Perdagangan Internasional: Pengertian, Teori, Manfaat, dan Faktor Pendorongnya

oleh | Mei 21, 2024

source envato.

Perdagangan Internasional: Pengertian, Teori, Manfaat, dan Faktor Pendorongnya

Perdagangan internasional merupakan sebuah perdagangan yang dilakukan antar negara guna menciptakan siklus dagang secara menyeluruh dan mendunia atau antar negara.

Perdagangan ini bisa dilakukan oleh negara-negara yang melakukan kerjasama secara ekonomi bahkan sesama pengusaha antar negara.

Latar belakang adanya perdagangan secara internasional ini karena tidak semua negara mampu memenuhi kebutuhan negaranya akan barang atau jasa.

Oleh karena itu, perdagangan secara internasional ini menjadi penting dan memiliki manfaat antar negara sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pengertian Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional adalah pertukaran barang dan jasa yang dilakukan antar negara. Pertukaran ini dapat terjadi antara individu, perusahaan, atau pemerintah.

Dalam siklus yang terjadi pada perdagangan secara internasional ini tentunya melibatkan pemilik barang atau jasa yang akan menawarkan produknya dan pembeli.

Namun, transaksi yang dilakukan tentu berdasarkan prosedur yang berlaku secara internasional.

Misalnya saja ekspor, investasi yang dilakukan dengan mendirikan pabrik di luar negaranya.

Dalam artian yang sebenarnya antar sesama negara tidak melakukan perdagangan secara internasional.

Namun, warga negaranya yang melakukan siklus dagang internasional, yaitu dengan mengadakan kerjasama, investasi hingga penjualan barang dan jasa.

Pelaku dagang internasional adalah warga negara pemilik perusahaan, lembaga pemerintahan atau suatu organisasi dagang lainnya.

Suatu masyarakat dalam negara tentunya membutuhkan barang atau jasa yang tidak ada di negara yang ditinggalinya.

Dengan adanya perdagangan antar negara tentu memperlancar pemenuhan kebutuhan untuk warga di masing masing negara yang melakukan perdagangan ini.

Misalnya saja, Indonesia membutuhkan mesin modern untuk pengolahan sawah, maka negara luar menyediakan mesin tersebut.

Atas dasar kebutuhan dan saling menguntungkan kedua belah pihak tentunya perdagangan antar negara ini sangat membantu dan bermanfaat.

Bagi negara yang membutuhkan barang atau jasa sudah terbantu pemenuhan kebutuhannya.

Dan bagi negara yang menawarkan barang serta jasa juga mendapat keuntungan secara finansial dari negara lain.

Inilah beberapa hal tentang perdagangan secara internasional yang bisa dipahami.

Tentunya siklus dagang internasional ini terjadi karena ada teori yang mendasari dan acuan yang digunakan. Inilah yang perlu dipahami dalam dunia dagang internasional.

Baca juga: Pengertian Bisnis Ekspor Impor dan Strategi Memulainya

Teori Perdagangan Internasional

Ada dua hal yang perlu dipahami sebagai teori yang mendasari perdagangan secara internasional.

Yaitu teori tentang keunggulan mutlak dan teori keunggulan komparatif dengan penjelasan berikut.

1. Teori Keunggulan Mutlak

Pada teori keunggulan mutlak dijelaskan bahwa perdagangan secara internasional akan memberikan keuntungan pada suatu negara.

Dengan syarat negara yang melakukan produksi menetapkan harga lebih rendah dan dibandingkan dengan harga yang telah ditetapkan di negara lain.

Misalnya, produksi negara A menentukan 5 sabun per jam sementara itu di negara B, 2 sabun per jam.

Kemudian untuk sampo negara A memproduksi 3 sampo perjam dan negara B, 7 sampo per jam.

Kenapa terjadi perbedaan? Karena di negara A terjadi efektifitas serta efisiensi produksi sabun, berbeda dengan negara B yang kurang efektif.

Begitu sebaliknya untuk sampo, negara B lebih efektif.

Dengan adanya perbedaan produksi dan efektifitas antar negara maka bisa dilakukan pertukaran perdagangan secara internasional.

Yaitu dengan negara A membeli Sampo negara B dan negara B membeli sabun dari Negara A.

Akan terjadi keuntungan untuk dua negara jika negara A menjual sabun dan negara B menjual sampo.

2. Teori Keunggulan Komparatif

Adanya teori keunggulan komparatif yaitu suatu negara tidak mempunyai keunggulan secara mutlak pada produksi barang.

Pada suatu negara bisa melakukan perdagangan secara internasional yaitu memilih barang yang paling efektif dan efisien untuk proses produksi.

Pada contoh ini misalnya, bahwa di negara A produksi sabun bisa 5 sabun per jam sementara di negara B hanya 2 sabun per jam.

Kemudian untuk sampo, negara A untuk sampo bisa menghasilkan 2 sampo per jam dan negara B, 2 sampo per jam.

Bisa dikatakan sama-sama memiliki efisiensi. Namun di negara A bahan baku sampo lebih mahal, jadi negara B tetap dianggap efisien dalam produksi.

Maka dengan kejadian tersebut, bisa dilakukan pertukaran perdagangan dengan negara A memproduksi sabun.

Sementara itu negara B memproduksi sampo. Sehingga menjadi efektif dan efisien dalam produksi dan penjualan internasional guna mendapatkan keuntungan.

Itulah penjelasan dari teori perdagangan secara internasional yang dilakukan antar negara.

Berikutnya bahwa perdagangan tersebut juga memiliki berbagai manfaat untuk kedua belah pihak negara yang melakukan kerjasama.

Baca juga: Hak Paten: Pengertian, Fungsi, dan Cara Mendapatkan Hak Paten di Indonesia 

Tujuan Perdagangan Internasional

Dalam melakukan perdagangan internasional terdapat berbagai tujuan yang ingin dicapai, tak hanya demi keuntungan ekonomi, tetapi juga demi kemajuan bersama.

Mari kita telusuri lebih dalam tujuan-tujuan tersebut:

1. Memenuhi Kebutuhan yang Beragam:

Setiap negara memiliki keunikan dan sumber daya yang berbeda. Perdagangan internasional memungkinkan negara untuk saling melengkapi kekurangannya.

Contohnya, Indonesia kaya akan rempah-rempah, namun terbatas gandum. Dengan mengimpor gandum dari Australia, Indonesia dapat memenuhi kebutuhan rakyatnya dan fokus pada produksi komoditas unggulannya.

2. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat:

Melalui perdagangan internasional, konsumen mendapatkan akses terhadap berbagai macam produk dengan harga yang lebih kompetitif.

Hal ini meningkatkan standar hidup dan mendorong inovasi dalam produksi barang dan jasa.

Peningkatan daya beli ini, pada gilirannya, memacu pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru.

3. Meningkatkan Spesialisasi dan Efisiensi:

Setiap negara memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi barang atau jasa tertentu.

Dengan berfokus pada keunggulannya dan mengimpor produk lain, negara dapat meningkatkan efisiensi produksi dan mencapai skala ekonomi yang lebih besar.

Hal ini menghasilkan produk berkualitas dengan harga yang lebih murah, menguntungkan konsumen di seluruh dunia.

4. Memperluas Pasar dan Meningkatkan Pendapatan Negara:

Perdagangan internasional membuka peluang bagi perusahaan untuk menjangkau pasar yang lebih luas di luar negeri.

Hal ini dapat meningkatkan penjualan, keuntungan, dan menciptakan lapangan kerja baru di negara asal.

Selain itu, bea masuk dan cukai dari impor juga menjadi sumber pendapatan penting bagi negara.

5. Memperkuat Hubungan dan Kerjasama Internasional:

Melalui pertukaran barang dan jasa, negara-negara dapat menjalin hubungan diplomatik dan ekonomi yang saling menguntungkan.

Hal ini dapat meningkatkan perdamaian dan stabilitas di dunia.

6. Memperoleh Teknologi dan Pengetahuan Baru:

Perdagangan internasional memungkinkan transfer teknologi dan pengetahuan antar negara.

Negara-negara yang lebih maju dapat berbagi teknologi dan keahliannya dengan negara-negara berkembang, membantu mereka meningkatkan kualitas produk dan daya saing di pasar global.

7. Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Energi:

Perdagangan internasional memainkan peran penting dalam memastikan ketahanan pangan dan energi global.

Negara-negara yang kekurangan sumber daya alam tertentu dapat mengimpornya dari negara lain, sehingga terhindar dari krisis dan kelaparan.

8. Mendukung Pembangunan Berkelanjutan:

Perdagangan internasional dapat menjadi alat untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.

Dengan menerapkan praktik perdagangan yang adil dan berkelanjutan, negara-negara dapat melindungi lingkungan dan memastikan kelestarian alam untuk generasi mendatang.

Tujuan-tujuan perdagangan internasional ini saling terkait dan saling memperkuat.

Dengan memahami tujuan-tujuan ini, kita dapat melihat bahwa perdagangan internasional bukan hanya tentang pertukaran barang dan jasa.

Tetapi juga tentang menciptakan dunia yang lebih sejahtera, adil, dan berkelanjutan bagi semua.

Baca juga: Berbagai Faktor Penghambat Perdagangan Internasional

Manfaat dari Perdagangan Internasional

Dengan melakukan perdagangan secara internasional, sudah pasti setiap negara akan mendapatkan manfaat yang besar.

Berikut ini beberapa manfaat perdagangan internasional:

1. Terjadi Hubungan Bilateral dan Multilateral

Hubungan bilateral yaitu hubungan yang dilakukan antara dua negara, tentunya saling menguntungkan dalam melakukan perdagangan secara internasional.

Sementara itu, multilateral merupakan kerjasama antar berbagai negara tanpa adanya batasan wilayah, sehingga jangkauan bisa luas ke seluruh dunia.

2. Saling Bantu Secara Cepat

Dengan adanya perdagangan secara internasional tentu terjadi efisiensi dan efektivitas suatu barang atau jasa antar negara. Sehingga bisa saling membantu memenuhi kebutuhan.

Serta dipilih proses produksi yang lebih cepat sehingga dapat menghemat waktu, biaya serta meningkatkan harga jual.

Baca juga: 10 Cara Menjadi Pengusaha Sukses di Era Revolusi Industri 4.0

3. Meningkatkan Kesejahteraan Suatu Negara

Jika terjadi perdagangan antar semua negara, tentunya akan memberikan peningkatan kesejahteraan.

Dengan adanya ekspor impor yang dilakukan antar negara sebagai bentuk perdagangan.

Maka suatu negara bisa mendapatkan keuntungan dan masyarakat pun merasakan efek dari perdagangan secara internasional tersebut.

4. Keuntungan Internal dan Eksternal

Keuntungan secara internal tentu bisa dirasakan oleh negara yang bersangkutan. Sementara eksternalnya adalah dirasakan oleh negara lain yang terlibat di dalamnya.

Sehingga dalam sebuah perdagangan terjadi hal yang saling menguntungkan satu sama lain.

5. Memperluas Kesempatan Kerja

Dengan dibuka seluas-kuasanya perdagangan secara internasional akan berpengaruh pada kebutuhan akan pekerja.

Sehingga akan tercipta kesempatan lapangan kerja baru bagi negara tersebut guna mempercepat proses produksi.

Maka lapangan kerja semakin luas dengan adanya perdagangan secara internasional.

Inilah beberapa manfaat yang didapatkan dari perdagangan secara internasional. Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor pendorong yang ada.

Baca juga: Faktor yang Mendorong Terjadinya Perdagangan Internasional

Untuk mempermudah Anda dalam melakukan pencatatan transaksi dengan multi mata uang, Anda bisa menggunakan Accurate Online yang memiliki fitur multi mata uang yang akan memudahkan Anda dalam pembuatan laporan keuangan dan pelaporan pajak nantinya.

Untuk mengetahui fitur multi mata uang pada Accurate Online, Anda dapat menontonnya melalui video di bawah ini:

youtube accurate fitur multi mata uang

Fitur Multi Mata Uang. Source: Youtube Accurate Official.

Baca juga: Langkah Awal Menggunakan Accurate Online untuk Pembukuan Bisnis

Jenis-jenis Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional, laksana jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa, hadir dalam berbagai bentuk dan jenis.

Masing-masing jenis memiliki ciri khas dan perannya dalam pertukaran barang dan jasa antar negara.

Berikut adalah beberapa jenis perdagangan internasional beserta contohnya:

1. Berdasarkan Arah Perdagangan:

  • Ekspor: Perdagangan ke luar negeri. Contoh: Indonesia mengekspor kopi ke Amerika Serikat.
  • Impor: Perdagangan ke dalam negeri. Contoh: Indonesia mengimpor gandum dari Australia.

2. Berdasarkan Sifat Transaksi:

  • Perdagangan Barang: Pertukaran barang fisik. Contoh: Indonesia mengekspor tekstil ke Jepang.
  • Perdagangan Jasa: Pertukaran jasa yang tidak berwujud. Contoh: Indonesia mengekspor jasa pariwisata ke Singapura.

3. Berdasarkan Wilayah:

  • Perdagangan Bilateral: Perdagangan antara dua negara. Contoh: Perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Australia.
  • Perdagangan Multilateral: Perdagangan yang melibatkan banyak negara. Contoh: Keanggotaan Indonesia dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

4. Berdasarkan Tingkat Pengolahan:

  • Perdagangan Barang Primer: Perdagangan produk mentah atau belum diolah. Contoh: Indonesia mengekspor batu bara ke Tiongkok.
  • Perdagangan Barang Sekunder: Perdagangan produk yang telah diolah sebagian. Contoh: Indonesia mengekspor CPO (Crude Palm Oil) ke India.
  • Perdagangan Barang Tersier: Perdagangan produk yang telah diolah secara penuh dan memiliki nilai tambah tinggi. Contoh: Indonesia mengekspor mobil ke Thailand.

5. Berdasarkan Bentuk Transaksi:

  • Perdagangan Formal: Perdagangan yang dilakukan melalui saluran resmi dan legal. Contoh: Impor mesin industri melalui Bea Cukai.
  • Perdagangan Informal: Perdagangan yang dilakukan di luar saluran resmi dan legal. Contoh: Penyelundupan tekstil melintasi perbatasan.

6. Berdasarkan Cara Pembayaran:

  • Perdagangan Tunai: Pembayaran dilakukan secara langsung pada saat transaksi. Contoh: Pembelian suvenir di pasar tradisional saat berwisata ke negara lain.
  • Perdagangan Kredit: Pembayaran dilakukan dengan cara mencicil atau dengan jangka waktu tertentu. Contoh: Impor bahan baku dengan sistem Letter of Credit (L/C).

7. Berdasarkan Peran Perantara:

  • Perdagangan Langsung: Perdagangan yang dilakukan tanpa perantara antara penjual dan pembeli. Contoh: Ekspor kopi dari petani langsung ke eksportir.
  • Perdagangan Tidak Langsung: Perdagangan yang melibatkan perantara antara penjual dan pembeli. Contoh: Impor mobil melalui agen impor.

Jenis-jenis perdagangan internasional ini saling terkait dan dapat terjadi secara bersamaan dalam satu transaksi.

Memahami jenis-jenis perdagangan ini penting bagi pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat umum untuk dapat berpartisipasi secara efektif dalam perdagangan internasional dan memaksimalkan manfaatnya.

Baca juga: Neraca Pembayaran Internasional dan 7 Faktor Pengaruhnya

Faktor yang Mempengaruhi terjadinya Perdagangan Internasional

Ada beberapa faktor pendorong dari perdagangan secara internasional. Faktor pendorong tersebut sangat dipengaruhi oleh hal berikut ini.

1. Adanya Sumber Daya Alam

SDA yang melimpah merupakan bekal produksi dan terjadinya hasil suatu produk. Yang kemudian memicu perdagangan antar negara.

Sehingga SDA ini sangat berpengaruh pada terciptanya suatu produk baru.

2. Perbedaan Faktor Produksi

Perbedaan dari faktor produksi yaitu berhubungan dengan hasil dan efektifitas waktu.

Misalnya suatu negara yang bisa menghasilkan sabun akan memesan sabun ke negara lain. Dikarenakan biaya produksi sabun di negara lain lebih murah dan efisien.

3. Adanya Kebutuhan Dalam Negeri

Kebutuhan akan suatu barang atau jasa yang tidak ada di negaranya. Atau dipengaruhi faktor produksi yang ada.

Maka suatu negara memesan ke negara lainnya sehingga terjadi perdagangan antar negara secara lebih luas

4. Siklus Ekonomi dan Perluasan Jaringan

Dengan adanya perdagangan secara internasional tentu terjadi siklus ekonomi yaitu ada penjual dan pembeli.

Kemudian kedua belah pihak mendapatkan keuntungan dari perdagangan yang dilakukan.

Jika perdagangan dilakukan secara internasional maka otomatis akan memperluas jaringan antar negara di seluruh dunia.

5. Keinginan Saling Bekerjasama

Hal lain yaitu dipicu dari keinginan antar negara untuk saling bekerjasama. Kerjasama ini pula dilakukan guna mensejahterakan masyarakat secara umum dan negara pada khususnya.

Dengan adanya faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional, maka proses ekonomi akibat operasi perdagangan bisa berlangsung terus menerus hingga kurun waktu yang tidak ditentukan.

Bahkan akan semakin meluas dan efektif dalam menjalankan perdagangan antar negara . 

Baca juga: Pengertian Bisnis Internasional dan Tantangan Menjalankannya

Kesimpulan

Itulah pembahasan lengkap mengenai perdagangan internasional yang menciptakan kesejahteraan serta keuntungan bagi banyak negara yang melakukannya.

Perdagangan ini juga menciptakan siklus ekonomi serta perluasan jaringan ke seluruh negara di dunia yang secara berkelanjutan juga jalan untuk penyediaan lapangan pekerjaan dan juga mempererat kerjasama suatu negara.

Memiliki bisnis yang memiliki lingkup internasional? Tentunya masalah yang sering terjadi adalah kesulitan dalam melakukan pembukuan dengan kurs mata uang berbeda.

Solusi terbaik adalah menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur multi mata uang seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang memiliki fitur terlengkap dan juga harga paling terjangkau di Indonesia.

Hanya dengan 200 ribu perbulan Anda bisa mendapatkan fitur pembukuan terlengkap, pengelolaan dan penhitungan pajak, multi mata uang, multi gudang, payroll, proses rekonsiliasi otomatis dan masih banyak lagi fitur terbaik yang tidak Anda dapatkan di software akuntansi lain.

Tidak percaya? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar dibawah ini:

bisnisukmbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Natalia
Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.

Artikel Terkait