Definisi Kerja Cerdas dan Langkah Menerapkannya

Kerja keras merupakan istilah yang sudah lama terdengar di telinga, yang diartikan sebagai sebuah keharusan untuk mencapai kesuksesan. Padahal, ada konsep lain bernama kerja cerdas yang juga bisa mengantarkan kita pada sebuah kesuksesan, bahkan dengan cara yang lebih efektif.

Pengertian kerja cerdas merujuk pada kondisi dimana seseorang bisa menempatkan pekerjaan sesuai dengan porsi dan prioritasnya. Dimana waktu pengerjaan tidak menjadi patokan sebuah keberhasilan.

Untuk lebih memahami konsep dari kerja cerdas, berikut ini diuraikan penjelasan terkait definisi dan langkah untuk menerapkannya.

Apa Itu Kerja Cerdas?

Kerja cerdas diartikan sebagai cara kerja yang memanfaatkan teknologi dan waktu secara maksimal. Dimana tujuan dari kerja cerdas adalah untuk bisa meraih hasil yang lebih besar namun dengan tingkat usaha yang lebih kecil. Metode kerja ini juga memberikan kebebasan pada karyawan untuk memilih cara kerja yang lebih efektif dalam hal fleksibilitas untuk dirinya sendiri.

Makna kerja cerdas juga sebenarnya bisa berbeda-beda pada setiap orang. Meski faktor utamanya ialah mengenai pemahaman terhadap kebutuhan diri sendiri.

Memahami kebutuhan diri sendiri berarti tahu kapan waktunya harus bekerja sendiri, meminta bantuan orang lain, mengesampingkan hal yang mengganggu kinerja, serta memperkuat potensi yang dimiliki.

Dengan kata lain, kita tidak sekedar berusaha mati-matian untuk mencapai suatu tujuan. Melainkan paham akan keunggulan diri dan mampu memanfaatkan sumber daya di sekitar guna mencapai tujuan dengan cara yang lebih cepat dan efisien.

Baca juga: Ragam Jenis Budaya Kerja dan Langkah Membangunnya Agar Lebih Positif

Langkah Menerapkan Konsep Kerja Cerdas

Alih-alih menambahkan jam kerja untuk menyelesaikan pekerjaan, Anda bisa menerapkan beberapa strategi kerja cerdas di bawah ini guna pengerjaan yang lebih efektif, efisien, dan produktif.

1. Buat To-Do-List

Agar pekerjaan lebih tertata, Anda bisa mulai membuat to do list harian, mingguan, atau bulanan. Ini bisa menjadi panduan bagi Anda untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai alur yang diharapkan. Ketika sudah terbiasa, ritme kerja Anda akan lebih baik dan bisa meminimalisasi waktu yang terbuang untuk hal-hal yang tidak perlu.

2. Tentukan Skala Prioritas

Setelah membuat to do list, Anda kemudian bisa melanjutkan dengan menentukan skala prioritas. Skala prioritas berguna agar Anda mengerjakan terlebih dahulu mana yang penting tanpa harus memikirkan hal-hal lain.

Baca juga: Bagaimana Cara Bekerja Lebih Cepat? Berikut Tips dan Contohnya

3. Kerjakan Satu Per Satu

Multitasking tidak selalu membuat Anda menyelesaikan lebih banyak pekerjaan. Multitasking bisa saja membuat Anda kehilangan fokus saat bekerja.

Mengerjakan tugas satu per satu justru membantu Anda berkonsentrasi dalam pekerjaan. Hasilnya, pekerjaan akan maksimal dan dapat selesai lebih cepat.

4. Tentukan Tenggat Waktu

Menentukan tenggat waktu membantu Anda fokus dalam pekerjaan sehingga bisa selesai tepat waktu. Anda juga tidak akan menunda pekerjaan, sebab tahu betul kapan harus diselesaikan.

5. Ketahui Waktu Produktif

Waktu produktif adalah waktu dimana Anda memiliki performa yang bagus untuk menyelesaikan pekerjaan. Dimana setiap orang memiliki waktu produktifnya sendiri.

Ketika Anda mengetahui waktu produktif Anda dan mulai bekerja pada waktu tersebut, Anda tentu akan menghemat banyak waktu dan dapat memberikan hasil yang maksimal.

Baca juga: Cari Muka dalam Dunia Kerja, Ini Ciri Cari Muka Karyawan Pada Atasan

6. Fokus Pada Tujuan

Tetap fokus pada tujuan adalah cara agar Anda tidak mudah tergoda dengan hal-hal lain. Penting pula untuk berani berkata ‘tidak’ pada pekerjaan yang dirasa bukan tanggung jawab Anda. Begitu pun terhadap gangguan-gangguan kecil yang bisa mendistraksi fokus Anda, entah itu notifikasi ponsel atau ajakan mengobrol hal kurang penting oleh rekan kerja.

7. Tetap Fleksibel

Skala prioritas dan to do list tidak semata-mata dibuat agar Anda terpaku pada apa yang sudah direncanakan. Ada kalanya Anda harus bersikap fleksibel, sebab waktu, lingkungan, dan kondisi bersifat dinamis dan bisa berubah kapan pun.

8. Gunakan Teknik Kerja Tertentu

Ada dua teknik yang cukup terkenal agar bisa bekerja secara efektif dan efisien. Teknik tersebut yakni teknik 80 untuk 20 dan teknik podomoro.

Teknik 80 untuk 20 mengajarkan agar kita menggunakan 80 persen energi untuk fokus menyelesaikan 20 persen pekerjaan yang paling berat. Dimana ini akan membuat tugas lain yang lebih ringan menjadi lebih mudah untuk diselesesaikan.

Kemudian untuk teknik podomoro, pengelompokkan aktivitasnya dibagi menjadi 25 menit kerja dan 5 menit istirahat. Kita diajarkan untuk fokus mengerjakan suatu pekerjaan dalam 25 menit dan meminimalisasi segala gangguan. Setelah itu, kita bisa beristirahat selama 5 menit, sebelum nanti kembali fokus bekerja dalam 25 menit berikutnya. Setelah 4-5 kali putaran, kita bisa mengambil waktu istirahat yang lebih lama sekitar 15-30 menit.

9. Tingkatkan Kemampuan Berkomunikasi

Kerja cerdas harus diiringi dengan kemampuan berkomunikasi yang cerdas pula. Anda harus bisa mendengar, menyampaikan pertanyaan, atau mengeluarkan pendapat dengan baik dan jelas guna menghindari miskomunikasi yang bisa berakibat fatal dan membuang banyak waktu serta tenaga.

10. Istirahat yang Cukup

Hal yang tak kalah penting agar kerja cerdas dapat tercapai ialah dengan beristirahat teratur dan cukup. Pastikan otak, tubuh, dan jiwa melepaskan ketegangan setelah bekerja, sehingga Anda bisa lebih prima saat menghadapi pekerjaan selanjutnya.

Perlu diperhatikan pula bahwa istirahat cukup berarti sesuai dengan kadarnya. Istirahat yang lama bukan berarti Anda menyimpan lebih banyak energi untuk nanti bekerja. Karena nyatanya, terlalu banyak beristirahat bisa membuat kita lebih malas untuk memulai pekerjaan.

Baca juga: Serba-Serbi Kerja Kantoran: Plus-Minus Hingga Tipe Pekerja yang Sering Ditemui

Penutup

Kerja cerdas merupakan istilah dalam dunia kerja yang baru-baru ini sering dibandingkan dengan kerja keras. Konsep ini merujuk pada cara bekerja seseorang, dimana ia bisa menetapkan porsi dan prioritasnya, serta memaksimalkan apa yang dimilikinya. Konsep kerja ini juga tidak berfokus untuk bekerja selama mungkin dan sekeras mungkin, melainkan berfokus pada hasil maksimal yang bisa didapatkan dengan usaha dan waktu yang seminimal mungkin.

Untuk menerapkan konsep kerja ini dibutuhkan konsistensi dan kedisplinan yang tinggi. Karena itu, Anda bisa mulai melakukan satu per satu langkah sesuai yang dijabarkan di atas. Jika mulai terbiasa, Anda akan dapat bekerja secara efektif dan efisien serta mampu mencapai tujuan yang dinginkan.

Konsep kerja ini juga sesuai dengan konsep pengelolaan keuangan yang cerdas. Dimana Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk mencatat keuangan apabila Anda menggunakan metode yang lebih modern.

Pengelolaan keuangan kini bisa dilakukan dengan mudah melalui penggunaan aplikasi bisnis dan akuntansi seperti Accurate Online. Accurate Online merupakan software berbasis cloud yang menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis. Berbagai fitur dan keunggulan juga tersemat di dalamnya yang bisa Anda akses kapan saja dan dimana saja.

Tunggu apa lagi? Yuk, coba Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.

footer image blog akuntansi

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

elvina

Penulis yang berasal dari lulusan jurnalistik yang tertarik dengan gaya hidup perkantoran dan dunia kerja. Di blog Accurate Online, Vina juga sering membuat berbagai konten artikel yang bermanfaat untuk pebisnis dan karyawan di Indonesia.