Neraca Pembayaran Internasional dan 7 Faktor Pengaruhnya

oleh | Feb 9, 2024

source envato.

Neraca Pembayaran Internasional: Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhinya

Dalam era globalisasi yang semakin terintegrasi, neraca pembayaran internasional menjadi salah satu tolak ukur penting untuk mengevaluasi kinerja ekonomi suatu negara.

Konsep neraca pembayaran mengacu pada catatan transaksi ekonomi antara suatu negara dengan negara lain dalam periode waktu tertentu.

Neraca pembayaran internasional mencerminkan arus masuk dan keluar dana serta barang dan jasa antarnegara, yang pada akhirnya mempengaruhi stabilitas ekonomi global.

Neraca pembayaran internasional bukan hanya sekadar angka-angka statistik, tetapi juga mencerminkan keseimbangan ekonomi suatu negara dengan dunia luar.

Baik defisit maupun surplus yang terdapat di dalam neraca pembayaran internasional dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang, inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas keuangan.

Oleh karena itu, memahami dan mengelola neraca pembayaran internasional menjadi perhatian utama para pembuat kebijakan ekonomi di seluruh dunia.

Dalam konteks pertumbuhan ekonomi global, neraca pembayaran internasional memiliki peran yang sangat penting.

Defisit neraca pembayaran internasional yang berkelanjutan dapat menandakan ketidakseimbangan ekonomi dan ketergantungan terhadap utang luar negeri.

Di sisi lain, surplus neraca pembayaran internasional yang signifikan dapat menunjukkan kelebihan eksport dan cadangan devisa yang kuat.

Selain itu, neraca pembayaran internasional juga mencerminkan dinamika perdagangan internasional.

Negara-negara dengan neraca pembayaran internasional surplus cenderung menjadi eksportir neto, sementara negara-negara dengan defisit neraca pembayaran cenderung menjadi importir neto.

Pertukaran barang dan jasa yang sehat antarnegara dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, sementara ketidakseimbangan yang berlebihan dapat menghasilkan ketegangan dan risiko sistemik.

Dalam artikel ini, kami akan membahas lebih lanjut tentang neraca pembayaran internasional, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta dampaknya terhadap ekonomi global.

Kami juga akan mengeksplorasi upaya-upaya yang dilakukan oleh negara-negara dalam mengelola neraca pembayaran mereka dan mengatasi tantangan yang mungkin muncul.

Pengertian Neraca Pembayaran Internasional

Pengertian Neraca Pembayaran Internasional

ilustrasi neraca pembayaran internasional. source envato

Neraca pembayaran internasional atau balance of payment adalah suatu catatan sistematis yang mencatat semua transaksi ekonomi antara suatu negara dengan negara lain.

Mirip dengan neraca keuangan lainnya, Pencatatan dilakukan dalam periode waktu tertentu, umumnya satu tahun.

Neraca pembayaran internasional mencakup semua arus masuk dan keluar dana, barang, dan jasa antarnegara.

Neraca pembayaran internasional terdiri dari dua komponen utama, yaitu:

1. Neraca Transaksi Berjalan

Neraca ini merupakan catatan transaksi yang terkait dengan perdagangan barang dan jasa, pendapatan dari investasi luar negeri, dan transfer unilateral (seperti bantuan luar negeri atau remitansi).

Neraca transaksi berjalan mencerminkan keseluruhan keseimbangan ekonomi suatu negara dengan negara lain dalam:

  • hal ekspor dan impor barang dan jasa,
  • pendapatan dan pengeluaran dari investasi,
  • transfer unilateral.

Saldo Perdagangan

Mengukur perbedaan antara nilai ekspor dan impor barang. Jika nilai ekspor lebih besar dari impor, maka terdapat surplus perdagangan.

Namun, jika impor melebihi ekspor, maka terdapat defisit perdagangan.

Pendapatan Primer

Di dalamnya mencakup pendapatan yang diperoleh dari investasi luar negeri, seperti bunga, dividen, dan laba.

Jika pendapatan primer yang diperoleh lebih besar dari yang dibayarkan, maka terdapat surplus pendapatan primer.

Namun, jika pendapatan yang dibayarkan lebih besar, maka terdapat defisit pendapatan primer.

Transfer Unilateral

Merupakan transfer dana yang tidak diikuti oleh pembayaran barang, jasa, atau pendapatan.

Transfer unilateral dapat berupa bantuan luar negeri, remitansi, atau sumbangan dari organisasi internasional.

Jika transfer unilateral yang diterima lebih besar dari yang diberikan, maka terdapat surplus transfer unilateral.

Namun, jika transfer yang diberikan lebih besar, maka terdapat defisit transfer unilateral.

2. Neraca Modal dan Keuangan

Merupakan catatan transaksi keuangan dan investasi antara suatu negara dengan negara lain.

Neraca ini mencakup investasi langsung, investasi portofolio, investasi sekuritas, perubahan cadangan devisa, serta utang dan pembayaran utang.

  • Investasi Langsung: Melibatkan investasi dalam bentuk perusahaan atau proyek yang dimiliki secara langsung oleh investor asing di negara tuan rumah.
  • Investasi Portofolio: Meliputi pembelian dan penjualan surat berharga, seperti saham dan obligasi, oleh investor asing di pasar keuangan suatu negara.
  • Utang dan Pembayaran Utang: Merupakan pinjaman antarnegara dan pembayaran bunga dan pokok utang yang dilakukan oleh pemerintah, institusi keuangan, atau perusahaan.

Neraca pembayaran internasional digunakan untuk menganalisis kinerja ekonomi suatu negara dalam hal keberlanjutan perdagangan, arus modal, dan stabilitas keuangan.

Baca juga: Laporan Keuangan Sektor Publik: Ini Pengertian dan Metode Menghitungnya

Faktor yang Mempengaruhi Neraca Pembayaran Internasional

Faktor yang Mempengaruhi Neraca Pembayaran Internasional

ilustrasi neraca pembayaran internasional. source envato

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi neraca pembayaran internasional suatu negara.

Beberapa faktor utama yang memainkan peran penting dalam membentuk neraca pembayaran adalah sebagai berikut:

1. Perdagangan Barang dan Jasa

Neraca pembayaran dipengaruhi oleh ekspor dan impor barang dan jasa.

Jika suatu negara memiliki keunggulan komparatif dalam produksi barang tertentu dan berhasil meningkatkan ekspornya.

Hal ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap neraca pembayaran.

Sebaliknya, ketergantungan yang tinggi pada impor barang dan jasa dapat menyebabkan defisit dalam neraca pembayaran.

2. Investasi Asing

Arus investasi asing dapat mempengaruhi neraca pembayaran.

Investasi langsung dari investor asing, seperti pembangunan pabrik atau perusahaan di negara tujuan, dapat menciptakan arus masuk modal yang meningkat.

Di sisi lain, arus keluar modal dalam bentuk dividen atau repatriasi keuntungan dari investasi asing dapat mempengaruhi neraca pembayaran.

3. Pendapatan Primer

Pendapatan dari investasi luar negeri, seperti bunga, dividen, dan laba, dapat mempengaruhi neraca pembayaran.

Jika pendapatan primer yang diterima oleh suatu negara lebih besar dari yang dibayarkan, maka akan ada surplus pendapatan primer dalam neraca pembayaran.

Namun, jika pembayaran pendapatan primer melebihi pendapatan yang diterima, maka akan terjadi defisit dalam neraca pembayaran.

4. Transfer Unilateral

Transfer unilateral, seperti bantuan luar negeri, remitansi, atau sumbangan dari organisasi internasional, dapat mempengaruhi neraca pembayaran.

Jika transfer yang diterima lebih besar dari yang diberikan, maka akan ada surplus transfer unilateral.

Namun, jika transfer yang diberikan lebih besar, maka akan terjadi defisit dalam neraca pembayaran.

5. Kondisi Ekonomi Domestik

Kondisi ekonomi domestik suatu negara, termasuk tingkat pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat suku bunga, dan stabilitas keuangan, dapat mempengaruhi neraca pembayaran.

Misalnya, tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat mendorong ekspor dan mengurangi impor.

Sehingga berpotensi meningkatkan saldo perdagangan dan memberikan kontribusi positif terhadap neraca pembayaran.

6. Kebijakan Moneter dan Kebijakan Valuta Asing

Kebijakan moneter suatu negara, termasuk suku bunga dan kebijakan pengendalian mata uang, dapat mempengaruhi arus modal masuk dan keluar serta nilai tukar mata uang.

Perubahan dalam kebijakan moneter dan kebijakan valuta asing dapat berdampak pada neraca pembayaran.

7. Perubahan Harga Komoditas

Negara-negara yang sangat bergantung pada ekspor komoditas, seperti minyak, gas, logam, atau produk pertanian, dapat terpengaruh oleh fluktuasi harga komoditas global.

Perubahan harga komoditas dapat mempengaruhi nilai ekspor dan impor, dan akibatnya mempengaruhi neraca pembayaran.

Baca juga: Apa itu Catatan Atas Laporan Keuangan? Ini Pengertian dan Peran Pentingnya

Berbagai Upaya yang Bisa Dilakukan Oleh Negara

Berbagai Upaya yang Bisa Dilakukan Oleh Negara

ilustrasi neraca pembayaran internasional. source envato

Negara-negara mengambil berbagai upaya dalam mengelola neraca pembayaran mereka dan mengatasi tantangan yang mungkin muncul. Berikut adalah beberapa upaya umum yang dilakukan:

  • Kebijakan Perdagangan

Negara-negara dapat mengadopsi kebijakan perdagangan untuk mengatur impor dan ekspor mereka.

Di dalamnya termasuk penggunaan tarif, kuota, subsidi, atau perjanjian perdagangan internasional untuk mempengaruhi aliran barang dan jasa.

Melalui kebijakan perdagangan yang cerdas, negara-negara dapat meningkatkan ekspor, mengurangi ketergantungan pada impor, dan memperbaiki neraca pembayaran mereka.

  • Kebijakan Investasi

Negara-negara dapat mengadopsi kebijakan yang mengundang investasi asing langsung dan mendorong arus modal masuk.

Hal ini dapat dilakukan melalui insentif fiskal, fasilitas perizinan yang mudah, dan perlindungan hukum bagi investor.

Dengan menarik investasi asing, negara-negara dapat menghasilkan aliran modal yang meningkat dan memberikan kontribusi positif pada neraca pembayaran.

  • Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter yang bijaksana dapat digunakan untuk mengelola neraca pembayaran.

Misalnya, bank sentral dapat mengatur suku bunga untuk mempengaruhi arus modal masuk dan keluar, serta mengontrol inflasi yang dapat mempengaruhi daya saing ekspor.

Melalui kebijakan moneter yang tepat, negara-negara dapat menjaga keseimbangan dalam neraca pembayaran mereka.

  • Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal, termasuk pengeluaran pemerintah dan pajak, dapat mempengaruhi neraca pembayaran.

Negara-negara dapat mengadopsi kebijakan fiskal yang cerdas untuk mengelola defisit atau surplus dalam neraca pembayaran.

Misalnya, mengurangi pengeluaran pemerintah atau meningkatkan penerimaan pajak dapat membantu mengatasi defisit neraca pembayaran.

  • Pengelolaan Utang

Negara-negara yang menghadapi defisit neraca pembayaran dapat mengelola utang luar negeri mereka dengan bijaksana.

Didalamnya akan melibatkan pemantauan dan pengendalian utang luar negeri serta pengaturan jangka waktu dan suku bunga yang tepat untuk membayar utang tersebut.

Setiap negara juga dapat mencari restrukturisasi utang atau mencari bantuan dari lembaga keuangan internasional untuk membantu mengatasi masalah neraca pembayaran.

  • Diversifikasi Ekonomi

Setiap negara bisa saja mengurangi ketergantungan pada satu sektor ekonomi atau pasangan dagang tertentu yang rentan terhadap fluktuasi harga atau permintaan global.

Dengan diversifikasi ekonomi, setiap negara bisa mengurangi risiko yang terkait dengan neraca pembayaran dan meningkatkan keberlanjutan ekonomi jangka panjang.

  • Kerja Sama Internasional

Setiap negara juga dapat melakukan kerja sama internasional dalam hal perdagangan, investasi, dan kebijakan ekonomi untuk mengatasi tantangan yang terkait dengan neraca pembayaran.

Di dalamnya bisa melibatkan perjanjian perdagangan bilateral atau multilateral, dialog ekonomi regional, atau kerja sama dalam mengelola fluktuasi nilai tukar mata uang.

Perlu digaris bawahi bahwa berbagai upaya diatas tergantung pada kebijakan dan kondisi ekonomi masing-masing negara.

Setiap negara bisa memiliki strategi yang berbeda dalam mengelola neraca pembayaran mereka sesuai dengan kebutuhan dan tujuan ekonomi mereka.

Baca juga: Bagaimana Cara Menghitung Laba Rugi Perusahaan? Baca Di Sini!

Kesimpulan

Jadi, neraca pembayaran internasional merupakan catatan transaksi ekonomi antara suatu negara dengan negara lain dalam periode waktu tertentu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi neraca pembayaran meliputi perdagangan barang dan jasa, investasi asing, serta perubahan harga komoditas.

Untuk mengelola neraca pembayaran dan mengatasi tantangan yang mungkin muncul, setiap negara dapat mengadopsi berbagai upaya dengan memiliki kebijakan-kebijakan khusus.

Pendekatan yang diambil akan bervariasi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan ekonomi masing-masing negara.

Pemahaman yang mendalam tentang neraca pembayaran internasional dan implementasi kebijakan yang tepat dapat membantu negara-negara dalam menjaga keseimbangan ekonomi, meningkatkan daya saing, dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Nah, sebagai pebisnis, Anda juga harus bisa membuat laporan neraca yang baik, agar nantinya Anda bisa mengetahui kondisi keuangan Anda.

Bila Anda kesulitan dalam membuatnya, Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi yang sudah dipercaya oleh ratusan ribu pebisnis di Indonesia ini mampu menyediakan laporan neraca, laporan leba rugi, laporan perubahan modal, dan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis secara otomatis.

Dengan begitu, Anda bisa lebih fokus dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis melalui strategi yang ampuh.

Penasaran dengan kelebihan lain dari Accurate Online? Klik tautan gambar di bawah ini untuk mencobanya langsung selama 30 hari, Gratis.

akuntansibanner
sidebarPromo

Download Template Pembukuan Bisnis

Template pembukuan untuk bisnismu dengan format Excel.

Khaula Senastri
Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.

Artikel Terkait