Apa Itu Deposito On Call? Ini Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan Penggunaannya

Deposito adalah produk perbankan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Di dunia perbankan, terdapat beberapa jenis deposito yang dapat dipilih oleh nasabah. Salah satunya adalah Deposito On Call atau biasa disingkat DOC.

Secara singkat, deposito dengan skema on call memungkinkan nasabah untuk mengambil dananya sewaktu-waktu ketika dibutuhkan. Karena itu, deposito ini banyak digunakan sebagai alternatif investasi jangka pendek. Belum lagi, deposito jenis ini mampu memberikan sejumlah keuntungan yang tak kalah dari deposito jenis lainnya.

Kira-kira apa sajakah keuntungan tersebut? Artikel berikut ini akan menjawabnya sekaligus menerangkan lebih lanjut mengenai apa itu Deposito On Call, kekurangan penggunaannya, beserta contoh perhitungannya.

Apa Itu Deposito On Call?

Dilansir dari laman cermati.com, Deposito On Call atau DOC adalah salah satu jenis layanan deposito yang mempunyai jangka waktu pencairan singkat, mulai dari 3 hari sampai 1 bulan. Nasabah diberi opsi untuk menyimpan dana selama kurun waktu tersebut dan bisa mencairkannya sewaktu-waktu dengan syarat menginformasikannya ke pihak bank minimal tiga hari sebelumnya.

Jenis deposito ini cenderung tidak ditawarkan oleh perusahaan secara bebas karena membutuhkan proses administrasi yang panjang dan saldo minimal yang cukup besar yakni Rp100 juta sampai Rp500 juta.

DOC juga merupakan kombinasi antara rekening giro dan deposito berjangka. Dengan kata lain, bunga yang diberikan relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan rekening giro dan deposito berjangka. Karena itu, DOC menjadi opsi instumen investasi bagi nasabah yang menginginkan bunga yang lebih kompetitif, bahkan lebih besar dibandingkan dengan bunga pada tabungan reguler.

Baca Juga: Pengertian Deposito, Keuntungan, Kelemahan, dan Perbedaannya dengan Tabungan

Keuntungan Penggunaan Deposito On Call

Meski tergolong sebagai investasi jangka pendek, deposito dengan skema on call mampu membawa sejumlah keuntungan bagi nasabahnya, yakni meliputi:

1. Dana Bisa Diambil dalam Waktu Singkat

Deposito On Call adalah salah satu privilege atau keuntungan tertinggi yang bisa diberikan bank kepada nasabahnya. Sebab, nasabah bisa mengambil berapapun nominal dana depositonya dalam waktu singkat. Hal ini sungguh berbeda dengan jenis deposito pada umumnya, di mana deposito skema on call dapat diakses nasabah melalui kartu ATM dan dapat diambil di mana dan kapan saja seperti tabungan pada umumnya.

2. Suku Bunga Dapat Dinegosiasikan

Suku bunga pada DOC juga dapat dinegosiasikan sehingga nasabah bisa memperoleh return maksimal. Hal ini akan sangat menguntungkan nasabah, terutama yang menyimpan dana dalam jumlah besar melebihi ketetapan minimal bank. Meski begitu, bank biasanya akan menetapkan batasan bunga maksimum bagi deposito jenis ini di awal ketika nasabah menyimpan dana dengan skema on call.

3. Dapat Diambil dalam Kurs Lain

DOC juga biasanya dapat diambil dalam kurs valas lain. Contohnya, Anda menyimpan DOC dengan kurs Rupiah. Saat penarikan dana, Anda bisa mengambil deposito tersebut dalam USD, SGD, Yen, Won, dan berbagai valas lainnya sesuai kebutuhan. Meski begitu, saat mendaftar program DOC, Anda sebaiknya berkonsultasi dulu dengan bank mengenai varian valas yang bisa disediakan bank.

4. Keamanan Terjamin

DOC adalah salah satu fasilitas penyimpanan dana teraman yang disediakan oleh bank. Sebanyak apapun dana yang nasabah simpan, bank akan menjamin keamanan dana tersebut dari ancaman security breach dan sejenisnya. Selain itu, dana deposito ini pun dilindungi langsung oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS Indonesia) sehingga dana bisa dikembalikan sekalipun ketika ada gejolak ekonomi ekstrem.

5. Investasi Beresiko Rendah

Deposito dengan skema on call tergolong sebagai instrumen investasi beresiko rendah karena keuntungan serta pengembalian saldo pokok yang terjamin dan sesuai dengan kesepakatan. Resiko deposito ini pun terbilang minim karena pengaruh fluktuasi dari suku bunga maupun faktor ekonomi lain sangat kecil.

Baca Juga: 6 Pertimbangan dalam Membuka Rekening Deposito yang Harus Anda Pahami

Kekurangan Penggunaan Deposito On Call

Sama seperti instrumen investasi lain, Deposito On Call tetap mempunyai beberapa kekurangan dalam penggunannya, seperti:

  • Resiko fluktuasi pada suku bunga pasar;
  • Pencairan bunga bisa dilakukan hanya ketika dana DOC dicairkan;
  • Apabila bank mengalami likuidasi, ada kemungkinan bahwa dana deposito milik nasabah tidak bisa dicairkan sepenuhnya;
  • Imbal hasil relatif rendah jika dibandingkan dengan beberapa instrumen investasi lain, seperti saham;
  • Bunga deposito dapat tak bernilai saat inflasi sedang tinggi. Dengan kata lain, DOC cenderung lemah saat terjadi inflasi.

Baca Juga: Apa Itu Deposito Mudharabah? Ini Pengertian, Cara Perhitungan, dan Kelebihan Kekurangannya

Contoh Perhitungan Bunga dalam Deposito On Call

Sebagai contoh, Pak Andri menyimpan uang sebesar Rp500 juta dengan skema on call di bank BCD. Dana tersebut akan disimpan selama 15 hari dengan bunga sebesar 5% per 30 harinya, serta pajak sebesar 10%. Maka, bunga yang akan diterima Pak Andri setelah 15 hari menyimpan dananya adalah sebesar:

  • Bunga Sebelum Pajak

= (Tenor DOC / 30) x Saldo Pokok x Suku Bunga

= (15 / 30) x Rp500.000.000 x 5%

= Rp12.500.000

  • Bunga Setelah Pajak

= Bunga Sebelum Pajak – (Pajak x Bunga Sebelum Pajak)

= Rp12.500.000 – (10% x Rp12.500.000)

= Rp12.500.000 – Rp1.250.000

= Rp11.250.000

Dengan demikian, bunga yang diterima Pak Andri setelah menyimpan dananya selama 15 hari menggunakan Deposito On Call adalah sebesar Rp11.250.000.

Baca Juga: Pendapatan Bunga adalah Pendapatan yang Dihasilkan dari Bank, Bagaimana Karakteristiknya?

Penutup

Berdasarkan penjelasan di atas, Deposito On Call merupakan produk perbankan yang cukup menarik untuk dijadikan sebagai alternatif investasi jangka pendek. Tentunya, Anda perlu memahami betul skema dan kebijakan suku bunga yang diterapkan oleh bank yang menyediakan layanan deposito ini. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan return maksimal dalam jangka waktu yang singkat.

Selain itu, Anda juga perlu mencatat setiap dana yang dikeluarkan untuk investasi tersebut. Tujuannya adalah agar kondisi finansial Anda tidak berantakan dan dana untuk investasi juga tidak habis begitu saja. Alih-alih menggunakan metode manual yang menyita banyak waktu dan tenaga, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi bisnis ini menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis yang bisa terintegrasi dengan rekening bank. Dengan begitu, proses pembukuan Anda akan menjadi lebih cepat, akurat dan otomatis. Di dalamnya, juga tersedia beragam fitur untuk kepengurusan pajak, buku besar, hingga pembelian dan penjualan yang berguna untuk pelaku bisnis.

Menariknya, Anda bisa mencoba Accurate Online secara gratis terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Cukup klik tautan gambar di bawah ini dan langsung nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia