Pengusaha Pemula, Hindari Kesalahan Pembukuan Keuangan ini

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa pembukuan keuangan merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan dalam sebuah bisnis. Para pebisnis harus mampu menghindari kesalahan pembukuan keuangan agar bisnis mampu menghasilkan keuntungan yang maksimal dengan biaya yang minimal.

Berbagai kegiatan bisnis memang faktanya tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan akuntansi, yang merupakan proses panjang dari adanya identifikasi, pengukuran, hingga informasi keuangan. Selain itu, didalamnya juga harus dilakukan secara benar dan tepat.

Laporan keuangan akuntansi bisa dijadikan sebagai landasan bagi pebisnis ataupun pengusaha untuk bisa mengambil keputusan bisnis kedepannya. Meskipun begitu, para pengusaha itu sendiri seringkali melakukan kesalahan yang bisa berdampak pada kerugian hingga hilangnya tingkat kepercayaan orang lain.

Masalah keuangan ini memang menjadi masalah sensitif yang seringkali ingin ditangani secara pribadi. Untuk  bisnis kecil mungkin hal ini masih bisa diatasi. Namun untuk bisnis yang sedang berkembang, laporan keuangan tidak bisa dilakukan secara sederhana.

Berikut ini kami akan mengulas tentang berbagai kesalahan pembukuan keuangan yang sering terjadi agar bisa Anda hindari kedepannya.

12 Kesalahan Pembukuan Keuangan yang Harus Anda Dihindari

1. Ingin Menyelesaikannya Sendiri

Pada saat bisnis mulai berjalan, para pengusaha mungkin masih sanggup dalam menangani seluruh urusan pembukuan dalam perusahaannya sendiri, termasuk mencatat dan membuat laporan keungan yang sederhana.

Namun, seiring berjalannya waktu dan berkembangnya bisnis Anda, maka akan ada banyak pencatatan dan akun yang harus Anda lakukan, sehingga tidak memungkinkan bagi Anda untuk melakukannya sendiri karena akan membutuhkan banyak waktu dan tenaga.

Terkadang, mengeluarkan sedikit uang untuk merekrut seorang akuntan dan membeli software akuntansi dianggap perlu, karena proses pembukuan ini bisa sangat membebani Anda. Namun dengan melakukan hal tersebut, maka Anda hanya perlu memikirkan tentang investasi besar untuk mendukung bisnis yang lebih efektif lagi.

Menangani semuanya sendiri hanya akan menyita banyak waktu Anda dan akan rentan menimbulkan kesalahan dalam proses pencatatan.

2. Hanya Melihat Kebutuhan Jangka Pendek

Biasanya, para pengusaha hanya akan fokus pada pembukuan keuangan yang terjadi pada transaksi harian saja. Padahal, berbagai angka pada laporan keuangan ini juga sangat berguna untuk dijadikan sebagai landasan dasar untuk membuat asumsi terkait perkiraan pertumbuhan bisnis yang akan terjadi di masa depan, serta untuk menganalisa risiko yang bisa saja muncul karena kondisi keuangan dan kebijakan perusahaan saat ini.

Hal tersebut hanya akan bisa Anda temukan pada laporan pembukuan yang lengkap dan rapih.

Baca juga: Ingin Menyewa Jasa Akuntan? Coba Pahami Beberapa Hal ini Dulu

3. Mempercayakan Kepada Keluarga

Saat ini masih banyak pengusaha yang memanfaatkan jasa orang kepercayaan untuk mengurus pencatatan laporan keuangan karena terbatasnya waktu dan tenaga mereka dalam mengurus catatan laporan keuangan perusahaan.

Padahal, belum tentu pihak keluarga yang sudah dipercaya tersebut memiliki pemahaman yang baik terkait pembukuan keuangan, dan hanya akan mencatat pengeluaran dan pemasukan tanpa memasukan berbagai hal penting yang harus ditulis pada laporan keuangan.

Dalam hal ini, kesalahan akan sering terjadi saat mereka membuat berbagai keputusan yang kurang baik dalam hal pencatatan dengan alasan menekan budget perusahaan, padahal kondisi ini tidak akan bernilai ekonomis dan malah akan melenceng dari strategi bisnis yang sebelumnya sudah dirancang.

4. Mencampur Akun Pribadi dan Akun Perusahaan

Para pengusaha kerap kali enggan memisahkan penggunaan uang untuk kepentingan perusahaan dan pribadinya, terutama dalam hal pengeluaran kebutuhan sehari-hari atau untuk kebutuhan rumah tangga. Kondisi ini akan berpotensi terjadinya kerancuan dalam sistem pembukuan keuangan perusahaan.

Jika terus dilakukan dalam jangka waktu panjang, maka akan berdampak negatif pada pengembangan bisnis perusahaan Anda, khususnya jika uang perusahaan tersebut seharusnya bisa dialihkan untuk invesatasi, namun malah lebih dominan digunakan untuk kepentingan pribadi saja.

Selain itu, kondisi ini juga akan menyulitkan pembagian pada saat pembuatan laporan keuangan perusahaan dan proses audit perusahaan.

Baca juga: Beragam Syarat yang Wajib Dipenuhi untuk Menjadi Auditor

5. Tidak Menyimpan Bukti Pembayaran

Bukti transaksi pasti akan selalu ada dalam transaksi bisnis, namun para pengusaha yang masih pemula seringkali terbiasa membuang atau tidak menyimpan bukti transaksi tersebut. Jika kondisi ini terjadi dalam jangka waktu panjang, tentunya akan menyulitkan pembukuan perusahaan Anda.

Bukti pembayaran dalam bentuk kuitansi dan nota adalah jawaban atau bukti yang valid jika nantinya terdapat perbedaan angka pada saat pemeriksaan laporan keuangan. Selain itu, kuitansi dan nota juga akan sangat berguna untuk proses audit dan perpajakan.

6. Tidak Paham Akuntansi adalah Kesalahan Pembukuan Keuangan yang Krusial

Untuk sebagian pebisnis, akuntansi mungkin hanya dinilai sebagai proses pencatatan keuangan perusahaan, yang fungsinya hanya mencatat proses pengeluaran, pemasukan, penghitungan saldo, atau yang berhubungan dengan perpajakan saja.

Padahal, terdapat hal yang lebih krusial lagi dalam dunia akuntansi, dimana laporan yang disusun oleh para ahli mampu menampilkan berbagai informasi penting bagi perusahaan. Laporan ini nantinya bisa dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam mengambil keputusan penting lain terkait perusahaan.

Oleh karena itu, pembukuan keuangan harus ditangani oleh mereka yang sudah ahli akuntansi dan sudah memahami dengan sungguh-sungguh tentang akuntansi, sehingga Anda bisa mengambil keputusan secara tepat yang nantinya mampu memberikan efek positif untuk perusahaan.

7. Salah dalam Menghitung Harga Pokok Penjualan

Sebagai seorang pengusaha, Anda tidak boleh asal dalam hal menghitung harga pokok penjualan produk Anda. Kenapa? Karena harga pokok akan memiliki informasi yang bisa membantu Anda dalam menentukan nilai bisnis Anda. Tidak jarang kegagalan sering terjadi karena tidak mampu mencatat harga transaksi dan harga yang telah dimiliki.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menghitung harga pokok penjualan adalah persedian, pembelian bersih, serta retur. Jika  ada satu dari tiga hal tersebut yang terlewat, maka harga pokok penjualan Anda tidak akan akurat.

Baca juga: Fraud Akuntansi: Pengertian dan Pencegahannya

8. Tidak Memiliki Rencana Keuangan yang Baik

Salah satu kunci sukses dari membangun suatu bisnis adalah perencanaan keuangan yang baik dan matang. Sebuah bisnis akan mampu berkembang dengan baik apabila mempunyai rencana keuangan yang baik pula. Jadi, mengetahui apa yang bisa dicapai dan tidak bisa dicapai di masa depan adalah sesuatu yang sangat penting.

Selain itu, Anda juga akan terbantu dalam hal membuat anggaran dan memastikan anggaran tersebut sepenuhnya untuk kepentingan bisnis Anda saja. Namun dalam mengelola keuangan, rencana keuangan disarankan tidak hanya fokus pada hal operasional bisnis saja, namun juga untuk pengembangan bisnis, dan memastikan agar bisnis bisa bergerak secara sempurna.

9. Melakukan Pembukuan Secara Manual 

Pada umumnya, perusahaan kecil maupun perusahaan yang jumlahnya puluhan masih banyak yang melakukan proses pembukuan dengan cara manual menggunakan Microsoft Excel atau Google Sheet. Alat tersebut digunakan untuk mencatat arus keuangan yang masuk dan keluar perusahaan.

Kelemahan utama dari cara ini adalah human error. Contonhnya adalah lupa membayar tagihan bulanan atau salam memasukan pembayaran dari pelanggan Anda.

Sampai pada poin ini, mungkin Anda akan berpikir untuk merekrut seorang akuntan untuk meminimalisir terjadinya human error pada proses pembukuan perusahaan Anda. Namun, apakah langkah ini sudah tepat?

10 Mempekerjakan Akuntan yang Tak Sesuai dengan Kebutuhan

Proses mencari seorang akuntan yang terpercaya sebenarnya tidak terlalu sulit, yang sulit adalah mencari akuntan yang sudah paham tentang alur kas perusahaan Anda. Hal ini sangat penting mengingat akuntan yang tidak paham akan alur kas masuk dan keluar perusahaan tidak akan mampu memberikan saran yang baik untuk menghemat pengeluaran perusahaan Anda.

Selain itu, Anda juga membutuhakan seorang akuntan yang memang bisa dipercaya. Hal ini sangat penting mengingat akuntan tersebut adalah orang yang akan mengurus keuangan dari bisnis Anda. Jadi, hindarilah merekrut seseorang yang belum jelas latar belakanganya dalam mengatur hal yang paling sensitif dalam bisnis Anda.

Hal inilah yang membuat para pengusaha sering kali kesulitan dalam mencari staf akuntan. Ketika sudah menemukan orang yang tepatpun tidak jarang mereka harus mengeluarkan biaya yang cukup tinggi untuk membayar gaji akuntan.

Baca juga: Tips Melakukan Manajemen Anggaran yang Baik Untuk Bisnis Anda

Kesimpulan

Berbagai kesalahan di atas harus Anda pelajari dan Anda hindari dalam mencatat pembukuan keuangan Anda. Lakukanlah pembukuan serapih dan sebaik mungkin agar Anda bisa fokus dalam mengembangkan bisnis.

Namun, untuk Anda yang masih kesulitan dalam mencari seorang akuntan yang bisa dipercaya, maka Anda bisa menggunakan software akuntansi. Kenapa? Karena software akuntansi bisa Anda andalkan, terpercaya, dan mampu memudahkan urusan pembukuan Anda dengan cara memaksimalkan seluruh hal yang ada hubungannya dengan keuangan perusahaan. Salah satu software akuntansi yang bisa Anda pertimbangkan adalah Accurate Online.

Aplikasi ini akan memudahkan Anda dalam mengurus segala hal yang menyangkut akuntansi bisnis Anda secara lebih mudah dan cepat, termasuk dalam hal pembukuan keuangan. Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1