Pasar Bebas: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Manfaatnya

Sering kali kita mendengar istilah pasar bebas dalam suatu dunia perdagangan, namun apakah Anda sudah mengetahui pengertian dari istilah tersebut? Pada dasarnya, pasar bebas atau perdagangan bebas adalah suatu keadaan ekonomi yang lebih fokus dalam mengedepankan produksi serta penjualan produk barang atau jasa tanpa adanya campur tangan pihak pemerintah.

Sistem ini akan lebih menerapkan prinsip ekonomi berdasarkan adanya hukum permintaan dan penawaran. Sehingga, setiap keputusan dan aksi individu yang erat kaitannya dengan jasa, barang, atau uang akan lebih bersifat sukarela.

Di lain hal, lawan dari pasar bebas ini adalah sistem ekonomi terpusat, yang mana pihak pemerintah akan turut andil dalam menentukan suatu produk barang dan jasa apa saja yang harus diproduksi dalam negaranya dan pemerintah juga akan menentukan harga tersebut.

Di dalamnya, pihak perusahaan lah akan menentukan produk barang dan jasa apa saja yang harus diproduksi dan siapa saja konsumennya. Pihak perusahaan juga memiliki kuasa penuh atas harga yang akan mereka berikan dan harga tersebut akan berhubungan dengan hukum permintaan dan penawaran barang.

Pengertian Pasar Bebas Menurut Para Ahli

Adam smith, yang sering dijuluki sebagai bapak ekonomi mengatakan bahwa pasar bebas sudah memberikan kebebasan pada masyarakat luas untuk bisa membuat dan melakukan kegiatan jual beli barang sesuka hati mereka.

Selain itu, pasar bebas pun mampu membuka pasar hingga keluar negeri dan melahirkan persaingan ekonomi yang lebih luas yang mana setiap orang secara alami tentu akan lebih memilih barang dengan harga yang murah demi memperkaya dirinya sendiri tanpa adanya campur tangan pemerintah.

Disisi lain, David Ricardo menjelaskan bahwa pasar bebas adalah suatu kegiatan perdagangan  luar negeri yang melibatkan lebih dari dua negara yang masing-masing diantaranya akan melakukan perdagangan tanpa ada masalah dari pihak pemerintah.

Artinya, setiap masyarakat memiliki kebebasan dalam melakukan perdagangan antar negara tanpa hambatan dari pihak pemerintahannya masing-masing.

Berdasarkan penjelasan dari para ahli diatas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa pasar bebas memiliki hubungan yang erat dengan kebijakan pemerintah tentang suatu perdagangan. Artinya, pemerintah tidak akan melakukan tindakan diskriminatif atau menghambat proses perdagangan, terutama kegiatan impor dan ekspor barang.

Baca juga: Pengertian Bank Sentral: Sejarah, Tujuan, Tugas, dan Wewenang Bank Sentral

Tujuan Pasar Bebas

Dengan adanya kebijakan tanpa adanya tindakan diskriminasi perdagangan luar negeri, maka pasar bebas memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:

1. Meningkatkan Pendapatan Negara

Dengan adanya perdagangan yang tidak hanya ada di dalam negeri akan meningkatkan potensi pada suatu negara untuk mempunyai pasar yang lebih luas. Untuk itu, kegiatan mengekspor dari luar negeri dilakukan untuk bisa mendapatkan nilai transaksi jual beli yang lebih besar.

2. Meningkatkan Perekonomian Negara

Dengan melakukan kegiatan ekspor, negara juga pastinya akan mendapatkan pasar yang lebih besar. Untuk itu, perdagangan bebas adalah suatu peluang besar bagi setiap produsen dari dalam negeri untuk bisa meningkatkan produksi serta kualitas produksi caranya agar mampu memenangi pasar internasional.

3. Memperluas Pasar

Sistem perdagangan yang lebih terbuka ke banyak negara juga akan mampu memperluas konsumen pada suatu suatu produk. Bahkan, produk dari barang atau jasa memiliki potensi untuk bisa lebih laku di negara lain daripada di negara asalnya.

4. Menciptakan Transfer of Technology

Besar kemungkinan Transfer of Technology pun bisa lahir karena adanya pasar bebas. Kenapa? Karena teknologi yang ada di negara maju pastinya akan lebih canggih daripada negara berkembang. Dengan adanya pasar bebas, maka negara berkembang bisa saja merasakan dan menggunakan kecanggihan teknologi yang lahir di negara maju.

5. Memenuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Keperluan dan kebutuhan di dalam negeri akan bisa terpenuhi dengan tepat dengan adanya pasar bebas. Kenapa? Karena beberapa barang mungkin akan sulit untuk diproduksi atau didapatkan dalam negeri. Untuk itu, negara yang melakukan kegiatan impor barang dari luar negeri bisa memenuhi kebutuhannya secara lebih mudah.

Fungsi Perdagangan Bebas

Berdasarkan penjelasan diatas, fungsi utama perdagangan bebas dalam perekonomian negara pada dasarnya adalah untuk bisa memberikan kebebasan pada masyarakat untuk bisa melakukan aktivitas ekonomi,khususnya dalam melakukan aktivitas ekspor dan impor barang.

Selain itu, perdagangan bebas juga memiliki fungsi yang baik dalam memberikan informasi terkait harga dan kuantitas permintaan barang, hal ini akan berdampak pada stabilitas harga barang. Setiap pengusaha pun nantinya akan mendapatkan penghasilan yang lebih atas bisnis yang mereka jalankan, serta memiliki peluang dalam mendapatkan keahlian yang lebih modern.

Lebih dari itu, perdagangan bebas juga mampu melahirkan tingkat penggunaan barang yang meningkat dengan diiringi faktor produksi yang kian efisien.

Ciri-Ciri Pasar Bebas

Ciri-ciri adanya penerapan sistem pasar bebas akan terlihat pada bagaimana sumber dan alat produksi bisa bebas dimiliki dan diatur oleh seluruh pihak, baik itu komunitas, perusahan, hingga individu. Selain itu, ciri lain dari pasar bebas juga adanya pembagian kelas, seperti adanya kelas pekerja dan pemilik modal dalam suatu perekonomian masyarakat.

Dalam pasar bebas juga akan terlihat persaingan antar pengusaha dalam mendapatkan keuntungan yang lebih banyak, serta terbatasnya campur tangan pemerintah di pasar.

Manfaat Perdagangan Bebas

Perdagangan bebas mempunyai manfaat yang mampu dirasakan dalam perkembangan ekonomi dalam suatu negara. Berbagai manfaat yang kemungkinan akan dirasakan adalah lebih bebasnya setiap orang dalam mempunyai kekayaan dan mengolah sumber dayanya masing-masing. Sehingga, tingkat kreativitas dari setiap masyarakat akan lebih berkembang lagi.

Selain itu, setiap produsen juga akan lebih dituntut untuk membuat produk yang berkualitas karena pasar bebas melahirkan persaingan yang lebih ketat antar perusahaan. Sehingga, para pengusaha pun akan menjadi lebih efektif dan efisien karena mereka akan bergerak atas dasar prinsip ekonominya masing-masing.

Kekurangan dari Pasar Bebas

Perlu diperhatikan pula bahwa pasar bebas atau perdagangan bebas mempunyai beberapa kekurangan yang berpotensi mengancam perekonomian suatu negara. Contoh sederhananya adalah perusahaan yang lemah atau kecil akan menjadi semakin tereksploitasi oleh perusahaan yang lebih kuat.

Kegiatan monopoli perdagangan pun akan semakin rawan terjadi, yang mana hal tersebut mampu membahayakan pihak perusahaan yang bergerak pada industri yang sama. Selain itu, potensi kesenjangan ekonomi antar perusahaan yang kuat dan yang lemah pun akan semakin besar.

Perdagangan bebas juga mampu mengancam kestabilan perekonomian pada suatu negara jika produk dalam negara tersebut tidak mampu bersaing dengan produk asing yang masuk ke negaranya. Jika hal tersebut sudah terjadi, maka negara pun bisa memiliki sifat ketergantungan pada negara lain, dan akan berdampak pada menurunnya tingkat perekonomian pada negara tersebut.

Contoh Penerapan Pasar Bebas

Saat ini, tidak semua negara mampu menerapkan secara penuh sistem pasar bebasnya, karena masih ada beberapa aturan dan regulasi yang diatur oleh pihak pemerintahan dalam melindungi perekonomian dalam negeri.

Contohnya saja seperti Indonesia dalam menerapkan perdagangan bebas yang tidak menyeluruh pada komoditas. Karena masih ada beberapa aturan pada komoditas yang berperan penting dalam kehidupan masyarakat seperti, minyak, listrik, dan bahan pokok lainnya.

Perdagangan bebas dalam tingkatan antar negara atau kelompok negara akan lebih diterapkan dengan suatu aturan tentang pengurangan tarif atau penghapusan tarif barang yang keluar maupun masuk pada suatu negara.

Biasanya, aturan seperti ini dilakukan dengan perjanjian bilateral bila di dalamnya hanya melibatkan dua negara saja. Untuk perjanjian antar lebih dari dua negara, maka akan dibentuk perjanjian multilateral, atau dengan membentuk blok perdagangan regional.

Contoh sederhananya adalah berbagai negara ASEAN yang membentuk suatu ASEAN FREE Trade Area dalam menciptakan zona perdagangan bebas demi meningkatkan daya saing ekonomi pada wilayah regional ASEAN.

Kendala di Pasar Bebas

Seluruh kendala yang timbul di pasar bebas umumnya akan memanfaatkan ancaman kekuatan implisit atau eksplisit. Contoh sederhananya adalah perpajakan, peraturan, larangan pertukaran spesifik, persyaratan lisensi, nilai tukar tetap, mandat pada persyaratan tertentu di dalam pertukaran, kontrol harga, persaingan dari layanan yang disediakan untuk masyarakat, kuota dalam memproduksi, membeli barang, atau pelaksanaan perekrutan karyawan.

Baca juga: Pengertian APBN dan APBD, serta Fungsi dan Tujuannya

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang pengertian pasar bebas, lengkap dengan tujuan, fungsi dan manfaatnya untuk suatu negara. Untuk itu, bagi Anda yang sedang merintis bisnis atau usaha, maka Anda harus memanfaatkan adanya pasar bebas agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas lagi dalam skala internasional.

Namun, Anda tetap harus memperhatikan strategi pemasaran yang tepat, manajemen persediaan, dan manajemen keuangan yang baik. Nah, untuk memudahkan Anda dalam melakukan manajemen persediaan dan manajemen keuangan, Anda bisa menggunakan aplikasi akuntansi berbasi cloud dari akuntansi online.

Dengan Accurate Online, Anda bisa mengatur biaya produk, mengontrol stok barang, dan memantau laporan keuangan bisnis Anda secara mudah dan real time. Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia