Fraud Akuntansi: Pengertian, Pencegahan dan Cara Mengatasinya

Pada setiap pengelolaan keuangan perusahaan, pasti akan selalu ada yang tindak kecurangan laporan keuangan atau niat buruk seseorang dalam menyalahgunakan keuangan perusahaan. Hal ini tentunya akan memberikan efek buruk bagi perusahaan dan hal ini bisa disebut sebagai upaya tindakan krimnal atau fraud. Lantas, apakah Anda sudah mengetahui pengertian fraud akuntansi tersebut?.

Dikutip dari the Association of Certified Fraud Examiners (ACFE), kecurangan merupakan suatu upaya yang melanggar ketentuan hukum, yang dilakukan secara sengaja dengan berbagai tujuan tertentu, seperti untuk memanipulasi ataupun membuat laporan keuangan yang salah kepada pihak tertentu.

Biasanya, upaya ini dlakukan oleh oknum dari luar atau dari dalam perusahaan itu sendiri demi mendapatkan keuntungan pribadi ataupun kelompok yang pada akhirnya akan merugikan pihak lain, baik itu secara langsung maupun tidak langsung.

Pengertian Fraud Akuntansi

Dalam dunia akuntansi, fraud merupakan tindak kecurangan yang dilakukan secara sengaja oleh satu orang atau lebih. Tindakan fraud ini bisa terjadi pada suatu manajemen yang dilakukan secara langsung atau melalui pihak ketiga. Upaya ini juga bisa dilakukan oleh pihak lain yang memiliki tanggung jawab atas pengelolaan pada suatu perusahaan.

Dalam tindakannya, fraud akan memanfaatkan suatu kebohongan yang bertujuan untuk mendapatkan berbagai keuntungan secara tidak adil. Tindakan fraud tentunya bisa melanggar hukum karena didalamnya terdapat berbagai unsur kecurangan. Jadi, jelas sudah bahwa fraud merupakan suatu bentuk kecurangan atau upaya pelanggaran hukum.

Pengertian fraud akuntansi juga bisa berupa suatu perbuatan yang berkaitan dengan tindakan penipuan kriminal yang bertujuan untuk mendapatkan manfaat atau keuntungan berbentuk uang pada pihak lain yang melakukan tindak penipuan dan kecurangan. Dalam suatu fraud, akan terjadi suatu bentuk kesalahan, terutama dalam hal finansial perusahaan.

Ttindakan ini cenderung akan lebih mudah dilakukan jika mereka adalah orang yang berasal dari organisasi atau instansi tersebut. Hal ini tentunya dilakukan demi mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompoknya dan merugikan pihak lain.

Secara keseluruhan, tindakan fraud dalam dunia akuntansi diartikan sebagai bentuk penipuan dan penyembunyiaan atas pelanggaran terhadap suatu kepercayaan yang telah diberikan pada orang tersebut.

Berbagai Faktor Terjadinya Fraud

  • Kesempatan

Terdapat berbagai faktor yang bisa menyebabkan terjadinya fraud dalam suatu lembaga atau instansi perusahaan. Namun, faktor utamanya adalah karena adanya kesempatan yang mendukung mereka bisa melakukan kejahatan fraud. Kesempatan untuk melakukan tindakan ini bisa terjadi kapan saja dan oleh siapa saja.

Oleh karena itu, tidak heran kita bisa menemukan kabar fraud dari mereka yang justru telah mempunyai jabatan atau kedudukan tinggi pada perusahaannya.

  • Tindakan Hukum yang Lemah

Selain itu, fraud juga bisa terjadi karena penegakan hukum yang berlaku terlalu lemah, sehingga beberapa individu akan mulai menyepelekan sanksi hukum yang berlaku disana. Hukum yang lemah juga mampu membuat sesorang menyalahgunakan kedudukannya untuk melakukan berbagai tindakan kriminal seperti fraud.

  • Adanya Sifat Buruk

Selain itu, fraud juga bisa terjadi karena ada individu yang memiliki sifat buruk, seperti tamak, dll. Sifat tamak ini akan semakin mendorong karyawan untuk melakukan upaya fraud ketika ada kesempatan. Sifat yang buruk ini juga bisa membuat seseorang mencari kesempatan ataupun peluang dalam melakukan tindakan kriminal atau tindakan yang menyimpang lainnya.

  • Himpitan Ekonomi

Kebutuhan manusia yang sangat mendesak juga bisa mendorong sesorang dalam melakukan tindakan fraud. Beban tekanan hidup yang berat akan merubah seseorang untuk mengambil keputusan yang akan mengungtungkan dirinya sendiri, dan tidak memikirkan bahwa ada pihak lain yang merugi karena tindakannya.

Jenis-Jenis Fraud

Tindakan fraud pada dasarnya terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Penyimpangan Aset

Jenis fraud ini meliputi seluruh tindakannya yang berkaitan erat dengan pencurian atau penyalahgunaan atas aset dan harta yang dipercayakan pada orang tersebut. Bentuk penyimpangan ini merupakan jenis fraud yang paling banyak terjadi pada perusahaan. Namun, penyimpangan ini adalah yang paling mudah untuk dideteksi karena aset perusahaan bisa diukur dan dihitung dengan mudah.

  • Pernyataan Palsu

Jenis fraud ini meliputi seluruh tindakan yang biasanya dilakukan oleh para pejabat atau eksekutif pada suatu perusahaan. Tindakan ini biasanya dilakukan demi menutupi kondisi keuangan yang sebenarnya. Untuk hal ini, pelaporan kuangan umumnya dilakukan dengan penuh bentuk tipuan demi keuntungan tersendiri, baik itu untuk perusahaan maupun untuk pelaku fraud.

  • Korupsi

Korupsi dan suap merupakan tindakan fraud yang sulit sekali untuk dilacak. Kita sudah sering mendengar berita tentang jenis fraud ini karena sering terjadi dimana saja. Tindakan kriminal ini bisa saja terjadi karena adanya kelemahan pada tindak penegakan hukum.

  • Pencurian Data

Perlu Anda ketahui bahwa pencurian data adalah salah satu bentuk fraud. Terlebih lagi jika perusahaan tersebut bergerak dalam bisang kuangan, maka data nasabah ini sering sekali dicuri. Tindakan ini merupakan tindakan yang menyimpang karena bisa merugikan karyawan lain.

  • Penggelapan Uang

Fraud juga bisa terjadi dalam bentuk penggelapan uang atau data yang dilakukan demi memperkaya diri sendiri. Kasus penggelapan ini bisa terjadi pada divisi apa saja sehingga sangat penting untuk diwaspadai bersama.

Contoh Kecurangan (Fraud) dalam Laporan Keuangan

Contoh fraud dalam laporan keuangan adalah sebagai berikut:

  • Earning Manajemen

Seperti yang sudah kita tahu, pengaturan profit memiliki keterkaitan yang erat dengan peningkatan laba atau performa suatu perusahaan karena nilai profit atau laba yang didapatkan pada suatu perusahaan seringkali dikaitkan dengan prestasi dari menajemen tersebut.

Selain kata laba, istilah lainnya seperti laba ditahan mungkin sudah sering Anda temui dalam neraca keuangan perusahaan.

Laba ditahan memiliki peranan yang penting dalam laporan keuangan suatu perusahaan. Upaya pihak manajemen dalam memalsukan informasi keuangan atau memanipulasi laba bisa juga digunakan untuk memanipulasi laba ditahan dalam menyajikan laporan keuangannya, sehingga penyajian informasinya bisa menyesatkan investor ataupun kreditor.

  •  Income Smoothing

Perataan laba adalah salah satu bentuk upaya yang dilakukan dari manajemen laba. Usaha ini dilakukan manajemen agar bisa menyeimbangkan laba, dimana pendapatan dan beban akan dialihkan ke beberapa periode lain yang sedang melonjak harganya pada periode waktu tertentu. Perataan laba ini dilakukan ketika terjadi transaksi atau menempatkannya pada beberapa periode tertentu.

Cara Mencegah Terjadinya Fraud

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa fraud merupakan tindakan yang mampu merugikan orang lain atau perusahaan. Oleh karena itu, fraud harus dicegah sesegera mungkin. Terdapat beberapa cara yang bisa digunakan untuk mencegah fraud, seperti:

  • Sosialisasi SOP Anti Korupsi

Suatu perusahaan perlu menyampaikan informasi pentingya tentang anti korupsi. Kegiatan ini perlu disosialisasikan pada semua karyawan dengan disertai sanksi yang tegas dari perusahaan jika ada karyawan yang berani melakukan korupsi. Hukuman ini harus dilakukan dengan tanpa pandang bulu, baik itu pada pelanggar hukum maupun pelaku korupsi itu sendiri.

Dengan begitu, diharapkan tindakan korupsi akan bisa diminimalisir atau tidak ada lagi di dalam perusahaan.

Sanksi untuk pelaku tindak korupsi ini sebaiknya tidak berhenti hanya pemecatan saja, namun harus dibawa hingga ranah hukum. Dengan begitu, akan memberikan pelajaran yang berkesan untuk para karyawan agar tidak melakukan tindakan fraud.

  • Analisa Keuangan dengan Baik

Tindak pencegahan fraud juga bisa dilakukan dengan cara lain, yaitu dengan menganalisa keuangan dengan baik. Sehingga, kesempatan ataupun peluang karyawan dalam melakukan tindakan fraud pun bisa berkurang. Tindakan ini penting untuk dilakukan sebagai bentuk antisipasi sehingga bisa meminimalisir tindakan fraud.

Kesimpulan

Fraud dalam dunia akuntansi pada dasarnya adalah tindak penipuan finansial yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam laporan keuangannya demi mendapatkan keuntungan tersendiri dengan merugikan banyak pihak. Beberapa faktor terjadinya tindakan fraud adalah kesempatan, tindakan hukum yang lemah, sifat buruk karyawan, serta himpitan ekonomi.

Terdapat berbagai cara dalam mencegah tindakan fraud tersebut seperti memberikan SOP anti korupsi dan membuat analisa keuangan dengan baik. Anda juga bisa menggunakan aplikasi akuntansi dengan basis cloud untuk menyimpan data keuangan Anda yang disertai dengan otorisasisi khusus yang baik agar datanya aman.

Salah satu software akuntansi berbasis cloud yang sudah terpercaya adalah Accurate Online. Aplikasi ini akan memudahkan Anda dalam mengurus segala hal yang menyangkut akuntansi perusahaan Anda secara lebih mudah dan cepat. Sehingga, laporan keuangan dan akuntansi bisa disajikan secara faktual.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini: