Uang Komoditas Adalah: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya

oleh | Jun 17, 2021

source envato.

Uang Komoditas Adalah: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya

Uang komoditas adalah uang yang nilainya berasal dari suatu komoditas tertentu. Artinya, komoditaslah yang dijadikan sebagai alat pembayaran yang mempunyai nilai intrinsik, yaitu nilai di luar fungsinya sebagai uang.

Uang komoditas yang pernah digunakan sebagai alat pembayaran diseluruh dunia adalah emas dan perak. Hal ini tentunya bertentangan dengan uang fiat yang sama sekali tidak mempunyai nilai intrinsik.

Nah, pada kesempatan kali ini, mari kita bahas lebih lengkap tentang uang komoditas disertai dengan kelebihan dan juga kekurangannya.

Pengertian Uang Komoditas Adalah

Uang komoditas adalah uang yang hadir sebagai cara pembayaran yang lebih modern dengan menggantikan sistem barter ataupun bertukar barang.

Contoh komoditas yang dulu pernah digunakan sebagai alat pembayaran selain emas, perak, dan tembaga adalah garam, merica, teh, ikat pinggang, alkohol, kerang, sutra, rokok, biji kakao, paku, dan juga permen.

Uang komoditas tersebut tergolong unik karena menjadi satu-satunya bentuk uang yang mempunyai nilai bawaan. Walaupun emas saat ini sudah jarang lagi digunakan sebagai uang, namun emas tidak kehilangan nilai dalam wujud perhiasan.

Kita bisa merasakan, menyentuh dan melihat uang komoditas karena bentuk fisiknya yang nyata. Terlebih lagi, dengan adanya nilai intrinsik yang semakin mampu memperkuat kepercayaan masyarakat yang menggunakannya.

Dengan kesadaran akan nilai yang dimiliki oleh uang ini, maka siapapun yang akan melakukan kegiatan jual beli sudah tidak perlu lagi khawatir karena mereka akan menemukan orang lain yang juga menginginkan komoditas tersebut.

Baca juga: Uang Giral Adalah: Pengertian, Kelebihan dan Kekurangannya

Sejarah Uang Komoditas

Uang komoditas adalah uang yang mempunyai sejarah waktu yang sangat panjang di dunia, sehingga nilai akurasi waktu kapan pertama kali uang komoditas hadir dan digunakan masih belum bisa dipastikan secara resmi.

Tapi berdasarkan catatan sejarah, ditemukan bentuk emas berbentuk bundar yang mirip dengan koin modern dan diperkirakan berasal dari tahun 700 hingga 500 SM.

Dalam periode tersebut, pedagang yang berasal dari Lydia memproduksi emas yang dicampur dengan perak, kemudian uang tersebut disebut dengan electrum. Tujuannya adalah agar bisa meningkatkan nilai efisiensi perdagangan yang terjadi antar negara.

Lalu, emas dijadikan sebagai alat tukar karena kelebihannya, yaitu memiliki nilai yang tinggi, tahan lama, dan mampu diterima secara luas di seluruh negara. Lalu pada tahun 550 SM, koin pun beredar secara luas dibawah pemerintahan Raja Croesus.

Emas Sebagai Uang Komoditas

Karena emas memiliki nilai yang sangat berharga, maka emas tidak hanya diakui sebagai uang komoditas, tapi juga diakui sebagai uang fiat. Sejak emas pertama kali ditemukan, emas sudah menjadi barang yang sangat berharga dan diakui oleh beberapa negara manapun di dunia.

Hal ini tentu berbeda dengan komoditi lainnya seperti minyak dan tembakau, walaupun memang bentuknya padat dan tidak akan habis selama disimpan, namun komoditas tersebut bisa habis digunakan atau dikonsumsi.

Emas sudah dianggap sebagai barang yang sangat berharga sejak masa kerajaan kuno di masa lalu. Seiring dengan berjalannya waktu, maka emas juga mempunyai kekuasaan menjadi penentu nilai komoditas untuk uang komoditas lainnya yang tidak pernah goyah.

Bahkan, negara maju seperti Amerika pun pernah membuat sistem moneter berdasarkan standar emas sampai dengan tahun 1970 an.

Karakteristik Utama Uang Komoditas

Jika kita bandingkan dengan uang fiat ataupun uang kertas yang kita jadikan sebagai alat pembayaran pada masa ini, tentunya uang komoditas tergolong lebih unik karena memiliki jenis yang lebih beragam. Walaupun bentuknya memang berbeda dan jenisnya pun beragam, namun uang komoditas tetap memiliki beberapa karakteristik.

Beberapa karakteristik dari uang komoditas adalah sebagai berikut ini.

1. Ketahanan

Uang komoditas dengan bentuk makanan seperti daging tidak bisa bertahan lama. Seiring dengan berjalannya waktu, kualitas daging tersebut tentu akan memburuk dan membuat komoditas tersebut mengalami pengurangan nilai.

Jika sudah demikian, maka komoditas tersebut sudah tidak bisa lagi digunakan sebagai alat pertukaran. Untuk itu, sangat penting untuk suatu komoditas mampu mempertahankan nilai intrinsiknya agar bisa menjaga kepercayaan antara kedua orang yang melakukan transaksi.

2. Dapat Diukur

Uang komoditas harus bisa diukur dengan unit khusus, seperti kilo ataupun ons sesuai dengan jenis komoditas yang digunakan untuk jual melakukan transaksi jual beli. Bila uang komoditas tersebut sudah bisa ditentukan nilainya, maka akan lebih mudah untuk melakukan kegiatan jual beli.

3. Mudah untuk Ditukarkan

Selain memiliki nilai intrinsik, uang komoditas juga harus mudah untuk bisa ditukarkan. Contohnya, Anda tidak mungkin menukarkan sapi secara utuh sebagai komoditas meskipun mempunyai nilai intrinsik yang besar.

Membawa sapi ke pasar untuk bisa ditukarkan dengan komoditas lain tentunya akan sangat merepotkan. Untuk itu, koin emas menjadi lebih suka disukai karena memiliki ukuran yang lebih kecil dan praktis.

4. Kelangkaan

Uang komoditas harus bersifat langka dan juga memiliki persediaan dalam jumlah yang terbatas. Bila tidak, maka jumlahnya menjadi tidak bisa dikontrol dan bisa menyebabkan terjadinya inflasi.

Walaupun demikian, persediaan komoditas juga harus mampu memenuhi tingkat permintaan pasar. Jadi saat perekonomian mulai berkembang, jumlah persediaan komoditas juga harus berkembang untuk kelancaran arus transaksi yang terjadi di masyarakat.

Kepercayaan Pada Uang Komoditas

Di dalam dunia ekonomi, uang komoditas adalah setiap hal yang mempunyai nilai intrinsik. Artinya, komoditas tersebut haruslah mempunyai nilai yang berada di luar fungsinya sebagai uang. Untuk itu, setiap hal yang mempunyai fungsi alternatif bisa dinilai sebagai bentuk komoditas dari uang itu sendiri.

Nilai intrinsik yang dimiliki oleh suatu komoditas adalah aspek yang sangat penting dalam hal membangun tingkat kepercayaan masyarakat atas komoditas yang bersangkutan. Beberapa abad yang lalu, beberapa komoditas seperti tembakau dan garam digunakan sebagai uang komoditas karena fungsinya yang sangatlah tinggi pada kala itu.

Masyarakat bisa menggunakannya untuk transaksi jual beli karena kedua benda ini bisa digunakan secara luas. Sehingga, tidak ada siapapun yang ingin mengambil komoditas ini sebagai uang, pemiliknya masih bisa menggunakannya untuk keperluan mereka sendiri.

Contohnya, ada seseorang yang membawa tembakau ke pasar tapi ternyata tidak ada penjual yang mau menerimanya, maka si pemilik tembakau tersebut masih bisa menggunakannya untuk merokok sendiri.

Kepercayaan masyarakat atas komoditas semakin berkembang dari tahun ke tahunnya. Jadi, walaupun para pedagang memang sudah tidak lagi mau menerimanya sebagai uang, namun mereka yakin bahwa komoditas tersebut masih bisa digunakan untuk hal lainnya.

Sebagian dari kepercayaan atas komoditas tertentu juga dipengaruhi dengan tingkat kelangkaannya, atau minimal sebagaimana orang menilai kelangkaannya tersebut.

Beberapa komoditas seperti emas memang sudah biasa dianggap langka, dan karena itulah yang membuat emas memiliki nilai yang semakin tinggi. Sebaliknya, komoditas lain seperti garam dan tembakau yang nilainya tinggi di masa lalu sangatlah bergantung dengan tingkat konsumsi masyarakat dan tingkat produksi komoditas itu sendiri.

Namun, bukan berarti uang komoditas bisa terlepas dari ancaman inflasi. Contohnya saat petani memproduksi tembakau dalam jumlah yang sangat besar tapi tingkat konsumsi masyarakat tidak lantas mengalami peningkatan, maka persediaan barang pun akan melebihi tingkat permintaan. Lalu, hal tersebutlah yang membuat nilai dari komoditas tersebut menurun.

Kelebihan Uang Komoditas

1. Menurunkan Inflasi

Uang komoditas memiliki nilai dasar fisik. Jadi, tidak rentan terjadi devaluasi karena inflasi. Misalnya seperti nilai emas yang tidak terlalu berdampak karena inflasi. Apapun keadaannya, emas akan tetap dinilai sebagai barang yang sangat berharga.

2. Tidak Terpengaruh Oleh Pemerintah

Pemerintah mempunyai kontrol yang sangat minim pada uang komoditas. Kecuali bila memang pemerintah pada suatu negara memiliki monopoli total atas sumber daya dari uang komoditas tersebut. Karena kontrolnya yang sangar minim, maka nilai uang komoditas tidak bisa diubah dengan mudah oleh pemerintah terkait.

3. Nilai Intrinsik

Uang komoditas mempunyai nilai intrinsik karena bahan bakunya yang sangat berharga. Untuk itu, uang komoditas diklaim lebih mudah diterima masyarakat untuk bisa memfasilitasi pertukaran.

Kekurangan Uang Komoditas

1. Mudah Rusak

Uang komoditas yang tidak terbuat dari logam cenderung akan mengalami devaluasi dari masa ke masa, contohnya adalah minyak atau bahan makanan. Untuk itu, logam mulia kerap kali dipilih sebagai uang komoditas.

Logam diklaim lebih tahan lama walaupun harus disimpan dengan cara yang tepat. Bila tidak, emas dan perak pun tetap akan terkena noda dan mengalami devaluasi.

2. Kualitas Fisik Bervariasi

Meskipun memang jenis uang komoditasnya sama, namun kualitasnya bisa berbeda-beda. Misalnya saja seperti kualitas gandum dari kebun si A ternyata lebih jauh dari kebun si B. namun, akan sulit untuk menetapkan nilainya, karena keduanya sama-sama gandum.

3. Pertumbuhan Ekonomi Lebih Lambat

Uang komoditas tidak bisa diciptakan begitu saja, tapi memerlukan sumber daya fisik. Untuk itu, uang komoditas memerlukan waktu untuk berkembang.

Baca juga: Uang Fiat: Pengertian, Sejarah, Kelebihan, Kekurangan, dan Bedanya dengan Uang Komoditas

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang uang komoditas. Jadi, bisa kita simpulkan bahwa uang komoditas adalah uang yang nilainya berasal dari suatu komoditas tertentu. Artinya, komoditaslah yang dijadikan sebagai alat pembayaran yang mempunyai nilai intrinsik, yaitu nilai di luar fungsinya sebagai uang.

Namun, terlepas dari uang komoditas ataupun uang fiat, kita harus bisa mengatur dan mengelola keuangan dengan baik, khususnya untuk para pebisnis. Anda harus bisa mengelola keuangan dengan baik dengan cara mencatatnya dalam laporan keuangan.

Nah dalam hal ini, Anda bisa menggunakan software akuntansi Accurate Online agar lebih mudah mencatat laporan keuangan. Di dalamnya, Anda bahkan bisa mendapatkan 200 lebih jenis laporan keuangan yang bisa Anda akses kapan saja dan di mana saja.

Ayo coba Accurate Online sekarang juga secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.

accurate1

ekonomikeuanganbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Ibnu
Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia

Artikel Terkait