Mengenal Mata Uang Paling Rendah yang Ada di Dunia

Beberapa mata uang asing seperti Poundsterling, Yen, atau Dollar Amerika adalah mata uang terkuat di dunia. Tapi bila ada mata uang terkuat atau paling tinggi, tentu ada mata uang paling murah atau maling rendah di dunia.

Mungkin sebagian dari Anda belum banyak yang mengetahui bahwa terdapat beberapa negara di dunia yang nilai mata uangnya lebih rendah daripada negara-negara lainnya.

Kekuatan mata uang dari suatu negara akan menampilkan perkembangan dan juga kestabilan perekonomiannya. Semakin kuat mata uang pada suatu negara, maka akan semakin tinggi juga nilainya.

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan membahas berbagai mata uang paling rendah di seluruh dunia.

10 Mata Uang Paling Rendah di Dunia

1. Riyal Iran

Riyal Iran menjadi mata paling rendah di dunia. Terdapat berbagai faktor yang bisa mempengaruhinya, antara lain adalah perang yang terus berlangsung antara Iran dan Irak, ancaman perang dari Israel, dan juga ancaman nuklir misil dari pemerintah Iran yang membuat banyak negara di belahan dunia memberikan sanksi politik dan ekonomi.

Hasilnya, akses Iran atas pasar komoditas dunia pun menjadi sangat terbatas, dan memberikan dampak yang besar pada perekonomiannya. Walaupun pada mulanya Iran adalah eksportir minyak paling besar di dunia, tapi kini mereka sudah tidak bisa melakukannya lagi.

2. Dong Vietnam

Mata uang paling rendah kedua di dunia saat ini adalah Dong Vietnam. Salah satu negara Asia Tenggara ini masih berada dalam transisi ekonomi tersentralisasi ke ekonomi pasar, sehingga membuat mata uang negaranya memiliki nilai yang rendah.

Tapi berdasarkan pernyataan pihak pemerintah Vietnam, mereka sudah melakukan berbagai upaya demi bisa memperkuat ekonominya agar bisa mengejar ketertinggalan dengan berbagai negara tetangga.

3. Rupiah Indonesia

Indonesia menjadi negara ketiga yang memiliki mata uang paling rendah. Walaupun kondisi ekonomi Indonesia memang cukup stabil dan terus berkembang, namun rasio nilai tukar mata uangnya masih sangat rendah, sehingga dianggap lemah.

Salah satu penyebabnya adalah tingginya nominasi rupiah. Walaupun pihak pemerintah sudah melakukan berbagai upaya agar bisa meningkatkan nilai tukar, tapi hal tersebut belum menampilkan perubahan yang nyata. Itulah kenapa wacana denominasi nilai rupiah seringkali dicanangkan oleh pihak pemerintah sebagai upaya untuk memperkuat nilai mata uang.

Baca juga: Mengenal Mata Uang Termahal yang Ada di Dunia

4. Franc Guinea

Guinea, salah satu negara Afrika, mengalami devaluasi mata uang karena berbagai kondisi ekonomi dan sosial yang parah. Contohnya seperti rasio inflasi yang tinggi, kemiskinan yang terus meningkat, sampai kehadiran gangster di negara tersebut.

Padahal, negara ini memiliki sumber daya bumi yang melimpah, seperti emas, alumunium dan juga berlian, yang seharusnya bisa membuat negara ini menjadi salah satu negara kaya. Selain itu, rendahnya pendidikan warga negara tersebut juga menjadi faktor lain yang membuat negara Guinea menjadi salah satu negara miskin.

5. Kip Laos

Lao Kip atau Kip adalah mata uang resmi yang diterapkan di negara Laos sejak kemerdekaanya di tahun 1952 lalu. Sebelumnya, negara ini menggunakan mata uang piaster yang berasal dari Perancis-Indochina.

Walaupun mata uang ini mengalami peningkatan, tapi rasionya masih sangat rendah dan jalannya untuk bisa menjadi mata uang yang kuat pun masih sangat panjang. Tapi di luar hal tersebut, Kip Laos terus menguat terhadap dolar Amerika dan nilainya terus mengalami kenaikan.

6. Leone Sierra Leon

Negara kecil yang berada di bagian barat Afrika ini memiliki mata uang resmi yang disebut Leone. Rendahnya nilai mata uang tersebut dikarenakan adanya perang saudara yang terjadi selama lebih dari sepuluh tahun. Penyebab lainnya adalah Virus Ebola yang mematikan.

Hasilnya, terjadilah hiperinflasi dan juga kegagalan ekonomi yang parang. Di bulan Januari 2017, Leone menjadi mata uang paling rendah di benua Afrika.

7. Sum Uzbekistan

Berdasarkan laman Wikipedia, Mata uang dari Uzbekistan yang dikenal dengan Sum atau SOM baru pertama kali dipublikasikan di tahun 1993 lalu. Walaupun negara ini sudah merdeka sejak lama, namun kala itu mereka masih menggunakan rubel Rusia sebagai alat tukarnya.

Lalu di tanggal 1 Juli 1994, Sum bersi modern pun dimasukkan ke dalam sirkulasi peredaran utang yang mana perhitungan 1 Sum sama dengan 1000 kupon sum, sesuai dengan Dekrit Presiden Uzbekistan kala itu.

Baca juga: Uang Fiat: Pengertian, Sejarah, Kelebihan, Kekurangan, Dan Bedanya Dengan Uang Komoditas

8. Guarani Paraguay

Pada negara bagian Amerika Serikat, Paraguay termasuk ke dalam negara miskin kedua. Negara tersebut mengalami guncangan ekonomi hebat yang memporak-porandakan perekonomian mereka secara signifikan, korupsi, inflasi gabungan, banyak rakyat miskin, pendidikan kualitas yang rendah, pengangguran, dan masih banyak lagi.

Negara tersebut bukan tidak mempunyai sumber daya yang memadai. Bahkan, Paraguay termasuk eksportir besar untuk kacang kedelai dan kapas. Tapi, kedua komoditas besar tersebut tidak cukup untuk menutupi kebutuhan impor yang ternyata jauh lebih besar.

9. Riel Kamboja

Negara dengan sistem monarki di Asia Tenggara ini memiliki mata uang yang disebut dengan Riel Kamboja. Mata uang tersebut diresmikan tahun 1995 untuk mengganti piaster Indocina. Pada masa awal penerbitannya, Riel mempunyai rasio nilai tukar yang sangat rendah dan tidak banyak warga lokal yang menggunakannya.

Masyarakat Kamboja sendiri lebih suka menggunakan mata uang asing seperti dolar Amerika untuk melakukan transaksi. Hal tersebut membuat nilai tukar mata uang Riel Kamboja menjadi kian anjlok.

10. Shilling Uganda

Mata uang Shilling Uganda baru diresmikan tahun 1996 lalu. Negara miskin ini sebelumnya menggunakan mata uang Shilling Afrika Timur, dimana mata uang tersebut digunakan di beberapa negara wilayah Afrika Timur.

Walaupun menjadi salah satu mata uang paling rendah, namun Shilling memiliki nilai yang cukup stabil, karena nilainya tidak berkurang lebih dari 5% dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Nilai Intrinsik Uang: Pengertian Dan Bedanya Dengan Nilai Ekstrinsik

Penutup

Demikianlah beberapa mata uang paling rendah di dunia. Hal tersebut sangat penting sekali untuk diketahui Anda, para pebisnis yang bergerak dalam bidang ekspor-impor agar Anda bisa menyiapkan anggaran yang memadai.

Namun, mempersiapkan dan menghitung anggaran yang baik tidak bisa dilakukan secara mudah, terdapat banyak hal yang harus Anda lakukan. Nah, untuk mempermudah Anda dalam menyiapkan anggaran uang, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Aplikasi yang telah dipercaya oleh ratusan ribu pebisnis di Indonesia ini akan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang berguna untuk menyiapkan berbagai anggaran keuangan bisnis Anda.

Selain itu, di dalamnya pun telah dilengkapi dengan berbagai fitur dan modul yang akan membuat operasional bisnis Anda bergerak lebih efektif dan efisien.

Penasaran dengan Accurate Online? Ayo klik tautan gambar di bawah ini untuk langsung mencobanya selama 30 hari, gratis!