Passive income adalah jenis penghasilan yang diperoleh secara berkelanjutan tanpa keterlibatan aktif secara terus-menerus.
Artinya, Anda bisa tetap menghasilkan uang bahkan saat tidak bekerja secara langsung, seperti ketika sedang tidur, berlibur, atau fokus pada aktivitas lain.
Konsep ini sangat populer di kalangan mereka yang ingin mencapai kebebasan finansial, karena memungkinkan seseorang untuk mendapatkan arus kas jangka panjang dari investasi awal, aset digital, atau properti.
Nah, agar lebih jelas lagi tentang passive income, mari kita bahas secara mendalam lewat penjelasan di bawah ini.
Daftar Isi
Pengertian Passive Income
Passive income adalah pendapatan yang dihasilkan dari aset atau kegiatan yang tidak memerlukan keterlibatan aktif setiap saat.
Anda cukup mengeluarkan waktu, tenaga, atau modal di awal, lalu menikmati hasilnya dalam jangka panjang.
Coba bayangkan Anda bisa memperoleh banyak uang hanya dengan duduk dan tanpa melakukan aktivitas apa-apa.
Percaya ataupun tidak, hal tersebut adalah sesuatu yang bisa Anda lakukan setiap hari.
Konsep ini adalah konsep investasi dari pendapatan pasif, dan hal tersebut akan memungkinkan orang seperti Anda bisa mengumpulkan banyak uang tanpa harus bekerja keras.
Pada dasarnya, cara kerja dari passive income adalah Anda melakukan investasi awal, yang pada umumnya akan mewajibkan pada Anda untuk tidak hanya mengumpulkan lebih banyak uang, namun juga harus bisa kerja keras dan melakukan banyak penelitian.
Namun sejak saat itu, Anda bisa duduk dan juga menikmati aliran pendapatan tanpa harus melakukan berbagai kegiatan yang sifatnya substansial lagi.
Umumnya, beberapa investasi yang diketahui agar bisa menghasilkan pendapatan pasif adalah saham, properti sewaan, obligasi, ataupun investasi dalam bisnis swasta.
Seluruh gagasan tersebut akan memungkinkan Anda untuk terus menghasilkan laporan arus kas yang baik setiap waktunya.
Baca juga: Anuitas: Pengertian, Jenis, Rumus, dan Contoh Menghitungnya
Manfaat Passive Income
Berikut beberapa keuntungan memiliki sumber penghasilan pasif:
1. Kebebasan Finansial
Memungkinkan Anda untuk tidak bergantung sepenuhnya pada gaji atau pekerjaan aktif.
2. Diversifikasi Pendapatan
Passive income membantu menyeimbangkan risiko keuangan dari pendapatan utama.
3. Meningkatkan Nilai Aset
Beberapa jenis passive income, seperti properti atau saham, berpotensi naik nilainya seiring waktu.
4. Waktu Lebih Fleksibel
Anda memiliki waktu luang lebih banyak untuk keluarga, traveling, atau membangun usaha baru.
Baca juga: 5 Rekomendasi Investasi yang Wajib Anda Pertimbangkan di 2025!
Contoh Passive Income
Berikut beberapa ide atau contoh penghasilan pasif yang populer:
- Dividen Saham: Penghasilan dari saham yang membagikan keuntungan secara berkala.
- Obligasi: Anda menerima bunga rutin setelah meminjamkan uang ke penerbit obligasi.
- Properti Sewaan: Mendapat penghasilan rutin dari penyewa rumah atau apartemen.
- Produk Digital: Menjual eBook, desain, kursus online, dan sejenisnya tanpa produksi ulang.
- Blogging dan Affiliate Marketing: Menghasilkan uang dari iklan atau komisi afiliasi.
- Royalti Musik/Fotografi: Anda dibayar setiap kali karya Anda digunakan atau dibeli.
- Dropshipping: Menjual produk tanpa perlu stok barang sendiri.
Baca juga:Apa itu Dropshipper? Cara Kerja, Kelebihan, Contoh
Cara Mendapatkan Passive Income
1. Passive Income Saham
Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa saham adalah salah satu pendapatan pasif yang sangat terkenal, karena Anda harus melakukan penelitian pada berbagai perusahaan dan memutuskan berapa banyak saham perusahaan nantinya akan Anda beli.
Bayangkan saja bila Anda memutuskan untuk melakukan investasi pada perusahaan farmasi yang diperdagangkan secara publik.
Bila saham yang Anda beli mengalami peningkatan harga dan menjualnya dengan nilai untung, maka Anda bisa memperoleh pendapatan dengan cara tersebut.
Satu-satunya yang bisa membedakan adalah saat Anda menerima dividen secara otomatis dan memutuskan apakah akan menjual saham dan membutuhkan sedikit penelitian, pemikiran dan juga tindakan Anda sendiri.
2. Passive Income Obligasi
Saat Anda memutuskan untuk membeli obligasi, maka pada dasarnya, Anda meminjamkan sejumlah uang yang Anda miliki pada pihak penerbit sebagai imbalan pembayaran bunga selama setengah tahunan.
Setelah obligasi Anda sudah jatuh tempo, maka pihak penerbit harus membayar kembali nilai investasi pokok Anda, dan ketika itu, Anda secara ideal bisa mengumpulkan jumlah bunga yang sama di sepanjang jalan atau dalam proses tersebut.
3. Properti Sewaan
Bila Anda tertarik untuk mencoba real estate, kemungkinan Anda bisa mendapatkan keuntungan yang besar.
Kenapa? karena properti sewaan akan membuat Anda memperoleh pendapatan tetap tiap bulan tanpa harus melakukan banyak hal.
Mungkin saat ini Anda berpikir harus mengelola properti sewaan tersebut, tapi ternyata tidak semuanya harus Anda lakukan.
Anda bisa mempekerjakan seorang manajer properti dan meminta mereka untuk menangani berbagai tugas, seperti memelihara, memperbaiki, melakukan perjanjian sewa, dan penempatan penyewa.
4. Kemitraan Terbatas
Melakukan investasi pada kemitraan terbatas adalah cara lain yang juga baik dalam menghasilkan passive income.
Dalam aturan seperti ini, pada dasarnya Anda hanya perlu melakukan pendanaan pada usaha swasta dengan potensi nilai untuk menghasilkan uang.
Tapi tanggung jawab Anda sangat terbatas pada jumlah uang yang Anda pilih untuk diinvestasikan.
Selama Anda sepakat untuk tidak memainkan peran aktif dalam usaha tersebut, maka penghasilan terkait apapun sifatnya nanti akan pasif.
5. Membuat Kursus Online
Menjual kursus online adalah salah satu ide yang baik untuk bisa memperoleh penghasilan pasif. Saat ini, perkembangan penjualan sangat banyak untuk pembuat kursus.
Anda bisa memutuskan untuk mulai menjual kursus dengan cara membuat website sendiri atau melalui suatu platform tertentu.
Setelah Anda membuat kursus online, Anda hanya tinggal menunggu penghasilan dari mereka yang mulai mendaftar pada bisnis Anda.
6. Memulai Dropship
Bisnis dropshipping adalah salah satu cara yang baik untuk menghasilkan passive income yang bisa Anda lakukan.
Anda tidak perlu bingung lagi untuk mengelola produk, Anda hanya perlu menjual produk orang lain dan menentukan keuntungan Anda sendiri, Anda bisa memulainya dengan menggunakan marketplace yang ada saat ini.
7. Menjual Produk Digital
Bila Anda ingin membuat suatu produk sendiri dan bukan menjual produk orang lain, Anda bisa membuat suatu produk digita.
Produk digital ini mencakup berbagai hal, mulai dari ebook, kursus online, PDF, desain grafis, foto stok, ataupun beberapa produk digital lainnya.
Produk tersebut adalah solusi paling baik untuk menghasilkan passive income, Anda hanya perlu menyiapkan suatu produk digital yang hendak Anda jual dan Anda pun bisa mulai memperoleh penghasilan.
Baca juga: 5 Tips Pengelolaan Keuangan untuk Kesuksesan Bisnis Kecil Anda
Perbedaan Passive Income dan Active Income
Active income adalah penghasilan yang didapat dari kerja langsung, seperti gaji atau fee freelance, jika berhenti bekerja, maka pendapatan ikut berhenti.
Sementara itu, passive income adalah penghasilan yang tetap mengalir tanpa harus aktif bekerja terus-menerus, contohnya seperti sewa properti, dividen saham, atau penjualan produk digital.
Baca juga: Profit dan Income: Pengertian dan Perbedaannya dalam Akuntansi
FAQ Seputar Passive Income
Apakah passive income bisa menggantikan pekerjaan utama?
Bisa, terutama jika Anda sudah membangun sistem atau aset yang stabil dan menghasilkan pendapatan yang konsisten.
Apakah passive income bebas pajak?
Tidak. Sebagian besar passive income, seperti sewa atau dividen, tetap dikenai pajak sesuai ketentuan perpajakan di Indonesia.
Butuh modal berapa untuk mulai menghasilkan passive income?
Tergantung jenisnya. Beberapa bisa dimulai tanpa modal uang, seperti blogging atau penjualan digital, tapi sebagian butuh modal besar seperti properti.
Baca juga: Mengenal 5 Perbedaan Reksa Dana dan Saham dalam Dunia Investasi
Penutup
Tentunya hal ini hanyalah beberapa aliran pemasukan pasif yang mungkin bisa Anda kejar.
Masih ada peluang lain diluar sana, dan bila Anda bisa lebih kreatif, Anda bisa mengumpulkan lebih banyak uang untuk melakukan sedikit saja pekerjaan.
Seperti bila Anda adalah seorang pengembang website, Anda bisa membuat aplikasi yang nantinya bisa Anda jual pada pengguna, sehingga setiap kali ada yang melakukan pendaftaran, maka Anda akan memperoleh uang tunai.
Pun sama halnya bila Anda adalah seorang pemusik, Anda bisa menghasilkan royalti dari hasil karya Anda.
Bila Anda sudah berhasil mendapatkan passive income, maka Anda harus bisa menyimpan dan mencatat seluruh arus kas nya pada laporan arus kas dan laporan laba rugi.
Tujuannya adalah agar Anda bisa memastikan nilai keuntungan yang Anda peroleh dalam periode waktu tertentu.
Namun, mencatat kegiatan tersebut memang sangat rumit dan juga dibutuhkan ketelitian yang sangat extra. Agar lebih mudah dalam melakukannya, cobalah menggunakan layanan aplikasi akuntansi dari Accurate Online.
Berbagai fitur yang lengkap dari Accurate Online akan semakin memudahkan kegiatan bisnis online atau offline Anda.
Terlebih lagi, Anda bisa mengaksesnya dimanapun dan kapanpun Anda berada, karena aplikasi ini dikembangkan dengan basis cloud system.
Anda bisa membuktikan sendiri kelebihan dari Accurate Online dengan mencobanya secara gratis selama 30 hari. Caranya hanya dengan klik tautan gambar di bawah ini.