Apa itu Analisis Porter Five Force? Ini Penjelasannya!

Persaingan menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari dunia bisnis. Banyak sekali perusahaan dalam industri yang sama-sama bersaing untuk merebut pasar dan menjadi pemimpin pasar. Hal tersebut memerlukan daya saing yang kuat. Nah, untuk itu perusahaan harus bisa melakukan analisis kekuatan kompetitif dan salah satu model yang bisa mengukurnya adalah Porter Five Force atau lima kekuatan porter.

Tapi, apa itu Porter Five Force? Apa saja faktor yang ada di dalamnya? Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya:

Apa Itu Analisis Porter Five Force?

Porter Five Force atau lima kekuatan porter adalah suatu metode yang digunakan untuk melakukan identifikasi dan analisa kekuatan kompetitif di dalam suatu industri yang mampu membantu menentukan kelemahan dan kekuatan dari industri tersebut.

Jenis analisis bisnis ini bisa diterapkan dalam beragam segmen ekonomi agar bisa memahami tingkat persaingan di dalam industri dan meningkatkan keuntungan perusahaan untuk jangka waktu yang panjang.

Model analisa bisnis ini pertama kali dikembangkan dan ditemukan oleh Michael E. Porter yang ditulis dalam bukunya dengan judul “Competitive Strategy: Techniques for Analyzing Industries and Competitors” yang telah diterbitkan pada tahun 1980 lalu. Untuk itu, model analisis bisnis ini diberi nama sesuai dengan nama penggagasnya.

Dalam model ini, analisis struktur industri dan strategi perusahaan akan didasarkan pada lima faktor kekuatan utama. Kelima faktor kekuatan tersebut dimanfaatkan untuk bisa mengukur intensitas persaingan, daya tarik, serta profitabilitas suatu pasar ataupun industri.

Harus kita akui bersama bahwa keunggulan kompetitif dari suatu perusahaan berada pada profitabilitasnya dalam industri perusahaan tersebut berasal. Untuk itu, tugas yang paling utama dari manajemen strategis adalah memilih industri yang dinilai menguntungkan.

Selain itu, model analisis Porter Five Force pun memberikan dampak menyeluruh dan mendalam pada perumusan strategi perusahaan. Penerapannya juga bisa diterapkan di hampir semua sektor industri, seperti jasa keuangan, teknologi, dan industri lainnya.

Bila dibandingkan dengan model analisis lain, seperti misalnya SWOT, Porter Five Force lebih cenderung sederhana untuk menganalisa lingkup persaingan dasar di dalam suatu industri.

Model bisnis ini akan melakukan identifikasi keunggulan kompetitif dengan cara menggunakan lima sumber utama persaingan, yakni kekuatan tawar menawar supplier, daya tawar dari pembeli, ancaman para kompetitor baru, ancaman dari pengganti, dan persaingan di dalam industri.

Dengan adanya kelima faktor kekuatan ini, maka perusahaan bisa menentukan strategi bisnisnya, apakah lebih condong pada biaya yang rendah, disimilasi produksi, ataupun sentralisasi.

Penentuan terkait strategi ini tentunya didasarkan pada setiap kekuatan perusahaan dan juga perbandingan dari kelima faktor kekuatan tersebut.

Baca juga: Analisis Keputusan: Pengertian Lengkap, Cara Kerja, dan Contohnya

Lima Faktor Porter Five Force

Sebagai pebisnis, Anda tidak boleh menganggap remeh persaingan dalam dunia bisnis. Anda harus yakin dan menyadari bahwa kompetitor terus mengawasi pergerakannya, sehingga bisa memanfaatkan momentum tertentu untuk mengalahkan Anda.

Untuk itu, penting sekali untuk mengawasi setiap kompetitor. Sehingga, Anda bisa mengetahui setiap pergerakan kompetitor agar bisa selangkah lebih maju dari kompetitor dalam hal mengembangkan bisnis.

Berkaitan dengan hal tersebut, Porter mengidentifikasi lima faktor yang menjadi kekuatan utama dalam bisnis yang mampu membentuk lingkungan yang kompetitif, yaitu:

1. Persaingan yang Kompetitif

Kekuatan yang pertama mengacu pada jumlah pesaing dan juga kemampuan mereka dalam melemahkan perusahaan. Saat jumlah kompetitor semakin banyak, maka jumlah produk dan layanan yang mereka tawarkan pun akan semakin banyak juga, dan hal tersebut akan melemahkan kekuatan perusahaan.

Biasanya, pihak supplier dan konsumen akan mencari produk dan layanan yang lebih baik ataupun harga yang lebih rendah.

Sebaliknya, saat persaingan mulai rendah, yang mana tidak banyak kompetitor dalam industri bisnis yang dijalankan oleh pebisnis, maka perusahaan pun akan lebih cenderung mempunyai kekuatan yang lebih besar dalam menguasai pasar.

Perusahaan bisa menetapkan harga yang lebih tinggi, sehingga peluang dalam memperoleh keuntungan pun akan lebih besar.

Untuk bisa melakukan analisa faktor persaingan yang kompetitif ini, pastikanlah perusahaan mengetahui jumlah serta kekuatan dari kompetitor. Perusahaan harus mengetahui dengan baik jumlah pesaing yang dimiliki dan juga latar belakangnya. Selain itu, perusahaan pun harus bisa mengukur kualitas produk dan juga layanan dari pesaing.

Saat suasana kompetisi semakin panas, perusahaan nantinya bisa tetap menarik minat beli konsumen dengan cara menawarkan diskon secara agresif. Selain itu, perusahaan pun bisa melakukan kampanye marketing yang bisa memberikan dampak besar pada tingkat penjualan layanan ataupun produknya.

2. Kekuatan Pemasok

Bisnis yang dijalankan oleh suatu perusahaan pasti tidak akan bisa lepas dari input barang atau jasa sebagai suatu bahan baku untuk proses produksi produk. Untuk itu, kehadiran supplier memiliki peran yang penting dan bisa memberikan pengaruh pada kekuatan kompetitif perusahaan.

Pengadaan pasokan input barang ataupun jasa ini jelas akan memberikan dampak pada biaya produksi. Semakin mahal suatu input, maka biaya produksi pun akan semakin tinggi, begitu juga sebaliknya.

Untuk itu, setiap perusahaan harus melakukan analisis kekuatan pemasok agar nantinya bisa bertahan serta memenangkan persaingan bisnis.

Selain itu, perusahaan pun harus bisa mengetahui jumlah supplier potensial yang dimilikinya. Semakin banyak jumlah supplier, maka perusahaan bisa mempunyai banyak pilihan untuk memperoleh bahan baku dengan harga yang bersaing.

Itu artinya, perusahaan tidak akan hanya bergantung pada satu pemasok atau supplier saja.

Baca juga: Trend Analysis: Apa Itu, Jenis-Jenis, dan Manfaat Melakukannya

3. Kekuatan Pelanggan

Salah satu faktor penting dalam mencapai kesuksesan dalam berbisnis adalah dengan tidak meremehkan kekuatan dari pelanggan. Tanpa mereka, perusahaan tidak akan menghasilkan apa-apa. Semakin banyak pelanggan, kekuatan perusahaan akan semakin besar, begitu juga sebaliknya.

Harus diakui bersama bahwa pelanggan mempunyai suatu kekuatan yang bisa mendorong harga produk ataupun jasa perusahaan menjadi lebih rendah. Kekuatan pelanggan ini berada pada jumlahnya. Basis pelanggan yang besar tentunya akan lebih kuat dalam memberikan dampak pada tingkat harga output yang menjadi lebih rendah.

Hal tersebut tentu berbeda dengan basis pelanggan yang kecil, perusahaan akan cenderung mempunyai kekuatan untuk bisa menetapkan harga yang lebih tinggi, sehingga bisa meningkatkan keuntungannya.

Agar bisa melakukan analisa kekuatan pelanggan, maka perusahaan pun harus terlebih dulu mengetahui besaran basis pelanggannya. Selain itu, perusahaan pun harus mengetahui loyalitas pelanggan dalam membeli produknya dan kemungkinan dalam beralih ke kompetitor.

Sehingga, perusahaan nantinya bisa melakukan analisis kekuatan pelanggan dalam mendikte persyaratan yang berhubungan dengan harga produk.

4. Ancaman Produk Pengganti

Setiap pebisnis tidak hanya harus berhati-hati pada kompetitor di dalam industri yang sama saja, tapi juga harus hati-hati dengan kehadiran perusahaan yang mampu membuat produk pengganti atau produk substitusi.

Produk pengganti yang bisa dimanfaatkan sebagai produk substitusi dari suatu produk atau jasa perusahaan tentunya menjadi ancaman yang nyata.

saat perusahaan memproduksi barang atau jasa yang tidak mempunyai substitusi dekat, maka tingkat kekuatan perusahaan dalam meningkatkan harga serta mengunci persyaratan yang lebih menguntungkan pun akan menjadi lebih besar.

Tentunya akan lain ceritanya jika produk atau jasa yang dibuat perusahaan mempunyai substitusi yang dekat. Kekuatan perusahaan dalam mengendalikan harga nantinya akan cenderung lemah. Pasalnya, pelanggan mempunyai pilihan produk lain, sehingga tidak harus membeli ataupun bergantung pada produk atau jasa yang dikeluarkan produk tersebut saja.

5. Ancaman Pendatang Baru

Dunia bisnis akan selalu bergerak dinamis. Ada beberapa yang gagal dan keluar dari persaingan, tapi akan selalu ada pemain baru yang ikut meramaikan dunia bisnis.

Sebagai pebisnis, Anda harus bisa bijak dalam menghadapi para pendatang baru dan tidak boleh memandang remeh mereka. Kemungkinan pelanggan baru tersebut mempunyai pengalaman yang terbatas dan minim. Tapi, bisa jadi juga mereka memiliki keunggulan dalam kesiapan produk, strategi pemasaran yang jitu, tim manajemen yang andal, atau berbagai hal lainnya.

Sehingga, mereka bisa jadi kompetitor yang efektif untuk memasuki pasar perusahaan hanya dengan mengeluarkan sedikit modal dan usaha. Tentunya hal tersebut menjadi suatu ancaman untuk perusahaan.

Faktor ancaman dari para pendatang baru ini menjadi salah satu kekuatan bisnis yang wajib dianalisa agar pihak perusahaan senantiasa bisa memastikan bahwa memang posisinya tidak goyah dengan kehadiran mereka. Dengan melakukan analisis ancaman, maka perusahaan bisa mempertahankan posisinya agar tetap memaksimalkan keuntungan.

Bila perusahaan bisa menyadari kekuatan ancaman dari pendatang baru ini, maka perusahaan pun akan bisa membentengi dirinya dengan penerapan strategi yang lebih tepat, sehingga akan mampu mempersulit pendatang baru untuk bisa memasuki bahkan merebut pasar.

Baca juga: Analisis Pesaing: Alasan, Jenis-Jenisnya, dan Cara Penerapanya dalam Bisnis

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang analisis Porter Five Force, lengkap dengan pengertian dan lima faktor di dalam Porter Five Force atau analisis lima kekuatan porter.

Namun, sebagai pebisnis Anda tidak hanya harus melakukan analisis bisnis saja, karena Anda juga harus bisa melakukan analisis keuangan dan mengelolanya dengan baik agar perusahaan bisa terus memiliki keunggulan di pasar.

Nah, agar lebih mudah dalam melakukan analisis keuangan perusahaan, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda akan mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang bisa Anda analisa secara mudah dan membantu Anda untuk membuat keputusan bisnis yang tepat.

Selain itu, Accurate Online juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur dan modul luar biasa yang bisa membantu Anda untuk melakukan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang, menyelesaikan administrasi perpajakan perusahaan, dan masih banyak lagi.

Lebih menariknya lagi, seluruh keunggulan dan fitur luar biasa tersebut bisa Anda nikmati dengan biaya investasi yang sangat terjangkau, yaitu sebesar 200 ribuan saja perbulan. Bahkan, Anda bisa mencobanya lebih dulu selama 30 hari gratis dengan klik banner di bawah ini.