Bisnis Preloved: Prospek, dan Tips Sukses Menjalaninya

Dewasa ini, bisnis preloved sedang menjadi tren karena sesuai dengan gaya hidup anak muda. Bisnis yang satu ini juga terbilang mampu memberikan keuntungan yang menjanjikan karena tidak memerlukan modal yang banyak. Barang yang Anda jual bisa memiliki nilai yang tinggi bila masih mempunyai kualitas yang baik.

Lantas, barang apa saja yang bisa dijual dalam bisnis preloved? Bagaimana prospek bisnis di dalamnya? Adakah tips sukses untuk menjalankannya? Temukan jawabannya dengan membaca artikel tentang bisnis preloved di bawah ini hingga selesai.

Pengertian Bisnis Preloved

Pada awalnya, preloved digunakan untuk menjelaskan barang yang sebelumnya sudah pernah digunakan dan berpindah kepemilikan, baik itu melalui dijual ataupun diberikan secara gratis.

Seiring dengan perkembangan zaman, istilah preloved dalam bisnis online digunakan untuk menjelaskan berbagai barang yang masih mempunyai kualitas bagus dan masih layak dijual kembali dengan harga yang lebih murah.

Berbagai barang yang sering dijual pada bisnis preloved umumnya berasal dari merk-merk terkenal. Beberapa barang tersebut mencakup pakaian, tas, aksesoris, sepatu, dan berbagai benda lainnya. Tapi, bisnis ini sudah semakin fleksibel seiring dengan berjalannya waktu, sehingga bisa merambah ke berbagai jenis barang seperti alat elektronik, makeup hingga peralatan masak.

Bisnis ini juga tidak memerlukan modal yang banyak atau bisa jadi tidak memerlukan modal sedikit pun. Anda hanya harus mengumpulkan berbagai barang bekas yang kondisinya masih bagus dan masih layak untuk digunakan pembeli. Lebih menariknya lagi, bisnis preloved bisa dijalankan secara online.

Baca juga: Kata-Kata Promosi Jualan Makanan Cemilan yang Tepat

Perbedaan Preloved dan Thrift

Selain istilah preloved, beberapa dari Anda mungkin sering mendengar tentang istilah thrift. Kedua istilah ini memiliki makna yang berbeda. Walaupun keduanya sama-sama menjual barang bekas, namun konsepnya berbeda.

Bisnis preloved lebih identik dengan penjualan berbagai barang yang sifatnya lebih personal. Itu artinya, barang yang dijual adalah barang bekas pemakaian pribadi. Barang tersebut pun bisa berasal dari merk lokal atau merk dari luar negeri.

Disisi lain, thrift lebih identik dengan berbagai barang bekas yang sengaja dikumpulkan dari berbagai sumber agar bisa dijual lagi. Berbagai barang thrift ini seringkali tidak pernah digunakan sendiri oleh penjualnya.

Harga jualnya pun cenderung lebih rendah, karena thrift itu sendiri mempunyai makna penghematan. Mereka yang berada di luar negeri pun melakukan thrifting agar tetap bisa tampil fashionable dengan fashion item yang lebih murah.

Barang thrift bisa saja mempunyai desain vintage. Berbeda dengan barang preloved yang mana koleksinya masih sejalan dengan tren yang sedang berlangsung. Selain itu, barang thrift juga belum tentu mempunyai kondisi yang baik. Berbeda dengan barang preloved yang mana kondisinya masih layak untuk digunakan.

Baca juga: Inventory Card Agar Lebih Mempermudah Mengelola Persedian, Pentingkah?

Prospek Bisnis

Biasanya, bisnis preloved menjadi bisnis yang sangat menguntungkan bila ditekuni dengan baik. Karena, Anda bisa mendapatkan keuntungan hanya dengan modal yang sedikit. Anda hanya harus mengeluarkan tenaga untuk memilih berbagai barang yang memang masih layak untuk digunakan dan dijual.

Bila ingin terlihat lebih menarik, Anda juga bisa memfoto berbagai barang tersebut sesuai dengan tema estetik masa kini.

Selain dari sisi materi, menjalankan bisnis preloved juga akan membantu Anda mengurangi berbagai barang yang sudah menumpuk di rumah tanpa harus membuangnya secara cuma-cuma.

Selain bisa menguntungkan penjual, bisnis preloved juga akan menguntungkan pembeli. Karena, mereka bisa mendapatkan berbagai barang yang bermerk tanpa harus mengeluarkan uang yang banyak.

Baca juga: Jualan Online Tanpa Modal dan Stok Barang? Ini Caranya!

Tips Bisnis Preloved agar Laku Keras

Hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum menjalankan bisnis preloved adalah mengumpulkan berbagai barangnya.

Anda bisa mengumpulkan beberapa barang, seperti sepatu, baju, aksesoris, barang elektronik, peralatan dapur, dan barang lain. Setelahnya, Anda bisa memeriksa kembali apakah berbagai barang tersebut masih layak untuk dijual ataukah tidak.

Bila sudah, fotolah berbagai barang tersebut dengan sudut yang menarik agar bisa menarik perhatian calon pembeli. Pada saat yang bersamaan, Anda juga bisa menentukan harga jual dari berbagai barang tersebut. Harga beli barang di masa lalu bisa Anda jadikan pertimbangan untuk menentukan harga jualnya.

Lantas, dimana barang ini bisa dijual? Cara mudah untuk menjual barang preloved adalah secara online. Anda hanya harus menentukan platform mana yang nantinya ingin Anda gunakan, misalnya seperti di toko online milik Anda sendiri.

Baca juga: North Star Metrics: Pengertian dan Cara Menentukannya

Penutup

Demikianlah pengertian, prospek dan tips dalam menjalankan bisnis preloved. Kunci utama dalam menjalankan bisnis preloved adalah dengan rajin mengumpulkan berbagai barang bekas dan terus melakukan promosi.

Setelah itu, bila bisnis preloved Anda sudah semakin besar dan kebanjiran banyak pesanan, maka Anda bisa memanfaatkan sistem POS atau aplikasi kasir digital dari Accurate POS.

Dengan menggunakan Accurate POS, setiap transaksi yang terjadi di dalam bisnis Anda akan tercatat secara otomatis, sehingga Anda bisa mengetahui keuntungan yang Anda dapat. Catatan tersebut juga nantinya akan menghasilkan laporan penjualan yang penting untuk menentukan keputusan bisnis di masa depan.

Selain itu, Anda juga bisa mengetahui stok persediaan barang preloved yang masih ada dengan menggunakan Accurate POS. Sehingga, Anda nantinya Anda bisa membuat manajemen persediaan yang tepat.

Masih ada berbagai keuntungan lainnya yang bisa Anda rasakan dengan menggunakan Accurate POS. Ayo cari tahu informasi lengkapnya dengan mencobanya secara gratis selama 30 hari melalui banner menarik di bawah ini.