Surat Perjanjian Jual Beli: Fungsi, Contoh, & Templatenya

Diterbitkan: 04 Feb 2026 | Ditulis oleh: Dhamar Januaji
Surat Perjanjian Jual Beli: Fungsi, Contoh, & Templatenya

Poin penting


  • Surat perjanjian jual beli adalah dokumen tertulis yang mengikat penjual dan pembeli secara hukum atas suatu transaksi.

 

  • Jenis surat perjanjian jual beli dibedakan berdasarkan objek transaksi, seperti tanah, rumah, dan mobil.

 

  • Surat perjanjian jual beli wajib memuat identitas para pihak, objek transaksi, harga dan cara pembayaran, hak dan kewajiban, serta penutup dan tanda tangan.

Surat perjanjian jual beli adalah dokumen penting yang melindungi hak dan kewajiban penjual maupun pembeli.

Dokumen ini menjadi bukti tertulis bahwa suatu transaksi dilakukan secara sah, disepakati bersama, dan memiliki kekuatan hukum.

Tanpa surat perjanjian yang jelas, transaksi berisiko menimbulkan sengketa di kemudian hari, terutama pada jual beli aset bernilai besar seperti tanah, rumah, atau kendaraan.

Dengan adanya surat perjanjian jual beli, setiap kesepakatan tercatat secara rinci, mulai dari identitas para pihak, objek transaksi, hingga mekanisme pembayaran dan serah terima.

Inilah sebabnya surat perjanjian jual beli tidak hanya penting, tetapi juga wajib dibuat dengan struktur yang benar.

Pengertian surat perjanjian jual beli

Surat perjanjian jual beli adalah dokumen tertulis yang memuat kesepakatan hukum antara penjual dan pembeli atas suatu barang atau aset tertentu, baik bergerak maupun tidak bergerak, dengan nilai, syarat, dan ketentuan yang telah disepakati bersama.

Dokumen ini menjadi dasar sah terjadinya transaksi dan peralihan hak kepemilikan dari satu pihak ke pihak lainnya.

Keberadaan surat perjanjian jual beli memberikan kepastian hukum bagi kedua belah pihak karena seluruh unsur penting transaksi seperti identitas para pihak, objek jual beli, harga, cara pembayaran, serta hak dan kewajiban dituangkan secara jelas dan tertulis.

Dengan demikian, perjanjian ini tidak hanya berfungsi sebagai catatan transaksi, tetapi juga sebagai alat bukti yang kuat apabila di kemudian hari timbul sengketa.

Baca juga: Struktur, Cara Membuat, dan Contoh Surat Bisnis

Fungsi dan manfaat surat perjanjian jual beli

Surat perjanjian jual beli memiliki peran penting dalam memastikan transaksi berjalan aman, jelas, dan memiliki kekuatan hukum bagi kedua belah pihak. Berikut beberapa fungsi dan manfaat utamanya.

1. Sebagai bukti hukum yang sah

Surat perjanjian jual beli berfungsi sebagai dokumen tertulis yang dapat dijadikan alat bukti apabila terjadi perselisihan antara penjual dan pembeli di kemudian hari.

2. Memberikan kejelasan hak dan kewajiban

Dengan adanya surat perjanjian jual beli, hak dan kewajiban masing-masing pihak tercantum secara jelas sehingga meminimalkan risiko kesalahpahaman selama proses transaksi berlangsung.

3. Menjamin keamanan transaksi

Surat perjanjian jual beli membantu melindungi kedua belah pihak dari risiko penipuan atau wanprestasi karena seluruh kesepakatan telah disetujui dan dituangkan secara tertulis.

Baca juga: 8 Template dan Contoh Surat Penawaran Harga

Jenis-jenis surat perjanjian jual beli

Surat perjanjian jual beli memiliki beberapa jenis, tergantung pada objek transaksi, antara lain:

1. Surat perjanjian jual beli tanah

Digunakan dalam transaksi pengalihan hak atas tanah dan umumnya menjadi dasar hukum sebelum pembuatan Akta Jual Beli (AJB) di hadapan PPAT.

Dokumen ini memuat informasi penting seperti luas dan batas tanah, lokasi, status kepemilikan, harga yang disepakati, serta hak dan kewajiban masing-masing pihak.

2. Surat perjanjian jual beli rumah

Mengatur transaksi jual beli bangunan beserta tanahnya secara lebih rinci, termasuk kondisi fisik rumah, waktu dan mekanisme serah terima, serta pembagian tanggung jawab terkait pajak, biaya notaris, atau biaya lain yang timbul.

3. Surat perjanjian jual beli mobil

Digunakan untuk transaksi kendaraan bermotor, baik baru maupun bekas, dengan mencantumkan identitas kendaraan seperti merek, tipe, tahun, nomor rangka, nomor mesin, serta kelengkapan dokumen pendukung guna memberikan kepastian hukum bagi penjual dan pembeli.

Baca juga: Surat Niaga: Fungsi, Jenis, Cara Buat, & Contohnya

Komponen penting dalam surat perjanjian jual beli

Agar surat perjanjian jual beli memiliki kekuatan hukum dan tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari, terdapat beberapa komponen penting yang wajib dicantumkan secara jelas dan rinci.

1. Identitas para pihak

Bagian ini memuat data lengkap pihak yang terlibat dalam transaksi, yaitu penjual dan pembeli.

Identitas biasanya mencakup nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat domisili, serta nomor identitas resmi seperti KTP atau paspor.

Pencantuman identitas yang jelas bertujuan untuk memastikan keabsahan subjek hukum serta memudahkan penelusuran apabila terjadi permasalahan di kemudian hari.

2. Objek jual beli

Objek jual beli harus dijelaskan secara detail agar tidak menimbulkan penafsiran ganda.

Untuk tanah atau rumah, keterangan dapat meliputi lokasi, luas, nomor sertifikat, dan batas-batas properti.

Sementara untuk kendaraan, biasanya dicantumkan merek, tipe, tahun pembuatan, nomor rangka, nomor mesin, serta nomor polisi.

Kejelasan objek ini menjadi inti dari perjanjian karena menentukan apa yang secara sah berpindah hak kepemilikannya.

3. Harga dan cara pembayaran

Bagian ini menjelaskan nilai transaksi yang disepakati kedua belah pihak, termasuk cara pembayarannya.

Apakah pembayaran dilakukan secara tunai, transfer bank, atau cicilan, serta jadwal pelunasan jika tidak dibayar sekaligus.

Pencantuman detail pembayaran penting untuk menghindari sengketa terkait jumlah, waktu, dan metode pembayaran di kemudian hari.

4. Hak dan kewajiban para pihak

Hak dan kewajiban mengatur tanggung jawab masing-masing pihak, baik penjual maupun pembeli.

Misalnya, kewajiban penjual untuk menyerahkan barang dalam kondisi sesuai kesepakatan, serta kewajiban pembeli untuk membayar sesuai harga dan waktu yang ditentukan.

Bagian ini juga dapat memuat sanksi atau konsekuensi apabila salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya, sehingga memberikan perlindungan hukum yang seimbang.

5. Penutup dan tanda tangan

Penutup berisi pernyataan bahwa perjanjian dibuat secara sadar tanpa paksaan dari pihak mana pun.

Surat kemudian ditandatangani oleh penjual dan pembeli di atas materai, serta dapat disertai tanda tangan saksi untuk memperkuat keabsahan dokumen.

Tanda tangan menjadi bukti bahwa seluruh isi perjanjian telah disetujui bersama.

Baca juga: Contoh Surat Balasan Penawaran: Struktur, Cara Buat, & Template

Cara membuat surat perjanjian jual beli

Agar surat perjanjian jual beli tersusun dengan benar dan sah, berikut langkah-langkah yang dapat diikuti:

1. Tentukan objek dan nilai transaksi secara jelas

Pastikan barang atau aset yang diperjualbelikan sudah disepakati secara detail, termasuk kondisi dan nilainya. Kejelasan sejak awal akan meminimalkan potensi konflik.

2. Cantumkan identitas penjual dan pembeli dengan lengkap

Gunakan data identitas resmi dan pastikan tidak ada kesalahan penulisan nama maupun alamat. Hal ini penting untuk keabsahan hukum perjanjian.

3. Susun kesepakatan harga dan metode pembayaran

Tuliskan harga jual, cara pembayaran, serta waktu pelunasan secara rinci agar kedua pihak memiliki pemahaman yang sama.

4. Jelaskan hak, kewajiban, dan sanksi

Atur secara tegas tanggung jawab masing-masing pihak serta konsekuensi jika terjadi pelanggaran perjanjian. Bagian ini berfungsi sebagai perlindungan hukum bagi kedua belah pihak.

5. Akhiri dengan penutup, tanda tangan, dan materai

Pastikan surat ditandatangani di atas materai oleh penjual dan pembeli, serta disaksikan pihak terkait bila diperlukan, agar memiliki kekuatan hukum yang sah.

Baca juga: 7 Trik Jitu Menulis Surat Penawaran Jasa yang Sulit Ditolak

Contoh surat perjanjian jual beli

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Pada hari ini, Senin, tanggal 10 Juni 2024, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Pihak Pertama (Penjual)
Nama: Budi Santoso
Alamat: Jl. Melati No. 12, Kecamatan Sukamaju, Kota Bogor
No. KTP: 3271xxxxxxxxxxxx

Pihak Kedua (Pembeli)
Nama: Andi Pratama
Alamat: Jl. Kenanga No. 5, Kecamatan Sukasari, Kota Bogor
No. KTP: 3271xxxxxxxxxxxx

Dengan ini sepakat mengadakan perjanjian jual beli tanah dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Objek jual beli adalah sebidang tanah seluas 300 m² yang berlokasi di Jl. Mawar No. 8, Kecamatan Sukamaju, Kota Bogor, sesuai Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 1234 atas nama Budi Santoso.
  2. Harga jual tanah disepakati sebesar Rp450.000.000 (empat ratus lima puluh juta rupiah).
  3. Pembayaran dilakukan secara tunai melalui transfer bank selambat-lambatnya 7 hari sejak penandatanganan surat ini.
  4. Setelah pembayaran lunas, Pihak Pertama wajib menyerahkan tanah beserta dokumen kepemilikannya kepada Pihak Kedua.
  5. Apabila terjadi perselisihan, kedua belah pihak sepakat menyelesaikannya secara musyawarah.

Demikian surat perjanjian ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan ditandatangani dalam keadaan sadar tanpa paksaan dari pihak mana pun.

Bogor, 10 Juni 2024
Pihak Pertama                                                         Pihak Kedua
( Budi Santoso )                                                 ( Andi Pratama )

Saksi-saksi:
…………………                                                               …………………

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

Pada hari ini, Jumat, tanggal 21 Juni 2024, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Pihak Pertama (Penjual)
Nama: Siti Aminah
Alamat: Jl. Anggrek No. 20, Kota Depok
No. KTP: 3276xxxxxxxxxxxx

Pihak Kedua (Pembeli)
Nama: Rina Lestari
Alamat: Jl. Flamboyan No. 3, Kota Depok
No. KTP: 3276xxxxxxxxxxxx

Dengan ini menyatakan sepakat melakukan jual beli rumah dengan ketentuan:

  1. Objek perjanjian adalah satu unit rumah tinggal beserta tanahnya yang beralamat di Jl. Anggrek No. 20, Kota Depok.
  2. Harga jual rumah disepakati sebesar Rp850.000.000 (delapan ratus lima puluh juta rupiah).
  3. Kondisi rumah dijual dalam keadaan layak huni dan bebas sengketa.
  4. Serah terima rumah dilakukan setelah pembayaran lunas.
  5. Pajak dan biaya balik nama ditanggung sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Surat perjanjian ini dibuat rangkap dua dan memiliki kekuatan hukum yang sama.

Depok, 21 Juni 2024
Pihak Pertama                                                                    Pihak Kedua
( Siti Aminah )                                                                   ( Rina Lestari )

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Mobil

Pada hari ini, Rabu, tanggal 3 Juli 2024, telah terjadi perjanjian jual beli mobil antara:

Pihak Pertama (Penjual)
Nama: Ahmad Fauzi
Alamat: Jl. Teratai No. 9, Kota Bekasi
No. KTP: 3275xxxxxxxxxxxx

Pihak Kedua (Pembeli)
Nama: Dimas Saputra
Alamat: Jl. Dahlia No. 15, Kota Bekasi
No. KTP: 3275xxxxxxxxxxxx

Dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Objek jual beli adalah satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2021, warna hitam, nomor polisi B 1234 ABC.
  2. Harga jual mobil disepakati sebesar Rp210.000.000 (dua ratus sepuluh juta rupiah).
  3. Pembayaran dilakukan secara tunai pada saat penandatanganan perjanjian ini.
  4. Penjual menyerahkan kendaraan beserta STNK dan BPKB kepada Pembeli setelah pembayaran diterima.
  5. Mobil dijual dalam kondisi apa adanya dan bebas dari sengketa hukum.

Demikian perjanjian ini dibuat dan disepakati bersama.

Bekasi, 3 Juli 2024
Pihak Pertama                                                 Pihak Kedua
( Ahmad Fauzi )                                             ( Dimas Saputra )

Baca juga: Surat Keterangan Usaha: Pengertian, Manfaat dan Cara Buatnya

Download template surat perjanjian jual beli

Butuh template surat perjanjian jual beli siap pakai? Download di bawah ini!

 Download Template Surat Perjanjian Jual Beli

Baca juga: Legalitas Perusahaan: Pengertian dan Berbagai Bokumennya

Penutup

Surat perjanjian jual beli menjadi fondasi penting dalam setiap transaksi agar proses jual beli berjalan aman, tertib, dan memiliki kepastian hukum bagi semua pihak.

Dengan memahami pengertian, jenis, komponen, serta cara penyusunannya, pelaku usaha maupun individu dapat meminimalkan risiko sengketa sejak awal dan menjaga kejelasan hak serta kewajiban.

Namun, perlindungan transaksi tidak berhenti pada dokumen perjanjian saja. Pencatatan transaksi dan pengelolaan keuangan yang rapi juga berperan besar dalam menjaga transparansi dan kontrol bisnis.

Di sinilah penggunaan software akuntansi seperti Accurate Online membantu memastikan setiap transaksi jual beli tercatat otomatis, akurat, dan mudah dipantau kapan saja.

Ingin pengelolaan transaksi dan keuangan bisnis lebih profesional dan aman? Coba gratis Accurate Online sekarang dengan klik banner di bawah dan rasakan kemudahan mengelola bisnis secara lebih terstruktur dan terkontrol.

bisnisukmfooter-copy

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi
artikel-sidebar

Download E-Book Mengenal Kewajiban Pajak Perusahaan

Hindari masalah pajak dengan pahami pajak perusahaan di ebook ini!

Dhamar Januaji
Setelah lebih dari 7 tahun berada di dunia marketing, kini saya turut membagikan pengalaman saya seputar strategi marketing dan bisnis! Selamat membaca!

Artikel Terkait