Captive Market: Apa itu, Manfaat, dan Contohnya di Dunia Marketing

Dalam dunia ekonomi, istilah captive market mampu melengkapi berbagai istilah lainnya yang digunakan untuk menggambarkan struktur pasar, mulai dari oligopoly market, monopoly market, sampai perfect competitive market.

Lalu, apa itu captive market? Apa saja contohnya? Temukan jawabannya dengan membaca artikel tentang captive market di bawah ini hingga selesai.

Apa Itu Captive Market?

Berdasarkan laman The Business Professor, captive market adalah suatu kondisi pasar yang mana supply barang akan dikontrol oleh satu ataupun beberapa supplier saja. Skenario seperti ini mampu menghasilkan permintaan barang yang sangat tinggi di pasar dengan diiringi ketersediaan pasokan barang yang terbatas.

Setiap konsumen di pasar nantinya tidak mempunyai pilihan lain selain membeli pasokan barang yang sudah ada. Sedangkan dari area luar pasar, ada kemungkinan konsumen mendapatkan produk yang sama.

Berbagai kondisi tersebut membuat semakin tingginya harga suatu ataupun sejumlah produk pada area captive market. Berdasarkan laman Marketing91, captive market atau pasar khusus ini bisa terjadi karena tiga faktor, yakni:

  • Area pasar mengalami kekurangan pasokan produk
  • Dalam area pasar, hanya ada satu penjual yang mempunyai kebebasan dalam menjual produknya
  • Sebuah produk memiliki manfaat atau kualitas yang berbeda dengan produk lain, sehingga produsen pun bisa membebankan harga yang lebih mahal

Bila dilihat secara sekilas, kondisi pasar seperti ini hampir sama dengan pasar monopoli dan anggapan tersebut memang sah-sah saja. Namun, perbedaannya dengan pasar monopoli adalah dari sisi spesifik fokusnya.

Dilansir dari laman Marketing Business News, monopoli adalah suatu kondisi yang mana pihak pemasok produk tidak mempunyai kompetitor di suatu area pasar.

Sedangkan berdasarkan Collins Dictionary, captive market atau pasar khusus adalah suatu kelompok pelanggan yang terpaksa harus membeli produk tertentu karena kurangnya pilihan produk. Nah, kondisi ini membuat penjual bisa memonopoli pasar.

Baca juga: Pasar Monopoli : Pengertian, Kelebihan, Kekurangan, Ciri, dan Contohnya

Manfaat Captive Market

Dalam dunia pemasaran, captive market bisa digunakan sebagai strategi pemasaran dan strategi penjualan.

Dengan memahami konsep ini secara baik, maka Anda akan memiliki kapasitas dalam melakukan analisa suatu area pasar terkait kemungkinan skenario monopolinya.

Bila memang area tersebut memiliki potensi yang besar untuk di skenariokan, maka produk yang mereka tawarkan tidak akan mempunyai kompetitor di area pasar tersebut. Kalaupun ada, mungkin hanya sedikit saja.

Strategi ini akan membuat penjual mempunyai kebebasan dalam menentukan harga. Selain itu, pelanggan pun sudah tidak bisa lagi menawar harga yang telah ditetapkan. Dalam kondisi tertentu, pemasok pun bisa menerapkan aturan khusus agar area pasarnya bisa dikuasai oleh hanya sedikit atau satu penjual saja.

Baca juga: Pasar Duopoli: Pengertian, Jenis, dan Karakteristiknya

Contoh Captive Market

Agar bisa lebih memahami kondisi captive market, berikut ini kami akan memberikan sedikit contohnya:

1. Penjualan Camilan di Bioskop

Berbagai bioskop ternama di Indonesia biasanya menutup akses masuknya penjual makan dan minuman lain di dalam area mereka. Selain itu, penonton juga dilarang untuk membawa masuk makanan yang dibawa dari luar bioskop.

Hal ini membuat kondisi pasar tertentu untuk para pengunjung bioskop. Sehingga, mereka terpaksa harus membeli minuman dan makanan yang ada di sana. Umumnya, berbagai produk yang ditawarkan di dalam bioskop lebih tinggi dari produk yang sama di luar area bioskop.

2. Toko Alat Tulis di Sekolah

Biasanya, setiap sekolah mempunyai satu koperasi yang berperan dalam memenuhi beragam kebutuhan sekolah, seperti dasi, buku, baju olahraga, dan lain sebagainya.

Disamping itu, biasanya koperasi sekolah juga diberikan aturan dan kebebasan pendukung untuk menjadi satu-satunya penjual alat tulis di area sekolah saja. Jadi saat berada di dalam area sekolah, murid hanya akan dihadapkan oleh satu penjual alat tulis saja.

3. Food Court dan Pujasera di Mal

Food court dan pujasera yang terdapat di dalam mall adalah contoh lain dalam penerapan captive market. Pengelola atau pemilik food court umumnya akan menyewakan beberapa tempat untuk penjual makanan dan minuman agar bisa memenuhi penawaran dan permintaan pada area tersebut.

Sehingga, para pengunjung mall yang datang hanya memiliki pilihan yang terbatas saat ingin makan atau minum di lokasi.

4. Provider Telekomunikasi di Area Pedesaan

Pemukiman penduduk di area pedesaan bisa dibilang sedikit dan jumlah populasinya lebih minim ketimbang area perkotaan maupun pinggir kota.

Selain itu, aspek pembangunan pada area ini juga cenderung tidak secepat area kota. Pun sama halnya tentang penyedia layanan komunikasi di area tersebut. Anda hanya akan menemukan penyedia yang bisa menjangkau area tersebut.

Kondisi tersebut menciptakan ceruk pasar khusus untuk penyedia yang mampu menyediakan layanan untuk area tersebut.

Baca juga: Economies Scale Adalah: Konsep, Sumber, Jenis, dan Manfaat

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang captive market. Memahami istilah dalam dunia pemasaran ini akan mampu membantu Anda dalam merencanakan dan membuat strategi pemasaran yang ampuh. Sehingga, Anda bisa memaksimalkan penjualan dan keuntungan Anda.

Anda harus selalu mencatat penjualan dan keuntungan yang sudah Anda raih agar nantinya bisa dijadikan referensi yang tepat dalam membuat keputusan bisnis. Namun, mencatatnya secara manual tentunya hanya akan menghabiskan waktu dan rentan terjadi kesalahan.

Solusinya adalah dengan menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online. Karena aplikasi ini mampu mencatat penjualan, keuntungan, dan berbagai kegiatan akuntansi Anda secara otomatis. Anda pun bisa mendapatkan laporan keuangan dengan mudah dan akurat.

Lebih dari itu, Accurate Online juga sudah dilengkapi dengan berbagai modul dan fitur bisnis luar biasa yang akan membuat operasional bisnis Anda berjalan lebih efisien.

Seluruh kelebihan dan fitur bisnis luar biasa yang dihadirkan oleh Accurate Online ini bisa Anda nikmati dengan biaya investasi yang sangat terjangkau. Bahkan, Anda bisa lebih dulu mencobanya selama 30 hari gratis melalui banner di bawah ini.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia