6 Red Flags dalam Dunia Investasi yang Harus Diwaspadai

Di tengah meningkatnya bisnis investasi, penting bagi calon investor untuk mengenali red flags atau tanda-tanda bahaya yang dapat merugikannya. Sebab, telah banyak orang yang terjebak dalam investasi bodong hingga mengalami kerugian besar akibat kurangnya pengetahuan mengenai investasi.

Pada dasarnya, tidak ada satupun jenis investasi yang tidak memiliki resiko. Hampir tidak ada pula investasi yang dapat memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Jadi, investor harus pandai mengenali mana investasi yang menipu dan mana yang benar adanya, serta tidak mudah terbuai dengan iming-iming keuntungan yang besar.

Dalam hal ini, akan diuraikan enam red flags atau tanda-tanda bahaya di dalam dunia investasi yang harus diwaspadai dan dihindari oleh investor.

6 Red Flags Dalam Dunia Investasi

1. Tawaran Investasi dari Orang Asing

Opini yang mengatakan bahwa masalah bisnis bisa dengan mudah merusak hubungan keluarga tidaklah salah. Faktanya, memang banyak kasus di mana uang dan bisnis membuat hubungan keluarga menjadi retak. Jika berbisnis dengan kerabat dekat saja bisa runyam, apalagi berbisnis dengan orang yang benar-benar asing?

Orang yang menawarkan peluang investasi memang tidak perlu kenal dengan orang yang mereka tawarkan untuk berinvestasi. Sebab, tak akan ada ruginya bagi mereka. Namun, berbeda dengan calon investor, di mana mereka merupakan pihak yang akan menanamkan modalnya. Karena itu, penting untuk menyeleksi setiap tawaran investasi yang datang. Di mana lebih baik untuk menghindari tawaran investasi yang datang dari orang asing.

Meski bentuk investasi yang ditawarkan begitu menjanjikan dan perkembangan angkanya pun sangat masuk akal, ada baiknya tetap memikirkan segala resiko yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Baca juga: Mengenal Bank Investasi dan Tipe Layanan yang Ditawarkannya

2. Tawaran Investasi Terlalu Dilebih-Lebihkan

Pernah mendengar ada bisnis investasi yang menawarkan langsung keuntungan 100% dalam beberapa bulan saja? Atau mungkin investasi kecil tapi bisa langsung memberikan keuntungan besar? Investasi semacam ini tergolong sebagai red flags karena terlalu dilebih-lebihkan atau muluk-muluk, yang apabila dipikirkan secara rasional tidaklah mungkin terjadi. Tapi, percaya atau tidak, masih banyak orang yang terjerumus ke dalamnya.

Semua jenis bisnis yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat (di bawah 3 bulan) sebenarnya hampir tidak ada. Rencana bisnis dan investasi semacam ini terlalu naif, atau kasarnya benar-benar menipu. Dalam kebanyakan kasus pun skenario semacam ini akan membuat investor kehilangan uangnya.

Jadi, pastikan untuk mengecek secara detail rencana bisnis dan perkembangan strategi dari bisnis investasi tersebut. Pikirkan dengan baik apakah angka yang dijanjikan itu realistis dan tidak terlalu dilebih-lebihkan.

3. Investasi Tanpa Resiko

Sekilas, tawaran investasi tanpa resiko terdengar begitu menggiurkan. Di mana peluang untuk mendapatkan keuntungan menjadi jauh lebih aman. Namun sejatinya, tidak ada investasi tanpa resiko. Jadi, jika Anda ditawarkan investasi dengan resiko 0%, Anda harus mewaspadainya karena hal tersebut merupakan salah satu bentuk red flags.

Dalam dunia investasi, ada investasi yang beresiko kecil, menengah, dan besar. Investor bebas memilih dan menentukan investasi dengan resiko sebesar apa yang sesuai dengan kemampuan dan ketertarikannya. Apabila cukup percaya diri dan berani mengambil resiko, maka cobalah untuk berinvestasi dengan resiko tinggi. Namun, apabila ingin lebih aman, maka pilihlah investasi dengan resiko rendah.

Intinya, jangan mudah terbuai dengan janji investasi tanpa resiko sama sekali. Akan lebih baik apabila kita ditawari jenis investasi yang terbuka, yang menyatakan besaran resikonya. Dengan begitu, calon investor bisa memperhitungkan sendiri dan memperkirakan apakah mereka cocok untuk masuk ke dalam bentuk investasi tersebut.

4. Ada Tekanan untuk Berinvestasi Secepatnya

Sebagai pihak yang menanamkan modal, investor punya hak untuk memilih jenis investasi dan memutuskan kapan untuk berinvestasi. Investasi adalah masalah uang yang merupakan hak milik investor. Jadi, sudah sewajarnya kalau investor memiliki kuasa penuh dalam memilih jenis investasi yang ingin dilakukan.

Apabila investor ditekan untuk cepat-cepat berinvestasi, jelas adanya bahwa hal ini adalah salah satu bentuk red flags. Jika Anda yang berada di posisi tersebut, ada baiknya untuk langsung menghindar. Sebab, investor sudah seharusnya tidak dipaksa, apalagi diburu-buru.

Baca juga: Efek Compounding Adalah Sahabat Investor, Kenapa?

5. Mengklaim Bahwa Telah Banyak Orang yang Berinvestasi

Cara yang termasuk red flags ini juga sering digunakan untuk menawarkan berbagai jenis investasi. Sebenarnya, bisa-bisa saja menggunakan cara ini apabila memang jelas bentuk investasinya dan telah terbukti hasilnya.

Namun, kalau ada iming-iming “semua orang sudah berinvestasi” dan ada kesan paksaan, Anda patut mencurigainya. Pada dasarnya, investasi yang terlalu dilebih-lebihkan akan menimbulkan kesan mencurigakan. Sebaliknya, jika investasi memberikan data yang lebih akurat dan apa adanya justru lebih menarik dan menjanjikan.

6. Legalitas Tidak Jelas

Apabila janji investasi sudah masuk akal, tingkat resiko sudah sesuai dengan yang diinginkan, dan jumlah investasi sudah sesuai dengan kemampuan, ada baiknya untuk tetap tidak terburu-buru meneken kontrak. Penting untuk mengecek legalitas kelembagaan, izin usaha, laporan keuangan dan jenis dokumentasi apa pun yang berhak diketahui calon investor.

Jika bisnis atau investasi tersebut tidak bersedia memberikan dokumen tersebut, tentunya kita harus waspada. Sebab, sudah seharusnya bagi bisnis untuk memiliki legalitas yang jelas dan dokumentasi yang bisa menunjukkan perkembangan bisnisnya.

Baca juga: High Risk High Return: Ini Pengertiannya di Dalam Dunia Investasi

Penutup

Demikianlah beberapa red flags yang perlu diwaspadai dalam dunia investasi. Dengan mengenali tanda bahaya tersebut, investor dapat lebih berhati-hati dan tidak mudah tertipu oleh investasi bodong yang seringkali menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu singkat. Investor juga dapat meminimalisir resiko dan menghindari kegagalan finansial yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Untuk menghindari kegagalan finansial, investor sebaiknya melakukan pembukuan keuangan secara rapi dan detail. Dalam hal ini, investor bisa menggunakan aplikasi bisnis dari Accurate Online yang akan mempermudah proses pembukuan tersebut menjadi lebih cepat, akurat, dan otomatis.

Di dalamnya, tersedia lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis dengan berbagai fitur yang mudah untuk digunakan dan bisa diakses kapan saja serta di mana saja. Jika Anda tertarik untuk mencobanya, klik langsung tautan gambar di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia