Laporan Arus Kas Tidak Langsung: Pengertian, Kelebihan, Cara Menyusun, dan Perbedaannya.

oleh | Feb 12, 2024

source envato.

Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung: Pengertian, Kelebihan, Cara Menyusun, dan Perbedaannya.

Dibalik kisaran angka dan transaksi bisnis, tersembunyi cerita menarik tentang kesehatan keuangan suatu perusahaan.

Salah satu alat yang membuka tirai misteri ini adalah Laporan Arus Kas yang merupakan bagian dari laporan keuangan.

Namun, apa yang terjadi ketika laporan itu dihadirkan dengan metode tidak langsung? Scroll untuk pelajari lebih lanjut!

Seluruh pembahasan ini akan menyangkut tentang pengertian, elemen-elemen, dan hal lain yang berkaitan dengan laporan arus kas metode tidak langsung.

Pengertian Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung

Laporan arus kas metode tidak langsung adalah metode penyusunan laporan arus kas yang memulai penghitungan dari pendapatan bersih aliran kas aktivitas operasional.

Metode tidak langsung dimulai dari laba bersih atau rugi bersih, seperti yang dijelaskan dalam laman Shopify.

Artinya, dalam metode ini, tidak ada pemisahan langsung antara transaksi non-kas dan transaksi kas yang berkaitan dengan aktivitas operasional.

Pada arus kas metode metode tidak langsung, laporan arus kas akan mengalokasikan perubahan dalam pos-pos laba bersih atau rugi bersih yang tidak melibatkan kas, seperti:

  • penyusutan,
  • amortisasi, dan
  • perubahan dalam aset dan kewajiban lancar yang tidak berdampak langsung pada aliran kas.

Untuk memahami pembuatan laporan arus kas metode tidak langsung, maka kunci dalam memahaminya adalah dengan persamaan dasar akuntansi.

Persamaan dasar akuntansi yang dimaksud adalah laba bersih yang berada di sebelah kredit.

Berdasarkan pengertian di atas, selanjutnya kita akan menggunakan logika akun normal yang berasal dari akun lain yang memengaruhi laba bersih.

Data yang bisa digunakan dalam membuat laporan arus metode tidak langsung ini adalah data komparatif laporan keuangan dari tahun lalu dan tahun berjalan.

Namun, beberapa hal yang harus diperhatikan selain beberapa akun dan kewajiban dari kegiatan operasi lancar adalah depresiasi, amortisasi, dan laba atau rugi atas suatu pelepasan aset tetap.

 

Komponen Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung

Agar lebih memudahkan kita dalam memahaminya, maka kita akan menggunakan asumsi perusahaan PT ABC mempunyai laba bersih sebanyak Rp50.000.000.

1. Beban Depresiasi dan Amortisasi

Dalam laporan arus kas metode tidak langsung, beban depresiasi dan amortisasi ini pada dasarnya tidak mempengaruhi arus kas, namun akan diinput dalam perhitungan laba rugi.

Sehingga, Anda harus menambahkan suatu beban depresiasi dan amortisasi ini ke dalam angka laba rugi guna mencari arus kas.

Kita asumsikan bahwa beban depresiasi PT ABC di tahun 2019 adalah Rp750.000.

2. Untung/ Rugi atas Pelepasan Aset Tetap

Salah satu bentuk pelepasan aset tetap adalah dengan cara penjualan.

Bentuk transaksi yang berhubungan dengan aset tetap di dalam laporan arus kas metode tidak langsung akan diinput pada bagian arus kas dari aktivitas investasi.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa laba-rugi atas pelepasan aset tetap akan mempengaruhi nilai laba-rugi pada laporan laba rugi.

Sehingga, nilai keuntungan-kerugian di dalamnya harus Anda keluarkan dari bagian aktivitas operasi.

Keuntungan atas penjualan aset akan menambah laba-rugi, sehingga nilai laba tersebut akan dikurangi dari aktivitas operasi saat membuat laporan arus kas metode tidak langsung.

Disisi lain, rugi akan mengurangi laba, sehingga angka kerugian akan dimasukkan kembali pada nilai laba bersih dan menambahkannya.

3. Piutang Usaha

Pada laporan arus kas metode tidak langsung, Anda harus memperhatikan adanya perubahan yang terjadi pada akun piutang usaha.

Apakah ada peningkatan atau penurunan jika dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya.

Kita sudah mengetahui bersama bahwa akun normal dari piutang usaha ini berada di sebelah debit.

Itu artinya, jika ada penambahan piutang, maka piutang akan di debit, dan akan ada pengurangan pada akun kredit.

Kita asumsikan bahwa nilai piutang usaha pada laporan keuangan PT ABC di tahun 2018 adalah senilai Rp5.000.000.

Lalu di tahun 2019 adalah Rp6.500.000. Disana terdapat peningkatan piutang sebesar Rp1.500.000.

Jika di input dengan metode tidak langsung, maka adanya peningkatan piutang akan berada di posisi debit, yang berlawanan dengan karakteristik laba bersih yang ada di sebelah kredit.

Karena keduanya memiliki sifat yang berlawanan, maka nilai Rp1.500.000 ini akan disesuaikan dan dikurangi pada laba bersih.

4. Beban Dibayar Di Muka

Meskipun nama akun ini adalah beban, namun akun beban dibayar di muka yang terdapat pada laporan arus kas metode tidak langsung diartikan sebagai piutang.

Contoh akun ini adalah Asuransi yang Dibayar di Muka, atau sewa yang dibayar di muka.

Dengan sifatnya yang sama seperti piutang, maka akun normal dari akun tersebut adalah debit.

Saat beban dibayar di muka ini berkurang, maka akan dikredit dengan nilai yang sesuai dengan jumlahnya.

Kita asumsikan bahwa PT ABC memiliki asuransi dibayar dimuka pada tahun 2017 sebanyak RP3.500.00 dan pada tahun 2019 menurun menjadi senilai Rp2.300.000.

Maka disana terjadi penurunan nilai asuransi dibayar di muka sebanyak Rp1.200.00.

Nilai perubahan tersebut akan menambah laba bersih karena nilai penurunannya searah dengan sifat laba bersih yang ada disebelah kredit.

5. Persediaan

Pada dasarnya, akun persedian di dalam laporan arus kas metode tidak langsung masih sama seperti akun aset lainnya, yaitu memiliki saldo normal yang berada di sebelah debit.

Kita asumsikan pada tahun 2018, PT ABC mempunyai nilai persedian sebanyak Rp75.000.000. Lalu di tahun 2019 terjadi peningkatan sebanyak Rp10.000.000.

Peningkatan yang ada pada akun persediaan ini akan di debit, sedangkan laba bersih mempunyai nilai saldo normal kredit.

Adanya perubahan sebanyak Rp10.000.00 pada persediaan ini akan dikurangi demi menyesuaikan nilai laba bersih.

6. Utang Usaha

Pada laporan posisi keuangan PT ABC di 31 Desember 2018 terdapat nilai utang usaha sebanyak Rp85.000.000. Sedangkan di tahun 2019 bertambah sebanyak Rp93.000.000.

Saldo normal dari utang usaha ini berada di sebelah kredit dalam persamaan dasar akuntansi.

Sehingga, peningkatan utang usaha sebanyak Rp8.000.000 tersebut akan menambah laba bersih yang ada dalam laporan kas.

7. Utang Pajak Penghasilan

Bentuk perlakuan untuk setiap perubahan utang pajak penghasilan ini serupa dengan utang usaha. Adanya utang pajak terjadi karena beban pajak penghasilan yang belum terbayar.

Pembayaran utang pajak ini akan mempengaruhi perubahan nilai utang pajak di dalam buku laporan keuangan.

Asumsikan pada tahun 2014 PT ABC memiliki utang pajak RP3.500.000 dan pada tahun 2019 utang pajak penghasilannya Rp1.250.000. Anda bisa lihat di sana ada penurunan utang pajak sebanyak Rp2.250.000.

Nilai tersebut akan dikurangi pada bagian laba bersih perusahaan dikarenakan adanya penurunan pada utang pajak yang selanjutnya akan di debit yang berlawanan dengan saldo kredit laba bersih.

Setelah semua item lancar dari aset dan kewajiban tersebut dimasukan, maka Anda akan mendapatkan nilai bersih yang sudah disesuaikan, yaitu arus kas bersih dari kegiatan operasional sebanyak Rp40.700.000.

 

Perbedaan Arus Kas Langsung dan Tidak Langsung

Perbedaan terletak pada cara penyajian arus kas dari operasi bisnis dalam Laporan Arus Kas. Berikut adalah perbedaan utamanya dengan Arus Kas Metode Langsung tersebut:

Arus Kas Langsung:

1. Penyajian Utama:

  • Arus kas langsung secara langsung menyajikan semua arus kas kunci dari operasi bisnis.
  • Setiap aliran kas, seperti penerimaan dari pelanggan dan pembayaran kepada pemasok, dicatat secara terpisah dalam Laporan Arus Kas.

2. Detail Transaksi:

  • Metode ini memerlukan pengungkapan rinci transaksi kas utama, seperti penerimaan kas dari penjualan dan pembayaran kas kepada pemasok.
  • Ini memberikan visibilitas yang tinggi tentang sumber dan penggunaan kas dalam operasi sehari-hari.

3. Lebih Jelas dan Transparan:

  • Arus kas langsung lebih jelas dan transparan karena mencantumkan setiap transaksi kas utama secara langsung.
  • Ini membantu pengguna laporan untuk dengan cepat memahami asal dan tujuan dari setiap aliran kas.

Arus Kas Tidak Langsung:

1. Penyajian Tidak Langsung:

  • Arus kas tidak langsung secara tidak langsung menyajikan arus kas bersih dari operasi bisnis.
  • Ini menggunakan metode yang tidak langsung, seperti menyesuaikan laba bersih dengan item-item yang tidak kas untuk mencari tahu arus kas bersih.

2. Basis Laba Bersih:

  • Metode ini sering kali menggunakan laba bersih sebagai titik awal untuk menentukan arus kas bersih, yang kemudian disesuaikan dengan item seperti penyusutan, perubahan persediaan, dan piutang bersih.

3. Tidak Secara Spesifik:

  • Arus kas tidak langsung tidak secara langsung menyajikan detail transaksi kas individu.
  • Ini membuatnya kurang spesifik daripada arus kas langsung dalam hal menunjukkan sumber dan penggunaan kas secara langsung.

Pilihan antara arus kas langsung dan tidak langsung tergantung pada preferensi manajemen dan persyaratan pelaporan.

Namun, arus kas langsung sering dianggap lebih informatif dan transparan karena menyajikan detail transaksi kas secara langsung.

 

Keuntungan Menggunakan Metode Arus Kas Tidak Langsung

Meskipun metode arus kas tidak langsung sering kali dianggap kurang transparan daripada metode arus kas langsung.

Ada beberapa kelebihan yang dapat menjadi pertimbangan untuk memilih metode ini:

1. Sederhana dan Mudah Dimengerti

Lebih mudah dipahami bagi pemilik bisnis tanpa latar belakang keuangan yang kuat.

2. Mengungkapkan Hubungan dengan Laba Bersih

Memungkinkan analisis hubungan antara laba bersih dan arus kas bersih.

3. Tidak Memerlukan Rincian Transaksi Kas

Tidak perlu catatan rinci transaksi kas, mengurangi beban administratif.

4. Pengungkapan Tren dan Pola

Meskipun tidak sejelas metode arus kas langsung, masih dapat mengidentifikasi tren dan pola arus kas.

5. Kemudahan Implementasi

Lebih mudah diimplementasikan dalam sistem pencatatan keuangan yang sudah ada.

             Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa keputusan menggunakan metode arus kas tidak langsung harus dipertimbangkan dengan baik sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

 

Cara Menyusun Laporan Arus Kas Tidak Langsung

arus kas metode tidak langsung

sumber: akseleran.co.id

Berikut adalah beberapa langkah yang perlu Anda lakukan dalam membuat arus kas dengan menggunakan metode tidak langsung

Sebelumnya tahukah Anda pembuatan laporan arus kas dapat dilakukan secara otomatis? Anda dapat menggunakan Software Akuntansi untuk membuat laporan secara cepat dan akurat

Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Menyiapkan Data Laporan Laba Rugi Usaha

Langkah awal yang harus Anda siapkan dalam membuat laporan arus kas metode tidak langsung adalah data.

Data yang harus Anda persiapkan adalah laporan laba rugi selama satu periode berjalan. Disana Anda akan melihat berapa banyak keuntungan atau laba yang tertulis.

2. Menyiapkan Laporan Neraca Periode Berjalan

Langkah kedua dalam membuat laporan arus kas metode tidak langsung adalah dengan menyiapkan dara laporan neraca ketika periode berjalan dan selama satu tahun sebelumnya.

3. Membandingkan Kedua Laporan Neraca

Pada langkah ini, Anda harus membuat perbandingan nominal dari setiap akun yang sudah tertera pada kedua laporan neraca.

Lalu harus disisipkan pada kolim Net Change yang berada di paling kanan dan menampilkan informasi selisih atau hasil perbandingan tahun periode berjalan dan satu periode sebelumnya.

Indikator yang digunakan adalah bila kolom Net Change nilainya positif, maka artinya ada penerimaan kas. Sedangkan jika minus, berarti ada pengeluaran kas.

4. Menyusun Laporan Arus Kas

Setelah Anda mendapatkan laporan laba-rugi serta perbandingan laporan neraca, maka saat ini Anda sudah bisa membuat dan menyusun laporan arus kas metode tidak langsung berdasarkan beberapa elemen di atas.

Baca Juga: Cara Mudah Membuat Laporan Keuangan dengan Software Akuntansi

 

Kesimpulan

Walaupun memang terlihat rumit untuk dimengerti dan dikerjakan, namun laporan arus kas metode tidak langsung akan mudah dipahami dan dikerjakan jika seluruh data-data penunjangnya bisa Anda dapatkan dengan tepat dan akurat.

Tapi, jika Anda ingin melakukan penyusunan yang lebih praktis dan efisien, maka Anda bisa menggunakan Software Akuntansi dari Accurate Online.

Aplikasi online ini sangat cocok untuk digunakan oleh seluruh model bisnis. Selain lebih mudah digunakan, Anda juga bisa mendapatkan banyak sekali keuntungan.

Accurate Online hadir demi membantu para pengusaha agar bisa menjalankan berbagai bentuk usahanya dengan membantu pencatatan transaksi, pembuatan faktur, penyusunan laporan keuangan serta pelaporan pajak yang sebelumnya sudah terintegrasi degan fitur e-faktur pajak serta sudah memiliki form pajak.

Dengan menggunakan Accurate Online yang praktis, maka Anda bisa mengaksesnya dimanapun dan kapanpun.

Jadi, Anda tidak perlu repot-repot menyusun laporan secara manual lagi di excel.

Sehingga cara penggunaanya lebih praktis karena bisa diakses kapanpun dan dimanapun. Jadi Anda tak perlu pusing menyusun laporan secara manual deh!

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

akuntansibanner
sidebarPromo

Download Template Pembukuan Bisnis

Template pembukuan untuk bisnismu dengan format Excel.

Khaula Senastri
Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.

Artikel Terkait