Value Investing: Pengertian dan Strategi Tepat Menerapkannya

Dalam melakukan investasi saham, beberapa orang ada yang melakukannya secara trading dan ada juga yang  secara investing atau value investing. Umumnya, trading dikaitkan kegiatan investasi saham yang dilakukan dalam kurun waktu sebentar.

Jadi, para trader hanya ingin memperoleh profit ataupun keuntungan dalam kurun waktu yang singkat saja. Sedangkan para investor atau yang melakukan investing lebih cenderung berorientasi dalam kurun waktu yang lama. Oleh karena itu, mereka tidak memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi dalam memperoleh keuntungan dalam kurun waktu yang singkat. Karena mereka lebih memilih mempunyai keuntungan di masa depan.

Lantas, apa sebenarnya value investing itu? Nah, pada kesempatan kali ini mari kita bahas lebih lengkap tentang value investing.

Apa itu Value Investing?

Pada dasarnya, value investing adalah kegiatan menginvestasikan saham yang pada saat ini berada dibawah nilai intrinsiknya, atau saham yang sedang undervalue.

Bahkan, tren value investing sedang meningkat, karena melakukan value investing bisa meminimalisir risiko investasi saham. Namun, terdapat beberapa hal yang harus Anda pelajari terlebih dahulu sebelum melakukan value investing.

Intinya, dalam melakukan value investing, Anda tidak hanya harus mengetahui rasio dalam valuasi saham berikut nilai intrinsiknya. Namun, Anda juga harus lebih memahami strategi value investing yang banyak dilakukan oleh para pakar ataupun para ahli value investing.

Baca juga: Pengertian Obligasi: Karakteristik, Jenis dan Keuntungan Memilih Obligasi

Strategi Value Investing dalam Manajemen Risiko

Saat ini, banyak sekali orang yang membeli saham karena harganya yang murah, dan hal ini berakibat pada cut loss yang sangat merugikan. Terlebih lagi apabila manajemen risiko yang ada didalamnya sangat diabaikan. Tentunya hal tersebut akan menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.

Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa tidak ada seorangpun yang mampu menjamin adanya return dalam melakukan investasi saham. Walaupun ada beberapa harga saham yang sangat murah, namun bukan berarti harga saham tersebut tidak akan turun lagi.

Bahkan, apabila terjadi faktor internal atau eksternal yang sangat parah, maka bukan tidak mungkin harga saham tersebut bisa anjlok lebih parah daripada sebelumnya.

Untuk itu, tidak heran banyak para trader yang tidak mampu bertahan lama di pasar saham yang saat ini sangat tidak menentu. Kenapa? Tentu saja karena trader hanya menilai suatu saham dari harga saham tersebut saja.

Mereka tidak akan memandangnya secara keseluruhan terkait apa yang menyebabkan harga saham tersebut naik atau turun. Bagi mereka, harga saham akan menentukan segalanya.

8 Strategi Value investing

Untuk melakukan value investing, minimal ada delapan strategi yang bisa Anda lakukan agar value investing bisa menghasilkan keuntungan yang besar di masa depan. Berikut ini adalah strategi value investing.

1. Memilih Metode Analisa

Untuk menganalisa strategi saham, terdapat beberapa strategi yang bisa Anda gunakan. Pertama, Anda bisa menganalisanya dari kondisi ekonomi makro, lalu kerucutkan pada fundamental dalam suatu saham yang akan Anda pilih.

Cara ini disebut dengan “analisis top-down“. Analisis ini juga biasa disebut dengan analisa dari atas ke bawah yang sifatnya global dan menuju pada hal yang sifatnya lebih spesifik.

Sementara itu, sebagian lainnya ada yang memulainya dengan istilah Analisis bottom-up. Kebalikan dari analisis sebelumnya, analisis ini dilakukan dengan menilai suatu saham dari bawah ke atas. Caranya adalah dengan mengecek kondisi fundamental perusahaan yang diincar terlebih dahulu. Selanjutnya, akan berlanjut dalam menganalisa berbagai masalah ekonomi yang sekiranya akan memengaruhi pergerakan harga saham.

Beberapa diantaranya yang mampu memengaruhi harga saham adalah inflasi, suku bunga, daya beli masyarakat, nilai tukar rupiah, dll.

2. Memantau Sektor yang Sedang Trend

Strategi ini bisa dijadikan sebagai langkah awal atau langkah selanjutnya setelah Anda memilih cara value investing. Pada intinya, Anda harus mengetahui sektor mana yang saat ini sedang diminati masyarakat atau yang sedang tren.

Dengan melakukan investasi pada sektor yang saat ini sedang trend, maka Anda tidak hanya mampu mendapatkan keuntungan yang besar, tapi juga bisa mendapatkan keuntungan yang lebih cepat. Bahkan, bisa jadi Anda mendapatkan keuntungan dalam hitungan hari saja.

3. Melakukan Screening Saham yang Memiliki Fundamental Bagus

Saat ini, perusahaan yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia tercatat sudah lebih dari 600 emiten. Untuk itu, Anda bisa menerapkan kriteria yang sesuai dengan Anda dalam melakukan screening yang efektif.

Cara mudahnya adalah dengan menggolongkan emiten yang mempunyai ROE (Return on Equity) lebih dari 15%, PBV (Price to Book Value) dibawah 1x, atau PER (Price to Equity Ratio) kurang dari 10.

Jika Anda sudah memperoleh emiten sesuai dengan kriteria seperti diatas, seperti misalnya Anda mendapat 10 saham, maka selanjutnya Anda bisa mengecek ke sepuluh saham tersebut satu persatu. Sehingga, Anda tidak harus mengecek seluruh saham yang menarik di BEI.

4. Mengetahui Valuasi dan Nilai Intrinsik Saham yang Akan Dibeli

Agar bisa menjadi seorang value investor yang sukses, maka Anda harus mengetahui nilai valuasi dan juga nilai intrinsik saham yang ingin Anda beli. Artinya, Anda harus mempelajari cara menilai harga saham tersebut.

Dalam melakukan value investing, nilai yang seharusnya Anda ukur adalah harga wajar atau harga sebenarnya dari suatu harga saham, hal ini lebih sering disebut sebagai book value.

Untuk mengetahuinya, Anda bisa menggunakan dua rasio utama, yaitu PER (Price Earning Ratio) dan PBV (Price to Book Value).

5. Menganalisa Faktor Fundamental Perusahaan

Dalam mendapatkan informasi terkait fundamental suatu perusahaan, Anda wajib membaca seluruh laporan keuangan terbaru dari perusahaan tersebut. Minimal, Anda harus mengetahui laporan laba/rugi dari perusahaan tersebut.

Beberapa hal yang biasanya terdapat dalam laporan keuangan adalah Pernyataan direktur ataupun yang menyajikan laporan keuangan, aset lancar dan tidak lancar, liabilitas dan ekuitas, laba/rugi, laporan arus kas, catatan-catatan keuangan

6. Menentukan Waktu Membeli Saham yang Tepat

Waktu yang tepat dalam melakukan value investing adalah ketika harga saham pada suatu perusahaan sedang murah atau dibawah nilai intrinsiknya.  Contohnya harga saham PGAS yang dihargai dengan PBV 1,5 kali, dan nilai PBV tersebut adalah yang paling rendah.

Lalu, saham menjadi naik secara signifikan beberapa tahun kemudian dan karena adanya rumor, maka akan menjadi turun lagi. Kebetulan, karena pada saat itu PBN nya menurun di angka 1,5 lagi, maka pada saat itulah waktu yang tepat dalam membeli saham PGAS.

7. Melakukan Pemantauan

Hal lain yang harus dilakukan dalam melakukan value investing selain menganalisa dan membeli saham adalah mengawasi saham yang terdapat di dalam portofolionya. Caranya adalah memantau performa dan membaca laporan keuangan terbarunya secara langsung di situs resmi idx.co.id

8. Menentukan Waktu Menjual Saham

Selain harus menentukan waktu yang tepat dalam membeli saham, Anda juga harus bisa memilih waktu yang tepat dalam membeli saham. Sebagai contoh, setelah Anda selesai melakukan pemantauan ternyata terdapat saham yang Anda beli mengalami kerugian ataupun masalah tertentu. Nah, pada saat itulah Anda harus segera menjual saham Anda.

Hal terpenting lainnya Anda harus melakukan analisa secara mendalam dan jangan gegabah, sehingga Anda langsung menjual hanya karena labanya sedang turun sedikit. Selain itu,  Anda juga harus mengetahui trendline dari pergerakan saham, apakah memang sedang turun atau meningkat.

Tapi, jika perusahaan yang Anda pilih mempunyai fundamental yang bagus, bahkan sempurna, maka akan lebih baik Anda pertahankan saja.

Baca juga: Apa itu Sekuritas? Ini Pengertian, Jenis, dan Cara Memilih Sekuritas yang Baik

Penutup

Itulah pembahasan tentang value investing, setelah Anda mengetahui berbagai strategi yang ada di dalamnya, kini tiba saatnya bagi Anda untuk mencoba dan menerapkannya secara langsung.

Jangan lupa juga untuk menggali informasi terkait fundamental yang ada pada perusahaan, serta jangan gegabah dan panik dalam mengambil suatu keputusan. Lakukanlah berbagai analisa yang mendalam sebelum mengambil keputusan agar bisa meminimalisir berbagai risiko yang tidak diinginkan.

Namun, jika Anda belum siap untuk melakukan investasi saham untuk perusahaan Anda, maka Anda bisa melakukan investasi pada aplikasi akuntansi untuk perusahaan Anda terlebih dahulu, dan aplikasi akuntansi yang disarankan adalah Accurate Online.

Accurate Online adalah aplikasi akuntansi yang mudah digunakan dan sangat praktis, bahkan oleh Anda yang tidak memiliki pengetahuan tentang akuntansi sekalipun.

Accurate Online juga akan memudahkan Anda dalam melakukan berbagai proses akuntansi yang rumit. Selain itu, Anda juga bisa mengelola stok barang, aset perusahaan, sampai dengan mengelola utang-piutang perusahaan secara instan. Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1