Langkah Membuat Laporan Penjualan Harian Beserta Contohnya

Laporan penjualan adalah alat serbaguna yang menjadi dasar untuk interpretasi data penjualan, yang kemudian digunakan sebagai bahan pertimbangan keputusan bisnis. Dalam hal ini, laporan penjualan dapat berupa laporan penjualan harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan.

Adapun pembuatan laporan penjualan harus dibuat sedetail dan seakurat mungkin. Sebab, laporan penjualan adalah bentuk pertanggungjawaban yang harus dipresentasikan kepada pihak manajemen dan pimpinan perusahaan.

Artikel berikut ini akan menguraikan langkah membuat laporan penjualan beserta contohnya. Namun sebelum itu, mari pahami terlebih dahulu pengertian dari laporan penjualan, fungsi dan manfaatnya, serta jenis-jenisnya.

Apa Itu Laporan Penjualan?

Laporan penjualan adalah sebuah dokumen yang menggambarkan berapa banyak penjualan yang dibuat oleh perusahaan setiap harinya. Laporan penjualan dapat digunakan untuk memantau ketercapaian atau key performace indicators (KPI), yang digunakan untuk mengukur progres kerja setiap perwakilan penjualan.

Laporan penjualan juga berguna bagi banyak pihak di perusahaan, mulai dari tim penjualan, manajemen, hingga pimpinan perusahaan. Di mana data penjualan digunakan sebagai sumber informasi untuk melihat tren pasar dan menjadi bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan.

Baca juga: Pengertian Laporan Keuangan, Contoh, Dan Fungsinya Untuk Bisnis Anda

Fungsi dan Manfaat Laporan Penjualan

Setiap laporan yang dibuat di dalam perusahaan tentu memiliki fungsinya masing-masing. Sama halnya dengan laporan penjualan yang memiliki fungsi dan manfaat sebagai berikut.

1. Menggambarkan Kondisi Bisnis

Laporan penjualan berisikan riwayat transaksi yang terjadi dalam suatu bisnis sehingga kondisi untung atau rugi akan tergambarkan secara jelas.

Adapun untuk laporan penjualan harian memang tidak bisa digunakan secara langsung untuk melihat kondisi bisnis dalam gambaran besar. Namun, laporan penjualan harian dapat digunakan untuk memantau naik atau turunnya penjualan secara lebih akurat.

2. Sebagai Bahan Evaluasi

Karena laporan penjualan berisikan informasi penting terkait kondisi bisnis, maka pihak manajemen atau pimpinan perusahaan dapat merespons dengan cepat dan tepat guna mencari jalan keluar atau solusi. Dengan begitu, perusahaan akan lebih mudah dalam melakukan evaluasi terhadap strategi yang dijalankan sebelumnya.

3. Meningkatkan Produktivitas

Setelah mengetahui kondisi bisnis dan melakukan evaluasi, perusahaan dapat menentukan langkah dan strategi apa yang akan diambil. Selain itu, perusahaan juga dapat memaksimalkan kinerja dan produktivitas seluruh pihak yang terlibat dalam perusahaan berdasarkan analisis data laporan penjualan yang didapat oleh perusahaan.

4. Sebagai Bentuk Pertanggungjawaban

Laporan penjualan merupakan bentuk pertanggungjawaban atas setiap transaksi penjualan yang terjadi. Karena itu, laporan keuangan harus dibuat seakurat mungkin guna menghindari adanya kesalahan pencatatan.

5. Menunjukkan Kredibilitas Perusahaan

Laporan penjualan juga bisa dikatakan sebagai indikator bahwa perusahaan memiliki kredibilitas dan telah dikelola secara profesional. Sehingga, apabila perusahaan ingin mencari tambahan modal, laporan penjualan dapat berperan untuk memikat dan meyakinkan investor atau kreditur terkait pertumbuhan bisnis.

Baca juga: Cara dan Contoh Membuat Laporan Keuangan Sederhana Untuk UMKM

Jenis-Jenis Laporan Penjualan

Laporan penjualan dapat dibagi menjadi empat jenis berdasarkan scope atau rentang waktu yang ingin dibahas, yakni meliputi laporan penjualan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan.

1. Laporan Penjualan Harian

Laporan penjualan harian menggunakan metrik proses untuk melacak performa keseharian dari satu orang perwakilan penjualan, satu lokasi bisnis, atau seluruh tim penjualan. Di mana metrik pada penjualan ini terbagi atas metrik proses dan metrik hasil.

Metrik proses adalah sesuatu yang dapat dikontrol langsung oleh perwakilan penjualan, seperti email penjualan yang dikirim dan panggilan yang dilakukan. Sementara, metrik hasil adalah sesuatu seperti pendapatan yang tidak dapat dikontrol langsung oleh perwakilan penjualan, contohnya laba dan jumlah barang yang terjual.

2. Laporan Penjualan Mingguan

Laporan penjualan mingguan berisi metrik proses maupun metrik hasil. Hal ini berguna untuk meningkatkan performa kerja karena dapat memuat efek dari variasi penjualan sehari-harinya dan masih memungkinkan untuk diberikan timbal balik secara cepat.

3. Laporan Penjualan Bulanan

Laporan penjualan bulanan memberikan sudut pandang yang lebih luas mengenai progres tim penjualan, yang mana datanya bisa dipresentasikan ke hadapan manajemen dan pimpinan perusahaan. Data laporan penjualan bulanan memuat informasi setail yang dapat digunakan untuk mengatur strategi penjualan.

4. Laporan Penjualan Tahunan

Perusahaan juga dapat merilis laporan keuangan tiap kuartal atau tahunan. Dalam laporan penjualan tahunan terdapat data penjualan dari seluruh tim penjualan di perusahaan. Di mana hal ini berguna untuk memahami musim tren dan menentukan strategi jangka panjang.

Baca juga: Pengertian Laporan Laba Rugi, Jenis, Fungsi, Pengguna, Komponen, Cara Buat dan Contohnya

Langkah Membuat Laporan Penjualan

Secara sederhana, pembuatan laporan penjualan dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut.

1. Menetapkan Tujuan Pembuatan Laporan

Sebelum membuat laporan penjualan, Anda harus menentukan tujuan dari pembuatan laporan itu sendiri. Beberapa hal yang perlu ditentukan meliputi penerima laporan, scope atau rentang waktu yang akan di bahas. Hal ini agar laporan tidak sekedar menjadi alat menghitung laba-rugi, melainkan juga dapat dijadikan sebagai bahan analisa penjualan.

2. Mengumpulkan Bukti Transaksi

Selanjutnya, Anda perlu mengumpulkan seluruh bukti transaksi yang terjadi sesuai rentang waktu yang ditentukan. Penting pula untuk mengurutkan bukti tersebut sesuai dengan tanggal transaksi.

3. Menyusun Laporan

Penyusunan laporan penjualan dapat dimulai dengan menuliskan rangkuman penjualan, kemudian dilanjut dengan merincikan angka penjualan dan angka per pelanggan. Setelahnya, jelaskan hasil penjualan yang berisi semua nilai dan data yang relevan.

Anda juga perlu menyiapkan laporan lainnya, seperti laporan neraca, laporan arus kas, dan laporan laba rugi. Setelah semuanya siap, dokumen tersebut bisa Anda catat atau masukkan dalam aturan debit dan kredit.

Baca juga: Laporan Penjualan: Fungsi dan Peran Pentingnya untuk Bisnis

Contoh Laporan Penjualan Harian, Mingguan, Bulanan

Berikut ini contoh dari laporan penjualan harian, mingguan, dan bulanan yang bisa Anda gunakan sebagai referensi.

1. Contoh Laporan Penjualan Harian

2. Contoh Laporan Penjualan Mingguan

3. Contoh Laporan Penjualan Bulanan

Baca juga: 7 Laporan Akuntansi yang Penting Dalam Bisnis

Kesimpulan

Laporan penjualan adalah media informasi yang berisikan data penjualan yang terjadi di sebuah bisnis. Data yang terdapat dalam laporan penjualan digunakan oleh perusahaan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan untuk pengambilan keputusan. Di mana hal ini akan sangat berguna untuk mencapai tujuan perusahaan.

Karena itu, pembuatan laporan penjualan harus dilakukan secara terperinci, akurat, dan mudah dibaca, sehingga data yang disajikan menjadi lebih transparan serta memudahkan Anda untuk membuat jenis laporan keuangan lainnya. Untuk itulah, aplikasi bisnis dan akuntansi Accurate Online hadir untuk mempermudah proses pembukuan dan pembuatan laporan keuangan.

Accurate Online menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis, termasuk laporan arus kas. Berbagai fitur di dalamnya mudah untuk digunakan dan bisa diakses kapan saja serta di mana saja.

Begitu pun dengan pengalamannya yang lebih dari 20 tahun dalam memberikan sebuah metode pengelolaan keuangan yang praktis dan akurat bagi ratusan ribu pebisnis di berbagai sektor industri di Indonesia.

Jika tertarik untuk mencobanya, silahkan klik tautan gambar di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.