Aktuaria Adalah: Ini Pengertian, Fungsi, dan Tugasnya

Aktuaria adalah salah satu pekerjaan yang masih cukup asing terdengar di telinga kita, yang mana pekerjaan ini masih dilakukan secara konvensional.

Lalu, apa itu aktuaria? Apa kaitannya dengan seorang aktuaris? Simak penjelasannya dibawah ini hingga selesai.

Pengertian Aktuaria Adalah

Pada dasarnya, aktuaria adalah suatu cabang ilmu yang mengaplikasikan metode matematika dengan menggunakan ilmu statistika guna menaksir risiko yang terdapat di dalam industri asuransi dan juga keuangan. Mereka yang bekerja dan menekuni bidang ini umumnya dikenal dengan aktuaris.

Untuk bisa menilai risiko yang berkaitan dengan kondisi finansial seseorang, biasanya seorang aktuaris akan menggunakan beragam metode pengukuran risiko yang banyak digunakan oleh perusahaan asuransi, seperti Morbidity Table, Annuity Table, Mortality Table, dan berbagai model statistika yang lainnya.

Baca juga: Pengertian Agen dan Tugasnya yang Harus Anda Ketahui

Apa Itu Risiko yang Diperhitungkan Oleh Aktuaris?

Risiko adalah suatu dampak atau konsekuensi buruk atas proses yang sedang berlangsung dan bisa terjadi pada waktu yang akan datang.

Nah, karena bisnis asuransi dan bisnis keuangan adalah bisnis yang lebih berorientasi pada profit, maka risiko adalah segala hal yang bisa membuat perusahaan tersebut mengalami kerugian. Untuk itu dalam dunia asuransi, risiko akan dikaitkan dengan kondisi yang dialami oleh objek yang diasuransikan.

Sedangkan dalam dunia perbankan, risiko tersebut dikaitkan dengan adanya kemungkinan terjadinya kredit macet yang dilakukan oleh pihak debitur.

Karena risiko tersebut adalah suatu hal yang sifatnya uncertainty atau belum pasti, maka industri asuransi dan keuangan mempunyai seorang yang sudah ahli dalam memperhitungkan risiko yang nantinya akan dihadapi secara ilmiah melalui beragam perhitungan yang matematis.

Untuk di Indonesia sendiri, profesi ini banyak digunakan oleh industri asuransi, tapi beberapa juga ada yang bekerja pada dana pensiun sebagai seorang ahli konsultan dalam bidang asuransi.

Di dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 426/KMK.06/2003 Bab III Pasal 16, dijelaskan bahwa perusahaan asuransi jiwa diwajibkan untuk mengangkat seorang aktuaris sebagai aktuaris perusahaan yang sudah mempunyai klasifikasi sebagai aktuaris dan sudah menjadi anggota dalam Persatuan Aktuaris Indonesia atau asosiasi lainnya yang sejenis dan sudah terdaftar secara penuh sebagai anggota International Association of Actuaries.

Baca juga: Mengenal Pegawai Swasta: Hak dan Kewajibannya

Fungsi Aktuaria dalam Industri Asuransi?

Fungsi utama aktuaria adalah sebagai penerjemah risiko, penilaian risiko, penaksir, dan mengkalkulasi kemungkinan terjadinya risiko. Nah, beberapa yang harus dilakukan dalam proses aktuaria adalah sebagai berikut:

  • Wajib memastikan nasabahnya membayar premi sesuai dengan resikonya.
  • Wajib memastikan premi yang sudah terkumpul sudah cukup untuk bisa membayar klaim yang nantinya akan terjadi dan menutupi berbagai biaya operasional perusahaan.
  • Memastikan bahwa premi yang sudah terkumpul bernilai wajar dan mampu bersaing.

Dilansir dari Macquarie University Sydney, Australia (CRICOS Provider Code 00002 J), aktuaria adalah suatu proses yang sering dikaitkan dengan investasi.

Aktuaria seringkali dikaitkan dengan investasi dan valuasi asset, manajemen risiko, asuransi dan dana pensiun karan tugas utama seorang aktuaris adalah menghitung secara detail berbagai risiko keuangan yang mungkin akan terjadi karena adanya kegiatan ekonomi.

Jadi, aktuaris akan seperti meramal dengan menggunakan pendekatan yang statistik dan sistematis, serta bisa dipertanggungjawabkan dengan risiko dan angka. Jadi bukan suatu yang mistis.

Baca juga: Berkas Lamaran Kerja yang Umum Diminta Perusahaan

Tugas Aktuaris

Selain yang sudah dijelaskan di atas, tugas dari aktuaris adalah membuat dan juga menetapkan suatu harga produk asuransi dengan menggunakan tingkatan investasi, tingkat mortalita, klasifikasi risiko, skala biaya, skala penjualan, dan tingkat morbidita.

Mereka juga harus membuat estimasi atas risiko yang akan menjamin kesehatan finansial dan memasukan kewajiban perusahaan sudah cukup.

Lebih dari itu, mereka juga harus membuat proyeksi dan analisa teknis perkembangan perusahaan, seperti membuat analisis kecukupan kewajiban dan pemasukan, meninjau ulang kecukupan pada tingkatan investasi, meninjau ulang kecukupan tingkat mortalita dan morbidita, meninjau ulang risiko yang ada dengan kewajarannya, meninjau ulang kecukupan dan juga kewajaran berbagai biaya, serta meninjau ulan harga atas penjualan dengan volume penjualan.

Baca juga: Notula Adalah Catatan Singkat Rapat, Sudah Tahu Cara Penulisannya?

Bagaimana Caranya Menjadi Aktuaris?

Saat ini, beberapa universitas sudah menyediakan jurusan strata untuk jurusan aktuaria, salah satunya adalah di Universitas Indonesia. Pada beberapa universitas lainnya, aktuaria dijadikan sebagai ilmu matematika dan statistika.

Agar bisa menjadi aktuaris, dibutuhkan profesi tambahan yang mensyaratkan lulus ujian pada kuliah yang sudah disyaratkan oleh Ikatan Akturaris Indonesia atau IAI.

Tahapan dalam ujian tersebut mencakup dasar ilmu akuntansi, teori ekonomi, matematika asuransi, probabilitas dan statistik, teori risiko, asuransi jiwa, dan lain sebagainya.

Baca juga: Honorer Adalah: Ini Pengertian dan Bedanya Dengan PNS

Berapa Gaji Aktuaris?

Sebenarnya, aktuaris adalah salah satu profesi yang masih cukup langka di Indonesia, sehingga ketersediaan akan aktuaris sementara masih sedikit dan kebutuhannya masih terus meningkat.

Untuk itu, aktuaris adalah profesi yang mempunyai upah atau gaji yang cukup tinggi, yakni:

  1. Karir dari seorang aktuaris bisa dimulai dari Actuarial Analyst, yang mana gajinya adalah mulai dari 4 sampai 7 juta perbulan.
  2. Bila sudah lulus lima ujian sertifikasi, maka seorang Actuarial Analyst akan menjadi Associate yang sudah mampu memenuhi ASAI (Associate Societies Actuary Indonesia), dan gajinya adalah sebesar 10 sampai 25 juta perbulan
  3. Seorang Associate nantinya akan naik ke level Manager Actuary yang mana mereka akan mendapatkan gaji sebesari 38 juta rupiah per bulan
  4. Selanjutnya, mereka akan menjadi Fellow ke posisi Appointed Actuary yang nantinya akan diberi gelar dari Fellow Societies Actuary Indonesia. gaji di tahap ini adalah sebesar 50 juta rupiah perbulan.
  5. Lalu, akan naik lagi menjadi Chief Actuary, yang mana gajinya akan setara dengan gaji direktur di berbagai perusahaan besar.

Baca juga: Stres Kerja, Ini Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang aktuaria dan kaitannya dengan aktuaris. Untuk Anda yang ingin menggunakan jasa mereka atau merekrut aktuaris, maka Anda harus bisa menyiapkan dana yang cukup, karena jasa mereka memang dibayar cukup mahal.

Jangan lupa juga untuk mencatat pengeluaran yang Anda lakukan untuk mereka secara rutin di dalam laporan keuangan perusahaan.

Saat ini, Anda sudah bisa mencatat pengeluaran tersebut secara mudah dengan menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online. kenapa? karena Accurate Online akan mencatatnya secara otomatis, dan Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan Anda secara instan.

Ayo coba gunakan Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis dengan klik banner di bawah ini.