Sistem Ekonomi: Pengertian, Fungsi dan Jenisnya

Ketika usaha akan membangun bisnis di suatu negara, hal yang harus dipahami oleh seorang pengusaha pertama kali adalah sistem ekonomi negara tersebut. Dengan memahami tatanan ekonomi suatu negara secara menyeluruh, pelaku usaha dapat menyusun strategi yang tepat demi meraup keuntungan.

Namun, seberapa pentingkah sistem perekonomian suatu negara terhadap pengambilan keputusan pelaku usaha? Seperti yang diketahui tiap-tiap negara mempunyai kebijakan ekonomi tersendiri. Jadi, agar suatu usaha bisa berjalan lancar, tentunya pelaku usaha harus mengambil keputusan dengan kebijakan yang ada.

Pengertian Sistem Ekonomi

Agar suatu negara bisa berfungsi dengan baik, ekonomi menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Setiap negara memiliki ciri dan karakteristik yang khas. Selain itu, setiap negara juga menghadapi problema di bidang ekonomi yang berbeda dari negara lain.

Karena itulah, cara penyelesaian masalah dan pengaturan kegiatan ekonomi akan berkaitan erat dengan hal-hal tersebut. Dampaknya, setiap negara memiliki cara tersendiri dalam mengelola ekonomi pada semua lapisan masyarakat. Cara atau metode tersebut disebut sistem ekonomi.

Cara pengelolaan ekonomi dalam suatu negara sangat penting adanya untuk mendorong terjadinya produksi. Tidak hanya itu, sistem tersebut juga mendorong terciptanya suatu mekanisme distribusi barang atau jasa, sehingga kegiatan perekonomian bisa berlangsung dengan lancar.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa masing-masing negara memiliki sistem tersendiri. Perbedaan pada masing-masing sistem biasanya sangat terlihat pada pengaturan faktor produksi. Ada sistem yang menyerahkan semua faktor produksi pada pelaku usaha.

Namun, ada pula sistem dimana negara lah yang menjadi pengatur faktor produksi dan pelaku usaha tidak memiliki kuasa. Sementara itu, sistem lainnya tetap menyerahkan faktor produksi pada pelaku usaha tapi negara tetap memiliki kontrol dan kuasa.

Baca juga : 10 Tips Membangun Toko Grosir Yang Menguntungkan

Fungsi Sistem Ekonomi

Perekonomian suatu negara tidak akan dapat berjalan tanpa adanya sistem yang jelas. Ini dikarenakan sistem ekonomi dapat berfungsi sebagai pendorong terjadinya produksi. Sistem perekonomian yang baik dapat membuat pelaku ekonomi untuk terus menghasilkan barang atau jasa.

Tidak hanya itu, dengan adanya sebuah sistem yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik suatu negara, maka hasil produksi tidak akan terpusat pada satu golongan saja. Karena di dalam sistem tersebut telah mengatur bagaimana pembagian hasil produksi agar bisa terdistribusi secara merata ke seluruh lapisan masyarakat.

Dampak dari distribusi yang merata ini yakni meminimalisir kesenjangan yang mungkin terjadi. Salah satu proses ekonomi yang penting adalah distribusi. Dengan mekanisme distribusi yang baik, hasil produksi bisa tersalurkan dari produsen ke konsumen.

Nah, tugas dari sistem perekonomian adalah menciptakan bagaimana mekanisme distribusi yang tepat agar semua hasil produksi bisa sampai di tangan konsumen yang membutuhkan.

Baca juga : Contoh dan Cara Melakukan Akuntansi Sederhana untuk Bisnis Kecil

Jenis-Jenis Sistem Ekonomi

Dari zaman dahulu hingga sekarang, ada banyak sistem perekonomian yang berkembang di berbagai belahan dunia. Bervariasinya sistem yang ada disebabkan karena setiap negara menghadapi problema ekonomi yang berbeda dari negara lain. Namun, ada beberapa sistem ekonomi yang umum ditemui yakni:

1. Sistem Tradisional

Intisari dari sistem ini adalah tradisi dan kekeluargaan. Sistem perekonomian tradisional didasarkan pada kebiasaan turun-temurun yang dilakukan oleh nenek moyang. Pada sistem ini, produksi dilakukan secara apa adanya dan masih tergantung pada alam.

Pada sistem tradisional, tujuan dari kegiatan ekonomi bukanlah mendapatkan keuntungan melainkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Oleh karena itu, pada sistem ini jarang sekali ditemukan kecurangan dan persaingan tidak sehat.

Dampaknya, masyarakat atau negara yang mengadaptasi sistem ini tidak mengalami kesenjangan yang parah karena pendapatan cenderung merata. Selain itu, pada sistem ini juga tidak ditemukan adanya inflasi yang kerap menjadi masalah bagi suatu negara.

Namun, sayangnya, negara yang menganut sistem ini terkadang memiliki pola pikir yang tidak berkembang karena perubahan dianggap hal yang tabu.

Kemudian, rendahnya persaingan antar pelaku usaha, membuat kualitas bahan cenderung rendah. Alhasil, pertumbuhan ekonomi pada negara yang menerapkan sistem ini akan lebih lambat dibanding negara yang lain.

Baca juga : Beberapa Ide Bisnis Kuliner Rumahan di Makassar yang Bisa Anda Coba

2. Sistem Komando

Salah satu jenis sistem perekonomian yang sering ditemui adalah sistem komando. Sistem ini banyak ditemukan pada negara-negara bekas Uni Soviet di Eropa Timur. China dan Rusia juga merupakan beberapa negara yang menganut sistem ini.

Sistem ekonomi komando merupakan sistem dimana kendali atas kegiatan ekonomi dipegang penuh oleh pemerintah. Pada sistem ini pengaruh pemerintah pada kegiatan ekonomi sangat besar, sedangkan masyarakat memiliki sedikit atau bahkan pengaruh pada kegiatan ekonomi.

Dampak dari sistem ini adalah rendahnya tingkat pengangguran sebab faktor produksi dipegang penuh oleh pemerintah. Selain itu, dengan diberlakukannya sistem ini pengendalian harga produk juga bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Kemudian, karena pemerintah menjadi pemegang kendali ekonomi, produk-produk yang dihasilkan pun sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun, justru karena pemerintah memegang penuh kuasa tanpa melibatkan masyarakat, inovasi dari pihak masyarakat pun kurang atau bahkan tidak ada.

Baca juga : 10 Rahasia Membuka Toko Kelontong Yang Sukses

3. Sistem Liberal

Berkebalikan dari sistem komando dimana pemerintah menjadi pemegang kendali perekonomian, sistem liberal justru memberikan kebebasan yang luas pada masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi. Pada sistem ini pemerintah tidak bisa melakukan campur tangan.

Berkat kebebasan yang diberikan pada individu, ada banyak inovasi produk yang dihasilkan karena tidak ada pembatasan kreativitas dan inisiatif. Selain itu, kebebasan yang luas pada pelaku usaha juga mengakibatkan adanya persaingan yang ketat, sehingga produk yang dihasilkan pun lebih bermutu.

Namun, kebebasan tanpa batas dan tidak adanya campur tangan pemerintah serta persaingan yang ketat dapat menyebabkan terjadinya monopoli perdagangan. Apabila hal tersebut terjadi, maka kesenjangan pun akan tercipta dimana yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.

Tidak hanya itu, negara yang menganut sistem ini biasanya sering mengalami ketidakstabilan ekonomi.

Baca juga : Globalisasi Ekonomi : Pengertian, Bentuk dan Pengaruhnya pada Bisnis

4. Sistem Campuran

Sesuai namanya, sistem ekonomi campuran merupakan campuran dari sistem komando dan liberal. Pada sistem ini pemerintah memberikan kebebasan pada masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi, akan tetapi pemerintah juga memiliki kuasa untuk campur tangan.

Dengan diberlakukannya sistem campuran, maka pemerintah bisa memiliki kuasa atas sektor ekonomi dengan tujuan untuk kepentingan masyarakat. Selain itu, sistem ini juga membuat pemerintah semakin mudah menentukan harga.

Negara yang menganut sistem ini biasanya perekonomiannya lebih stabil karena adanya keseimbangan antara kuasa masyarakat dengan pemerintah. Namun, penerapan sistem ini membuat beban pemerintah lebih berat dibanding swasta.

Selain itu, pengaruh kekuasaan pemerintah dalam kegiatan perekonomian juga tidak memiliki batasan yang jelas. Sedangkan pada pihak swasta, penerapan sistem ini membuatnya tidak mampu menghasilkan keuntungan yang seharusnya.

Baca juga : Mengenal Berbagai Contoh Laporan Keuangan Perusahaan


Kegiatan ekonomi merupakan salah satu roda vital yang menggerakan sebuah negara. Untuk itulah agar tidak terjadi kekacauan diperlukan sistem ekonomi yang tepat dan sesuai dengan karakteristik negara tersebut.

Dengan penerapan sistem yang tepat, suatu negara bisa menangani dan menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan perekonomian. Hal tersebut dilakukan agar negara mencapai kemakmuran di setiap lapisan masyarakat.

Sebagai penggerak roda ekonomi di Indonesia, pengusaha memiliki masalah untuk mengatur pembukuan dan mendapatkan data keuangan yang benar dan transparan. Jika Anda salah satu pemiliki usaha yang mempunya masalah seperti itu, kami sarankan Anda mulai untuk menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur terlengkap seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi yang memiliki beragam fitur yang akan memudahkan proses pembukuan dan pemantauan keuangan usaha Anda kapanpun dan dimanapun Anda mau.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda akan mendapatkan fitur terbaik seperti, pencatatan pengeluaran dan pemasukan, Smartlink internet banking, proses rekonsiliasi otomatis, payroll karyawan, penghitungan dan pelaporan pajak, otomasisasi lebih dari 100 jenis laporan keuangan, dan masih banyak lagi.

Jadi tunggu apa lagi? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini :

accurate 200 ribu perbulan