Apa itu G20? Ini Pengertian dan Berbagai Manfaatnya untuk Indonesia

Pada tahun 2022 ini, Indonesia telah menggelar perhelatan akbar yang bernama Presidensial G20. Puncak acaranya adalah Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 yang diselenggarakan dari tanggal 15 sampai 16 November 2022 di Nusa Dua, Bali.

Indonesia pun menjadi tuan rumah penyelenggara KTT G20 selama satu tahun penuh. Acara ini menjadi pertemuan ke-17 sejak ajang KTT pertama kali yang dilakukan pada tanggal 15-16 Desember tahun 1999 di Berlin, Jerman.

Sebagai Pemimpin Presidensi G20, Indonesia membuat tema Recover Together, Recover Stronger. Tema tersebut dipilih karena Pandemi Covid-19 yang telah melanda dunia sejak dua tahun lalu, dan hingga saat ini pandemi tersebut belum berlalu secara penuh.

Dengan menggunakan tema ini, Indonesia ingin mengajak semua bangsa dan negara di dunia untuk saling mendukung serta bahu-membahu agar pulih bersama dan bisa lebih kuat serta berkelanjutan.

Lantas, apa itu G20? Apa saja manfaatnya untuk Indonesia? Dapatkan jawabannya dengan membaca artikel di bawah ini hingga selesai.

Apa itu G20?

Berdasarkan laman Wikipedia, G20 atau Group of Twenty adalah suatu forum kerja sama antar negara yang beranggotakan 19 negara utama dan Uni Eropa. Anggota G20 ini akan menggambarkan lebih dari 60% populasi dunia, 75% volume perdagangan dunia, dan 880% produk domestik bruto atau PDB dunia.

G20 ini tidak mempunyai ketua atau pemimpin tetap. Jadi, kepemimpinannya dijalankan secara bergantian oleh negara atau anggotanya yang umum disebut dengan presidensi. Fungsi dari presidensil ini dipegang oleh salah satu negara anggota selama satu tahun lamanya.

Anggota dari G20 ini adalah gabungan dari berbagai negara maju dan berkembang yang mempunyai tingkat pendapatan menengah dan tinggi.

Anggota yang tergabung ke dalam G20 tersebut adalah Amerika Serikat, Afrika Selatan, Argentina, Arab Saudi, Brasil, Australia, Indonesia, India, Italia, Inggris, Jepang, Kanada, Jerman, Korea Selatan, Meksiko, Prancis, Rusia, Turki, Tiongkok dan Uni Eropa.

Baca juga: Ancaman Resesi Global di Depan Mata, Bagaimana Cara Menyikapinya?

Sejarah Singkat G20

Berdasarkan situs resmi Kemenko Perekonomian, awal mula dibentuknya G20 pada tahun 1999 lalu dipicu oleh rasa kecewa komunitas internasional terhadap G7 yang dianggap gagal dalam mencari solusi atas masalah perekonomian global.

G7 atau Group of Seven adalah sekelompok negara maju yang terdiri dari Britania Raya, Amerika Serikat, Jepang, Italia, Kanada, Jerman, dan Prancis. Kelompok tersebut dibentuk karena adanya krisis minyak di tahun 1970. Ketika itu, harga minyak melambung tinggi, sehingga membuat perkembangan ekonomi dunia hanya jalan di tempat. Para pemimpin G7 lalu saling bertemu dan membuat solusinya.

Di tahun 1998, Rusia pun ikut bergabung dan namanya berubah menjadi G8. Lalu, di tahun 2014 lalu, Rusia resmi dikeluarkan dari G8 karena melakukan aneksasi pada Krimea.

Sejak saat itu, terdapat pandangan yang mengatakan bahwa negara yang memiliki pendapatan menengah dan mempunyai pengaruh ekonomi secara sistematik sangat penting untuk diikutsertakan dalam perundingan dan mencari solusi atas permasalahan dunia.

Dari sana, forum tersebut pun mulai menggandeng negara maju dan negara berkembang lain untuk ikut serta mengatasi krisis global, terutama yang melanda Rusia, Asia, dan Amerika Latin.

Pada mulanya, G20 hanya sebatas pertemuan antar para Menteri Keuangan dan Gubernur bank sentral saja. Tapi sejak tahun 200 dan 2010, KTT G20 pun dihadiri oleh kepala negara.

Baca juga: Berbagai Jenis Inflasi dalam Perekonomian Negara

Manfaat G20 Bagi Indonesia

Perhelatan akbar G20 memberikan banyak sekali dampak positif untuk Indonesia.

Dikutip dari situs Kementerian Keuangan, Indonesia sebagai anggota forum G20 bisa memperoleh manfaat dari informasi dan pengetahuan yang lebih awal terkait perkembangan ekonomi global, potensi risiko yang dihadapi, dan juga kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh negara lain, khususnya negara maju. Sehingga, Indonesia bisa menerapkan kebijakan ekonomi yang lebih tepat dan terbaik.

Selain itu, Indonesia juga nantinya bisa memperjuangkan kepentingan nasional dengan dukungan masyarakat internasional melalui forum ini. Nama Indonesia dan prestasinya juga akan semakin dikenal dan juga diakui oleh organisasi dan forum internasional.

Khusus untuk acara KTT G20 kali ini, Indonesia diprediksi mampu memberikan kontribusi mencapai 7,4 triliun rupiah pada PDB, termasuk meningkatkan konsumsi domestik hingga 1,7 triliun rupiah.

Sejak 1 Desember 2021, tercatat rangkaian acara ini mampu menyerap tenaga kerja hingga 33 ribu pekerja, khususnya dalam sisi akomodasi, transportasi, MICE, dan UMKM. Karena, setiap eventnya selalu melibatkan UMKM.

Baca juga: Apa itu Bubble Economy? Ini Pengertian dan Cara Mengatasinya!

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang G20, dari mulai pengertian, sejarah dan manfaatnya untuk Indonesia secara khusus, dan dunia secara umum.

Jadi, tujuan diselenggarakannya KTT G20 adalah agar bisa mencari solusi atas berbagai permasalahan global dan saling bekerja sama. Kerjasama ini memang sangat penting dalam berbagai kondisi, termasuk dalam urusan bisnis.

Sebagai pebisnis pun Anda harus memperhatikan kerjasama yang terjadi pada anggota tim Anda agar tujuan bisnis bisa tercapai dengan baik. Selain itu, Anda harus mengelola bisnis Anda secara tepat dan mudah agar proses kerjasama di dalamnya bisa berjalan secara lancar.

Nah, untuk memudahkan Anda dalam mengelola bisnis, khususnya mengelola keuangan bisnis, #lebihbaik Anda memanfaatkan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Pasalnya, aplikasi ini telah dilengkapi dengan berbagai fitur yang saling terintegrasi dan mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan, membantu Anda dalam mengelola persediaan, melakukan penjualan dan pembelian, menyederhanakan proses manufaktur, dan masih banyak lagi.

Tertarik menggunakan Accurate Online? Klik tautan gambar di bawah ini untuk mencobanya lebih dulu selama 30 hari, Gratis!

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia