Landed Cost: Manfaat, Komponen, dan Contohnya

Diterbitkan: 16 Mar 2026 | Ditulis oleh: Ibnu Ismail
Landed Cost: Manfaat, Komponen, dan Contohnya

Poin penting


  • Landed cost adalah total biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang hingga tiba di lokasi tujuan, termasuk harga beli, biaya pengiriman, pajak impor, asuransi, dan biaya logistik lainnya.

 

  • Perhitungan landed cost membantu bisnis mengetahui biaya produk yang sebenarnya, menentukan harga jual dengan lebih tepat, dan menghindari kerugian dari biaya tambahan.

 

  • Komponen utama dalam landed cost meliputi harga pembelian barang, biaya pengiriman (freight cost), pajak dan bea masuk, asuransi pengiriman, serta berbagai biaya penanganan dan administrasi logistik.

 

  • Perhitungan landed cost dapat lebih akurat dengan menggunakan software bisnis seperti Accurate Online yang membantu mencatat biaya pembelian dan persediaan secara terintegrasi. Coba gratis disini!

Dalam aktivitas bisnis, terutama yang berkaitan dengan impor barang, distribusi, atau perdagangan internasional, mengetahui harga beli saja tidak cukup untuk menentukan biaya sebenarnya dari suatu produk.

Masih ada berbagai biaya tambahan seperti pengiriman, pajak impor, asuransi, hingga biaya logistik lainnya. Seluruh biaya tersebut dikenal sebagai landed cost.

Dengan menghitung landed cost secara tepat, perusahaan dapat mengetahui total biaya sebenarnya dari suatu produk hingga sampai ke gudang atau tangan pembeli.

Pengertian landed cost

landed cost adalah total biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan suatu barang hingga barang tersebut tiba di lokasi tujuan atau siap digunakan.

Konsep ini banyak digunakan dalam aktivitas perdagangan, distribusi, maupun impor karena biaya yang dikeluarkan dalam proses pengadaan barang biasanya tidak hanya sebatas harga beli dari pemasok.

Dalam praktiknya, landed cost digunakan untuk menggambarkan nilai sebenarnya dari suatu produk setelah seluruh proses pengadaan dan pengiriman selesai dilakukan.

Dengan memahami landed cost, perusahaan dapat melihat gambaran biaya produk secara lebih menyeluruh sehingga keputusan terkait harga jual, margin keuntungan, dan strategi pengadaan dapat dibuat dengan lebih akurat.

Baca juga: Apa Itu Freight Cost? Pengertian, Jenis, dan Solusinya untuk Bisnis

Manfaat Menghitung landed cost

Menghitung landed cost memberikan berbagai manfaat penting bagi perusahaan, terutama yang bergerak di bidang perdagangan, manufaktur, maupun impor barang.

Berikut beberapa manfaat utamanya.

1. Mengetahui biaya sebenarnya dari suatu produk

Dengan menghitung landed cost, perusahaan dapat mengetahui total biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh suatu barang.

Hal ini membantu bisnis memahami biaya riil produk sehingga tidak hanya bergantung pada harga beli dari pemasok.

2. Membantu menentukan harga jual yang tepat

Harga jual produk sebaiknya ditentukan berdasarkan total biaya produk, bukan hanya harga pembelian.

Perhitungan landed cost memungkinkan perusahaan menetapkan harga jual yang lebih akurat sekaligus menjaga margin keuntungan.

3. Menghindari kerugian dalam transaksi impor

Banyak bisnis yang mengalami kerugian karena tidak memperhitungkan biaya tambahan seperti pajak, bea masuk, atau biaya logistik.

Dengan mengetahui landed cost sejak awal, perusahaan dapat menghindari biaya tak terduga yang mengurangi profit.

4. Membantu perencanaan keuangan bisnis

Perhitungan landed cost memberikan gambaran yang lebih jelas tentang struktur biaya dalam rantai pasok.

Informasi ini sangat berguna untuk membuat perencanaan keuangan, anggaran pembelian, serta pengendalian biaya operasional.

5. Meningkatkan efisiensi operasional

Dengan mengetahui komponen biaya secara detail, perusahaan dapat mengevaluasi proses logistik dan mencari cara untuk mengurangi biaya distribusi atau pengiriman.

Hal ini membantu meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing bisnis.

Baca juga: Mengenal Dokumen Free on Board (FOB) dalam Dunia Ekspor Impor

Komponen landed cost

landed cost terdiri dari berbagai komponen biaya yang muncul sejak pembelian barang hingga barang tiba di lokasi tujuan.

Berikut beberapa komponen utama dalam perhitungan landed cost.

1. Harga pembelian barang

Harga pembelian merupakan biaya utama yang dibayarkan kepada pemasok atau supplier untuk memperoleh barang.

Komponen ini biasanya menjadi bagian terbesar dalam landed cost.

2. Biaya pengiriman (freight cost)

Biaya pengiriman mencakup seluruh biaya transportasi barang dari lokasi pemasok hingga tempat tujuan.

Biaya ini bisa meliputi:

  • ongkos kapal
  • ongkos pesawat
  • biaya trucking
  • biaya logistik lainnya

3. Bea masuk dan pajak impor

Dalam transaksi impor, barang yang masuk ke suatu negara biasanya dikenakan bea masuk dan pajak.

Besarnya pajak ini tergantung pada jenis barang dan regulasi yang berlaku.

4. Biaya asuransi

Asuransi digunakan untuk melindungi barang dari risiko kerusakan atau kehilangan selama proses pengiriman.

Biaya ini sering menjadi bagian penting dalam pengiriman internasional.

5. Biaya penanganan dan administrasi

Biaya ini meliputi berbagai biaya tambahan seperti:

  • biaya bongkar muat
  • biaya gudang
  • biaya administrasi
  • biaya dokumen impor

Semua biaya tersebut harus dimasukkan dalam perhitungan landed cost agar hasilnya lebih akurat.

Baca juga: Bagaimana Cara Mencari Supplier yang Tepat? Ini Tipsnya!

Rumus landed cost

Secara sederhana, rumus landed cost dapat dituliskan sebagai berikut:

landed cost = Harga Barang + Biaya Pengiriman + Pajak dan Bea Masuk + Asuransi + Biaya Penanganan

Jika ingin menghitung landed cost per unit, maka rumusnya adalah:

landed cost per Unit = Total landed cost ÷ Jumlah Barang

Dengan rumus ini, perusahaan dapat mengetahui biaya per produk secara lebih akurat.

Baca juga: Apa itu Eksportir? Tugas, Jenis, Syarat, Tipsnya

Cara Menghitung landed cost

Untuk mendapatkan perhitungan landed cost yang tepat, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan secara sistematis.

1. Mengidentifikasi harga pembelian barang

Langkah pertama adalah mencatat harga pembelian barang dari supplier.

Data ini biasanya tercantum dalam invoice atau kontrak pembelian.

2. Menghitung seluruh biaya pengiriman

Selanjutnya, hitung seluruh biaya yang berkaitan dengan proses pengiriman barang.

Biaya ini dapat meliputi transportasi, logistik, serta biaya handling selama perjalanan.

3. Menambahkan pajak dan bea masuk

Jika barang berasal dari luar negeri, tambahkan biaya pajak impor serta bea masuk sesuai dengan regulasi yang berlaku.

4. Memasukkan biaya tambahan lainnya

Beberapa biaya tambahan seperti asuransi, biaya gudang, atau biaya administrasi juga perlu dimasukkan ke dalam perhitungan.

Hal ini penting agar landed cost benar-benar mencerminkan total biaya sebenarnya dari barang tersebut.

5. Menghitung total landed cost

Setelah semua komponen biaya dicatat, jumlahkan seluruh biaya tersebut untuk mendapatkan total landed cost.

Jika diperlukan, total tersebut dapat dibagi dengan jumlah barang untuk mengetahui biaya per unit.

Baca juga: Maksimalkan Bisnis Ekspor dengan Sistem Pos Multi-Currency

Contoh Perhitungan landed cost

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana perhitungan landed cost.

Contoh kasus

Sebuah perusahaan mengimpor 100 unit produk dari luar negeri dengan rincian biaya sebagai berikut:

  • Harga barang: Rp50.000.000
  • Biaya pengiriman: Rp5.000.000
  • Pajak dan bea masuk: Rp3.000.000
  • Asuransi: Rp1.000.000
  • Biaya penanganan: Rp1.000.000

Menghitung total landed cost

Total landed cost dihitung dengan menjumlahkan seluruh biaya:

Total landed cost
= 50.000.000 + 5.000.000 + 3.000.000 + 1.000.000 + 1.000.000
= Rp60.000.000

Menghitung landed cost per unit

Karena jumlah barang adalah 100 unit, maka:

landed cost per Unit
= 60.000.000 ÷ 100
= Rp600.000 per unit

Dari perhitungan ini, perusahaan dapat mengetahui bahwa biaya sebenarnya untuk setiap produk adalah Rp600.000, bukan Rp500.000 seperti harga beli awal.

Apa perbedaan antara biaya FOB dan biaya landed cost?

FOB (Free On Board) adalah biaya barang hingga dimuat ke kapal di pelabuhan asal, sehingga tanggung jawab selanjutnya berada pada pembeli.

Sedangkan landed cost adalah total biaya barang hingga tiba di lokasi tujuan, termasuk biaya pengiriman, pajak, asuransi, dan biaya logistik lainnya.

Baca juga: Contoh Supply Chain Management, Proses, & Manfaatnya bagi Bisnis

Penutup

landed cost adalah total biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh suatu barang hingga barang tersebut tiba di lokasi tujuan.

Biaya ini mencakup berbagai komponen seperti harga pembelian, biaya pengiriman, pajak impor, asuransi, serta biaya penanganan barang.

Dengan menghitung landed cost secara akurat, perusahaan dapat mengetahui biaya riil produk, menentukan harga jual yang tepat, serta meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan rantai pasok.

Namun, dalam praktiknya menghitung landed cost secara manual sering kali cukup rumit, terutama jika perusahaan memiliki banyak transaksi pembelian, pengiriman, dan biaya tambahan lainnya.

Untuk mempermudah proses pencatatan biaya, pengelolaan persediaan, serta pembuatan laporan keuangan secara otomatis, Anda dapat menggunakan software akuntansi Accurate Online.

Dengan Accurate Online, berbagai transaksi bisnis dapat tercatat secara terintegrasi sehingga membantu Anda memantau biaya produk, menghitung harga pokok, serta mengambil keputusan bisnis dengan lebih akurat.

Jika Anda ingin merasakan kemudahannya, Anda bisa mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah!

ekonomi-keuanganfooter-copy
sidebar artikel aol

Download E-Book Mengenal Kewajiban Pajak Perusahaan

Hindari masalah pajak dengan pahami pajak perusahaan di ebook ini!

Ibnu Ismail
Berawal dari hobi berkembang hingga profesi, tak sekedar fokus menulis di bidang ekonomi dan keuangan, saat ini Saya juga menggeluti SEO dan SEM secara lebih mendalam.

Artikel Terkait