTube yang ingin melakukan pembatasan, maka mereka bisa melakukannya di pengaturan khusus terlebih dahulu.

Sehingga, bila ingin menggunakan konten di website lain, maka iFrame adalah salah satu cara yang paling aman. Tapi, tentunya secara etika Anda tetap disarankan untuk meminta izin dari sang pemilik konten tersebut.

2. Menghemat Penggunaan Media Penyimpanan (Storage)

Dengan menggunakan iFrame, maka Anda bisa meminimalisir penggunaan media penyimpanan. Kenapa? karena Anda tidak perlu lagi mengupload file tersebut di media library Anda. Dengan melakukan embedding iFrame, maka file yang Anda gunakan tersebut tidak akan tersimpan di server. Sehingga, Anda tidak perlu memikirkan kekurangan ruang penyimpanan Anda lagi.

Contoh sederhana nya, saat Anda ingin melakukan embed video YouTube ke website Anda, maka sebenarnya video tersebut masih berada atau milik YouTube itu sendiri. Ketika terdapat pengunjung yang ingin menontonnya di website Anda, maka sebenarnya mereka mengakses langsung dari server YouTube.

Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir saat ingin menampilkan video dengan kualitas terbaik yang biasanya mempunyai ukuran file yang sangat besar.

Tapi, meskipun penggunaan iFrame mempunyai keuntungan, di dalamnya juga masih terdapat kekurangan yang harus Anda perhatikan dengan baik.

Kekurangan utama pada iFrame terdapat dari sisi keamanannya. Itu artinya, Anda benar-benar harus mengetahui keamanan website yang mempunyai file asli tersebut. Bila website tersebut sangat rentan terkena malware, maka tentunya akan sangat mengganggu kesehatan website milik Anda.

Cara Menggunakan iFrame

Setelah kita memahami bersama tentang manfaat dari iFrame, maka ini saatnya untuk belajar cara menggunakan iFrame. Terdapat beberapa metode yang bisa Anda gunakan untuk memanfaatkan iFrame. Apa saja? Ini penjelasannya:

1. Membuat iFrame di WordPress Secara Manual

Cara pertama dalam menggunakan iFrame adalah secara manual. Itu artinya, Anda harus memasukan elemen iFrame secara manual di dalam halaman HTML. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan menggunakan tag <iframe> yang diiringi dengan tautan file yang ingin Anda sematkan.

Contoh penggunaan kodenya adalah <iframe src=”https://www.youtube.com”></iframe>. Anda bisa bebas mengganti youtube.com tersebut dengan tautan yang Anda ingin sematkan.

Tapi, perlu Anda garis bawahi bahwa Anda hanya bisa melakukan embed konten dari website lain yang mempunyai kode protokol yang sejenis. Itu artinya, bila Anda menggunakan https, maka tautan yang bisa Anda sematkan juga harus berasal dari website yang menggunakan https.

2. Membuat iFrame dengan Kode Embed

Cara kedua untuk menggunakan iFrame adalah dengan menyematkan kode embed itu sendiri. Hal ini sangat berguna bila Anda ingin menggunakan suatu konten tertentu pada suatu website, seperti YouTube.

Bagaimana caranya?

Dalam video YouTube yang sedang Anda tonton, coba klik tombol share. Nantinya Anda akan ditampilkan cara untuk membagikan video tersebut. Salah satunya adalah dengan menggunakan cara embedding. Ketika Anda memilih atau klik kode embed tersebut, nantinya YouTube akan menampilkan suatu kode yang bisa Anda gunakan pada website dan silahkan copy kode tersebut.

Bila Anda menggunakan CMS wordpress, silahkan masuk ke Block Editor WordPress untuk membuat posting. Selanjutnya, paste kode embed yang sudah Anda copy sebelumnya. Pastikanlah block editor tersebut sudah mengenalnya sebagai custom HTML.

3. Membuat iFrame dengan Bantuan Plugin

Cara ketiga dalam menggunakan iFrame adalah dengan menggunakan bantuan plugin. Plugin adalah suatu software yang mampu memberikan fungsi tambahan di website wordpress Anda. Agar bisa menggunakan plugin tersebut, Anda wajib mendownload dan menginstalnya terlebih dahulu pada halaman yang sudah disediakan.

Terdapat banyak sekali plugin iFrame yang sudah tersedia di WordPress directory, nah salah satunya adalah iFrame.

Plugin iFrame akan membantu Anda untuk menyematkan konten secara mudah dari YouTube, Vimeo dan situs lainnya secara mudah dengan menggunakan shortcode.

Selain itu, plugin wordpress ini juga dapat  membantu Anda dalam melakukan kustomisasi pada konten yang akan Anda tampilkan, seperti transparansi, scroll bar, dan frame border. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan menambahkan beberapa parameter berikut ini.

  • Frame Border – [iframe frameborder=”0″]
  • Scrolling – [iframe scrolling=”yes”]
  •  Transparency – [iframe allowtransparency=”true”]

4. Menggunakan Menu Embed WordPress – Bonus

Cara terakhir dalam menggunakan iFrame adalah dengan menu embed wordpress. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, WordPress adalah salah satu CMS atau Content Management System yang sangat mudah untuk digunakan. Platform ini akan membantu Anda dalam menyematkan file dari website lain secara mudah dan gampang.

Dengan menggunakan editor terbaru dari wordpress, yakni Gutenberg, Anda hanya perlu menyematkan embed yang ada pada menu embed wordpress.

Caranya adalah dengan memilih menu tambahan di halaman wordpress block editor, lalu pilih menu embed. Dari berbagai pilihan yang ada, silahkan Anda pilih platform yang ingin Anda gunakan, seperti YouTube. Selanjutnya, silahkan paste link video YouTube yang sudah disediakan pada kolom yang ada lalu klik embed.

Jika proses video embedding sudah berhasil maka Anda akan bisa melihat tampilan preview yang tampil di halaman editor Anda.

Baca juga: Ketahui Perbedaan HTTP dan HTTPS Secara Mendalam

Siap Menggunakan iFrame di Website?

Demikianlah penjelasan dari kami tentang iFrame, lengkap dengan cara menggunakannya. Jadi, iFrame adalah suatu komponen yang bisa Anda tambahkan sendiri di halaman HTML website Anda. Tujuannya adalah agar bisa membuat konten ataupun artikel yang lebih menarik.

Selain itu, iFrame juga mempunyai banyak manfaat, salah satunya adalah agar bisa membantu Anda lebih hemat penggunaan storage dan menghindari adanya kegiatan pelanggaran hak cipta yang tentunya akan merugikan Anda ataupun bisnis Anda.

Namun, terlepas dari adanya kerugian atau keuntungan finansial yang Anda alami, Anda tetap harus mencatatnya di dalam laporan keuangan. Kenapa? karena laporan tersebut akan menunjukan kondisi finansial bisnis Anda secara real time dan bisa Anda gunakan sebagai acuan dalam menentukan keputusan bisnis di masa depan.

Tapi jika Anda kesulitan atau tidak memiliki waktu yang cukup untuk mencatat laporan keuangan, maka gunakanlah software akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi yang sudah dipercaya oleh lebih dari 300 ribu pebisnis di Indonesia dan suah mendapatkan 6 kali Top Brand Awards berturut-turut. Kepercayaan dan penghargaan tersebut diperoleh karena Accurate Online mampu menyediakan 200 lebih laporan keuangan secara otomatis, akurat, dan tepat.

Selain itu, Accurate Online juga sudah dilengkapi dengan fitur bisnis lain, seperti fitur persediaan, penjualan, pembelian, persediaan, kas dan bank, pembukuan, manufaktur, dan fitur lainnya. Sehingga, bisnis Anda bisa dikelola secara lebih efektif dan lebih efisien.

Uniknya lagi, seluruh kelebihan dan fitur menarik dari Accurate Online bisa Anda nikmati dengan harga 200 ribuan saja perbulan.

Tidak percaya? Anda bisa mencoba Accurate Online terlebih dahulu dengan klik tautan gambar di bawah ini.

accurate 2 banner bawah

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?