Pengertian Dynamic Pricing dan 5 Cara Mudah Menerapkannya

oleh | Jun 23, 2023

source envato.

Pengertian Dynamic Pricing dan Kemampuannya yang Mampu Meningkatkan Daya Saing Bisnis

Terdapat banyak sekali strategi yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk mewujudkan harga yang bersaing dalam dunia bisnis, salah satu diantaranya adalah dynamic pricing.

Dynamic pricing adalah metode penentuan haga yang sangat menarik, karena metode ini bisa berubah-ubah kapanpun Anda inginkan. Namun, ada pertimbangan tertentu sebelum membuat keputusan yang tepat.

Ayo baca terus artikel tentang dynamic pricing di bawah ini untuk mengetahui pengertian, dan fungsi besarnya dalam dunia bisnis.

Apa itu Dynamic Pricing

accurate.id Apa itu Dynamic Pricing

Berdasarkan laman Wikipedia, dynamic pricing, atau yang juga dikenal sebagai harga dinamis, adalah suatu strategi penetapan harga yang memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan harga produk atau layanan secara real-time berdasarkan permintaan, penawaran, atau faktor-faktor lainnya.

Dalam strategi ini, harga dapat berubah seiring waktu dan dapat berbeda untuk setiap pelanggan atau segmen pasar.

Metode ini biasanya dibuat dengan berdasarkan analisis big data dan menggunakan algoritma untuk memperhitungkan berbagai variabel, seperti tingkat permintaan, persediaan, biaya produksi, waktu, lokasi, profil pelanggan, dan faktor-faktor lainnya.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan pendapatan mereka dengan menyesuaikan harga agar sesuai dengan kondisi pasar yang berubah-ubah.

Dynamic pricing sering diterapkan dalam berbagai industri, termasuk transportasi (seperti tiket pesawat dan taksi online), perhotelan, ritel online, dan e-commerce.

Beberapa perusahaan besar seperti Amazon, Uber, dan Airbnb menggunakan strategi ini untuk meningkatkan keuntungan dan memberikan harga yang lebih kompetitif.

Baca juga: Apa itu Pricing Objective? Ini Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya untuk Bisnis Anda

Contoh Penerapan Dynamic Pricing

Contoh Penerapan Dynamic Pricing

Berikut ini adalah beberapa contoh dynamic pricing:

1. Tiket Pesawat

Maskapai penerbangan seperti JetBlue Airways menggunakan strategi ini untuk menyesuaikan harga tiket pesawat berdasarkan permintaan dan ketersediaan yang ada. Harga tiket dapat berubah seiring berjalannya waktu dan dapat bervariasi tergantung pada waktu pemesanan dan hari keberangkatan.

2. E-commerce

Perusahaan e-commerce seperti Amazon menerapkan dynamic pricing untuk produk mereka. Harga barang dapat berubah secara real-time berdasarkan permintaan, persediaan, dan faktor-faktor lainnya. Contohnya, harga barang di Amazon dapat berubah dari waktu ke waktu atau selama peristiwa penjualan khusus seperti “Prime Day“.

3. Ritel Online

Toko online seperti Zalando menerapkan dynamic pricing pada produk fashion. Harga pakaian, sepatu, dan aksesoris dapat berubah berdasarkan permintaan, popularitas, dan faktor-faktor lainnya.

4. Layanan Ridesharing

Perusahaan seperti Uber dan Lyft menggunakan strategi ini untuk menyesuaikan harga perjalanan berdasarkan permintaan dan ketersediaan pengemudi. Pada saat permintaan tinggi, seperti jam sibuk atau peristiwa khusus, harga perjalanan dapat meningkat.

Baca juga: Apa itu Bundle Pricing? Ini Pengertian, Kelebihan, Jenis, dan Contoh Penerapannya

Cara Melakukan Dynamic Pricing

Cara melakukan dynamic pricing dapat berbeda-beda tergantung pada industri dan strategi yang diterapkan oleh perusahaan. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan dynamic pricing adalah sebagai berikut:

1. Analisis Data

Kumpulkan dan analisis data terkait faktor-faktor yang mempengaruhi harga, seperti permintaan, persediaan, biaya produksi, profil pelanggan, dan faktor-faktor lainnya.

2. Identifikasi Faktor Penentu Harga

Tentukanlah faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi perubahan harga, seperti waktu, lokasi, permintaan saat itu, kejadian khusus, atau atribut pelanggan.

3. Tentukan Strategi Penetapan Harga

Berdasarkan analisis data dan faktor-faktor penentu harga, tentukanlah strategi penetapan harga yang sesuai. Hal ini dapat mencakup penetapan harga tinggi saat permintaan tinggi atau harga diskon saat persediaan berlebih.

4. Implementasikan Algoritma dan Sistem

Gunakan algoritma dan sistem yang tepat untuk mengotomatisasi proses penetapan harga dan membuat perubahan harga secara real-time berdasarkan variabel-variabel yang sudah ditentukan.

5. Pantau dan Evaluasi

Terus pantau kinerja dynamic pricing Anda, dan evaluasi hasilnya secara teratur. Lakukanlah perubahan dan penyesuaian jika diperlukan berdasarkan analisis data dan feedback pelanggan.

Baca juga: Rumus Harga Keseimbangan dan Cara Mudah untuk Menghitungnya

Kelebihan dan Kekurangan Dynamic pricing

accurate.id Kelebihan dan Kekurangan Dynamic pricing

Dirangkum dari laman BigCommerce, berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari dynamic pricing:

Kelebihan Dynamic pricing:

  1. Penyesuaian harga secara real-time: Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan harga secara real-time berdasarkan berbagai faktor, seperti permintaan, persediaan, waktu, dan profil pelanggan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk bisa mengoptimalkan pendapatan dan keuntungan mereka.
  2. Responsif terhadap kondisi pasar: Dengan dynamic pricing, perusahaan dapat merespons perubahan dalam permintaan pasar dan tingkat persaingan secara cepat. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk tetap kompetitif dan memaksimalkan pendapatan dalam lingkungan yang berubah-ubah.
  3. Segmentasi pelanggan: Strategi ini juga memungkinkan perusahaan untuk membedakan harga berdasarkan profil pelanggan. Sehingga bisa meningkatkan kepuasan pelanggan dan memaksimalkan pendapatan dengan menargetkan segmen pasar yang berbeda.

Kekurangan Dynamic pricing:

  1. Kompleksitas dan kesulitan implementasi: Implementasi dynamic pricing tergolong rumit dan memerlukan analisis data yang canggih serta penggunaan algoritma yang kompleks. Hal ini dapat menghadirkan tantangan bagi perusahaan yang tidak memiliki sumber daya atau keahlian yang cukup.
  2. Potensi ketidakadilan harga: Strategi ini dapat menyebabkan perbedaan harga yang signifikan antara pelanggan yang sama, tergantung pada faktor-faktor yang digunakan dalam penetapan harga. Hal ini dapat menimbulkan ketidakpuasan pelanggan atau adanya persepsi yang tidak adil.
  3. Ketidakstabilan harga: Dynamic pricing dapat menyebabkan fluktuasi harga secara signifikan, terutama pada produk atau layanan yang memiliki permintaan tinggi. Hal ini dapat membuat konsumen merasa tidak adil dan sulit untuk merencanakan pembelian.

Baca juga: Proses Bisnis: Pengertian, Jenis, Manfaat dan Contohnya

Kesimpulan

Jadi, dynamic pricing adalah strategi penetapan harga yang memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan harga produk atau layanan secara real-time berdasarkan permintaan, persediaan, waktu, dan faktor-faktor lainnya.

Kelebihan dari diterapkannya dynamic pricing adalah bisa menyesuaikan harga secara real-time, bisa lebih responsif terhadap kondisi pasar, dan lebih mudah dalam melakukan segmentasi pelanggan.

Di sisi lain, kekurangan dari dynamic pricing adalah kompleks dan sulit dalam menerapkannya, adanya potensi ketidakadilan dan ketidakstabilan harga.

Sama seperti strategi bisnis lainnya, dynamic pricing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan sebelum menerapkannya. Keputusan untuk menggunakan strategi ini harus didasarkan pada analisis yang mendalam terhadap industri, pelanggan, dan kebutuhan bisnis.

Dynamic pricing telah digunakan secara luas dalam berbagai industri, termasuk transportasi, e-commerce, dan perhotelan.

Dengan teknologi dan analisis data yang terus berkembang, perusahaan dapat memanfaatkan strategi ini untuk meningkatkan pendapatan, mengoptimalkan keuntungan, dan memberikan harga yang lebih kompetitif kepada pelanggan.

Namun, perusahaan juga harus memperhatikan aspek etis dan menjaga keseimbangan antara keuntungan perusahaan dan kepuasan pelanggan.

Selain itu, perusahaan juga harus bisa mengelola bisnisnya secara lebih efektif dan efisien, salah satu caranya adalah dengan menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Software akuntansi dan bisnis ini mampu membantu Anda dalam mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara real-time, mengelola persediaan di gudang, melakukan penjualan dan pembelian, menyelesaikan perpajakan usaha, dan masih banyak lagi.

Masih ragu dengan Accurate Online? Klik tautan gambar di bawah ini untuk mencobanya selama 30 hari, Gratis!

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

11 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Natalia

Artikel Terkait