Mengetahui Perbedaan Metode Perpetual Dan Periodik Pada Akuntansi

oleh | Nov 29, 2023

source envato.

Mengetahui Perbedaan Metode Perpetual dan Periodik pada Akuntansi

Sistem pencatatan yang berguna untuk menghitung nilai dan mencatat persediaan diperlukan setiap perusahaan.

Apapun jenis perusahaan Anda, baik itu perusahaan manufaktur, perusahaan dagang, atau perusahaan jasa, pasti memiliki sistem pencatatan.

Ada dua cara pencatatan persediaan yang bisa dilakukan oleh perusahaan yakni metode perpetual dan periodik.

Pencatatan persediaan barang juga penting supaya perusahaan dapat mengoptimalkan aset-asetnya sehingga mendapatkan laba yang diinginkan.

Oleh karena itulah perusahaan mesti selalu mengecek dengan cermat dan saksama tingkat persediaan barang.

Maka dari itu lakukan pencatatan dengan baik dan akurat, salah satunya dapat dengan menggunakan Software Akuntansi dengan fitur pencatatan dan pelaporan persediaan.

Metode Perpetual

Metode Perpetual

ilustrasi perbedaan metode perpetual dan periodik. source envato

Jika perusahaan Anda memilih menggunakan metode perpetual, Investopedia menjelaskan berarti perusahaan Anda mencatat semua pembelian dan penjualan barang dagangan langsung dalam akun persediaan yang terjadi.

Metode perpetual mencatat terus setiap perubahan dalam akun persediaan. Berikut ini adalah fitur akuntansi dari metode pencatatan persediaan sistem perpetual.

  1. Pembelian bahan baku untuk produksi dan barang dagangan untuk dijual kembali didebet ke pos Persediaan bukan untuk pembelian.
  2. Biaya pengiriman barang dagangan didebet untuk pos Persediaan.
  3. Pembelian retur, potongan pembelian, dan diskon dikreditkan ke pos Inventarisasi, bukan ke rekening terpisah.
  4. Pencatatan harga pokok penjualan setiap penjualan dengan cara mendebet beban pokok penjualan dan mengkredit persediaan.
  5. Perlu adanya buku besar pembantu catatan persediaan individu sebagai kontrol. Catatan anak menggambarkan jumlah dan biaya dari setiap jenis stok di tangan.

Salah satu kelebihan sistem pencatatan persediaan metode perpetual yakni perusahaan tidak perlu melakukan perhitungan fisik (stock opname) pada stok tersisa.

Alasannya, perusahaan dapat mengetahui stok yang sebenarnya di lapangan dengan mudah berkat adanya pencatatan yang dilakukan setiap waktu melalui metode perpetual.

Biasanya barang-barang bernilai jual tinggi serta mudah dicatat keluar dan masuknya ke gudang, seperti mobil atau lemari es, adalah tipe barang yang sesuai untuk cocok menggunakan metode perpetual.

Metode perpetual umumnya digunakan oleh beberapa Aplikasi Akuntansi karena sifatnya yang dapat memberikan laporan secara real-time.

Salah satu yang menggunakan metode perpertal adalah Aplikasi Akuntansi Accurate Online, dengan Accurate Anda dapat memastikan stock barang maupun secara langsung melihat laporan keuangan bisnis kapan saja dan di mana saja.

solusi lengkap accurate

Baca juga: Cara Menggunakan Accurate Online untuk Pembukuan Bisnis Pemula

Metode Periodik

 Metode Periodik

ilustrasi perbedaan metode perpetual dan periodik. source envato

Pada metode periodik, pencatatan pembelian dan penjualan barang dagangan dilakukan secara terpisah.

Mendebet akun pembelian dan mengkredit akun kas atau utang adalah cara mencatat pembelian barang dagangan.

Sementara pencatatan penjualan barang dagangan dilakukan dengan cara mendebet akun kas atau piutang dan mengkredit akun penjualan.

Lazimnya perusahaan yang menjual barang dagangan dalam kuantitas banyak, dengan frekuensi yang tinggi, nilainya relatif kecil dan harga jual-beli yang relatif stabil, adalah yang mamakai sistem pencatatan persediaan metode periodik.

Metode fisik nama lain metode periodik. Disebut demikian karena mesti ada pengecekan fisik terhadap persediaan barang dagangan di akhir periode (stock opname).

Hasil penghitungan itu bermanfaat untuk membarui akun persediaan barang dagangan.

Kelebihan metode ini yakni perusahaan mengetahui besarnya persediaan dalam gudang sehingga stok diketahui secara akurat.

Sementara kekurangan sistem pencatatan persediaan metode ini adalah tidak bisa mengetahui jumlah stok awal dan akhir periode dari suatu barang dagangan.

Kelemahan lain metode ini yaitu memperlambat pengerjaan laporan keuangan jangka pendek misal 3 dan 6 bulanan.

Baca juga: 10 Asumsi Dasar Akuntansi yang Wajib Anda Pahami!

Perbedaan Metode Perpetual dan Periodik

Perbedaan Metode Perpetual dan Periodik

ilustrasi perbedaan metode perpetual dan periodik. source envato

Metode perpetual dan periodik adalah dua pendekatan yang berbeda dalam mengelola persediaan barang dagang dalam akuntansi. Berikut adalah perbedaan utama di antara keduanya:

1. Frekuenasi Pembaruan:

  • Periodik: Dalam metode ini, pembaruan persediaan dilakukan secara periodik, biasanya pada akhir periode akuntansi, seperti bulan atau tahun.
  • Perpetual: Pembaruan persediaan dilakukan secara terus-menerus setiap kali terjadi transaksi pembelian atau penjualan.

2. Catatan Persediaan:

  • Periodik: Persediaan dicatat pada awal dan akhir periode, dan selama periode tidak ada pencatatan khusus untuk perubahan persediaan.
  • Perpetual: Catatan persediaan diperbarui secara langsung setiap kali terjadi transaksi, memberikan gambaran real-time atas tingkat persediaan.

3. Akurasi Informasi:

  • Periodik: Informasi persediaan mungkin tidak selalu akurat selama periode tertentu, karena pembaruan dilakukan pada titik tertentu.
  • Perpetual: Memberikan informasi yang akurat dan real-time tentang persediaan karena pembaruan dilakukan sepanjang waktu.

4. Pengidentifikasian Kerugian atau Kehilangan:

  • Periodik: Sulit untuk mengidentifikasi kerugian atau kehilangan barang karena tidak ada pembaruan kontinu.
  • Perpetual: Memungkinkan identifikasi cepat kerugian atau kehilangan barang karena catatan persediaan selalu terbarui.

5. Pencatatan Biaya Barang Terjual (COGS):

  • Periodik: Biaya barang terjual dihitung pada akhir periode berdasarkan perhitungan tertentu.
  • Perpetual: Biaya barang terjual dihitung secara langsung setiap kali terjadi penjualan.

6. Kompleksitas Administrasi:

  • Periodik: Lebih sederhana dalam administrasi karena pembaruan dilakukan pada titik tertentu.
  • Perpetual: Memerlukan administrasi yang lebih intensif karena pembaruan dilakukan secara terus-menerus.

Pemilihan antara metode perpetual dan periodik akan tergantung pada kebutuhan dan kompleksitas bisnis tertentu.

Masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan yang perlu dipertimbangkan sesuai dengan karakteristik dan skala operasi perusahaan.

Baca juga : Laporan Keuangan: Pengertian, Contoh, Dan Fungsinya Untuk Bisnis Anda

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dan perbedaan tentang sistem pencatatan persediaan metode perpetual dan periodik.

Baik itu metode perpetual maupun periodik, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Sekarang tugas Anda adalah memutuskan, apakah akan menggunakan metode perpetual atau periodik.

Sistem akuntansi yang akurat dan sistem pencatatan yang terkini adalah hal yang sangat penting bagi setiap perusahaan.

Pencatatan juga bisa membatasi pembiayaan akibat penimbunan persediaan barang. Dengan pencatatan yang rapi, laba yang diinginkan pun bisa diraih.

Untuk memudahkan Anda dalam proses pembukuan, Anda bisa menggunakan software akuntansi,

Software tersebut dapat menjadi solusi dalam efisiensi jika dibandingkan dengan proses pembukuan manual yang memakan waktu,

Terutama jika bisnis Anda sudah memiliki banyak transaksi dan data keuangan yang harus Anda catat.

Software Akuntansi dan Bisnis Accurate Online sebagai software berbasis cloud yang memudahkan pembukuan dan pembuatan laporan keuangan dimanapun dan kapanpun Anda mau.

memiliki fitur terlengkap dan terbaik di Indonesia seperti multi gudang, multi cabang, penghitungan pajak otomatis, penghitungan aset, dan masih banyak lagi fitur lain yang akan memudahkan bisnis Anda.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.

akuntansibanner
sidebarPromo

Download Template Pembukuan Bisnis

Template pembukuan untuk bisnismu dengan format Excel.

Khaula Senastri
Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.

Artikel Terkait