APY (Annual Percentage Yield): Pengertian dan Cara Menghitungnya

Pada dasarnya, APY adalah suatu bunga ukuran yang dinyatakan dalam jumlah bunga yang kita peroleh dari kegiatan menabung. Selain APY, istilah lainnya yang sering digunakan dalam tingkat suku bunga adalah APR.

Keduanya memiliki keterkaitan yang sangat erat. APR adalah suatu suku bunga yang dinyatakan secara tahunan. APR menghitung jumlah bunga yang nantinya akan kita bayar saat mengajukan kredit.

Walaupun APR dan APY hampir sama, tapi keduanya berbeda. Lantas, bagaimana cara menghitung APY? Apa bedanya dengan APR? Ini jawabannya:

Apa Itu APY?

Berdasarkan laman Investopedia, APY atau Annual Percentage Yield adalah persentase hasil tahunan yang digunakan untuk menghitung pendapatan bunga dari nominal uang yang telah ditabung. Contoh sederhana penggunaan APY adalah akun pasar uang, rekening tabungan dan sertifikat deposito. Jadi, Annual Percentage Yield akan menampilkan hasil bunga dari investasi Anda dalam kurun waktu satu tahun ke belakang.

Biasanya, semakin tinggi nilai APY, maka akan semakin besar juga bunga investasi yang Anda peroleh. Namun hal tersebut tergantung dari jumlah dana yang Anda miliki di rekening. Jadi, nilai Annual Percentage Yield yang tinggi belum tentu sama seperti nominal yang besar bila dihitung ke dalam mata uang.

Selain sukuk bunga, Annual Percentage Yield pun akan menghitung bunga majemuk yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun. Jadi, bukan hanya bunga yang diperoleh dari setoran dalam kurun waktu satu tahun. Tapi bisa jadi terdapat penambahan dari bunga yang telah Anda dapat.

Karena perhitungannya yang luas, Annual Percentage Yield memiliki peran yang penting dalam menghitung rekening deposito yang dibandingkan dengan rekening tabungan.

Contohnya, kita ingin menghitung dan membandingkan 2 rekening deposito dengan tingkat bunga yang hampir sama. Nah, APY mampu menampilkan secara detail bila terdapat elemen lain yang setiap hari ditambahkan, dibandingkan dengan perhitungan total dalam kurun waktu setahun.

Namun perlu digaris bawahi bahwa Annual Percentage Yield untuk deposito umumnya lebih fluktuatif dan variatif, sesuai dengan pergerakan yang terjadi di pasar.

Baca juga: APR Adalah Istilah Dalam Suku Bunga, Ini Penjelasannya!

Perbedaan Antara APY dan APR

Perbedaan besar antara APY dan APR adalah bahwa APR lebih kepada menghitung bunga yang dibebankan pada Anda. Sebaliknya, APY menghitung bunga yang akan Anda dapatkan.

Selain itu, APR juga lebih identik dengan kredit. Semakin kecil nilai APR, maka nantinya akan memberikan banyak keuntungan pada Anda. Di sisi lain, APY lebih identik dengan deposito atau debit. Semakin tinggi nilainya, maka akan semakin menguntungkan.

Namun, perbedaan paling besar antara APY dan APR terdapat pada tabungan. Di dalam tabungan, APY akan menghitung intensitas bunga diterapkan pada saldo yang Anda miliki. Semakin sering suku bunga mengalami peningkatan, maka semakin cepat juga saldo Anda bisa meningkat.

Di dalam rekening tabungan dan deposito ini terdapat bunga majemuk atau compounding. Itu artinya, bunga bisa terus mengalami peningkatan perhitungan. Contohnya, Anda ingin menabung sebanyak 10 juta rupiah dengan APR sebanyak 5%. Bila bunganya hanya akan diterapkan selama kurun waktu setahun. Maka jumlah uang yang akan Anda dapat adalah 500 ribu rupiah.

Namun jika yang ditetapkan adalah bunga majemuk, maka perhitungannya akan jauh berbeda. Bunga sebesar 5% harus dibagi sebanyak 12 kali. Sehingga, Anda akan mendapat bunga sekitar 0,2%.

Sehingga, setiap bulannya saldo akan bertambah sebesar 0,42% dan perhitungan bunga yang selanjutnya pun dihitung dari saldo yang sudah berakhir. Dengan kehadiran bunga majemuk, maka total buang yang diperoleh akan lebih besar.

Contohnya, walaupun persentase APR adalah 5%, namun bila memanfaatkan bunga majemuk, maka bunga yang sebenarnya adalah 512 ribu rupiah per tahun dan nilai APY-nya adalah sekitar 5,12%. Sedangkan untuk tabungan yang bunganya hanya diterapkan satu tahun sekali, maka jumlah APY dan APR akan sama.

Baca juga: Hukum Forex Di Indonesia Mengacu Pada Undang-Undang dan Fatwa MUI

Cara Menghitung Annual Percentage Yield

Untuk bisa menghitung Annual Percentage Yield, maka Anda harus terlebih dahulu memahami compound interest.

Sederhananya, compound interest adalah nilai bunga yang diakumulasi dengan berdasarkan periode waktu yang telah ditentukan. Nah, berikut ini adalah rumus yang bisa Anda gunakan untuk menghitung APY.

APY= (1 + r/n )^n – 1

Dalam hal ini, r adalah interest rate, dan n adalah periode compound interest (biasanya n = 12 bulan di dalam APY)

Baca juga: Gestun Kartu Kredit: Ini Bahaya dan Kerugiannya

Bank Umumnya Menggunakan APY untuk Pemilik Tabungan

Bank yang mencari konsumen investasi berbunga seperti rekening pasar uang atau deposito, biasanya mereka akan menawarkan hasil persentase tahunan terbaik mereka. Jadi, mereka tidak akan menggunakan tingkat persentase tahunan. Pasalnya, hal ini adalah investasi yang lebih baik untuk konsumen.

Nasabah akan lebih memilih bank yang mampu menawarkan APY tinggi. Karena, semakin tinggi nilai APY, maka kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang besar pun akan lebih tinggi, terlebih lagi bila bank menerapkan bunga majemuk.

Sebaliknya, dalam mencari kredit, nasabah akan mencari bank yang mampu menawarkan nilai APR rendah. Karena, semakin rendah nilai APR, maka akan semakin rendah juga beban utang yang harus dilunasi oleh konsumen.

Baca juga: Analisis Fundamental: Ini Pengertian dan Bedanya Dengan Analisis Teknikal!

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang APY atau Annual Percentage Yield. Di dalam perhitungan bunga ini juga terdapat istilah lain yang dikenal dengan APR. Keduanya memiliki hubungan yang sangat penting dalam perhitungan bunga.

Namun, bila Anda tidak ingin pusing dalam menghitung bunga yang akan Anda dapatkan dalam perusahaan Anda, maka Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi ini akan mengurus seluruh kegiatan akuntansi Anda secara instan dan Anda pun bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara mudah.

Bahkan, aplikasi ini juga akan memudahkan Anda dalam mengelola persediaan barang, menyelesaikan administrasi perpajakan, melakukan penjualan dan pembelian, dan masih banyak lagi.

Ayo gunakan Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis melalui banner di bawah ini.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia