Audit keuangan: Pengertian, Tujuan, dan Tahapan Audit Keuangan

Salah satu sarana untuk memenuhi akuntabilitas suatu perusahaan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan ini harus valid dan reliabel karena akan dilaporkan kepada stakeholder, seperti pemerintah, kreditor, pemberi dana, pengurus, serta karyawan.

Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh terhadap laporan keuangan harus dilakukan agar penyajian laporan sesuai dengan prinsip akuntansi dan aturan yang berlaku di Indonesia. Apa itu audit keuangan, tujuan, dan tahapannya? Yuk, simak penjelasannya.

Pengertian Audit Keuangan

Audit keuangan atau audit laporan keuangan merupakan penilaian atau evaluasi atas suatu entitas (organisasi, perusahaan, atau lembaga) sehingga menghasilkan pendapat atau opini yang independen dari pihak ketiga tentang laporan keuangan yang akurat, lengkap, relevan, wajar, dan pastinya sesuai dengan prinsip akuntansi dan aturan yang berlaku.

Tujuan Audit Keuangan

Audit laporan keuangan memiliki tujuan, yaitu untuk mendapatkan keyakinan bahwa laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan, organisasi, dan lembaga disusun melalui prinsip dan standar akuntansi yang berlaku. Laporan keuangan juga harus menyajikan kondisi keuangan perusahaan sebenarnya pada tanggal pelaporan dan kinerja manajemen pada periode tersebut.

Baca juga : Pengertian Bisnis Afiliasi beserta Keuntungan dan Kerugiannya

Tahapan Audit Keuangan

Ketika melakukan audit laporan keuangan, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Berikut ini adalah beberapa tahapan audit laporan keuangan yang perlu Anda ketahui.

Merencanakan dan merancang pendekatan audit

Tahapan pertama dalam pemeriksaan laporan keuangan secara menyeluruh adalah merencanakan dan merancang pendekatan audit. Dalam mengaudit, auditor mempertimbangkan 2 hal yang mempengaruhi jenis pendekatan.

  • Pertimbangan pertama adalah bukti audit yang terkumpul harus kompeten agar tanggung jawab dan profesionalisme auditor terpenuhi.
  • Pertimbangan kedua adalah masalah biaya pengumpulan bukti yang minimal.

Kedua pertimbangan ini diperlukan untuk merencanakan audit dan menghasilkan pendekatan audit yang efektif dengan biaya audit yang wajar.

Melaksanakan uji pengendalian dan uji substantif

Tahapan selanjutnya dalam melakukan pemeriksaan laporan keuangan adalah melaksanakan uji pengendalian serta uji substantif atas transaksi. Auditor akan mengurangi lingkup pemeriksaan beberapa tempat ketika laporan keuangan kurang akurat dan tidak disertai dengan bukti audit.

Dalam tahap ini, auditor harus melakukan uji terhadap efektivitas pengendalian akurasi informasi dalam laporan keuangan. Selain itu, auditor juga harus melakukan evaluasi atau penilaian atas pencatatan berbagai transaksi oleh klien serta memverifikasi nilai moneter terhadap berbagai transaksi tersebut. Verifikasi inilah yang disebut dengan uji substantif atas transaksi.

Baca juga : Apa itu Kebijakan Fiskal? Berikut Adalah Pengertiannya Secara Lengkap

Mengimplementasikan prosedur analitis dan uji rincian saldo

Mengimplementasikan prosedur analitis dan uji rincian saldo merupakan tahapan selanjutnya yang perlu Anda pahami dalam pemeriksaan laporan keuangan. Dalam melakukan audit, perbandingan-perbandingan serta hubungan antara saldo akun dengan tampilan data yang wajar akan digunakan untuk melakukan prosedur analitis.

Sedangkan saat melakukan prosedur uji rincian saldo, auditor akan  melakukan berbagai prosedur spesifik yang bertujuan untuk menguji salah saji moneter pada akun-akun laporan keuangan.

Melengkapi proses audit dan menerbitkan laporan audit

Melengkapi prosedur audit sangat penting bagi auditor. Hal ini bertujuan untuk menghubungkan semua informasi yang diperoleh untuk mendapatkan suatu kesimpulan secara menyeluruh sehingga laporan keuangan tersebut dapat dipresentasikan secara wajar.

Memiliki laporan keuangan yang wajar menjadi suatu proses yang penting dan berdasarkan pada pertimbangan profesionalisme auditor. Dalam praktiknya, auditor akan menggabungkan semua informasi yang didapatkan selama proses audit. Setelah semua informasi diperoleh dan proses audit selesai, maka akuntan publik harus menerbitkan laporan audit untuk melengkapi laporan keuangan.

Baca juga : Revolusi Industri 4.0 : Tantangan, Peluang, dan Dampaknya pada Bisnis

Kesimpulan

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa audit keuangan merupakan evaluasi laporan keuangan suatu organisasi, perusahaan, atau lembaga yang akurat, lengkap, relevan, wajar, dan sesuai dengan prinsip akuntansi dan aturan yang berlaku. Pemeriksaan menyeluruh laporan keuangan ini harus menyajikan kondisi keuangan perusahaan dan kinerja manajemen yang sebenarnya pada tanggal pelaporan dan periode tersebut.

Dewasa ini, pemeriksaan laporan keuangan atau mengaudit laporan keuangan menjadi sebuah keharusan bagi setiap bisnis yang beroperasi di Indonesia dan merupakan wajib pajak. Agar tidak terjadi kesalahan data pada saat auditor melakukan pemeriksaan, Anda bisa melakukan pembukuan secara terperinci untuk setiap usaha yang Anda jalani. Pembukuan adalah hal utama yang harus Anda lakukan jika Anda ingin poses pemeriksaan keuangan berjalan tanpa masalah.

Baca juga : Pembukuan Barbershop Lebih Optimal Dengan Accurate Online

Jika Anda adalah pemiliki usaha kecil, mungkin Anda bisa menggunakan pembukuan manual, namun perlu Anda ingat, pembukuan manual memiliki risiko human error yang cukup besar.

Solusinya, Anda bisa menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur lengkap, mudah digunakan, dan memiliki harga terjangkau seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah dikembangkan sejak 20 tahun lalu dan memiliki fitur terlengkap yang dapat memenuhi kebutuhan bisnis, meminimalisir kesalahaan pencatatan, otomatisasi 100 jenis lebih laporan keuangan yang tentunya ini dapat mempermudah proses audit laporan keuangan bisnis Anda secara menyeluruh.

Tertarik menggunakan Accurate Online? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui link ini.