Sejarah Panjang Antitrust Law dan Praktik Bisnis yang Dilarangnya

Setiap negara memiliki aturan resmi yang mengatur aktivitas bisnis atau usaha di wilayahnya. Tujuannya adalah untuk menyediakan wadah yang setara bagi pelaku bisnis di area yang sama sehingga salah satu pihak tidak memiliki kekuasaan yang terlalu besar dibanding kompetitornya. Di mana dalam penerapannya, aturan ini dikenal dengan nama Antitrust Law atau Undang-Undang Persaingan.

Secara sederhana, Antitrust Law adalah kebijakan yang dibuat pemerintah untuk menangani monopoli serta mencegah pelaku bisnis bermain curang demi mengejar keuntungan. Sehingga, secara tidak langsung, aturan ini juga bisa melindungi konsumen di tengah pasar ekonomi yang tidak sehat.

Untuk lebih memahaminya, mari bahas lebih lanjut mengenai pengertian dan sejarang panjang Antitrust Law, beserta contoh bisnis yang dilarangnya.

Apa Itu Antitrust Law?

Menurut laman Investopedia, Antitrust Law atau Undang-Undang Persaingan adalah undang-undang yang dikembangkan oleh pemerintah Amerika Serikat untuk melindungi konsumen dari praktik bisnis predator dan menciptakan persaingan sehat antar pedagang di ekonomi pasar terbuka.

Pasalnya, di dalam perdagangan, pasti ada fase pasang surut dan persaingan antar pedagang. Di mana jika dilakukan secara sehat dan produktif, produsen maupun konsumen akan sama-sama diuntungkan.

Adapun Undang-Undang Persaingan juga ditujukan untuk menangani berbagai aktivitas bisnis yang dianggap meragukan, seperti monopoli, alokasi pasar, persengkongkolan tender, dan penetapan harga yang tidak wajar.

Baca juga: Eco-Farming dan Manfaatnya Bagi Dunia Pertanian Indonesia

Sejarah Antitrust Law dari Waktu ke Waktu

Undang-Undang Persaingan sebenarnya telah mulai dipraktikkan jauh sebelum era modern. Penerapannya pun memiliki perbedaan baik antar negara maupun dalam negara yang sama dari waktu ke waktu. Berikut ini cikal bakal Undang-Undang Persaingan dari masa kekaisaran romawi hingga era modern.

1. Kekaisaran Romawi

Undang-Undang Persaingan sudah mulai terlihat di sekitar tahun 50 M, khususnya di tengah bisnis perdagangan gandum. Beberapa pedagang melakukan perbuatan curang dengan menghentikan kapal pemasok demi persaingan.

Awalnya, pihak yang melakukan perbuatan curang tersebut akan dikenai denda berat. Namun, pada tahun 301 M di bawah pemerintahan Diocletian, diberlakukan dekrit yang menjatuhkan hukuman mati bagi siapa saja yang curang dalam berdagang. Kecurangan yang dimaksud bisa berupa menimbun barang sehari-hari dan merekayasa seolah-olah barang tersebut sedang langka.

Konstitusi Zeno tahun 483 M juga menambahkan banyak peraturan yang mengatur tentang hal ini. Di mana hukumannya bisa berupa penyitaan properti dan pembuangan ke tempat terpencil.

2. Zaman Pertengahan

Ribuan tahun setelah era kekaisaran romawi, telah banyak praktik yang menyerupai Undang-Undang Persaingan di zaman pertengahan yang bisa dilihat di beberapa negara di Eropa. Seperti pada masa pemerintahan Raja Henry III pada tahun 1266 yang menerapkan undang-undang yang mengatur harga roti dan bir sesuai dengan harga biji-bijian yang ditentukan oleh hakim.

Secara umum, di benua Eropa, prinsip persaingan dikembangan di Lex Mercatoria. Beberapa contoh peraturan ini misalnya Konstitusi Juris Metallici yang dibuat Wenceslaus II dari Bohemia di sekitar tahun 1283 hingga 1305, yang mengatur perdagangan biji-bijian yang sering kali dicurangi.

3. Antitrust Law di Eropa

The Wealth of Nations karya Adam Smith adalah tulisan paling terkenal yang membahas mengenai Undang-Undang Persaingan. Di dalamnya, ditetapkan konsep ekonomi pasar di tengah industrialisasi sehingga pengrajin perorangan mulai tergantikan dengan pekerja berbayar dan mesin. Perusahaan pun dianggap sukses jika bisa memaksimalkan produksi dan meminimalkan biaya.

Hal ini disusul dengan Revolusi Perancis tahun 1789 yang menentang ketidakadilan akan monopoli perusahaan besar dan upah tenaga kerja yang minim. Di beberapa negara lain seperti Austria dan Jerman, hukum ini pun dikembangkan.

Namun, ditengah itu, terjadi depresiasi yang dikenal sebagai Panic of 1783 di seluruh Eropa. Hal inilah yang kemudian menyebabkan hilangnya dukungan terhadap ide-ide tentang Undang-Undang Persaingan.

4. Era Modern di Kanada dan Amerika Serikat

Di tahun 1889, Kanada memberlakukan peraturan yang dianggap sebagai Undang-Undang Persaingan pertama di era modern. Aturan ini dinamakan The Act for The Prevention and Suppression of Combinations yang disahkan setahun sebelum Amerika Serikat mengesahkan Sherman Act of 1890. Undang-undang yang dibuat Amerika Serikat ini dianggap sebagai undang-undang paling terkenal mengenai persaingan.

Kemudian, pada tahun 1914, disahkan Undang-Undang Komisi Perdagangan Federal yang melarang perdagangan tidak sehat. Di tahun 2020, Federal Trade Comission juga menegakkan Undang-Undang Persaingan Federal.

Baca juga: Apa Itu Corporate Communication Strategy dan Bagaimana Cara Menyusunnya?

Contoh Persaingan Bisnis yang Tidak Sehat

Faktanya, persaingan bisnis yang tidak sehat masih banyak terjadi dalam dunia perdagangan. Beberapa contohnya adalah alokasi pasar, persekongkolan tender, dan penetapan harga yang tidak wajar, yang semuanya dilarang untuk dilakukan sebagaimana yang diatur dalam Antitrust Law.

1. Alokasi Pasar

Alokasi pasar atau sering juga disebut sebagai monopoli regional adalah skema perdagangan yang dirancang oleh dua entitas untuk menjaga aktivitas bisnis di wilayah tertentu yang bisa dikuasai. Skema perdagangan ini biasanya dilakukan oleh perusahaan besar, di mana mereka mampu melakukan monopoli dan menutup jalan bagi perusahaan lain yang lebih kecil untuk ikut bersaing di pasar.

Sebagai contoh, dua perusahaan besar berjanji untuk tetap berbisnis di wilayah masing-masing dan tidak memasuki wilayah satu sama lain. Dengan begitu, mereka akan memegang kendali penuh dalam menguasai wilayah geografis tertentu.

2. Persekongkolan Tender

Untuk memulai suatu proyek bisnis besar, biasanya akan diadakan tender untuk memilih pihak mana yang diajak bekerja sama. Dalam hal ini, tak jarang terjadi persekongkolan di mana pihak yang kalah dan menang sebenarnya sudah ditentukan.

Misalnya, ada tiga perusahaan yang bekerja sama dalam tender ini. Ketiganya, sudah memutuskan siapa yang kalah dan menang karena pada akhirnya mereka akan bekerja sama.

Di tender berikutnya, ketiga perusahaan ini akan secara bergantian memenangkan tender. Dengan begitu, pasar akan tetap dikuasai oleh tiga perusahaan itu saja. Artinya, perusahaan lain yang lebih kecil tidak akan mendapat kesempatan untuk mendapat proyek tersebut.

3. Penetapan Harga yang Tidak Wajar

Penetapan harga yang dianggap curang adalah bila ditentukan dengan sengaja oleh pelaku bisnis tertentu, bukannya ditentukan secara alami oleh kekuatan pasar. Beberapa pelaku bisnis akan berkumpul untuk menetapkan harga yang sama sehingga konsumen harus membayar harga lebih tinggi dari yang seharusnya.

Baca juga: Memahami Detail Perhitungan Enterprise Value dan Contoh Kasusnya

Penutup

Pada dasarnya, Antitrust Law adalah kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk melindungi konsumen dari praktik bisnis yang tidak wajar dan menciptakan persaingan antar pedagang yang lebih sehat. Kebijakan ini juga sebenarnya mencegah kekuasaan berlebih dari suatu bisnis besar sehingga peluang bagi bisnis kecil untuk dapat berkembang lebih terbuka dengan lebar.

Tentunya, bisnis juga harus memperhatikan metode pengelolaan keuangannya agar keberlangsungan bisnis dapat terjaga dan berlangsung lama. Dalam hal ini, bisnis bisa menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang akan mempermudah proses pengelolaan keuangan secara lebih cepat, akurat, dan otomatis. Fitur yang tersedia di dalamnya juga akan membantu perusahaan dalam banyak hal, seperti melakukan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang, hingga menyelesaikan administrasi perpajakan.

Jika Anda tertarik untuk menggunakannya, klik banner di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Nat

Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.