APR Adalah Istilah Dalam Suku Bunga, Ini Penjelasannya!

APY dan APR adalah suatu istilah yang sebenarnya sama tapi berbeda. Keduanya sangat berkaitan dengan tingkat suku bunga. Lantas, apa pengertian dari APY dan APR ini? Kenapa kedua istilah tersebut sangat penting untuk diketahui?

Sederhananya, APR adalah sukung bunga yang akan dinyatakan secara tahunan. APR akan menghitung jumlah bunga yang harus Anda bayar bila mengajukan kredit.

Di sisi lain, APY adalah bunga ukuran yang menyatakan jumlah bunga yang akan Anda peroleh dari kegiatan menabung. Jadi walau memang hampir sama, keduanya tetap berbeda.

Dengan memahami APR dan APY, maka Anda akan terbantu dalam membuat keputusan yang bijak dalam mengatur keuangan. Oleh karena itu, mari cari tahu lebih dalam dari kedua istilah tersebut dengan membaca artikel di bawah ini hingga selesai.

Pengertian APR

Pada dasarnya, APR adalah kependekan dari Annual Percentage Rate, yang memiliki arti persentase tahunan. APR banyak diterapkan pada uang yang akan Anda pinjam. Seperti saat anda mengajukan kredit kendaraan bermotor, kartu kredit, pinjaman konsumtif, pinjaman untuk pendidikan, atau Kredit Pemilikan Rumah.

APR akan menampilkan perhitungan jumlah bunga yang nantinya akan dikenakan jika Anda mengajukan pinjaman dana. Semakin rendah jumlah APR-nya, maka akan sedikit juga bunga yang harus Anda bayar.

Baca juga: Hukum Forex Di Indonesia Mengacu Pada Undang-Undang dan Fatwa MUI

Lantas Apa Bedanya Dengan Suku Bunga? 

APR mampu menampilkan perhitungan jumlah bunga yang akan dikenakan jika Anda ingin mengajukan pinjaman. Semakin rendah jumlah APR, maka semakin sedikit juga bunga yang harus Anda bayar. Lalu apa bedanya dengan suku bunga?

Menurut The Consumer Finansial Protection Bureau (CFPB), APR mencakup perhitungan yang lebih luas daripada suku bunga pada umumnya.

Perhitungan di dalamnya bisa mencakup tingkat bunga yang bisa ditambah dengan biaya lainnya. Seperti misalnya biaya pinjaman, biaya asuransi, serta biaya lainnya. Walaupun APR dinilai lebih luas, namun mungkin saja APR dan suku bunga itu sama saja. Seperti pada perhitungan bunga kredit.

Baca juga: Gestun Kartu Kredit: Ini Bahaya dan Kerugiannya

Lalu Apa Itu APY?

Annual Percentage Yield atau APY adalah persentase hasil tahunan yang umumnya digunakan untuk menghitung bunga dari uang yang ditabung. Contoh sederhana dari APY adalah sertifikat deposito, rekening tabungan, dan pasar uang.

Sederhananya, APY akan menampilkan hasil bunga dari investasi yang Anda lakukan selama satu tahun ke belakang.

Biasanya, semakin tinggi jumlah APY yang Anda dapat, maka akan semakin tinggi juga bunga investasinya. Namun, hal tersebut juga akan tergantung dari berapa jumlah tabungan yang Anda miliki di rekening.

Jadi, tingginya jumlah APY belum tentu sama dengan nominal yang besar bila dihitung dengan menggunakan mata uang.

Selain itu, APY juga akan menghitung suku bunga majemuk yang terjadi dalam satu tahun terakhir. Jadi, di dalamnya bukan hanya tentang bunga yang Anda peroleh dari kegiatan setoran dalam kurun waktu satu tahun, tapi juga akan ada tambahan bunga.

Karena perhitungan di dalamnya sangatlah luas, maka APY bisa juga digunakan untuk menghitung rekening deposito yang dibandingkan dengan rekening tabungan.

Contohnya, Anda ingin menghitung dan membandingkan 2 rekening deposito yang memiliki tingkat bunga sama. Nah, APY akan bisa menampilkannya secara detail bila terdapat elemen lain yang setiap harinya ditambahkan dengan membandingkan perhitungan total selama satu tahun.

Hal yang perlu Anda ingat adalah APY untuk deposito umumnya lebih variatif dan fluktuatif, sesuai dengan pergerakan saham.

Baca juga: Hati-Hati Skimming, Tindak Kejahatan yang Akan Menguras Rekening Anda

Apa Bedanya APR dan APY?

Jadi, APR dan APY sama-sama menghitung suku bunga. Namun bedanya, APR akan menghitung bunga yang dibebankan pada kita semua. Sementara APY sebaliknya, di dalamnya akan menghitung bunga yang akan Anda peroleh.

APR sangat berhubungan dengan kredit. Semakin rendah jumlah APR nya, maka akan semakin banyak juga keuntungan yang akan Anda raih.

Sementara APY sangat berkaitan dengan deposit atau debit. Sehingga, semakin tinggi jumlah APY nya, maka akan semakin menguntungkan juga buat Anda. Perbedaan antara keduanya sangat jelas dan bisa dimengerti dengan mudah.

Baca juga: Analisis Fundamental: Ini Pengertian dan Bedanya Dengan Analisis Teknikal!

APY Umumnya Digunakan Bank untuk Pemilik Tabungan

Bank yang mencari konsumen untuk menjalankan investasi berbunga seperti rekening pasar uang atau deposito, maka mereka akan mempromosikan hasil persentase tahunan terbaik yang pernah mereka capai.

Jadi, bukan menggunakan tingkat persentase tahunan mereka. Kenapa? karena hal ini merupakan investasi terbaik yang bisa ditawarkan pada konsumen.

Konsumen akan cenderung memilih bank yang mampu menawarkan APY tertinggi. Karena semakin tinggi nilai APY nya, maka peluang untuk mendapatkan keuntungan pun bisa lebih besar. Terlebih lagi bila diberlakukan bunga majemuk.

Sebaliknya, bila konsumen mencari kredit, maka konsumen kebanyakan akan mencari bank yang bisa menawarkan APR rendah. Karena semakin rendah nilai APR, maka akan semakin rendah juga beban hutang yang dibayar oleh konsumen.

Baca juga: Rekomendasi Tepat Investasi untuk Pemula dan Kesalahan yang Harus Dihindari

Menghitung Rumus APY

Sebelum menghitung APY, maka Anda harus terlebih dulu mengetahui cara dalam menghitung rumus APY. Nah, rumus yang bisa Anda gunakan untuk menghitung APY secara manual adalah sebagai berikut:

APY= (1 + r/n )^n – 1

Dalam hal ini, r adalah interest rate dan N adalah period compound interest.

Baca juga: KTA Adalah Produk Kredit yang Praktis Tanpa Adanya Jaminan

Rumus dan Cara Menghitung APR

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, APR adalah tingkat suku bunga tahunan yang akan dibebankan pada pihak peminjam dan dibayarkan pada investor. APR adalah persentase yang akan mewakili biaya tahunan selama jangka waktu peminjam atau pendapatan yang akan diraih dalam kurun waktu investasi berlangsung.

APR juga termasuk sebagai biaya tambahan yang berkaitan dengan transaksi, tapi di dalamnya tidak menghitung compound interest seperti halnya APY.

Dalam menghitung APR, Anda harus mengetahui rumusnya terlebih dahulu. Nah, rumus menghitung APR adalah sebagai berikut:

rumus APR

Fees dalam rumus di atas adalah biaya, interest adalah bunga, principal adalah jumlah pinjaman dan n adalah jumlah hari dalam kurun waktu pinjaman.

Baca juga: KSEI Adalah Lembaga yang Melindungi Para Investor. Ini Penjelasannya!

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang APR, mulai dari pengertian, rumus, dan perbedaannya dengan APY.

APR dan APY memiliki perbedaan yang sangat besar. Umumnya, APY mengacu pada bunga yang nantinya akan didapatkan, sedangkan APR adalah bunga yang nantinya harus dibayar.

APY merupakan persentase jumlah bunga yang akan diperoleh dari rekening deposito ataupun investasi dengan berdasarkan tingkat bunga yang sudah ditetapkan dalam kurun waktu satu tahun. Sedangkan APR adalah tingkat persentase yang akan menggambarkan biaya kredit dalam kurun waktu satu tahun.

APR dan APY menjadi suatu konsep penting yang harus dimengerti agar bisa mudah dalam mengelola keuangan, baik itu dalam wujud deposito ataupun investasi. Semakin tinggi frekuensi yang ada pada compount interest, maka akan semakin besar juga perbedaan diantara APR dan APY.

Nah, kegiatan mengelola keuangan yang baik ini tidak hanya diperlukan untuk pribadi atau perorangan, badan perusahaan atau organisasipun harus bisa melakukannya agar kegiatan operasional bisnis bisa berjalan dengan lancar. Salah satu cara mengelola keuangan adalah dengan mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan yang terjadi dalam bisnis.

Saat ini, Anda bisa lebih mudah dalam mengelola dan mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan Anda dengan menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Accurate adalah penyedia aplikasi akuntansi yang sudah bergerak lebih dari 20 tahun. Saat ini, Accurate sudah dipercaya oleh lebih dari 377 ribu pebisnis di Indonesia. Bahkan, Accurate Online juga sudah mendapatkan penghargaan TOP Brands Award sebanyak 7 kali berturut-turut, dari tahun 2016 hingga tahun 2022.

Pencapaian tersebut diperoleh karena Accurate konsisten dalam membantu pebisnis di Indonesia untuk mengelola pembukuan dan mengelola bisnis.

Accurate online akan mencatat kegiatan finansial Anda dan menyajikan laporan keuangan pada Anda secara otomatis, cepat dan akurat. Anda pun bisa mengaksesnya di mana saja dan kapan saja Anda perlukan.

Di dalamnya juga Anda bisa menikmati fitur penjualan, pembelian, persediaan, perpajakan, manufaktur dan fitur lainnya. Sehingga, kegiatan bisnis Anda bisa berjalan lebih efektif dan efisien.

Penasaran? Ayo gunakan dan coba Accurate Online sekarang juga dengan klik banner di bawah ini.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia