Cost Benefit Analysis (CBA): Pengertian, Manfaat, dan Tahapan Kerjanya

Cost benefit analysis (CBA) atau analisis biaya manfaat adalah hal yang perlu dilakukan oleh perusahaan sebelum memutuskan menggunakan anggaran perusahaan. Analisis perhitungan ini memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih baik guna menghindari potensi kerugian.

Lebih jauh, CBA juga mampu memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan bisnis (growth rate) hingga perkembangan dan pertumbuhan penjualan (sales growth). Dengan begitu, perusahaan dapat terbantu dalam mencapai tujuan bisnisnya.

Untuk itu, artikel berikut ini akan menjelaskan lebih lanjut mengenai cost benefit analysis, beserta manfaat dan tahapan kerjanya. Tentunya, akan diuraikan pula kelebihan dan kekurangan dari penerapannya sebagaimana metode analisis lain.

Apa Itu Cost Benefit Analysis?

Mengutip dari laman Harvard Business School, cost benefit analysis (CBA) adalah proses membandingkan atau menganalisis perkiraan biaya dan manfaat yang terkait dengan keputusan proyek bisnis. Proses ini biasanya dilakukan untuk menentukan masuk akal atau tidaknya pelaksanaan proyek tersebut dari perspektif bisnis.

CBA melibatkan perhitungan atas semua biaya proyek (total fixed cost) dan mengurangi jumlah dari total manfaat yang diproyeksikan perusahaan. Apabila manfaat yang diproyeksikan lebih besar daripada biayanya, maka perusahaan dapat mengatakan bahwa keputusan proyek bisnis itu baik untuk diterapkan. Sebaliknya, apabila biayanya lebih besar daripada manfaatnya, perusahaan perlu mengevaluasi keputusan atau proyek yang ingin dibuat.

CBA merupakan bentuk pengambilan keputusan yang berbasis pada data. Prinsip dan kerangka dasarnya pun dapat diterapkan di hampir semua proses pengambilan keputusan, baik yang terkait langsung dengan bisnis ataupun tidak. Karena itu, CBA sering digunakan dalam dunia manajemen bisnis, baik di perusahaan besar maupun perusahaan rintisan.

Baca Juga: Mengenal Fixed Cost dan Bedanya Dengan Variable Cost

Manfaat Cost Benefit Analysis

Dari pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa cost benefit analysis adalah inisiatif yang penting bagi perusahaan. Terutama di era modern ini, di mana berbagai resiko kerugian bisa hadir dari mana saja.

Di beberapa perusahaan besar maupun rintisan, CBA juga telah menjadi inisiatif tetap dalam jadwal proses bisnis perusahaan. Pasalnya, ia dapat membawa sejumlah manfaat, seperti:

  • Membantu perusahaan untuk fokus pada pengambilan keputusan berdasarkan data, bahkan data dalam jumlah besar.
  • Membantu tim manajemen perusahaan untuk membuat keputusan bisnis dengan mudah.
  • Memberikan kejelasan dalam situasi tak terduga.
  • Membuka kesempatan tinggi untuk menemukan biaya dan manfaat tersembunyi.
  • Membantu perusahaan untuk memberikan competitive advantage, misalnya mempermudah dalam melakukan competitive analysis atau analisis kompetitor.
  • Dapat membantu perusahaan untuk mencegah terjadinya kerugian.
  • Membantu meningkatkan ROI (return on investment), pendapatan atau revenue bisnis, keuntungan, hingga mendukung peningkatan enterprise value atau nilai perusahaan secara keseluruhan.

Baca Juga: Apa Itu Roi, Berikut Pengertian Lengkap dan Cara Menghitungnya

Tahapan Melakukan Cost Benefit Analysis

Proses kerja cost benefit analysis tidak bisa dilakukan sembarangan. Di mana ada beberapa tahapan kerja yang perlu diikuti agar hasilnya bisa maksimal. Tahapan tersebut di antaranya meliputi:

1. Buat Kerangka Perencanaan

Tahapan pertama dalam cara kerja CBA adalah membuat kerangka perencanaan. Pada tahap ini, Anda harus menetapkan poin-poin dasar, pendukung, dan krusial yang perusahaan perlu penuhi guna menunjang proses analisis.

Selanjutnya, tentukan metriks yang ingin digunakan untuk mengukur dan membandingkan biaya dan manfaat sebagai indikator untuk menafsirkan hasil analisis nantinya. Untuk membandingkan keduanya secara akurat, biaya dan manfaat harus diukur dalam nilai mata uang yang sama. Hal ini dapat mengurangi resiko kegagalan dalam proses CBA perusahaan.

2. Identifikasi Biaya dan Manfaat

Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi biaya dan manfaat. Anda bisa membuat dua daftar terpisah yang berisi semua biaya yang diproyeksikan dan semua manfaat yang diharapkan dari proyek atau tindakan yang diusulkan.

Terkait rincian biaya, perusahaan perlu mencantumkan semua biaya termasuk biaya langsung, biaya tidak langsung, biaya teraba, dan biaya peluang yang terdapat dalam anggaran perencanaan, pelaksanaan, dan finalisasi produk.

Kemudian untuk manfaat, perusahaan bisa memasukkan hal-hal seperti perkiraan target pasar yang diperoleh dan prediksi penjualan yang dapat tercapai. Hal ini juga dapat mencakup manfaat langsung, manfaat tidak langsung, manfaat tidak teraba, dan manfaat kompetitif.

3. Tetapkan Nilai dari Biaya dan Manfaat

Biaya dan manfaat yang muncul tentunya akan lebih mudah jika dihitung dalam bentuk mata uang. Karena itu, Anda harus terlebih dahulu menentukan mata uang yang digunakan dan nominal yang jelas. Dengan begitu, perusahaan dapat membandingkan keuntungan dan pengeluaran dengan lebih mudah.

4. Hitung dan Bandingkan Hasil Perhitungan CBA

Hal terakhir yang perlu dilakukan adalah menghitung dan membandingkan jumlah biaya dan manfaat. Seperti telah disebutkan sebelumnya, apabila jumlah manfaat melebihi besaran jumlah biaya, maka perusahaan bisa menjalankan proyek atau pekerjaan tersebut. Namun, apabila jumlah biaya lebih besar daripada jumlah manfaat, perusahaan sebaiknya meninjau ulang proyek atau pekerjaan tersebut.

Baca Juga: Benefit Cost Ratio: Pengertian, Rumus, dan Contoh Perhitungannya

Kelebihan dan Kekurangan CBA

Semua teknik analisis memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu juga cost benefit analysis. Untuk kelebihan dari CBA sendiri di antaranya adalah:

  • Bisa membantu menyederhanakan pengambilan keputusan.
  • Menggunakan data sebagai dasar perhitungan sehingga hasilnya terbilang sangat valid.
  • Mampu mengungkapkan biaya dan manfaat (keuntungan yang tersembunyi).
  • Sementara, untuk kekurangan dari CBA meliputi:
  • Lebih cocok digunakan untuk proyek jangka pendek dan jangka menengah, bukan jangka panjang.
  • Ketergantungan terhadap basis data yang digunakan dan hasil analisis data tersebut merupakan faktor pengambilan keputusan.
  • Sangat sulit memprediksi semua variabel yang bersifat mungkin (tidak pasti).
  • Bisa mengabaikan aspek moral kemanusiaan karena berorientasi pada manfaat (keuntungan) maksimal.

Baca Juga: CVP Adalah: Pembahasan Lengkap Mengenai Cost, Volume, Profit pada Bisnis

Penutup

Cost benefit analysis merupakan salah satu teknik penilaian risiko yang membantu perusahaan dalam memilih atau memutuskan tindakan apa yang perlu diambil untuk suatu risiko. Hal ini akan memengaruhi perusahaan dalam menerapkan skala prioritas terkait manajemen keuangannya guna meningkatkan performa perusahaan.

Untuk membantu memaksimalkan proses manajemen keuangan, perusahaan juga bisa menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi seperti Accurate Online. Pasalnya, Accurate Online menyediakan lebih dari 200 jenis laporan akuntansi dan bisnis yang mudah digunakan dan bisa diakses kapan pun serta di mana pun.

Berbagai fitur yang tersedia di dalamnya ditujukan untuk membuat proses pengelolaan dan pembuatan laporan keuangan menjadi lebih cepat, akurat, dan otomatis. Ratusan ribu pebisnis di Indonesia juga telah menggunakan Accurate Online untuk membantunya mencapai kesuksesan finansial.

Nah, jika Anda tertarik untuk mencobanya, segera klik tautan gambar di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.