Mengenal Lebih Jauh Pengertian Ekuitas Dalam Ilmu Akuntansi

Pengertian ekuitas adalah komponen yang cukup penting dalam analisis keuangan. Mungkin, Anda akan mendengar ekuitas sebagai istilah yang cukup familiar apabila disebut dengan modal. Nah, ekuitas atau modal ini adalah hal yang sangat dibutuhkan untuk memulai suatu bisnis. Lalu, apabila seseorang yang ingin memulai usaha tetapi tidak mempunyai uang, maka bagaimana dengan ekuitasnya?

Mengenai ekuitas ternyata juga bisa dihubungkan dengan investor. Adanya penanaman modal dapat membuat suatu perusahaan menjadi mudah berkembang. Nah, modal atau ekuitas ini sangat penting perannya dalam bisnis. Terlebih, ada banyak elemen dari ekuitas ini.

Masih bingung? Yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini agar Anda lebih memahami tentang ekuitas dan seluk beluknya!

Baca juga : Pengertian 10 Prinsip Dasar Akuntansi Lengkap yang Harus Anda tahu

Pengertian Ekuitas

Di dalam ilmu akuntansi, pengertian ekuitas adalah selisih nilai aset dan liabilitas. Sehingga, ekuitas juga bisa disebut dengan hak residual yang dimiliki dari aset perusahaan tetapi dikurangi dengan liabilitas terlebih dahulu.

Liabilitas sendiri adalah hutang yang mesti dilunasi pada masa depan dan juga layanan yang mesti dilakukan di masa yang akan datang pada pihak lain. Semisal hutang perusahaan maupun biaya perbaikan dari komputer yang mesti dilakukan. Apabila liabilitas telah dibayarkan, maka aset inilah yang kemudian disebut dengan ekuitas.

Secara sederhana, pengertian ekuitas adalah besarnya hak maupun kepentingan dari pemilik perusahaan pada harta perusahaan. Apabila diingat kembali mengenai persamaan dasar akuntansi, pada sisi kiri ada harta dan sisi kanannya adalah utang serta ekuitas.

Pengertian ekuitas secara bahasa adalah equity atau equity of ownership yang memiliki arti sebagai kekayaan bersih dari perusahaan. Ekuitas juga diformulasikan dengan total dari aktiva yang dikurangi dengan total pasiva.

Ekuitas adalah hak pemilih perusahaan yang merupakan selisih dari aktiva dengan kewajiban. Sehingga, ekuitas bukan lah ukuran nilai jual dari perusahaan tersebut,

Apabila dirumuskan, maka “Ekuitas = Aktiva (aset) – Hutang”

Nilai dari ekuitas bisa dilihat secara sederhana melalui rumus tersebut. Akan tetapi, ekuitas tidak diperjualbelikan karena akan memengaruhi bisnis. Jumlah dari ekuitas pemilik usaha atau investor akan berkurang jika mengambil kebijakan menarik uang dari bisnis yang tengah dikelola.

Nilai ekuitas juga tidak melulu positif. Nilainya akan negatif jika liabilitas lebih besar ketimbang nilai aset. Nilai ekuitas negatif dikenal dengan istilah defisit. Aga perusahaan bisa mengetahui nilai ekuitas, maka perusahaan harus mengaturnya dengan baik. Catat semua aset dan juga liabilitas yang dipunyai agar keuntungan bisa didapat dan tidak defisit.

Baca juga : Pengertian Rekonsiliasi Bank, Komponen, Prosedur, Dan Fungsinya

Elemen Ekuitas

Berdasarkan pada pengertian ekuitas di atas, maka elemen dari ekuitas terbagi atas 5 hal yang meliputi modal disetor, modal sumbangan, laba tidak dibagi, modal penilaian kembali, serta modal lain. Berikut adalah lima elemen dari ekuitas yakni:

Modal Disetor

Modal disetor merupakan uang atau modal yang diberikan pemilik usaha maupun investor dalam jumlah tertentu. Tujuan dari modal disetor sebagai perkembangan bisnis. Ada dua bagian dari modal disetor yang meliputi modal saham dan agio & disagio saham.

Modal saham merupakan nominal uang maupun lembar saham yang beredar di dalam suatu bisnis. Sedangkan agio dan disagio saham merupakan perbandingan banyaknya jumlah pemegang saham dengan jumlah nominalnya.

Laba Tidak Dibagi

Laba tidak dibagi merupakan sisa atau jumlah dari keuntungan perusahaan yang berasal dari tahun-tahun yang telah lalu serta belum diambil. Akan tetapi, jenis laba ini tidak masuk sebagai dividen. Ketimbang mengendap tanpa kejelasan, maka sebaiknya dijadikan sebagai modal.

Baca juga : Pengertian Biaya Overhead Pabrik dan Cara Menghitungnya

Modal Penilaian Kembali

Jenis modal ini didapat dari sisa modal dari periode sebelumnya dalam pembukuan pada periode yang selanjutnya. Hal ini dilakukan supaya sisa modal dari periode sebelumnya bisa lebih maksimal untuk digunakan sebagai kebutuhan bisnis tambahan di masa yang akan datang.

Modal Sumbangan

Dalam pengertian ekuitas, terdapat modal sumbangan yang didapat dari aktiva sumbangan oleh pihak lain.

Modal Lain-Lain

Elemen dari modal yang terakhir ini merupakan modal yang didapat dari cadangan. Contohnya dari cadangan obligasi, penurunan harga dan masih banyak lagi.

Baca juga : Persediaan Barang Dagang Dan Metode Pencatatannya Pada Akuntansi

Jenis Ekuitas

Nilai ekuitas adalah komponen yang bisa dipakai dalam analisis keuangan. Konsep ekuitas bisa diterapkan pada berbagai aspek di dalam kehidupan. Umumnya, jenis ekuitas yang kerap dipakai meliputi ekuitas pemegang saham, ekuitas rumah, ekuitas pemilik, serta pembiayaan ekuitas. Ulasan lengkapnya dapat Anda simak di bawah ini:

1. Ekuitas Pemegang Saham

Jenis ekuitas ini adalah jumlah uang yang dikembalikan pada pemegang saham jika segala aset perusahaan dilikuidasi serta semua hutang yang dimiliki telah dibayarkan. Nilai dari ekuitas yang paling kerap dibahas pada kehidupan sehari-hari adalah ekuitas pemegang saham.

2. Ekuitas Rumah

Ekuitas rumah adalah nilai rumah dikurangi jumlah hutang hipoteknya. Jenis nilai ekuitas yang satu ini sangat penting untuk orang yang ingin menjual atau membeli rumah agar memperoleh suatu keuntungan. Apabila ia meminjam uang dari bank untuk membeli rumah serta harga jualnya melebihi nilai yang dipinjam dari bank, maka nilai ekuitasnya positif.

Baca juga : Mengetahui Perbedaan Metode Perpetual Dan Periodik Pada Akuntansi

3. Ekuitas Pemilik

Tidak berbeda jauh dengan ekuitas pemegang saham jenis ekuitas ini juga diaplikasikan pada usaha  yang tidak masuk pada bursa efek. Bentuk usaha dengan ekuitas pemilik, semua keuntungan yang didapat akan masuk pada pemilik usaha. Nilainya pun menjadi nilai ekuitas pemilik usaha.

4. Pembiayaan Ekuitas

Pembiayaan ekuitas dapat dipakai jika perusahaan mempunyai usaha yang sudah berhasil. Akan tetapi, pengusaha tidak memperoleh profit. Cara untuk menyiasatinya adalah saham dapat dijual kepada investor. Lantas, hasil penjualannya dipakai untuk membiayai dalam hal pengembangan perusahaan.

Secara lebih rinci, berikut akan dibahas mengani ekuitas pemegang saham dan ekuitas saham.

Ekuitas Pemegang Saham

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa pengertian ekuitas pemegang saham akan dikembalikan pada pemegang saham jika semua aset dilikuidasi serta seluruh hutang telah dibayar. Jenis ekuitas ini kerap dijadikan faktor acuan dalam menentukan kondisi keuangan dari suatu perusahaan apakah sehat atau tidak.

Nilai ini penting dikarenakan merepresentasikan nilai miliki investor pada suatu perusahaan. Nilai ini pun dapat dijadikan acuan dari investor dalam menentukan keminatannya pada perusahaan.

Nilai ekuitas pemegang saham dapat menjadi angka yang positif maupun negatif. Apabila asetnya cukup menutup liabilitas, angka ekuitas pun menjadi positif. Tetapi, jika liabilitas lebih dari aset, maka ekuitas menjadi negatif.

Baca juga : Pengertian Laporan Laba Rugi, Jenis, Fungsi, dan Contohnya

Ekuitas Saham

Di dalam investasi, ekuitas mengacu pada kegiatan kepemilikan serta pembelian saham pada pasar saham maupun bursa efek. Pemilik saham biasanya akan membeli saham dengan melakukan antisipasi akan mendapatkan pendapatan yang berasal dari deviden (capital gain). Pemegang saham juga akan menerima hak suara pada dewan kandidat direksi.

Untuk menilai ekuitas lebih mahal atau kurang mahal dapat melalui perhitungan yakni dengan dibandingkan obligasi pemerintah pada jangka waktu yang panjang. Selisih ini disebut dengan gap hasil atau rasio hasil.

Kesimpulan

Setelah Anda mengenal pengertian ekuitas secara mendalam, langkah selanjutnya bagi Anda pemilik bisnis adalah untuk membuat nilai ekuitas Anda lebih besar sehingga membuat entitas bisnis juga menjadi lebih berkembang.

Catat juga seluruh kegiatan keuangan pada bisnis untuk meminimalisir kesalahan pada saat Anda mengambil keputusan yang berhubungan dengan pengembangan bisnis.

Baca juga : Mengetahui Pentingnya Neraca Keuangan Dan Komponennya

Untuk memudahkan Anda dalam proses pencatatan dan pembukuan, Anda bisa menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur terlengkap dan dengan harga yang terjangkau seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang cocok untuk setiap bisnis yang ada di Indonesia. Terbukti telah digunakan oleh lebih 300 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis dan meraih Top Brand Award sejak tahun 2016 sampai sekarang sebagai software akuntansi terbaik di Indonesia.

Tertarik menggunakan Accurate Online? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui link dibawah ini :

accurate berhenti membuang waktu