PSAK Syariah: Pengertian, Tujan, dan Poin-poin

Diterbitkan: 14 Nov 2024 | Diperbarui: 06 Mar 2026 | Ditulis oleh: Ibnu Ismail
PSAK Syariah: Pengertian, Tujan, dan Poin-poin

Poin penting


  • PSAK Syariah adalah pedoman yang mengatur penyusunan laporan keuangan untuk entitas yang menjalankan transaksi syariah.

 

  • PSAK Syariah bertujuan menghadirkan standar pelaporan yang seragam, memastikan kepatuhan pada prinsip syariah, serta mendukung perkembangan ekonomi syariah.

 

  • PSAK Syariah terdiri PSAK 101 hingga 112 dan lainnya yang mengatur dari laporan keuangan syariah hingga akuntansi untuk wakaf.

Pernahkah Anda merasa bingung saat menyusun laporan keuangan berbasis syariah? Tenang, Anda tidak sendiri! Sebagai pelaku bisnis atau akuntan yang bergerak di bidang keuangan syariah, memahami PSAK Syariah memang bukan perkara mudah.

Statement of Financial Accounting Standards versi syariah ini memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari standar akuntansi konvensional.

Melalui artikel ini, Anda akan menemukan panduan praktis tentang penerapan PSAK Syariah dalam kegiatan bisnsi sehari-hari.

Mulai dari basic principles hingga teknik implementasi yang mudah dipahami, artikel ini akan membantu Anda menguasai PSAK Syariah dengan lebih baik.

Mari kita pelajari bersama seluk-beluk standar akuntansi yang sesuai dengan prinsip Islam ini!

Apa itu PSAK Syariah?

PSAK Syariah adalah pedoman yang mengatur penyusunan laporan keuangan untuk entitas yang menjalankan transaksi syariah.

Dokumen ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAS) – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai panduan resmi dalam pelaporan keuangan berbasis syariah.

Ketika Anda menerapkan PSAK Syariah, Anda perlu memahami bahwa standar ini tidak hanya mengatur pencatatan transaksi, tetapi juga memastikan setiap aktivitas keuangan sesuai dengan prinsip Islam.

Berbeda dengan PSAK konvensional, PSAK Syariah memiliki karakteristik khusus yang melarang unsur riba (bunga), gharar (ketidakpastian), dan maysir (spekulasi).

Dalam praktiknya, PSAK Syariah mencakup berbagai aspek seperti murabahah (jual-beli), mudharabah (bagi hasil), musyarakah (kerjasama), dan transaksi syariah lainnya.

Standar ini menjadi rujukan utama bagi institusi-institusi syariah, seperti bank syariah, asuransi syariah, dan lembaga keuangan syariah lainnya.

Penerapan PSAK Syariah akan membantu Anda menciptakan transparency dan accountability dalam pelaporan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.

Baca juga: Laporan Keuangan Syariah: Komponen dan Perbedaannya

Tujuan dan fungsi PSAK syariah

PSAK syariah memiliki beberapa tujuan utama dalam mengatur praktik akuntansi berbasis prinsip Islam. Berikut beberapa tujuan utamanya:

1. Standarisasi pelaporan keuangan

Keberadaan PSAK Syariah akan membantu Anda menyusun laporan keuangan dengan format yang seragam. Standarisasi ini mampu memudahkan proses review dan comparison antar lembaga keuangan syariah.

Dengan adanya keseragaman, Anda dapat membandingkan performance satu entitas syariah dengan entitas lainnya secara lebih akurat.

2. Mematuhi prinsip syariah

PSAK Syariah memastikan setiap transaksi keuangan yang Anda lakukan sesuai dengan prinsip Islam.

Standar ini mengatur bagaimana mencatat dan melaporkan transaksi seperti mudharabahmusyarakah, dan ijarah sesuai dengan ketentuan syariah.

3. Meningkatkan kepercayaan publik

Melalui penerapan PSAK Syariah, Anda dapat meningkatkan trust masyarakat terhadap lembaga keuangan syariah.

Stakeholders dapat melihat bahwa transaksi keuangan dilakukan dengan transparan dan sesuai prinsip Islam.

4. Mengembangkan ekonomi syariah

PSAK Syariah mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis syariah di Indonesia. Standar ini membantu Anda mengembangkan produk dan layanan keuangan yang inovatif namun tetap dalam koridor syariah.

Baca juga: Akuntansi Syariah: Tujuan, Prinsip, dan Perbedaannya

Jenis-jenis PSAK Syariah

Dalam praktik akuntansi syariah, terdapat beberapa PSAK yang mengatur pencatatan dan pelaporan transaksi berbasis akad Islam.

Berikut beberapa jenis PSAK syariah yang perlu Anda ketahui:

1. PSAK 101: penyajian laporan keuangan syariah

Standar ini memandu Anda dalam menyajikan laporan keuangan syariah. Komponennya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, laporan sumber dan penggunaan dana zakat, serta laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan.

2. PSAK 102: akuntansi murabahah (jual beli)

Panduan ini mengatur pencatatan transaksi jual-beli murabahah. Anda dapat memahami cara mencatat margin keuntungan, pengakuan down payment, dan penanganan installment payments.

3. PSAK 103: akuntansi salam (jual beli pesanan)

Standar ini mengatur pencatatan transaksi salam, yaitu akad jual beli di mana pembayaran dilakukan di awal, sedangkan barang diserahkan di kemudian hari.

PSAK ini membantu Anda memahami cara mencatat pembayaran di muka, pengakuan aset salam, serta penyelesaian transaksi saat barang diterima.

4. PSAK 104: akuntansi istishna (jual beli pesanan pembuatan)

PSAK 104 mengatur pencatatan transaksi istishna, yaitu akad pemesanan pembuatan barang sesuai spesifikasi tertentu.

Standar ini menjelaskan bagaimana mencatat proses produksi, pengakuan pendapatan secara bertahap, serta penyelesaian transaksi setelah barang selesai dibuat dan diserahkan.

5. PSAK 105: akuntansi mudharabah (bagi hasil)

Standar untuk transaksi kerjasama usaha dengan sistem bagi hasil ini akan membantu Anda dalam menemukan aturan tentang pembagian keuntungan, pengelolaan modal, dan pelaporan hasil usaha.

6. PSAK 106: akuntansi musyarakah (kemitraan)

Pedoman untuk mencatat transaksi kerjasama dimana setiap pihak memberikan kontribusi modal ini akan membantu Anda mempelajari cara mencatat profit sharing dan kerugian dalam kerjasama bisnis.

7. PSAK 107: ijarah (sewa)

PSAK ini merupakan Standar yang mengatur transaksi sewa (lease) dalam konsep syariah. Anda akan memahami pencatatan biaya sewa, pemeliharaan aset, dan perpindahan kepemilikan.

8. PSAK 108: akuntansi asuransi syariah

PSAK 108 adalah panduan khusus untuk asuransi syariah. Anda dapat mempelajari pencatatan kontribusi peserta, claim payments, dan pengelolaan dana tabarru’.

9. PSAK 109: akuntansi zakat and infaq

Standar untuk lembaga pengelola zakat ini akan membantu Anda untuk mengetahui cara mencatat penerimaan dan penyaluran dana zakat, infaq, dan shadaqah.

10. PSAK 110: akuntansi sukuk (obligasi syariah)

PSAK 110 mengatur perlakuan akuntansi untuk transaksi sukuk atau obligasi berbasis syariah.

Standar ini menjelaskan cara pengakuan, pengukuran, penyajian, serta pengungkapan transaksi sukuk baik bagi penerbit maupun investor agar tetap sesuai dengan prinsip syariah.

11. PSAK 111: Akuntansi wa’d (janji)

PSAK 111 mengatur perlakuan akuntansi atas wa’d, yaitu janji sepihak yang sering digunakan dalam berbagai transaksi keuangan syariah.

Standar ini membantu menentukan bagaimana pengakuan dan pencatatan janji tersebut dalam laporan keuangan agar transparan dan sesuai prinsip syariah.

12. PSAK 112: akuntansi wakaf

PSAK 112 memberikan pedoman bagi lembaga yang mengelola wakaf dalam mencatat dan melaporkan aset wakaf serta hasil pengelolaannya.

Standar ini memastikan pengelolaan wakaf dilakukan secara akuntabel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariah.

Baca juga: Jenis Akad Syariah dalam Bisnis: Contoh & Manfaatnya

Penutup

Penerapan PSAK Syariah membantu bisnis menjalankan pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur, transparan, dan tetap sesuai dengan prinsip Islam.

Dengan memahami berbagai standar seperti murabahah, mudharabah, dan musyarakah, Anda dapat memastikan setiap transaksi tercatat dengan benar dan sesuai ketentuan syariah.

Untuk mendukung operasional bisnis sehari-hari, Anda juga dapat menggunakan sistem kasir digital seperti Accurate POS.

Aplikasi ini membantu mencatat transaksi penjualan, mengelola stok, serta memantau arus kas secara real-time sehingga pengelolaan bisnis menjadi lebih rapi, efisien, dan tetap selaras dengan pencatatan keuangan berbasis syariah.

Konsultasikan kebutuhan bisnis syariah Anda sekarang juga dengan klik tautan gambar dibawah ini!

aplikasi-kasirfooter-copy

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasiartikelpos-sidebar

Download E-Book Mengenal Kewajiban Pajak Perusahaan

Hindari masalah pajak dengan pahami pajak perusahaan di ebook ini!

Ibnu Ismail
Berawal dari hobi berkembang hingga profesi, tak sekedar fokus menulis di bidang ekonomi dan keuangan, saat ini Saya juga menggeluti SEO dan SEM secara lebih mendalam.

Artikel Terkait