Harga Transfer Adalah: Ini Pengertian dan Metode Menghitungnya

Dalam dunia ekonomi, terdapat istilah transfer pricing atau harga transfer. Harga transfer adalah suatu kegiatan akuntansi yang mewakili harga barang atau jasa yang diberikan pada satu divisi ke divisi lainnya dalam satu perusahaan yang sama.

Penetapan terkait harga transfer ini dilakukan untuk barang dan jasa yang dipertukarkan di dalam suatu perusahaan. Tidak hanya itu, pertukaran barang atau jasa antar afiliasi, perusahaan, ataupun perusahaan yang dikendalikan dalam satu perusahaan besar yang sama pun tetap dimungkinkan.

Lantas, apa pentingnya menerapkan harga transfer? Jadi, harga transfer yang dikenakan akan membuat perusahaan lebih hemat pajak, walaupun otoritas pajak masih bisa menggugat klaim yang mereka ajukan.

Pengertian Transfer Pricing

Terdapat tiga poin utama yang harus ditekankan dalam memahami harga transfer atau transfer pricing. Pertama, transfer pricing yang ditetapkan antar setiap divisi, anak perusahaan, ataupun perusahaan lain yang ada di dalam satu payung besar perusahaan yang sama lainnya memiliki nilai yang sama, tergantung dari harga pasar.

Kedua, harga transfer berperan penting dalam mengurangi beban pajak pada perusahaan besar yang menaungi semua anak perusahaan ataupun afiliasi lain yang ada di bawahnya

Ketiga, perusahaan multinasional yang memiliki kantor cabang di negara lain akan menetapkan transfer pricing uang lebih tinggi pada negara yang menetapkan pajak tinggi. Sebaliknya, perusahaan akan menerapkan transfer pricing uang lebih rendah untuk meningkatkan keuntungan pada negara yang memberikan pajak rendah.

Baca juga: Cash is King: Ini Peran Penting dan Kelebihan Mengaplikasikannya

Cara Kerja Harga Transfer

Harga transfer masih bisa dilakukan dalam akuntansi dan perpajakan selama itu masih berada di dalam pemilik atau kontrol yang sama.

Harga transfer ini berlaku untuk transaksi lokal ataupun transaksi antar negara, dengan catatan masih berada di dalam satu perusahaan yang sama. Nilai transfer pricing ini akan sangat bergantung dari harga pasar yang sedang berlaku untuk produk ataupun jasa tersebut.

Harga transfer tidak hanya berlaku untuk barang yang memiliki bentuk atau wujud saja, tapi juga untuk jasa serta properti intelektual. Beberapa hal yang masuk ke dalam properti intelektual adalah riset, hak paten, dan juga royalti.

Baca juga: Nilai Waktu dari Uang: Pengertian dan cara Menghitungnya

Harga Transfer di Perusahaan Multinasional

Perusahaan multinasional dapat menerapkan transfer pricing dalam berbagai cabang perusahaan yang terdapat di negara berbeda. Harganya tentu akan berbeda antar satu negara dengan negara yang lainnya, tergantung dari beban pajak di negara tersebut.

Harga transfer memiliki peran yang sangat penting untuk perusahaan multinasional. Karena cara ini bisa digunakan untuk mengubah pendapatan kena pajak mereka. Sehingga, beban pajak yang harus mereka setorkan pun akan berkurang secara menyeluruh.

Metode penetapan harga transfer adalah metode yang digunakan oleh perusahaan agar bisa mengalihkan kewajiban pajak pada negara yang nominal pajaknya berbiaya rendah.

Baca juga: Cash Value Adalah istilah Penting dalam Asuransi, Ini Pengertiannya!

Kenapa Harga Transfer Penting?

Agar bisa mengetahui pentingnya transfer pricing, mari kita perhatikan contoh di bawah ini.

Katakanlah perusahaan PT XYZ memproduksi Piano di Vietnam, sedangkan perusahaan PT ABC mendistribusikan piano tersebut di Thailand. Nah, PT XYZ dan PT ABC adalah anak perusahaan PT KLM. Seluruh modal bisnis PT XYZ dan PT ABC diperoleh dari PT KLM.

Ketika piano dijual di kedua negara tersebut, maka PT KLM tidak mempunyai kendali atas harga jualnya. Hal tersebut tergantung dari tingkat penawaran dan permintaan yang ada pada kedua negara tersebut. Satu hal yang hanya bisa dikendalikan oleh PT KLM adalah transfer pricing pada PT XYZ dan PT ABC.

Harga jual yang dilakukan oleh PT XYZ dan PT ABC tidak terlalu penting untuk PT KLM, karena harganya sudah diperhitungkan, dan PT KLM pun sudah pasti bisa meraih keuntungan. Namun bila dilihat dari sisi pajak, hal tersebut menjadi sangat penting. Beban Pajak yang diterapkan oleh negara Thailand dan Vietnam berbeda.

Jadi, PT KLM ingin memperoleh profit dari keuntungan setelah kena pajak. Oleh karena itu, PT KLM selaku pemilik saham bisa memanfaatkan pengaruhnya dalam menetapkan transfer pricing pada PT XYZ dan PT ABC agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan juga pajak yang lebih rendah.

Misal pajak di negara Vietnam lebih tinggi daripada negara Thailand, maka biaya transfer ke perusahaan ABC  akan ditingkatkan.

Baca juga: Future Value: Pengertian dan Cara Mudah Cara Menghitungnya

Tujuan Penetapan Harga Transfer

Setiap negara mempunyai tarif pajaknya masing-masing. Hal tersebut bisa dimanfaatkan oleh perusahaan multinasional agar bisa memindahkan keuntungan dari negara yang memiliki pajak tinggi ke negara yang pajaknya lebih rendah.

Perusahaan juga bisa melaporkan pajak yang terlalu banyak pada negara yang menetapkan pajak tinggi. Pun sebaliknya pada pajak yang terlalu rendah di negara dengan pajak rendah. Walaupun hal yang terakhir ini akan kecil sekali kemungkinannya.

Tujuan utama dari menetapkan transfer pricing adalah agar bisa mencegah kedua situasi diatas terjadi. Harga transfer juga bisa memastikan keuntungan yang dikenakan pajak pada tempat harga tersebut diberlakukan.

Sebagian besar negara mempunyai aturan terkait transfer pricing pajak di domestik mereka masing-masing. Tapi bila masih ditemukan adanya penyalahgunaan, maka tentu pihak yang memiliki wewenang bisa mengajukan klaim tertentu.

Baca juga: Cara Berhemat untuk Capai Kestabilan dan Kesuksesan Finansial

Penutup

Meskipun menjadi suatu hal penting untuk perusahaan, namun harga transfer sering disalahgunakan demi menghindari pajak.

Berdasarkan suatu penelitian, variabel pajak akan menampilkan dampak positif yang signifikan pada adanya indikasi melakukan transaksi transfer pricing. Perusahaan bisa mengalihkan kekayaannya pada perusahaan lain yang berada di luar negeri dengan menerapkan transfer pricing, sehingga laba nya akan berkurang, dan pajak yang dibayar pun akan lebih rendah.

Nah, sebagai wajib pajak yang bijak dan baik, kami menyarankan agar Anda tidak memberlakukan praktik tersebut, dan membayar serta melaporkan pajak sesuai dengan kondisi bisnis Anda. Karena pada akhirnya, bisnis Anda lah yang akan menikmati pajak tersebut lewat adanya pembangunan negara.

Saat ini, Anda bisa lebih mudah dalam menyetor dan melaporkan pajak lewat fitur perpajakan yang disediakan oleh Accurate Online.

Accurate Online adalah aplikasi bisnis dan akuntansi yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Direktorat Jenderal Pajak. Dengan fitur perpajakan di dalamnya, Anda akan mendapatkan dukungan e-Filling, e-SPT, e-Billing, e-Faktur dan lebih mudah dalam menghitung PPN dan PPh.

Selain itu, Anda bisa langsung menarik data laporan keuangan yang sudah disajikan oleh Accurate Online secara instan untuk keperluan perpajakan Anda.

Jadi, ayo coba Accurate Online sekarang juga dengan klik banner di bawah ini, Gratis!

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia