Sembarangan dalam memilih bisnis menjadi kesalahan terbesar para pengusaha pemula. Banyak orang terjebak pada usaha bermodal kecil tanpa melakukan survei pasar. Padahal membaca kebutuhan konsumen dan animo pasar adalah hal utama. Bagaimana bisa Anda sukses kalau tidak bisa membaca permintaan pasar? Dari sekian banyak contoh kewirausahaan yang ada, beberapa diantaranya mulai booming belakangan ini.

Faktor Pendorong Kewirausahaan

Berwirausaha artinya Anda siap dengan tantangan baru ke depannya. Dengan wirausaha, Anda harus mulai aktif mengasah kemampuan dan mental untuk meningkatkan hasil karya. Bukan hanya itu, Anda pun dipaksa berproses dan bersikap dinamis terhadap segala perubahan. Apapun peluang yang membawa kemakmuran harus disikapi dengan bijak, bukan asal melangkah.

Meningkatnya kesadaran berwirausaha dipicu oleh faktor internal maupun eksternal. Seorang pengusaha tak mungkin mulai berbisnis tanpa dua alasan tersebut. Setidaknya, seorang pengusaha harus memiliki kecakapan pribadi dan sosial.

Dua kecakapan inilah yang membantu mereka mengelola kesadaran diri sendiri dan berinteraksi dengan lingkungan. Dengan begini, pengusaha bisa lebih luwes memperkenalkan usaha kepada orang banyak.

Baca juga : Membahas Teori Struktur Modal dan Berbagai Macam Faktor Penentunya

Apa yang Harus Diketahui Terlebih Dahulu?

Sebuah usaha hanya bisa dibangun, jika ada konsumen yang jelas. Untuk itu, hal pertama yang harus Anda kenali adalah kebutuhan konsumen. Konsumen disini bisa bersifat pribadi maupun kelompok, tergantung pada produk atau jasa yang ditawarkan. Selain itu, Anda harus melihat adanya permintaan pasar terhadap produk atau jasa. Dari sini, barulah Anda bisa memutuskan contoh kewirausahaan yang sesuai.

Contoh Kewirausahaan untuk Milenial

Di tengah gencarnya hasrat berwirausaha, beberapa jenis usaha cukup menarik perhatian. Bidang yang ditawarkan terkesan baru dan inovatif. Anda mungkin belum pernah terpikir sebelumnya. Adapun wirausaha yang mulai dilirik kaum milenial dan menjanjikan adalah sebagai berikut.

kewirausahaan starup

1. Startup

Perusahaan rintisan yang ramai di kalangan milenial ini cocok untuk Anda yang suka tantangan. Merintis perusahaan memang bukan perkara mudah, apalagi sebuah startup. Di tengah ketatnya persaingan, Anda bisa mengadaptasi beberapa usaha dalam bentuk startup.

Contoh kewirausahaan berbentuk startup yang sukses adalah Gojek. Fokus menyediakan jasa transportasi online, Gojek kerap meraih penghargaan. Anda sebenarnya bisa meniru kesuksesan Gojek atau startup lainnya.

Baca juga : Bisnis Anda Sudah Untung? Pelajari Cara Menghitung BEP dengan Benar

Untuk Anda yang melek digital, memulai startup mungkin sedikit lebih mudah. Namun pastikan dulu barang atau jasa apa yang akan ditawarkan melalui startup tersebut. Kebanyakan startup saat ini berfokus pada jual dan beli barang maupun jasa. Anda tinggal membuat inovasi baru dari produk atau jasa tersebut.

 

industri kreative

2. Industri Kreatif

Beberapa tahun terakhir, pemerintah gencar mendorong perkembangan ekonomi kreatif. Berbagai event diselenggarakan untuk mendukung milenial memperluas jaringan usahanya. Selain dukungan besar dari pemerintah, industri kreatif masih diburu konsumen. Pangsa pasar industri kreatif terbilang luas, bukan hanya menyasar kawula muda saja.

Konsumennya bisa datang dari dalam maupun luar negeri. Untuk industri kreatif sendiri, modal utama Anda tentu saja kreativitas. Sejauh mana Anda bisa mengembangkan dan mewujudkan kreativitas tersebut? Jika Anda punya ide kreatif yang berpotensi mendatangkan uang, cobalah untuk dikembangkan.

Jika masih bingung dengan contoh kewirausahaan berbasis kreativitas, coba pelajari kesuksesan pemilik akun Tahilalats. Berbekal pintar menggambar, kini pemilik akun bisa meraup untung hingga puluhan juta.

 

kewirausahaan ritel

3. Bisnis Ritel

Usaha satu ini tidak ada matinya, selama barang tersebut masih dibutuhkan. Secara harfiah, ritel berarti menjual produk secara ecer. Produk tersebut didapat dari distributor untuk ditawarkan kepada konsumen. Tak cuma laku di pasaran, ritel juga minim kerugian. Selama ini, kerugian yang dialami pengusaha ritel dikarenakan persaingan semata. Contoh usaha ritel sukses adalah supermarket yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti carefour atau matahari 

Kini, Anda bisa menimbang contoh kewirausahaan mana yang sesuai dengan budget dan permintaan pasar. Tak ada lagi alasan salah memilih usaha yang menguntungkan di kemudian hari. Saat memulai usaha, artinya Anda tengah memulai petualangan baru.

Baca juga : Mengenal Bisnis Prakarya, Pilihan Bisnis yang Bisa Anda Jalani

Anda harus mempersiapkan mental dan keuangan untuk membangun pondasi usaha yang kuat. Meskipun tak mudah mencapai kesuksesan, wirausaha tentu mengajari Anda hal berharga, seperti menempa mental dan kepekaan. Anda diajari mengenal konsumen dan menghadapi tantangan dengan profesional dan baik.

Jangan lupakan juga tentang pembukuan dan pencatatan pos pengeluaran dan pemasukan bisnis Anda, dengan begitu bisnis Anda dapat berkembang dengan baik. Pembukuan baik juga akan membuat bisnis Anda terlihat lebih profesional di mata para investor dan memudahkan mereka saat mereka menggali informasi tentang pembukuan bisnis Anda.

Saat memulai bisnis, Anda bisa menggunakan pembukuan manual untuk sekedar pencatatan pengeluaran dan pemasukan bisnis. Namun jika bisnis Anda sudah memiliki banyak transaksi dan investor, ada baiknya Anda menggunakan software akuntansi dengan fitur lengkap seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud buatan Indonesia yang sudah digunakan oleh 300 ribu pengguna dari berbafgai jenis bisnis. Memiliki fitur terlengkap dengan harga terjangkau, telah membuat Accurate Online mendapatkan Top Brand Award sejak tahun 2016 untuk kategori software akuntansi terbaik Indonesia.

Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui link ini.