Mengenal Lebih Jauh Pengertian Dividen dan Berbagai Jenisnya

Dividen adalah pembagian laba (keuntungan) yang diperoleh oleh pemilik saham. Pembagian dividen ini akan dilakukan setiap periode. Walau begitu, berdasarkan pengertian dividen tersebut, tidak selalu semua laba akan dibagikan kepada pemilik saham. Bisa jadi ada sebagian keuntungan yang akan disertakan untuk menambah modal perusahaan.

Fungsi dividen ini adalah sebagai imbal balik atas penyertaan modal yang telah ditanam oleh investor. Saat perusahaan mendapatkan keuntungan, maka pemilik saham pun berhak mendapatkan bagian.

Dari penjelasan tersebut, sebetulnya sudah cukup gamblang apa yang dimaksud dividen. Akan tetapi, biar lebih jelas, mari kita coba menelaah pendapat beberapa ahli berikut ini.

Baca juga : Pengertian Akuisisi, Tujuan, Klasifikasi, dan Contohnya dalam Bisnis

Pengertian Dividen menurut Para Ahli

Di bawah ini sejumlah definisi dan penjelasan mengenai dividen menurut pakar.

1. Baridwan

Baridwan (1997) menyebutkan, pengertian dividen adalah bagian keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham, yang mana besaran pembagian tersebut disesuaikan dengan lembar saham yang dimiliki pemegang saham. Besar dividen yang diperoleh pemegang saham pada setiap periode pembagian dapat berbeda, bergantung besaran laba yang diperoleh perusahaan.

2. Jamie Pratt

Jamie Pratt (2011) menjelaskan pengertian dividen adalah pembagian keuntungan berupa uang tunai, properti, atau saham kepada pemegang saham. Pengumuman pembagian dividen ini dilakukan oleh dewan direksi korporasi dengan menyebutkan besarannya sesuai basis per lembar saham.

3. Scott Besley dan Eugene F. Brigham

Scot Besley dan Eugene F. Brigham (2005) memaparkan dividen adalah uang tunai yang dibagikan kepada pemegang saham karena perusahaan mendapatkan keuntungan. Keuntungan tersebut didapatkan dari periode yang sedang berlangsung maupun laba periode sebelumnya.

4. Nikiforos K. Laopodis

Nikiforous (2013) menjelaskan dividen adalah pembayaran secara tunai dari perusahaan kepada pemegang saham sesuai kepemilikan saham. Dividen tersebut sebagai wujud representasi imbal-balik investasi pemilik saham yang sudah dilakukan sebelumnya.

Menyimak pengertian di atas semakin jelas bahwa dividen adalah hasil yang diperoleh oleh pemilik saham berdasarkan investasi saham yang mereka miliki.

Dari pengertian tersebut juga dapat ditelaah bahwa ada sejumlah unsur yang terkait dividen yaitu:

  • Perusahaan
  • Pemilik Saham
  • Laba
  • Lembar Saham
  • Periode Tertentu

Ketika sebuah perusahaan mendapatkan keuntungan, mereka pun wajib untuk memberikan dividen terhadap pemilik saham. Besaran dividen yang diterima oleh setiap pemilik saham bervariasi, tergantung dari lembar saham yang dimiliki.

Sekarang sudah jelas kan mengenai pengertian dividen? Mari sekarang berlanjut untuk membahas mengenai ragam atau jenis dividen.

Baca juga : Mengenal Lebih Jauh Pasal Pph 23 dan Hubungannya Bagi Bisnis Anda

Jenis-Jenis Dividen Perusahaan

Dividen memiliki beberapa jenis. Berikut ini penjelasannya.

1. Dividen Tunai

Dividen tunai adalah dividen yang dibagikan secara tunai. Jenis dividen ini yang paling lazim dilakukan. Pemilik saham pun paling senang dengan jenis dividen ini karena mendapatkan uang cash. Periode pembagian dividen ini bisa dua sampai empat kali dalam setahun, bergantung dari periodenya. Dividen ini nantinya juga akan ada dikenai pajak sesuai aturan yang berlaku.

2. Dividen Saham

Dividen saham adalah dividen yang dibagikan dalam bentuk saham. Pemberian dividen jenis ini biasanya karena perusahaan kekurangan uang kas, sehingga dividen pun dibagikan dalam bentuk saham. Biasanya pembagiannya dilakukan secara merata kepada semua pemilik saham.

3. Dividen properti

Dividen ini dibagikan dalam bentuk aset. Jenis ini termasuk jarang dilakukan karena relatif tidak mudah untuk prosesnya. Penyebab perusahaan membagikan dividen dengan cara ini bisa karena tidak ada uang tunai, sehingga kemudian coba dilakukan pembagian dalam bentuk aset.

4. Dividen Skrip

Dividen skrip adalah dividen yang dibayarkan berupa surat janji hutang. Artinya, perusahaan berjanji akan membayarkan dividen tersebut pada waktu yang ditentukan nantinya. Biasanya perusahaan memilih melakukan dividen skrip karena memang tidak memiliki uang tunai yang cukup. Oleh karena itu, dibuatlah surat janji hutang kepada pemilik saham untuk pelunasan dividen tersebut.

5. Dividen Likuidasi

Ketika perusahaan mengalami kebangkrutan dan masih memiliki sisa kekayaan, maka sisa kekayaan tersebut akan dibagikan kepada pemilik saham. Inilah yang disebut sebagai dividen likuidasi. Namun kalau perusahaan tidak memiliki modal yang tersisa, maka perusahaan pun tidak bisa membagikan apapun.

Baca juga : Revolusi Industri 4.0 : Tantangan, Peluang, dan Dampaknya pada Bisnis

Kesimpulan

Dalam perusahaan besar, terutama yang sudah go public, dividen bisa diartikan pembagian keuntungan secara menyeluruh bagi setiap stakeholder dari perusahaan tersebut. Sekarang menjadi lebih jelas tentang apa pengertian dividen dan jenisnya. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan Anda.

Jika Anda pemilik bisnis yang sedang membutuhkan software akuntansi untuk kemudahan pembukuan bisnis, Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online sebagai solusi kemudahan proses akuntansi.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang memiliki fitur terlengkap dan harga paling terjangkau yang cocok untuk semua jenis bisnis. Hanya 200 perbulan Anda bisa merasakan fitur penjualan, pembelian, penghitungan perpajakan, penghitungan aset, penggajian, dan otomatisasi lebih dari 100 jenis laporan keuangan yang akan memudahkan perencanaan bisnis Anda.

Tunggu apalagi? Anda bisa mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui link ini.