Mengenal Jurnal Pembagian Dividen dan Cara Mencatatnya

Jurnal pembagian dividen adalah istilah yang sudah sangat umum dalam dunia akuntansi. Jenis jurnal ini kerap kali digunakan oleh perusahaan besar dan juga investor dalam mencatat total dividen yang akan dibagikan dan diperolehnya.

Dividen memang menjadi daya pikat utama seseorang untuk mau berinvestasi. Nah, pada kesempatan kali ini mari kira mengenal jurnal pembagian dividen dan cara pencatatannya secara mudah.

Apa itu Jurnal Pembagian Dividen?

Dalam dunia akuntansi, jurnal pembagian dividen adalah ayat jurnal yang digunakan dalam mencatat total dividen yang dibagikan pada setiap pemilik saham. Nantinya, dividen ini akan dianggap sebagai uang dividen, yakni kewajiban yang timbul saat perusahaan mengumumkan pembagian dividen secara tunai pada pemilik saham, sesuai yang dijelaskan dalam laman Wikipedia.

Saat dewan direksi pada suatu perusahaan telah mengesahkan dan mengumumkan dividen secara tunai, maka kewajiban utang dividen yang sama dengan jumlah dividen yang diumumkan pun akan muncul.

Baca juga: Apa itu Sistem Dana Tetap? Bagaimana Cara Kerjanya?

Pencatatan Dividen pada Laporan Akuntansi

Utang dividen akan dianggap sebagai kewajiban lancar karena sebagian besarnya dibayar dalam jangka waktu satu tahun sejak tanggal pengumumannya dikeluarkan. Dividen akan dicatat dalam laporan arus kas, neraca, dan laporan perubahan modal.

Bila neraca dibuat pada tanggal pengumuman dividen dan tanggap pembayaran tunak aktual pada pemilik saham, maka saldo dalam akun utang dividen harus dilaporkan dalam bagian kewajiban lancar di dalam neraca.

Baca juga: Mengenal Persentase Keuntungan dan Kerugian Serta Cara Menghitungnya

Format Ayat Jurnal Pembagian Dividen

1. Jurnal Pada Saat Pengumuman Dividen

Seringkali dividen diumumkan oleh perusahaan sebelum melakukan pembayarn tunai aktual pada pemilik saham. Saat dividen diumumkan, maka akun laba akan ditahan di debit dan akun utang dividen akan dikreditkan.

Berikut ini adalah contoh entri jurnalnya:

jurnal dividen

Ayat jurnal di atas akan menyebabkan kewajiban utang dividen yang nominalnya sama dengan jumlah dividen yang diumumkan oleh dewan direksi. Sehingga, hal tersebut nantinya mampu mengurangi saldo akun laba ditahan dengan nominal yang sama.

2. Jurnal Pada Saat Pembayaran Dividen

Saat dividen yang diumumkan sebelumnya dibayar pada pemilik saham, maka akun utang dividen akan didebit dan akun kas akan dikreditkan. Jurnal untuk pembayaran tunai pun nantinya akan terlihat seperti di bawah ini:

jurnal dividen

Akibat dari adanya entri jurnal di atas, maka saldo kas akan dikurangi dengan jumlah dividen yang dibayar pada pemilik saham dan kewajiban utang dividen pun akan dihapus.

Baca juga: Rumus Metode Penyusutan Akurat dan Cara Menghitungnya

Contoh Soal Jurnal Pembagian Dividen

Katakanlah selama tahun 2021 lalu PT XYZ mempunyai 500 ribu lembar saham biasa dengan nilai nominal 5 ribu rupiah dan 40 ribu lembar saham preferen 8% dengan nilai nominal 50 ribu rupiah yang beredar. Direksi perusahaan mengumumkan bahwa dividen selama tahun 2021 adalah sebagai berikut:

  • Menyatakan bahwa dividen tunai sebesar 500 rupiah per saham pada saham biasa dengan nilai nominal 5 ribu rupiah
  • Mengumumkan bahwa dividen tunai pada 8%%, saham preferen dengan nilai 50 ribu rupiah.

Nah, jurnal yang diperlukan ketikan pengumuman dan pembayaran dividen di atas adalah sebagai berikut:

1. Jurnal yang dibutuhkan ketika pengumuman dividen tunai:

Berdasarkan data di atas, PT XYZ mendebit akun laba ditahan dan akun utang dividen kredit sebanyak 450 juta rupiah.

2. Jurnal yang dibutuhkan ketika melakukan pembayaran dividen secara tunai:

Berdasarkan data entri jurnal di atas, maka PT XYZ akan mendebit akun utang dividen dan mengkreditkan akun kas sebanyak 450 juta rupiah. Nah, angka tersebut di dapat berdasarkan perhitungan di bawah ini:

Dividen yang diumumkan selama tahun 2021:

Dividen tunai atas saham biasa:
= 500.000 lembar saham × Rp. 500
= Rp. 250.000.000

Dividen tunai atas saham preferen:
50.000 lembar saham × Rp. 50.000 × 8%
= Rp. 200.000.000

Total dividen tunai yang diumumkan pada kedua jenis saham selama tahun 2021 adalah:

= Rp. 250.000.000 + Rp. 200.000.000
= Rp. 450.000.000

Baca juga: Mengenal Biaya Diskresioner dan Contohnya

Penutup

Demikianlah pembahasan dari kami tentang jurnal pembagian dividen yang harus Anda ketahui. Dengan membaca artikel ini, diharapkan Anda bisa lebih mudah dalam membuat jurnal pembagian dividen.

Tapi jika Anda masih kesulitan atau tidak memiliki waktu untuk membuatnya, Anda bisa mempercayakannya pada Accurate Online.

Aplikasi berbasis website ini telah dilengkapi dengan sistem keamanan super canggih. Tampilan dashboard di dalamnya pun didesain dengan sangat sederhana dan cukup menarik. Sehingga, orang awam pun bisa dengan mudah menggunakan Accurate Online, di mana saja dan kapan saja.

Accurate Online terbukti #lebihbaik dalam menyediakan software akuntansi dan bisnis, karena telah dipercaya oleh ratusan ribu pebisnis di Indonesia. Bahkan, Accurate Online telah meraih penghargaan TOP Brand Award sejak tahun 2016 hingga tahun sekarang. Sehingga, Anda sudah tidak perlu lagi meragukan keandalan dari aplikasi ini.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan, termasuk laporan jurnal pembagian dividen, secara otomatis, cepat dan juga akurat.

Fitur tersebut juga terintegrasi dengan berbagai fitur bisnis luar biasa lainnya, sehingga akan memudahkan Anda dalam melakukan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang di gudang, menyelesaikan urusan perpajakan, dan masih banyak lagi.

Lebih menariknya lagi, seluruh keunggulan dan fitur luar biasa dari Accurate Online bisa Anda nikmati dengan mengeluarkan biaya investasi yang sangat terjangkau. Bahkan, Anda bisa mencobanya lebih dulu selama 30 hari gratis melalui tautan gambar di bawah ini.

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.